Sabtu, 31 Maret 2018

Alek MTQ di Lubuk Kilangan Berlangsung Meriah

Alek MTQ di Lubuk Kilangan Berlangsung Meriah


PADANG (Reportase Sumbar)---Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-38 tingkat Kecamatan Lubuk Kilangan (Luki) resmi dibuka Pjs Walikota Padang diwakili Kabag Kesra Jamilus, Sabtu (31/3) pagi di halaman Kantor Balai Latihan Kerja (BLK), Bandar Buat.
Pembukaan kegiatan keagamaan ini berlangsung meriah yang dimulai dari pawai ta’aruf dengan diikuti peserta pawai dari masing-masing kelurahan di kecamatan setempat.
.
Kabag Kesra Jamilus dalam kesempatan itu menyampaikan, MTQ tersebut penting digelar mengingat banyak manfaat dari pelaksanaan ivent dua tahunan itu. Pertama sebagai ajang evaluasi kegiatan keagamaan di Kota Padang dari masing-masing 11 kecamatan. Selanjutnya dalam rangka mencari bibit qari-qariah terbaik, dimana nantinya bakal memperkuat kecamatan pada MTQ tingkat kota ataupun nantinya bisa mewakili kota di tingkat provinsi bahkan sampai tingkat nasional.

“Selan itu ajang ini juga menjadi ajang silaturahmi antar sesama kafilah dan official sehingga semakin meningkatkan ukuwah Islamiyah. Dimana terutama sekali bagaimana kita menggelorakan dan membumikan Alquran di tengah-tengah kehidupan,” cetusnya.

Jamilus pun atas nama Pemerintah Kota Padang menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas tingginya antusias panitia, peserta serta semua elemen masyarakat dalam menyukseskan pelaksanaan MTQ tersebut.

“Alhamdulillah, ini melihatkan program kegiatan keagamaan di kota ini berjalan cukup sukses. Untuk itu semoga melalui MTQ ini semakin menambah lagi kecintaan kita terhadap Alquran. Yang tentunya dengan senantiasa membaca, menghafal dan mendalami makna yang terkandung di dalamnya,” harapnya sembari membuka MTQ Nasional ke-38 tingkat Kecamatan Luki itu..

Sementara itu Camat Luki, Yalmasril berharap MTQ Nasional ke-38 tingkat Kecamatan Luki tidak hanya berjalan sukses, namun terutama sekali bagaimana mampu menghasilkan qari-qariah terbaik.

"Sehingga nantinya bisa mewakili Kecamatan Luki dan memberikan prestasi pada MTQ tingkat kota pada September nanti," harapnya.

Selain itu katanya lagi, melalui MTQ ini juga diharapkan bagaimana kehidupan keagamaan di tengah masyarakat lebih meningkat. Yaitunya dengan membumikan Alquran dan mengamalkan makna yang terkandung di dalam kitab suci tersebut dalam kehidupan sehari-hari terutama di lingkungan keluarga.

“Apalagi sekarang sudah ada Program 1821 yang digagas oleh Pemko Padang. Salah satu bahagiannya yakni menghidupkan Alquran di tengah keluarga,” ulasnya. (ris)
==


Jumat, 30 Maret 2018

Wagub Nasrul Abit : Suasana Kota Tua Muaro Padang Mesti Dilestarikan

Wagub Nasrul Abit : Suasana Kota Tua Muaro Padang Mesti Dilestarikan

Wagub Sumbar Nasrul Abit ( Sumber Fhoto : www.kabanagari.com)
Padang (Reportase Sumbar)----Tidak dinafikan lagi, bahwa pesona keindahan alam yang dimiliki Kota Padang akan terasa sangat berkesan jika dinikmati dengan kegiatan olah raga pagi.  Makanya didukung udaranya yang begitu sejuk dan segar tak jarang dimanfaatkan warga dengan mengisinya dengan beragam kegiatan olah raga bersama.

Demikian pula yang dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit saat menggelar kegiatan olah raga bersama Bintang Sport Comudity (BBC)  Padang  Jumat ( 30/3) pagi.

Seperti ditegaskan Wakil Gubernur Nasrul Abit,  bahwa keindahan pemandangan alam Kota Padang yang didukung pemandangan pantainya yang indah serta kehadiran Kota Tua Muaro Padang memang sungguh demikian mempesonakan.

“Jadi tinggal lagi bagaimana warga kota dan pemerintah Kota Padang bisa terus menjaga kebersihan kualitas air Batang Arau, sehingga sampah-sampah tidak ada lagi di sungai ini. Kalau sudah begitu tentu pemandangannya  akan lebih cantik lagi sekaligus bias menambah rasa nyaman bagi orang yang ingin bermain di lokasi yang dilengkapi arsitektur bangunan tua bersejarah ini,”, ujar Nasrul Abit. 

Wagub juga menambahkan,  kerja keras jajaran Pemko Padang bersama masyarakat tentunya harus terus digalang dengan baik,  karena selain lokasinya yang indah juga kawasan Muaro selama ini sudah menjadi ikon yang banyak nengundang kunjungan wisatawan.

“Coba saja lihat pagi ini,  saya bersama keluarga besar Bintang Sport Comudity Padang menikmati olahraga,  sambil bersilahturrahmi bersama juga bias menikmati sejuknya udara pagi.

Selain itu juga menikmati makanan pagi, kuliner  lontong dan kue-kue lainnya yang enak sekali mengisi perut kosong sehabis berolahraga,” terangnya. (ris)







Kamis, 29 Maret 2018

OPD Pemko Padang Tandatangani Komitmen SPIP

OPD Pemko Padang Tandatangani Komitmen SPIP


 PADANG (Reportase Sumbar)---Keberhasilan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) tidak hanya terfokus pada rancangan pengendalian yang memadai untuk menjamin tercapainya tujuan organisasi,  tetapi juga kepada setiap orang dalam organisasi. Untuk itu,  setiap unsur dari SPIP wajib diterapkan oleh semua unit kerja wajib pemerintah.

Hal ini disampaikan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang Drs. Alwis di sela Penandatanganan Komitmen Penyelenggaraan SPIP. Kegiatan ini juga diisi Bimtek optimalisasi peran Satgas SPIP perangkat daerah dan strategi implementasi SPIP pada perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kota Padang di Hotel Grand Inna, Kamis (29/3/2018).

Lebih jauh menurut Alwis, dalam penerapan SPIP tentunya dibutuhkan komitmen, mulai dari pimpinan perangkat daerah, pejabat struktural serta seluruh staf agar bisa mencapai tujuan bersama dan menghasilkan laporan pertanggungjawaban yang baik.

"Untuk mencapai tujuan organisasi bukan saja fokus pada rancangan pengendalian tetapi komitmen seluruh perangkat daerah sebagai faktor yang dapat membuat pengendalian tersebut berfungsi, " kata Alwis.

Adapun 5 unsur SPIP tersebut meliputi,  lingkungan pengendalian,  penilaian resiko,  kegiatan pengendalian,  informasi dan komunikasi serta pemantauan.

Dengan dilaksanakannya penandatanganan komitmen kepala perangkat daerah dan unit kerja diharapkan penyelenggaraan SPIP lebih baik lagi. Komitmen itu agar dijadikan pedoman penyelenggaraan dan tolok ukur pengujian efektifitas SPIP.

"Saya harapkan unsur-unsur SPIP dapat diaplikasikan oleh setiap perangkat daerah dan unit kerja di Pemerintah Kota Padang, " ujar Pjs. Wako.

Kepala Inspektorat Kota Padang Corri Saidan menyebut,  sesuai Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 2008 dijelaskan bahwa Inspektorat adakah aparat pengawasan intern pemerintah yang bertanggungjawab langsung kepada Walikota. Kemudian Inspektoran mengawal dan menilai efektifitas pelaksanaan SPIP yang dibangun perangkat daerah dan unit kerja.

Adapun faktor kunci dalam penyelenggaraan SPIP,  dijelaskan Corii, yaitu adanya komitmen dan mencantumkan SPIP sebagai kebijakan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM). Selain itu adalah komitmen pimpinan organisasi,  identifikasi resiko, menyusun rencana tindak pengendalian serta selalu menjunjung tinggi nilai integritas.

Pada kesempatan ini dilaksanakan juga Bimtek dengan narasumber dari Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)  Sumatera Barat.

"Hasil bimtek diharapkan dapat meningkatkan kampuan dalam pelaksanaan SPIP sebagai implementasi komitmen yang ditandatangi, " tukuk Corri. (rel)




Padang, "Kota Terpopuler di Media"

Padang, "Kota Terpopuler di Media"



PADANG (Reportase Sumbar)----Kota Padang akhirnya merberhasil menorehkan prestasi membanggakan. Hal itu setidaknya ditandai keberhasilan Pemko Padang meraih Piagam Penghargaan  sebagai Kota Terpopuler di Media, Piagam ini di terima langsung oleh Asisten III Pemko Padang, Didi Aryadi yang diserahkan Asmono Wikan, bertempat di Gedung Pelayan Publik Lantai II Kota Surabaya, Kamis Malam (29/3).

Pada kesempatan itu, Didi Aryadi mewakili Pjs Walikota Padang mengaku apa yang telah diraih atau diperoleh hari ini, adalah bukti kerja terjalinnya kerjasama yang sangat baik antara jajaran Humas dan insan Pers dari seluruh Media, baik lokal maupun media Nasional.

Didi Aryadi yang di dampingi Kadis Kominfo  Suardi dan Kabag.Humas Imral Fauzi juga menyebutkan, penghargaan yang diraih Pemko Padang tersebut memang sangat membanggakan sekali, Pemko Padang marupakan satu-satunya kota yang menerima penghargaan tersebut.

“Jadi ini jelas sangat membanggakan, karena Piagam Penghargaan sebagai Kota Terpopuler di Media hanya Kota Padang satu-satunya di Indonesia,” tegasnya.

Untuk itu lanjutnya, kerja sama yang terjalin sangat baik dengan seluruh media yang ada perlu terus di pertahankan dan lebih disenergiskan kedepannya, sehingga segala informasi tentang Kota Padang cepat tersebarluaskan  sampai ke publik. “Tentu semua tak terlepas dari peranan humas dengan mitra kerjanya Pers,” terangnya.

Sebelum mengakhiri pembicaraan Didi Aryadi atas nama pemerintah Kota Padang mengucapkan terima kasih pada seluruh insan Pers dan Media, telah banyak membantu mempublikasikan  rangkaian kegiatan program kerja Pemko Padang dengan baik dan positif, ujarnya.


Penyerahan PR Indonesia  Awards 2018 berlangsung di Tujungan Surabaya oleh Asmono Wikan sebagai Ketua Pelaksana. Dalam kata sambutan ia mengatakan bahwa penilaian bagi pemenang, dilakukan setelah adanya analisis dan peninjauan langsung ke lapangan.

“Jadi bagi yang berhasil menerima Piagam Penghargaan dari PR Indonesia Awards 2018, tentunya suatu yang luar biasa, tentu kedepannya lebih percaya diri dan mempertahankan serta merealisasikan, meningkatkan kinerja di daerah masing-masing,” tegasnya.

Kadis Kominfo Kota Padang Suardi menegaskan,  penghargaan yang diraih tersebut merupakan bukti nyata bahwa Humas dan Pers atau dengan pemilik media telah terjalin kerja sama yang solit, saling memberikan dukungan, bersenergis dalam menyebarluaskan segala informasi tentang Kota Padang.

“Tentu hal ini, perlu kita berikan apresiasi yang luar biasa, sebab tanpa Pers dari pemilik media tak akan mungkin orang banyak kenal dengan Kota Padang, “ ujar Suardi.

Sementara Kabag Humas Kota Padang Imral Fauzi menambahkan apa yang kami peroleh ini ( Piagam Penghargaan) Kota Padang Terpopuler di Media  semua tak terlepas dari peranan penting Pers dan Media dalam menyebarluaskan informasi positif lewat media masing-masing.

“Untuk itu kami ucapkan terima kasih pada seluruh insan pers dan medianya, semoga ke depannya kesinergian ini bias tambah kuat dan kokoh dalam pemberitaan tentang Kota Padang lebih maju lagi,” sebut Imral. (rr)



Buah Karya karena Berbuat dan Berkarya

Buah Karya karena Berbuat dan Berkarya

PADANG, (Reportase Sumbar)---Berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian, berbuat dulu dan berkarya maka nanti orang yang akan merasakan apa yang kita lakukan,  hasilnya untuk kepentingan orang banyak, maka itu  mari saling memberikan dukungan dan dorongan serta memiliki semangat kerja yang tinggi, akan melahirkan inovasi-inovasi baru, kreatif dan siap menerima berbagai perubahan ke arah yang lebih maju.

Agaknya begitulah motto yang dusung jajaran Humas Pemko Padang selama ini hingga mampu menorehkan penghargaan yang begitu prestisius.

Seperti terlihat pada penghargaan yang diterima jajaran Pemko Padang dari PR Indonesia Awards (PRIA)  2018,  yaitu Kota Padang Terpopuler di Media. Katagori Kota.

Penghargaan Kota Terpopuler ini, hanya satu-satunya  di Indonesia, di terima Kota Padang, Kamis Malam (29/3) di Jalan Junjungan Kota Surabaya.

Padang kota TERPOPULER  di Media, semuanya hasil dari kerja keras Humas bersama Pers, Pemilik Media, baik cetak, elektronik dan online serta medsos yang selalu mempublikasikan dan menyebarluaskan informasi kegiatan Pemko Padang dengan cepat, tepat dan akurat  sehingga Publik cepat tahu.

Malam penyerahan penghargaan PR Indonesia juga di hadiri  Ketua KPU Pusat, Ketua KPK, dari Kementerian Keuangan RI dan dari Mabes Polri serta dari Perpajakan dan sebagainya. (rel).

Wagub Nasrul Abit : Suasana Kota Tua Muaro Padang Mesti Dilestarikan 
 
REPORTASESUMBAR.COM----Tidak dinafikan lagi, bahwa pesona keindahan alam yang dimiliki Kota Padang akan terasa sangat berkesan jika dinikmati dengan kegiatan olah raga pagi.  Makanya didukung udaranya yang begitu sejuk dan segar tak jarang dimanfaatkan warga dengan mengisinya dengan beragam kegiatan olah raga bersama.

Demikian pula yang dilakukan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit saat menggelar kegiatan olah raga bersama Bintang Sport Comudity (BBC)  Padang  Jumat ( 30/3) pagi.

Seperti ditegaskan Wakil Gubernur Nasrul Abit,  bahwa keindahan pemandangan alam Kota Padang yang didukung pemandangan pantainya yang indah serta kehadiran Kota Tua Muaro Padang memang sungguh demikian mempesonakan.

“Jadi tinggal lagi bagaimana warga kota dan pemerintah Kota Padang bisa terus menjaga kebersihan kualitas air Batang Arau, sehingga sampah-sampah tidak ada lagi di sungai ini. Kalau sudah begitu tentu pemandangannya  akan lebih cantik lagi sekaligus bias menambah rasa nyaman bagi orang yang ingin bermain di lokasi yang dilengkapi arsitektur bangunan tua bersejarah ini,”, ujar Nasrul Abit. 

Wagub juga menambahkan,  kerja keras jajaran Pemko Padang bersama masyarakat tentunya harus terus digalang dengan baik,  karena selain lokasinya yang indah juga kawasan Muaro selama ini sudah menjadi ikon yang banyak nengundang kunjungan wisatawan.

“Coba saja lihat pagi ini,  saya bersama keluarga besar Bintang Sport Comudity Padang menikmati olahraga,  sambil bersilahturrahmi bersama juga bias menikmati sejuknya udara pagi.

Selain itu juga menikmati makanan pagi, kuliner  lontong dan kue-kue lainnya yang enak sekali mengisi perut kosong sehabis berolahraga,” terangnya. (ris)

Rabu, 28 Maret 2018

Rudy Rinaldy : “Persiapan Layanan Mal Pelayanan Publik Berada di Jalur On The Track”

Rudy Rinaldy : “Persiapan Layanan Mal Pelayanan Publik Berada di Jalur On The Track”

PADANG (Reportase Sumbar)---Pemerintah Kota Padang terus melakukan berbagai program inovasi dalam rangka pelayanan kepada masyarakat. Bahkan dalam waktu dekat diharapkan masyarakat di kota ini akan lebih terlayani melalui Mal Pelayanan Publik (MPP).  Dan di MPP ini akan terintegrasi sejumlah bentuk pelayanan.


Dengan alas an itulah, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Padang sebagai OPD yang bertanggungjawab dalam hal ini, terus berupaya mematangkan persiapan peluncuran MPP dimaksud, yang direncanakan, pada April mendatang tempat sementara untuk MPP beroperasional sudah dapat ditentukan.

“Penandatanganan komitmen kesiapan penyelenggaraan MPP sudah dilakukan Pemko Padang sejak 7 Februari 2018 dengan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi di Jakarta,”ujar Kepala DPMPTSP Kota Padang Rudy Rinaldy saat pertemuan OPD di Media Center Balai Kota Padang, Rabu (28/3).

 Dikatakan, MPP merupakan sentral pelayanan kepada masyarakat.  Di MPP ini akan terintegrasi sejumlah bentuk pelayanan. Seperti pengurusan SIUPP,  bantuan hukum,  pelayanan pengurusan SKCK,  dan sebagainya.

Dikatakan Rudy, akan ada sekitar 78 izin dan 6 nonperizin yang bisa dilakukan di MPP. Selain itu, di MPP juga bekerjasama dengan 12 instansi seperti BPJS, Samsat, BPN, dan Imigrasi.

Lanjut Rudy, tahapan yang telah dilakukan DPMPTSP dalam persiapan MPP itu yakni sosialisasi dan rapat internal dengan OPD Pemko yang mengelola perizinan, serta instansi vertikal terkait. Kemudian, telah ditemukan beberapa lokasi yang representatif untuk MPP sementara waktu.

 “Tempat yang sudah disurvei seperti di Pasar Raya Blok III, Plaza Andalas lantai IV, dan beberapa gedung BUMN. Mudah-mudahan April kita sudah bisa menentukan tempat sementara untuk MPP ini,”jelasnya.

Menurutnya, segala persiapan yang dilakukan untuk meresmikan MPP masih dalam jalur yang tepat (on the track). Peresmian MPP akan dilakukan pada akhir November 2018. “April hingga Juli akan dilakukan penataan ruangan MPP tersebut,”tutur Rudy.  (ris)

Selasa, 27 Maret 2018

Dokcil dan KKR Dibekali, tentang Penguatan Tim Pelaksana UKS

Dokcil dan KKR Dibekali, tentang Penguatan Tim Pelaksana UKS

PADANG,(Reportase Sumbar)---Sebanyak 180 dokter kecil (dokcil) dan Kader Kesehatan Remaja (KKR) di Kota Padang mendapatkan kesempatan mengikuti pembekalan penguatan tim pelaksana Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Kegiatan ini dilaksanakan Bagian Kesra Sekretariat Kota Padang, bertempat di Hotel Grand Zuri Padang, Selasa (27/3).

Menurut Sekda Kota Padang Asnel, pembentukan kader kesehatan, baik dokter kecil maupun KKR di masing-masing lembaga pendidikan yang berfungsi sebagai pioner dalam menyampaikan informasi kesehatan , pola hidup sehat dan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari.


"Pembentukan kader kesehatan dipandang perlu untuk menyampaikan informasi kesehatan di lembaga pendidikan, " kata Asnel saat membuka kegiatan ini.

Sekda menambahkan,  UKS diperlukan sebagai wadah untuk membina dan mengembangkan kebiasaan dan perilaku hidup sehat pada peserta didik.  Hal ini dilakukan secara komprehensif dan terintegrasi dengan program Trias UKS,  yaitu Pendidikan Kesehatan,  Pelayanan Kesehatan dan Lingkungan Sekolah Sehat.

"Walaupun UKS suatu wadah yang sederhana namun perannya bisa meningkatkan kesehatan warga sekolah di lingkungan sekolah, " ujar Sekda.

Sementara itu,  Kabag Kesra, Jamilus mengatakan pelaksanaan kegiatan penguatan ini didasari peraturan bersama 4 Menteri, antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,  Menteri Kesehatan,  Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tentang UKS/Madrasah. Selain itu juga berdasarkan Perda tentang penyelenggaraan pendidikan dan Surat Keputusan Walikota Padang  tentang tim pembina UKS periode 2014-2019.

Nara sumber yang dihadirkan dari Biro Mental dan Kesra Provinsi Sumatera Barat,  Dinas Pendidikan Provinsi, Bagian Kesra dan Dinas Kesehatan Kota serta Ruandu Foundation yaitu LSM yang bergerak di bidang perlindungan anak.

"Selain dari instansi pemerintah,  kita menghadirkan juga nara sumber dari LSM yang aktif di bidang perlindungan anak, " imbuh Jamalus. (rel)

Senin, 26 Maret 2018

Nagari Guguak Siap Gelar Pilwana Serentak

Nagari Guguak Siap Gelar Pilwana Serentak

PADANGPARIAMAN,(Reportase Sumbar)----Panitia Pemilihan Walinagari Guguak  Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam Kabupaten Padangpariaman saat ini terus mematangkan persiapan jelang dilangsungkannya proses pemilihan walinagari secara serentak  di daerah itu. Seperti diketahui, pemilihan walinagari secara serentak di Kabupaten Padangpariaman dijadwalkan bakal digelar pada tanggal 4 April 2018 mendatang.
Seperti diakui Ketua Panitia Pemilihan Walinagari Guguak yang juga Sekretaris Nagari Setempat Dani Chandra, agenda prioritas panitia  saat ini  yaitu mempersiapkan proses penyampaian visi dan misi. "Sesuai rencana yang ada, penyampaian visi dan misi calon walinagari  nantinya akan dilangsungkan di halaman kantor Walinagari Guguak ini. Kegiatan itu nantinya akan disejalankan pula dengan deklarasi pilwana damai, yang akan diikuti oleh seluruh kontestan calon walinagari  yang ada," terangnya.

Dani Chandra  berharap kiranya pemilihan walinagari yang berlangsung di Nagari Guguak 2 X 11 Kayu Tanam bisa berlangsung damai aman dan tertib, tanpa adanya kendala yang berarti. "Alhamdulillah sejauh ini semua proses persiapan bisa berjalan dengan lancar, tanpa adanya kendala berarti. Jadi sekalipun ada riak di dalamnya itu jelas hal yang lumrah terjadi dalam sebuah pesta demokrasi seperti halnya pemilihan walinagari," terangnya.

Terkait dana untuk pelaksanaan pemilihan walinagari sendiri, pihaknya dari panitia saat ini masih menunggu kucuran dana dari pihak Pemkab Padangpariaman, pasalnya hingga saat ini dana operasional untuk pelaksanaan pemilihan walinagari masih belum terealisasi. "Namun demikian untuk saat ini kita masih tetap bisa bekerja dengan baik. Karena dana yang dibutuhkan untuk itu juga tidak terlalu besar. Semoga saja, dalam waktu dekat ini dana pemilihan walinagari sudah bisa di clearkan," harapnya.

Terkait pengamanan pemilihan walinagari sendiri Dani Chandra mengakui, pihaknya dari panitia jauh-jauh hari juga telah berkoordinasi dengan pihak terkait, dalam hal ini dengan pihak kepolisian.

Demikian pula halnya terkait tekhnis pemilihan, pihaknya saat ini juga masih menunggu informasi lebih jauh dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemkab Padangpariaman. "Karena sampai saat ini kita masih menunggu perintah dari DPMD untuk penjemputan kotak suara di KPU," imbuhnya. (yurisman)

Panitia Pemilihan Walinagari Kayu Tanam Bertekad Sukseskan Pilwana

Panitia Pemilihan Walinagari Kayu Tanam Bertekad Sukseskan Pilwana

PADANGPARIAMAN (Reportase Sumbar)--Panitia Pemilihan Walinagari Kayu Tanam, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam bertekad untuk menyukseskan jalannya pemilihan walinagari sertentak yang akan berlangsung di nagari tersebut pada tanggal 4 April 2018 mendatang. Seperti diakui Ketua Panitia Pemilihan Walinagari Kayu Tanam, Romi, sejauh ini pihaknya dari panitia masih terus mematangkan persiapan pemilihan walinagari di daerah itu. "Untuk waktu dekat ini prioritas utama kita adalah melengkapi berbagai berkas yang dibutuhkan saat pemilihan nantinya. Baik itu berupa formulir C1 dan kelengkapan lainnya," demikian diterangkan Romi, saat dihubungi di Kantor Walinagari Kayu Tanam kemarin.

Khusus untuk kebutuhan kotak suara sendiri,  saat ini pihaknya dari panitia juga tengah menunggu  kotak suara dari KPU Padangpariaman. Pasalnya, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, proses pemilihan walinagari nantinya bakal menggunakan kotak suara yang ada di KPU. "Makanya harapan kita semoga semuanya bisa berlangsung dengan aman dan lancar. Demikian pula halnya kotak suara sendiri, seperti disebutkan pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, bahwa kotak tersebut bakal segera dijemput ke KPU, tepatnya pada tanggal 27 atau 28 Maret mendatang. Semoga saja semuanya bisa berjalan dengan baik dan lancar," sebutnya.

Kaur Pembangunan Pemerintahan Nagari Kayu Tanam ini juga menambahkan, secara umum proses persiapan pemilihan walinagari di Nagari Kayu Tanam, tetap mengacu pada tahapan dan ketentuan yang ada. Demikian pula halnya berbagai persiapan yang dibutuhkan, termasuk diantaranya untuk kebutuhan dana juga telah disesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan yang ada.


"Namun khusus untuk debat calon, kita sengaja meniadakannya. Hal itu sebelumnya sudah menjadi kesepakatan bersama, guna menghindari dan meminimalisir terjadinya konflik di tengah masyarakat," terangnya.

Di pihak lain, pihaknya dari panitia juga kerap mewanti-wanti para petugas, khususnya petugas KPPS, agar senantiasa menjunjung tinggi integritasnya sebagai penyelenggara pemilihan walinagari. Sekaligus selaku penyelenggara mereka juga diingatkan agar selalu menjaga sikap netralitasnya sebagai penyelenggara pilwana.

"Karena seperti diketahui, jika seandainya penyelenggara  diketahui tidak netral dalam menjalankan tugasnya, maka kita bisa saja di PTUN-kan. Makanya dalam berbagai kesempatan kita selalu mengingatkan pihak panitia maupun petugas KPPS agar jangan sampai bermain. Karena itu bisa mengganggu tatanan dan proses pemilihan yang sedang berlangsung. Bahkan akibatnya juga bisa lebih buruk lagi, yaitu bisa memicu timbulnya konflik di tengah masyarakat," terangnya.

Jadi artinya, dalam bekerja, seluruh penyelenggara tetap diharuskan mengacu pada aturan dan ketentuan yang berlaku. Khususnya dengan mempedomani Perbun yang berhubungan dengan hal itu.

Di pihak lain, khusus untuk kebutuhan biaya pemilihan walinagari sendiri, pihaknya dari panitia sebut Romi memang merasa sedikit kesulitan. Pasalnya dana yang dibutuhkan untuk itu masih belum diturunkan seperti diharapkan. "Namun demikian dengan berbagai daya dan upaya kita tetap berusaya maksimal agar tahapan demi tahapan preses pemilihan walinagari tetap bisa berjalan seperti diharapkan. Dan alhamdulillah sejauh ini semuanya masih bisa berjalan dengan baik dan lancar," terangnya.

Meski demikian pihaknya tetap berharap kiranya anggaran pemilihan walinagari tersebut bisa sesegeranya dicairkan, sehingga dengan begitu pihak panitia bisa lebih maksimal lagi dalam bekerja.

Di pihak lain, Kepala DPMD Pemkab Padangpariaman sebelumnya sempat menjanjikan, bahwa jika tidak aral melintang, anggaran pemilihan walinagari tersebut sudah  bisa segera diturunkan paling lambat pada akhir Maret bulan ini. (YURISMAN)
Pedagang danPengendara Ditertibkan Suasana Lalu Lintas di Koto Baru Makin Lancar

Pedagang danPengendara Ditertibkan Suasana Lalu Lintas di Koto Baru Makin Lancar

Suasana Pasar Koto Baru ( Fhoto rri.co.id)
TANAH DATAR ( Reportase Sumbar)---Jajaran petugas kepolisian dari jajaran Satlantas Polresta Padang Panjang tampak terus berupaya mengurai persoalan kemacetan lalu lintas yang kerap mewarnai kawasan pasar Koto Baru selama ini. Seperti terlihat Senin kemarin, dimana sejumlah petugas terdiri dari jajaran Satlantas Polresta Padang Panjang, jajaran Dishub Kota Padang Panjang dan Satpol PP Padang Panjang, tampak bahu membahu menertibkan pedagang yang biasa berjualan di sepanjang trotoar jalan di kawasan itu.

Penertiban pedagang dan kendaraan di sekitar kawasan pasar Koto Baru Senin kemarin dipimpin Kasat Lantas Polresta Padang Panjang, Iptu Aditya,L. "Langkah penertiban ini bahkan telah mulai dilakukan pada malam tadi sekitar pukul 01.00 WIB dinihari, karena seperti diketahui hari Senin ini kan merupakan hari pasar di Koto Baru, sehingga sering menyebabkan terjadinya kemacetan lalu lintas," terangnya.

Lebih jauh Iptu Aditya menambahkan, fokus utama penertiban yang dilakukan Senin kemarin yaitu memindahkan para pedagang yang biasa berjualan di pinggiran jalan, khususnya bagian kiri jalan arah Kota Bukittinggi untuk kemudian dipindahkan ke kios yang telah disediakan. Begitu pula kendaraan yang biasanya sering parkir di sekitar garase pasar Koto Baru atau ngetem di pinggiran jalan selanjutnya juga diarahkan agar parkir di bagian atas pasar Koto Baru.

"Untuk lokasi parkir sendiri sejauh ini telah kita sediakan secara khusus. Bahkan jalannya juga telah dicor beberapa waktu yang lalu. Dan alhamdulillah, seperti terlihat hari ini, situasi lalu lintas jau8h lebih lancar dari sebelum-sebelumnya. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa penertiban di kawasan ini bisa berjalan seperti diharapkan," terangnya, ketika dikonfirmasi Reportasesumbar.com Senin kemarin di sela-sela kesibukannya menertibkan arus lalu lintas di kawasan pasar Koto Baru. .

Lebih jauh Iptu Aditya menambahkan, dalam mengatur kelancaran lalu lintas Senin kemarin pihaknya juga turut dibantu petugas dari jajaran Satlantas Polres Tanah Datar.

Ditegaskannya, langkah pengaturan dan penertiban di sekitar kawasan pasar Koto Baru Senin kemarin juga sekaligus menindaklanjuti intruksi Dirlantas Polda Sumbar, yang mengharapkan agar kondisi kemacetan lalu lintas di sekitar pasar Koto Baru seperti yang sering terlihat selama ini hendaknya bisa diurai dan ditertibkan sedemikian rupa. Sehingga dengan begitu laju arus kendaraan dari arah Bukittinggi atau Padang bisa lebih lancar.

"Seperti yang terlihat saat ini, arus lalu lintas jauh lebih tertib dan lancar. Begitu pula para pedagang dengan kesadaran sendiri juga mau diarahkan ke los penampungan yang telah disediakan," urainya.

Sebagaimana diketahui lanjutnya, salah satu pemicu utama kemacetan lalu lintas di sekitar kawasan pasar Koto Baru selama ini antara lain disebabkan banyaknya pedagang sayur yang berjualan di pinggir-pinggir jalan. Hal itu kemudian diperparah lagi karena banyaknya pemilik kendaraan yang memarkir atau menghentikan kendaraannya di sepanjang pinggiran jalan di sekitar kawasan pasar tersebut.


"Jadi sesuai atensi Pak Dirlantas, untuk sementara ini kita upayakan dulu obat ringannya, termasuk diantaranya memindahkan parkir kendaraan roda yang ada di sekitar garase ke lokasi parkir yang telah disediakan. Selain itu, kita juga memasang traffic cone di sepanjang pinggir jalan, agar pengendara tidak lagi berhenti di sepanjang kawasan yang telah ditetapkan, dan kita bersyukur seperti yang terlihat sekarang semua bisa berjalan dengan lancar dan suasana lalu lintas jadi jauh lebih lancar dibanding sebelumnya," pungkasnya. (yurisman malalak)

Minggu, 25 Maret 2018

Aliran Sungai Jirak Dibersihkan

Aliran Sungai Jirak Dibersihkan

PADANG, (Reportase Sumbar)---Kepedulian terhadap kelestarian dan kebersihan sungai merupakan tanggung jawab yang harus dijaga dan dilakukan secara bersama-sama tanpa terkecuali. Pasalnya, tanpa keberadaan sungai yang bersih dan aliran air yang lancar, tentu suatu ketika bisa menyebabkan bencana seperti banjir dan hal-hal negatif lainnya.

Mengingat itu Minggu (25/3) pagi, sepanjang aliran Sungai Jirak yang mengaliri dua kelurahan di Kecamatan Lubuk Begalung pun dibersihkan secara bersama-sama. Aksi ini diinisiasi oleh Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Kecamatan Lubuk Begalung yang didukung oleh Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung, LPM, RW, RT serta seluruh elemen masyarakat dan kepemudaan juga unsur Forkopimka di kecamatan setempat.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua DPRD Padang Elly Thrisyanti, Camat Lubuk Begalung Rosail Akhyari serta tokoh masyarakat Pagambiran Ampalu M. Tauhid dan lainnya.

“Atas nama Pemerintah Kecamatan Lubuk Begalung kita tentu sangat berterima kasih dan mengapresiasi aksi sosial ini. Karena dengan bersihnya sungai dan aliran airnya yang lancar penting bagi kita semua, terutama menghindari terjadinya musibah banjir,” ungkap Rosail dalam kegiatan yang dipusatkan di pinggiran sungai Komplek Emilindo tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Padang Elly Thrisyanti menilai, sejauh ini ia melihat memang beberapa titik sungai di Kota Padang cukup banyak yang terkontaminasi dengan sampah dan segala macam yang menghambat aliran airnya. Oleh karena itu dengan munculnya ide dan gagasan seperti ini, ia berharap bisa menginspirasi semua masyarakat dimana saja berada terutama yang berdomisili dekat dari sungai.

“Aksi ini untuk kepentingan kita bersama dan mari kita menjaga sungai ini dengan tidak membuang sampah dan begitu juga ke selokan,” imbuh Elly yang juga pembina di Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Kecamatan Lubuk Begalung itu.

Sementara itu Ketua Komunitas Masyarakat Peduli Sungai Kecamatan Lubuk Begalung, M. Zukra menyebutkan ide kegiatan ini digagas komunitasnya melihat masih cukup banyaknya khususnya di sepanjang bantaran Sungai Jirak yang disesaki sampah serta segala macam tumpukan yang dapat menghambat aliran air sungai.

“Alhamdulillah, ide ini mendapat respon dari Pemerintah Kota Padang melalui DLH. Sehingga digelarlah aksi perdana bersih sungai di dua kelurahan pada hari ini. Kebetulan kegiatan ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Air Dunia di tahun ini,” sebutnya.

Aksi bersih sungai tersebut telah dimulai dari pukul 07.00 wib hingga selesai. Semuanya tampak bersemangat melakukan gotong-royong. Sehingga alhasil terlihat memberikan perubahan dibanding sebelum dibersihkan. Pada kesempatan itu juga hadir Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan Komunikasi dan Kelembagaan Lingkungan Titin Masfetrin.(r)





Ketua DPRD Padang Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai

Ketua DPRD Padang Ajak Masyarakat Jaga Kebersihan Sungai


PADANG, (Reportase Sumbar)---Memperingati Hari Air Sedunia (World Water Day), ratusan warga Kelurahan Pampangan dan Pengambiran Ampalu Nan XX Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang, laksanakan gotong royong, aksi bersih sungai Batang Jirak, Minggu (25/3) Pagi.

Pada kesempatan itu Ketua DPRD Kota Padang, Elly Thrisyanti mengatakan, gotong-royong sebagai solidaritas sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat, terutama mereka yang membentuk komunitas-komunitas, karena dalam komunitas seperti ini akan terlihat dengan jelas kegiatan yang dilakukan seperti aksi bersih sungai kali ini.

"Kita memperhatikan aliran sungai dimana Lubuk Begalung umumnya rawan juga dengan banjir karena rentan dengan sampah yang berserakan. Lewat pembinaan Camat bersama Komunitas masyarakat peduli sungai, Tagana, KSB dan seluruh elemen masyarakat Kelurahan Pampangan dan Pengambiran Ampalu Nan XX, berinisiatif laksanakan kegiatan gotong-royong bersih sungai untuk tujuan kita bersama.

Diakui kegiatan ini belum maksimal, karena luasnya jangkauan yang akan dibersihkan. Aksi peduli dari masyarakat ini kita harapkan sebagai representasi untuk masyarakat agar bisa dijadikan sebagai agenda rutin.  Untuk itu, dia berharap kegiatan ini berjalan secara berkesinambungan demi terciptanya lingkungan yang sehat dan asri. Apalagi, air merupakan sumber kehidupan. Dengan menyelamatkan parit dan sungai otomatis telah meningkatkan sumber kehidupan air dan apa yang kita harapkan bersama untuk sungai yang bersih dapat tercipta,"  harapan Ketua DPRD Padang.

Elly Thrisyanti juga tak lupa mengajak masyarakat untuk rutin menjaga sungai dari sampah-sampah dengan menggiatkan gotong royong. "Masyarakat juga hendaknya jangan membuang sampah ke sungai. Mari kita jaga kebersihan sungai untuk kehidupan kita bersama," katanya.  Komunitas masyarakat peduli sungai Kecamatan Lubuak Bagaluang menyambut baik sambutan Ketua DPRD Kota Padang itu.

Seperti diakui Ketua pelaksana, M. Zukra berinisiatif dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang untuk aksi bersih sungai melibatkan seluruh pihak yang berkompeten.

Dalam mengisi kegiatan Peringatan Hari Air Dunia yang jatuhnya pada tanggal 22 Maret 2018 ini, maka pihaknya merintis kegiatan ini dengan aksi bersih-bersih. Dan ini untuk pertama kalinya dilaksanakan. Kedepannya kegiatan ini bersama Ketua DPRD Padang serta Camat Lubuk Begalung selaku pembina akan kita bicarakan agar ini jadi agenda rutin, "pungkasnya. 

Sementara itu, Camat Lubuak Bagaluang, Rosail, sungai bukanlah tong sampah namun tempat kehidupan ikan larangan. Aksi bersih anak Sungai Jirak ini gunanya menghimbau masyarakat setempat mencintai kebersihan. (rel)


Kamis, 22 Maret 2018

ASN Ujung Tombak Reformasi Birokrasi

ASN Ujung Tombak Reformasi Birokrasi

PADANG,(Reportase Sumbar)---Sebanyak 97orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemko Padang berkesempatan mengikuti "Workshop Agen Perubahan Reformasi Birokrasi Pemerintahan Kota Padang Tahun 2018" di Hotel Grand Inna Muara Padang, Kamis (22/3).

Seperti ditegaskan Asisten Administrasi Pemko Padang, Didi Aryadi, saat membuka workshop tersebut, salah satu agenda reformasi  birokrasi Pemerintah Kota Padang pada area manajemen perubahan yaitu pembangunan agen perubahan reformasi birokrasi secara formal di lingkugan Pemerintahan Kota Padang.

Sebagai Agent Of Change, ASN di lingkungan Pemko Padang tentunya dituntut agar  mampu memberikan perubahan yang berarti bagi masyarakat. "Tugas kita melayani, dan berikanlah pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat," ungkap Didi.

Didi juga berharap, workshop tersebut hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam memperoleh bekal untuk mendukung Pemerintah Kota Padang dalam menciptakan birokrasi yang bersih dan akuntabel, efektif, efisien serta birokrasi dengan pelayanan publik yang berkualitas.

Senada dengan itu Kepala Bagian Organisasi Setda Kota, Sandra mengatakan, workshop ini dimaksudkan guna memberikan pembekalan bagi ASN yang telah terseleksi sesuai kriteria menjadi agen perubahan reformasi birokrasi di lingkungan Pemko Padang.

“Tnetunya dengan tujuan, sebagai agen perubahan mereka tentunya mesti memiliki pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk melaksanakan perannya sebagai katalis, penggerak perubahan, pemberi solusi, dan sebagai mediator dalam melaksanakan birokrasi pemerintah,” terangnya. (rel).

Rabu, 21 Maret 2018

Pemanfaatan Dana Desa di Nagari Kapalo Koto "Guru Paud Hingga Labai Turut Diberi Honor"

Pemanfaatan Dana Desa di Nagari Kapalo Koto "Guru Paud Hingga Labai Turut Diberi Honor"

Kantor Wali Nagari Kapalo Koto Kecamatan Nansabaris Kabupaten Padang Pariaman
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Kehadiran Dana Desa (DD) yang dialokasikan Pemerintah Pusat agaknya sangat besar manfaatnya dalam mendorong pembangunan infrastruktur di nagari.

Demikian pula halnya dalam mendorong program pemberdayaan masyarakat yang ditujukan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

"Memang kalau sekiranya tidak didukung dana DD, maka kita dari nagari tentu akan  sangat kewalahan, walaupun sudah ada ADN, namun tentu jumlahnya sangat terbatas,"
demikian ditegaskan PJ Walinagari Kapalo Koto, Malis, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya kemarin.

Lebih jauh Malis mencontohkan, memanfaatkan dana DD tahun 2017 lalu pemerintah Nagari Kapalo Kecamatan Nan Sabaris telah berhasil membangun sejumlah proyek fisik, seperti pembangunan draenase dan pembangunan fasilitas jalan yang dilengkapi aspal burdah di kawasan Jirek Baruah.

Dana DD juga dimanfaatkan untuk pemberdayaan masyarakat, seperti mengadakan kegiatan program pelatihan kecantikan dan lain sebagainya.

"Pada tahun 2018 mendatang kita juga akan berupaya mendorong pengembangan ekonomi melalui pengembangan usaha kecil. Untuk itu kita mendorong Tim PKK Nagari melakukan study banding ke Batang Kapeh. Sasarannya pengrajin Palai yang ada di sana.

 Selanjutnya ibu-ibu PKK selanjutnya akan kita fasilitasi agar bisa membuka usaha dengan membuka outlet sendiri," terangnya.  Demikian pula program pembangunan draenase lainnya.

Juga tidak kalah pentingnya, DD juga dimanfaatkan untuk keperluan guru mengaji, honor guru PAUD dan honor Labai lainnya. "Selain itu, sesuai ketentuan yang ada, kita juga melakukan penyertaan modal sebesar Rp100 juta untuk pengembangan BUMNaG. Harapan kita melalui program itu nantinya bisa meningkatkan pendapatan nagari ke depannya," terangnya. (ris)


Dana Nagari Bakal Segera Cair Erman :"Diupayakan Clear Akhir Bulan Ini"

Dana Nagari Bakal Segera Cair Erman :"Diupayakan Clear Akhir Bulan Ini"

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Padang Pariaman Herman
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Jajaran Pemerintahan Nagari di Kabupaten Padangpariaman agaknya bakal segera bernafas lega. Pasalnya, seperti diakui Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Herman, jika tidak ada aral melintang berkemungkinan dana nagari sudah bisa dicairkan hingga akhir Maret mendatang.

"Sebenarnya secara prinsip tidak ada persoalan yang berarti, hanya kita masih menunggu kelengkapan APB Nagari di samping menyesuaikannya dengan palatfon anggaran yang ada.
Jadi jika tidak ada kendala mungkin paling lambat akhir bulan ini sudah bisa dicairkan ke nagari," sebut mantan Camat Batang Anai ini saat dikonfirmasi melalui ponselnya Rabu kemarin.

Pihaknya optimis jika dana nagari sudah bisa dicairkan jelang pelaksanaan pemilihan walinagari serentak yang akan berlangsung pada medio awal April mendatang.

"Ya yang jelas, dana untuk operasional pemilihan walinagari tersebut juga kan saling terkait dengan pencairan dana nagari, makanya kita menargetkan jelang akhir bulan ini semua sudah bisa diclearkan," terangnya.

Erman mengakui, secara umum berbagai persyaratan untuk pencairan dana tersebut masih terus dilengkapi, sehingga pada akhirnya bisa dicairkan sesegeranya seperti diharapkan.
"Insya Allah paling lambat akhir bulan ini semua sudah bisa dirampungkan, termasuk diantaranya dana untuk operasional pemilihan nagari," terangnya. (ris)

Selasa, 20 Maret 2018

Dari Kunjungan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ke Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan   "Mengaku  Pernah Dibesarkan di Surau, Berhasil Gelorakan Semangat Santri Nurul Yaqin"

Dari Kunjungan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko ke Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan "Mengaku Pernah Dibesarkan di Surau, Berhasil Gelorakan Semangat Santri Nurul Yaqin"


Kepala Staf Presiden Jendral (Purn0 Moeldoko, Ketika Diwawancari Wartawan Reportase Sumbar Yurisman Malalak, Ketika Berkunjung Ke Pondok Pesantren Ringan-Ringan Beberapa Hari Lalu ( Fhoto : Andri Satria Masri )

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Kehadiran  Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal Purn TNI, Moeldoko ke Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan  Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman Jumat kemarin terlihat mendapat sambutan luar biasa hangat dari para santri maupun pengasuh pondok pesantren Nurul Yaqin yang hadir saat itu.

Seperti terlihat Jumat kemarin, kehadiran mantan Panglima TNI di Pesantren Nurul Yakin Ringan-Ringan disambut senandung atau  syair Ya lal wathan yang disenandungkan para santri di pondok pesantren terbesar di Kabupaten Padangpariaman itu. Moeldoko sendiri dalam sambutannya, tak urung ikut memotivasi dan membakar semangat para santri yang ada di pesantren tersebut, agar tetap optimis dalam menatap masa depan.

"Dalam situasi politik seperti saat ini, siapapun bisa saja menjadi apa dan kapan pun waktunya. Sebagai contoh, saya saja sebagai  anak petani yang berasal dari daerah pelosok pedesaan, sama sekali tidak pernah menyangka akan bisa menjadi seorang Jenderal atau sebagai Kepala Staf kepresidenan seperti yang diamanahkan kepada saya saat ini," terangnya dengan nada berapi-api, sembari memotivasi para santri.

Tampil di hadapan ribuan santri, Moeldoko juga menceritakan pengalaman  pahit getirnya perjalanan hidupnya  sebagai anak seorang petani.

"Saya kebetulan dilahirkan di sebuah kampung kecil sebagai anak petani. Saat  masih berusia kecil, orangtua saya bahkan tidak mampu membelikan saya sepatu apalagi untuk membeli sepeda," terangnya mengisahkan.

Tidak kalah pentingnya, layaknya seorang  anak yang dilahirkan di kampung, Moeldoko juga mengaku semasa kecilnya dia juga banyak menjalani pendidikan di surau. Pengasuhnya seorang kiai. "Nama Kiainya adalah Kiai Slamet. Beliau yang biasa mengasuh saya di surau waktu saya masih kecil," terangnya.

Berbekal pengalaman itulah, Moeldoko mengaku jiwanya seakan tertempa sedemikian rupa. Apalagi dalam membimbing anak asuhnya gurunya kiai Slamet juga dikenal sangat disiplin dan tegas.

"Kalau kami terlambat bangun untuk shalat subuh misalnya, beliau biasanya sudah datang lebih awal sambil membawa rotan dan  menyuruh kami bangun untuk melaksanakan shalat subuh," bebernya.

Belakangan Moeldoko mengakui, berbagai pengalaman yang diperolehnya selama dididik di surau, terbukti sangat berarti dalam menentukan perjalanan karirnya berikutnya.

"Saya bahkan tidak pernah membayangkan sebelumnya bisa menjadi seorang Jenderal atau dipercaya sebagai Kepala Staf Kepresidenan seperti sekarang," imbuhnya, diiringi suara takbir yang dikumandangkan santri yang hadir saat itu.

Dari sekelumit perjalanan hidupnya itu, pesan utama yang ingin dia sampaikan sebut Moeldoko, bahwa pesantren atau surau jelas sangat sangat berperan penting dalam membentuk karakter bangsa.

"Jadi inilah yang mesti betul-betul kita camkan. Apalagi di tengah berbagai situasi dan ancaman yang melingkupi kehidupan bangsa kita saat ini. Intinya, apakah negara kita ke depannya akan menjadi yang terdepan atau sebaliknya, semua tidak terlepas dari peran surau atau pesantren," terangnya mengakhiri.

Moeldoko juga tak lupa mengingatkan para santri agar ikut mewaspadai berbagai ancaman yang dihadapi negara saat ini, khususnya ancaman penyanglahgunaan narkoba dan obat-obat terlarang lainnya, yang belakangan marak diselundupkan pihak yang tidak bertanggungjawab ke Indonesia.

Tidak kalah pentingnya, lembaga pesantren lanjutnya juga sangat sentral artinya dalam mempertahankan keutuhan NKRI untuk ke depannya.

Di pihak lain, ibarat gayung bersambut, Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imrani, Idarussalam Tk Sutan menegaskan komitmen pihaknya untuk menjadi yang terdepan dalam mempertahankan semangat persatuan dan keutuhan NKRI. "Bagi kami di Pesantren Nurul Yakin, NKRI adalah harga mati. Dan kami dari Pesantren Nurul Yaqin siap tampil di depan untuk menjaga dan mempertahankannya," ujar mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemkab Padangpariaman ini, juga juga dengan nada berapi-api. (yurisman malalak)


Bendungan di Korong Padang Ampalu Lareh Nan Panjang Memprihatinkan

Bendungan di Korong Padang Ampalu Lareh Nan Panjang Memprihatinkan

Gambar llustrasi Irigasi Rusak ( Fhoto : Internet )

PADANGPARIAMAN (Reportase Sumbar)---Kondisi bendungan irigasi di kawasan Korong Padang Ampalu, Kenagarian Lareh Nan Panjang, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman  saat ini terlihat sangat memprihatinkan, sehingga sangat membutuhkan perhatian dari pihak terkait.

Pasalnya, kondisi bendungan irigasi induk yang menjadi sumber pengairan utama bagi puluhan ribu hektare lahan pertanian masyarakat di daerah itu kini kondisinya tampak rusak parah, setelah mengalami jebol akibat terjangan air bah yang pernah melanda kawasan itu beberapa waktu lalu.

Seperti diakui Walikorong Padang Ampalu, Indra, saat dikonfirmasi di lokasi bendungan tersebut kemarin. “Karena itulah kita tentu sangat berharap agar kiranya bendungan irigasi ini bias sesegeranya dibenahi, Karena kalau dibiarkan terlalu lama tentunya dikhawatirkan akan mengganggu kelangsungan pertanian masyarakat, termasuk diantaranya lahan pertanian warga yang ada di sejumlah daerah tetangga lainnya,” terangnya.

Hal itu sebut Indra  memang sangat beralasan, pasalnya irigasi Batang Ampalu sendiri selama ini mengairi tidak kurang dari puluhan ribu hectare lahan pertanian masyarakat, tersebar di beberapa Korong yang ada di sekitar kawasan itu. Diantaranya Korong Padang Ampalu, Bungin, Apa, Toboh Karambia, Lurah Ampalu  serta sejumlah lahan pertanian lainnya.

“Sebelumnya sekitar tahun 2012 yang lalu di bendungan ini memang telah dibangun saluran irigasi untuk bisa menyalurkan air ke lahan pertanian masyarakat di sekitarnya. Namun akibat kerusakan yang terjadi pada bendungan ini akhirnya keberadaannya menjadi kurang begitu optimal,” terangnya.

Dengan alas an itulah Indra berharap kiranya adanya perhatian dari pihak terkait. Khususnya dari Dinas PU Padangpariaman ataupun perhatian dari pihak terkait di lingkungan Pemrov Sumbar lainnya. “Harapan kita hendaknya pihak terkait hendaknya perlu turun meninjau ke sini, sehingga nantinya bias diketahui bagaimana baiknya pembangunan bendungan irigasi di kawasan ini,” tegasnya.

Diakuinya, untuk memfungsikan bendungan irigasi induk tersebut, sebelumnya warga bersama para petani setempat bahkan telah berinisiatif untuk memasang alat pengaman seadanya, yang terdiri dari material pekayuan. “Namun karena arus sungai sangat besar waktu itu, maka pengaman yang dipasang itupun akhirnya hanyut dibawa arus. Makanya harapan kita ke depannya, bendungan irigasi ini hendaknya bias dibangun secara permanen,” harapnya.

Diakuinya, melihat besarnya kerusakan yang dialami bendungan irigasi induk tersebut, tentunya untuk perbaikannya dibutuhkan anggaran yang cukup besar. Sementara bila hanya dikerjakan secara swadaya hal itu jelas sangat tidak memungkinkan.

"Makanya kita berharap kiranya hal ini bisa ditinjau langsung oleh pihak terkait, sehingga nantinya bisa segera diketahui kebijakan apa yang selayaknya harus diambil untuk memperbaikinya," imbuhnya. (ris)
Tiga Tahun Terakhir Ditenggarai  37 Ribuan  Kontraktor Swasta Alami Bangkrut?

Tiga Tahun Terakhir Ditenggarai 37 Ribuan Kontraktor Swasta Alami Bangkrut?

Pekerjaan Bangunan Sedang Mecor Lantai Jembatan (Fhoto Kontan.Co.Id)
JAKARTA (Reportase Sumbar)---- Ditenggarai sejak tiga tahun terakhir  sedikitnya ada sekitar 37 ribuan kontraktor swasta di tanah air yang terancam bangkrut  Seperti dirilis okezone.com, Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) mencatat adanya sebanyak 37.000 perusahaan kontraktor swasta mengalami kebangkrutan dalam tiga tahun terakhir.

Seperti diakui Wakil Ketua Umum III Gapensi, Bambang Rahmadi , data tersebut dilihat dari penurunan jumlah anggota Gapensi dari sekitar 80.000 saat ini tinggal 43.000 anggota.

"Itu berarti turun terus. Dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, karena enggak ada kerjaan, atau ada kerjaan lama-lama enggak dibayar akhirnya bangkrut juga. Itu fakta," ujarnya.

Disebutkan, meski perusahaan kontraktor swasta telah mengantongi porsi 45% dari total proyek infrastruktur yang saat ini tengah dibangun oleh pemerintah. Mereka menilai, porsi tersebut masih kecil dibandingkan porsi yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara (BUMN) karya yang menggenggam 55% proyek infrastruktur.

Untuk itu Bambang meminta pihak pemerintah meningkatkan porsi swasta. Sebab, jatah 45% terdistribusi kepada 140.000 kontraktor.

"BUMN kemudian itu hanya dibagi 8 kontraktor sementara ada 140.000 kontraktor kebagian kuenya hanya kurang lebih 45% kan ini timpang," kata dia.

Sekadar informasi, kebutuhan biaya pembangunan infrastruktur sepanjang tahun 2015-2019 sebesar Rp4.769 triliun. Adapun APBN dan APBD hanya mampu membiayai sebesar Rp1.951,3 triliun atau setara dengan 41,3%.
Sisanya, sebanyak Rp2.817,7 triliun atau setara 22,2% akan dialokasikan untuk BUMN dan sebesar Rp1.751,5 triliun atau setara 36,5% diharapkan berasal dari partisipasi pihak swasta, seperti dirilis okezone.com.. (*i)
Desa Batang Kabuang Komit Bangkitkan Potensi Kearifan Lokal

Desa Batang Kabuang Komit Bangkitkan Potensi Kearifan Lokal

PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Desa Batang Kabuang, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman dewasa ini terus memberikan perhatian besar terhadap pengembangan nilai-nilai kearifan lokal yang dimiliki oleh desa tersebut.

Seperti diakui Kepala Desa Batang Kabuang, Kamili, pihaknya dari pemerintahan desa Batang Kabuang saat ini makin intens membangkitkan kembali beragam khazanah seni budaya yang ada di Desa Batang Kabuang selama ini.

“Salah satunya, untuk menanamkan kembali nilai dan norma adat istiadat di kalangan generasi muda dan generasi penerus yang ada di desa ini, maka kita secara rutin selalu mengadakan kegiatan pembekalan adat, termasuk membekali generasi muda dengan kegiatan belajar petatah petitih yang di langsungkan pada waktu dan tempat yang telah ditentukans sebelumnya,” terangnya.

Menurutnya, sebagai bentuk keseriusan pihaknya dalam mengembangkan berbagai program dimasud, pihaknya dari pemerintahan desa bahkan sengaja mengalokasikan sekitar 5 persen dari anggaran yang dimiliki oleh desa tersebut.
Belakangan Kamili mengakui, buah kerja keras yang dilakukan pihaknya untuk membangkitkan kembali kesadaran nilai-nilai adat dan budaya di desa tersebut secara bertahap mulai tampak membuahkan hasil yang cukup menggembirakan. “Salah satunya, saat lomba yang berlangsung baru-baru ini, utusan dari desa Batang Kabuang berhasil keluar sebagai juara ,” terangnya.

Selain pembekalan adat berupa pelatihan petatah petitih, sejumlah kearifan lokal lainnya juga menjadi perhatian khusus bagi pihaknya. Seperti halnya makin mengaktifkan kesenian tambua tansa maupun silat tradisional.

“Khusus untuk kegiatan silat tradisional, kita menginginkan yang akan dikembangkan itu adalah benar-benar silat tradisional yang mengakar pada kekayaan nilai budaya Minang yang ada selama ini, sehingganya melalui berbagai kegiatan tersebut nantinya, kita berharap generasi muda di daerah ini benar-benar bisa menjiwai semangat kembali ke nagari, seperti yang sering digelorakan selama ini,” terangnya.

Kamili mengakui, meski hanya berbentuk pemerintahan desa, namun sesuai komitmen pemerintah Kota Pariaman, maka nilai-nilai banagari juga tetap mendapat tempat khusus. “Makanya tak heran, meski secara pemerintahan mungkin bentuknya berupa desa atau kelurahan, namun pemerintahan secara adat seperti nagari sampai saat ini masih tetap dipertahankan. Menurutnya, mungkin inilah salah satu keistimewaan yang dimiliki Kota Pariaman yang mungkin tidak ditemukan di daerah kota lainnya,” terangnya.

Kamili juga berharap melalui penanaman nilai nilai kearifan lokal tersebut, ke depan desa Batang Kabuang bisa semakin maju dan berkembang, sekaligus nantinya  semakin meningkatkatnya kesadaran masyarakatnya untuk mempraktikkan nilai-nilai luhur yang berkembang di tengah masyarakat selama ini.  (*)


Senin, 19 Maret 2018

Moeldoko : "Ideologi Pancasila Tidak Perlu Dipertentangkan Lagi"

Moeldoko : "Ideologi Pancasila Tidak Perlu Dipertentangkan Lagi"

Kepala Staf Presiden Jendral (Purn0 Moeldoko, Ketika Diwawancari Wartawan Reportase Sumbar Yurisman Malalak, Ketika Berkunjung Ke Pondok Pesantren Ringan-Ringan Beberapa Hari Lalu ( Fhoto : Andri Satria Masri )

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal Purn TNI, Moeldoko menegaskan bahwa pancasila sebagai ideologi bangsa  tentunya sudah tidak perlu dipertentangkan lagi.

"Sebagai ideologi negara yang didalamnya terkandung filosofi sebagai Way Of Life, Pancasila jelas tidak perlu dipertentangkan lagi, sekalipun  sebagai ideologi terbuka, diskursus tentang Pancasila jelas tidak akan pernah berakhir," demikian ditegaskan Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal Purn TNI Moeldoko,  dalam sambutannya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Jumat kemarin.

Selain itu, Pancasila lanjutnya juga mengandung filosofi  sebagai instrumentalia negara dengan turunannya berupa Undang-undang. "Biasanya di situlah mulai terjadinya pencemaran terhadap nilai-nilai pancasila, di samping turunan lainnya berupa nilai pragmatisme berupa perilaku penyimpangan,  seperti praktik korupsi dan lain sebagainya," tegasnya dengan nada berapi-api.

Meski demikian, nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai sebuah ideologi negara jelas  harus diakui sebagai ideologi terbaik yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia saat ini. Apalagi keberadaan Pancasila sendiri juga telah diakui oleh masyarakat dunia.

Diakuinya, Indonesia yang terdiri dari 714 suku dan etnis berbeda jelas sangat berisiko terhadap lahirnya konflik atau pertentangan lainnya, bila hal tidak dikelola dan diwaspadai sedemikian rupa. Ia mencontohkan, negara Afganistan saja yang hanya terdiri dari tujuh suku atau etnis berbeda saja, hingga saat ini sudah lebih dari 40 tahun lamanya terlibat perang saudara yang tidak kunjung berkesudahan. 


"Lagi pula sebagai negara besar yang mempunyai banyak sumber daya alam termasuk energi juga jelas akan menjadi incaran bagi negara-negara industri. Karena itu mari kita jaga negara yang kita cintai ini," terangnya. 
Jadi, dalam hal inilah lanjutnya peran penting dari kehadiran  lembaga pesantren atau surau sebagai pembangun utama karakter bangsa, karena bagaimanapun kiprah pesantren atau surau akan sangat berpotensi melahirkan generasi terbaik.

"Kita optimis melihat dan kondisi perkembangan yang ada saat ini Indonesia bakal menjadi negara besar, apalagi Presiden Jokowi saat ini juga tengah membangun jembatan emas, melalui pembangunan sejumlah infrastruktur di tanah air," sebutnya. 

Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imrani, Idarussalam Tk Sutan dalam sambutannya menyebutkan, pondok pesantren yang didirikan oleh almarhum Syech Ali Imran tersebut, saat ini telah memiliki 14 cabang di berbagai daerah di tanah air. Khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Idarussalam Tk Sutan juga menyebutkan, bahwa saat ini jumlah keseluruhan siswa pondok pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan berjumlah 900 orang. 

"Pondok pesantren ini sifatnya terbuka untuk semua umat Islam. Dan dalam perkembangannya, karena keterbatasan fasilitas kami pun terpaksa  harus menyeleksi calon pendaftar yang ada," terangnya.

Ditambahkannya, keterbatasan sarana parasarana yang dimiliki pesantren tersebut terlihat dari masih masih terbengkalainya pembangunan asrama santri, guna melengkapi fasilitas asrama bertingkat tiga yang telah dimiliki pesantren itu sebelumnya, atas inisiatif dari Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni.

Dengan alasan itulah Idarussalam Tk Sutan dalam kesempatan itu berharap adanya perhatian dari berbagai pihak, termasuk perhatian dari Kepala Staf Kepresidenan yang  hadir di pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Jumat kemarin.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni tak urung memberikan apresiasi atas kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko ke Padangpariaman, termasuk ke Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Jumat kemarin.

"Mudah-mudahan saja kehadiran Bapak bisa membawa berkah bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Padangpariaman, khususnya bagi Pondok Pesantren Ringan-Ringan," terangnya.

Dalam sambutannya Bupati juga menyebutkan, bahwa Pondok Pesantren  Ringan-Ringan merupakan salah satu pesantren terbesar di Padangpariaman. Bahkan selain memiliki 14 cabang di Sumatera Barat, juga telah banyak alumninya tersebar di berbagai daerah di tanah air. Bupati juga ikut mendoakan kiranya Jenderal Purnawirawan TNI Moeldoko nantinya bisa terus sukses dalam meniti karirnya.

"Mudah-mudahan beliau nanti bisa datang kembali dan berkunjung ke sini. Tapi bukan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, melainkan sebagai Wakil Presiden," ulasnya disambut gema takbir undangan yang hadir. (ris)

Bupati Ali Mukhni Jajaki Kerjasama Pemasaran Coklat Ke Pulau Jawa

Bupati Ali Mukhni Jajaki Kerjasama Pemasaran Coklat Ke Pulau Jawa


PADANG PARIAMAN (,Reportase Sumbar)----Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menjajaki kemungkinan kerja sama promosi pemasaran Coklat Malibou di Pulau jawa, tepatnya di Hotel Grand Inna Yogyakarta yang merupakan hotel milik BUMN.

Kerja sama ini terlaksana atas dukungan dari Menteri BUMN Rini Soemarno yang mendorong produk IKM Coklat untuk lebih dikenal di dalam dan luar negeri.

"Coklat Malibou mendapat perhatian khusus dari Ibu Rini untuk promosi diseluruh hotel milik BUMN. Atas nama masyarakat kami ucapkan terima kasih karena BUMN benar-benar hadir untuk negeri" kata Bupati Ali Mukhni saat bertemu dengan manajemen Hotel Grand Inna Yogyakarta, kemarin.

Ali Mukhni mengatakan Kota Yogyakarta sangat potensial dijadikan target pemasaran Coklat Malibou karena merupakan salah satu destinasi wisata yang banyak dikunjungi wisatawan lokal dan asing. "Alhamdulillah, produk unggulan kebanggaan sumbar,  Coklat Malibou akan hadir di Kota Yogyakarta. Langkah awal menuju Go Internasional," kata Ali Mukhni.


Dalam waktu dekat, kata Ali Mukhni, akan dipasang display di lobby Hotel Grand Inna Yogyakarta.
Pecinta coklat dapat menikmati hot coklat, permen coklat dan coklat batang yang merupakan hasil olahan murni masyarakat Padang Pariaman.


Coklat Malibou, kata Ali Mukhni memiliki rasa yang khas, karena diolah tanpa bahan pengawet dan lemak coklat murni yang sangat berkhasiat untuk kesehatan. Seperti mencegah penyakit jantung, hipertensi, diabetes dan tentunya untuk meningkatkan stamina tubuh.


Sementara Manager Hotel Grand Inna Yogyakarta Agus Arif Wibawanto mengaku Coklat Malibou memiliki rasa yang enak dan menyehatkan. Ia yakin Coklat Malibou akan cepat dikenal di Yogyakarta karena berada di lokasi yang menjadi pusat wisata kuliner dan belanja di Malioboro.


"Hotel Grand Inna Yogyakarta berada di posisi strategis, berada di jalan malioboro yang menjadi favorit menginap wisatawan. Adanya coklat malibou bisa menambah daya tarik dan memiliki ciri khas," ujar Agus.


Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Kab. Padangpariaman Hendra Aswara mengatakan promosi Coklat Malibou tengah gencar dilakukan baik melalui media, website dan kerja sama dengan Hotel maupun toko modern.


Sebelumnya, Coklat Malibou telah menjalin perjanjian kerja sama dengan Grand Inna Padang. Artinya dalam waktu dua bulan Coklat Malibou diproyeksikan menjalin kerja dengan dua hotel di Sumatera dan Jawa.


"Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-sebesarnya kepada Ibu Menteri BUMN yang memberi ruang untuk Coklat Malibou di seluruh hotel milik BUMN," kata Kadis termuda di Sumbar itu.


Hendra berharap sudah adanya pemasaran dapat meningkatkan kesejahteraan petani coklat. Harga komoditi atau bahan baku coklat semakin naik sehingga petani bersemangat menanam dan memelihara kebun coklatnya.(ris)
Pemkab Padang Pariaman Berhasil Raih  Maturitas SPIP Level 3

Pemkab Padang Pariaman Berhasil Raih Maturitas SPIP Level 3


 PADANGPARIAMAN, (Reportase Sumbar)---Bertempat di auditorium istana Gubernur Sumatera Barat, Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman menerima Laporan Hasil Penilaian (LHP) Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Kabupaten Padangpariaman pada Level 3.

LHP diserahkan Kepala Perwakilan BPKP Prov. Sumatera Barat, Danny Amanda disaksikan Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno dan Direktur BPKP Pusat dalam rangkaian kegiatan Rapat Koordinasi Penguatan SPIP dan Peningkatan Kapabilitas APIP yang dibuka langsung oleh Gubernur Sumbar di Auditorium Gubernuran.

Dalam sambutannya Gubernur menjelaskan, bahwa kegiatan rakor dimaksudkan
untuk memberikan penguatan kepada pimpinan OPD dalam mengimplementasikan SPIP serta meningkatkan kapabilitas APIP dalam penyelenggaraan Pemerintah Daerah.

"Sehingga kita dapat mewujudkan penyelenggaraan daerah yang efektif dan efisien melalui proses yang terintegrasi oleh seluruh pimpinan dan stakeholder terkait," tuturnya.

LHP atas Maturitas Penyelenggaraan SPIP Padangpariaman berada di level 3 setelah Provinsi Sumbar dan Kabupaten Dharmasraya dengan nilai 3.0284.

Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, H. Jonpriadi SE, MM saat menerima LHP menyampaikan ucapan syukur dan terima kasih Bupati Padangpariaman kepada BPKP Perwakilan Sumbar yang telah banyak membimbing dan mensupervisi Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sehingga bisa meraih Maturitas SPIP Level 3.

Tidak lupa juga Bupati Ali Mukhni melalui Sekda Jonpriadi menyampaikan terima kasih kepada Inspektorat dan Kepala OPD di lingkungan Pemkab Padangpariaman yang telah berjuang bersama sama meraih LHP yang sangat membanggakan itu karena dalam RPJMD 2016-2021 ditargetkan baru tahun 2019 nanti.

"Bapak Bupati sangat menyadari bahwa sejak beberapa tahun belakangan ini semua OPD di bawah koordinasi Sekda selalu serius menyiapkan setiap laporan yang diminta oleh BPK, BPKP, Kemendagri, Kemenpan RB, dll," kata mantan Kepala Bappeda itu.

Bapak Bupati, lanjutnya, sebenarnya tidak mengutamakan penghargaan atau reward atas kinerja kita. Beliau hanya meminta kita untuk patuh dan taat dengan pedoman dan aturan perundang undangan yang ada. Penghargaan dan reward adalah bonus dari itu.

"Namun, jika memang terbuka peluang untuk mendapatkan penghargaan dan reward jangan pula tidak berusaha melalui pengiriman dokumen dan informasi yang lengkap kepada instansi pusat," tukuk mantan Kabag Perekonomian itu didampingi Inspektur Syafriwal dan Auditor Madya Khairul Nizam.

Sementara, Inspektur menjelaskan beberapa rencana ke depan terkait SPIP, antara lain Pemerintah Kabupaten Padangpariaman akan menyusun desain Roadmap Penyelenggaraan SPIP, menjadikan seluruh OPD Pemda Padang Pariaman menerapkan SPIP dan sampai ke Pemerintahan Nagari, mendorong seluruh OPD untuk menjadikan penerapan SPIP sebagai sebuah kebutuhan organisasi, meningkatkan kompetensi dan kapasitas SDM Satgas SPIP Kabupaten dan Satgas OPD, yang akan menjadi agen perubahan dalam penerapan SPIP dan melakukan Self Assessment level maturitas SPIP.(ris)


Messi dan Barca Terus Melaju di Liga Champions

Messi dan Barca Terus Melaju di Liga Champions

Fhoto : tribunnews
BARCELONA, (Reportase Sumbar)--- Laju  Barca sebutan bagi Barcelona di Liga Champions agaknya masih kunjung belum terhentikan.

Seperti dirilis kompas.com, Lionel Messi tampil gemilang saat mengantarkan Barcelona lolos ke perempat final Liga Champions seusai menghentikan langkah Chelsea pada babak 16 besar.

Pada kesempatan itu, Lionel Messi berhasil mencetak tiga gol dalam dua duel Barcelona melawan Chelsea tersebut. Pada pertandingan kedua babak 16 besar, Barcelona menang 3-0 atas Chelsea di Stadion Camp Nou, Rabu (14/3/2018) atau Kamis dini hari WIB. Messi berhasil  mencetak dua gol pada laga ini (3', 63') serta mencatat assist bagi Ousmane Dembele (20').

Atas pencapaian itu, Barcelona pun berhasil melangkah ke perempat final Liga Champions dengan agregat 4-1. Tim asuhan Ernesto Valverde itu menjadi klub terakhir yang lolos, mengikuti jejak Liverpool, Real Madrid, Manchester City, Juventus, Sevilla, AS Roma, dan Bayern Muenchen. Demikian dirilis kompas.com. (*)


Sabtu, 17 Maret 2018

Bulan Bakti IBI Kota Padang Ke-67 : Dari Pemasangan KB IUD Hingga Implant

Bulan Bakti IBI Kota Padang Ke-67 : Dari Pemasangan KB IUD Hingga Implant

 Padang (Reportase Sumbar)--- Bulan Bhakti HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke-67 di Kota Padang disemarakkan berbagai kegiatan yang dipusatkan di Klinik Cemara PKBI Seberang Padang, Padang Selatan, Selasa (17/3/2018).

Sejumlah pelayanan yang diberikan mulai dari pemasangan KB IUD dan implant, pelayanan KB suntik serta kondom, pelayanan KB terpadu plus IVA, pemeriksaan ibu hamil, imunisasi hingga memberikan santunan kepada dhuafa.

Walikota Padang diwakili Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Heryanto Rustam menyambut baik kegiatan itu. 

Heryanto mengatakan, paksanaan bhakti IBI di Kota Padang akan mendorong Pasangan Usia Subur (PUS) untuk pelayanan KB. Di samping itu IBI akan sangat membantu dalam penanganan gizi kurang dan rawan kesehatan serta menekan angka kematian bayi dan ibu hamil.

"Bhakti IBI di Padang sangat membantu mendorong peserta KB bagi PUS dan menangani gizi kurang bayi dan ibu hamil," kata Heryanto Rustam.

Pemko Padang juga menyambut gembira pencanangan Bulan Bhakti IBI tahun ini mengambil tema "Melalui Bulan Bhakti IBI KB Kesehatan Kita Tingkatkan Kualitas dan Pemertaan Pelayanan KB Terutama di Wilayah Kampung KB". Tema itu menurut Heryanto, sesuai dengan target pemerintah. Sedangkan IBI adalah ujung tombak terhadap keberhasilan pencapaian target itu.

"IBI menjadi ujung tombak dalam pencapaian target dalam pelayanan KB Kesehatan dan dalam penekanan angka kematian ibu," tukasnya. Ketua IBI Cabang Padang Ismaniar menyampaikan, digelarnya Bulan Bhakti IBI ini dimaksudkan meningkatkan kesadaran dan perilaku keluarga dalam pelayanan KB,meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi ibu balita khususnya dari keluarga pra sejahtera, serta memantapkan peran anggota IBI dalam pelayanan kebidanan, pelayanan KB dan Pelayanan Kesehatan Masyarakat.(ris)

Kamis, 15 Maret 2018

Soal Perceraian Cinta Ratu Percayakan Penuh Pada Kuasa Hukum

Soal Perceraian Cinta Ratu Percayakan Penuh Pada Kuasa Hukum

foto : kapanlagi.com
Jakarta (Reportase Sumbar)---sidang perceraian pertama Roby Geisha dan Cinta Ratu Nansya digelar Senin (12/3) ini. Hanya saja, Cinta sendiri  enggan berkomentar banyak melainkan hanya mengarahkan pada kuasa hukumnya Harry Van Sidabukke  untuk berbicara.

"(Soal ingin sidang dipercepat atau diperlambat itu) Kalau mbak tanya saya, saya tanya siapa ya kira-kira? (Soal mediasi) Saya gak tau, coba pengacara ngomong," ujar Cinta Ratu, seperti dirilis kapanlagi.com, saat ditemui di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Senin (12/3).

Cinta Ratu enggan berkomentar banyak mengenai hasil sidang perceraian pertamanya. "Tadi baru saya cek, rupanya tadi kan majelis menugaskan kuasa hukum penggugat untuk mendaftarkan mediasi, emang di dalam tadi sifatnya di dalam kita masih mau mediasi. Namun sampai sekarang dari pihak Roby belum mendaftarkan mediasi," terang sang pengacara.

Lebih jauh, Harry menegaskan jika ia dan kliennya sama sekali tidak ingin mempercepat maupun memperlambat jalannya persidangan. Karena itu, Harry dan Cinta pun siap mengikuti dan menyerahkan sepenuhnya jalannya persidangan pada pihak pengadilan.

"Harapan kami hari ini (ada mediasi). Intinya sih masalah dipercepat atau diperlambat, kita nggak ada keinginan memperlambat persidangan. Jadi apa yang ditunda majelis hakim misalnya 3 minggu, kita akan ikuti, 2 minggu kita juga ikuti," lanjut Harry.

Seperti dirilis kapanlagi.com, kuasa hukum Cinta Ratu juga menegaskan jika kliennya menyerahkan jalannya persidangan pada pihak Pengadilan © KapanLagi.com/Agus ApriyantoKuasa hukum Cinta Ratu menegaskan jika kliennya menyerahkan jalannya persidangan pada pihak Pengadilan .

Sedangkan ketika ditanya kemungkinan masih adanya keinginan untuk mempertahankan rumah tangganya bersama Roby, Harry yang mewakili Cinta Ratu pun menyerahkan kembali pada pihak sang suami. Sebabnya menurut Harry, alasan Roby sendiri belum jelas dan tidak cukup kuat untuk menceraikan Cinta Ratu.(*)


Rabu, 14 Maret 2018

Digadang-gadang Layak Jadi Capres Sri Sultan Hamengkubuwono :"Aku Ora Ngerti"

Digadang-gadang Layak Jadi Capres Sri Sultan Hamengkubuwono :"Aku Ora Ngerti"

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X ( Fhoto Aksi.Co)
Jakarta (Reportase Sumbar)---Nama Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X atau Sultan HB X sempat digadang-gadang  dinilai layak menjadi capres pada pemilu 2019 mendatang. Seperti diwacanakan Partai Demokrat, munculnya wacana tersebut sekaligus mengindikasikan bakal adanya poros baru pada dalam Pilres 2019 mendatang.

Seperti diwartakan viva.co.id. menanggapi wacana tersebut, Sri Sultan tampak enggan berkomentar banyak.
"Aku ora ngerti (saya tidak tahu apa-apa)," kata Sultan di Yogyakarta, seperti dirilis viva.co.id, Jumat 9 Maret 2018.

Suami GKR Hemas ini juga mengaku tidak punya jawaban apa pun untuk menjawab wacana pencapresan dirinya."Aku ra duwe jawaban opo-opo ( saya tidak punya jawaban)," ungkapnya.

Lebih lanjut Sultan juga mengatakan hingga saat ini, tidak ada pihak-pihak yang menghubungi dirinya terkait capres di Pemilu 2019."Orang tidak ada yang menghubungi saya," ujarnya lagi, sebagaimana dirilis viva.co.id. (*) .




Catut nama Kapolri Tiga Pemuda Diringkus Aparat

Catut nama Kapolri Tiga Pemuda Diringkus Aparat

Fhoto Ilustrasi ( Fhoto : newsokezone.com)


Jakarta (Reportase Sumbar)--- Akibat  mencatut nama Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian saat melancarkan aksinya, tiga pemuda terpaksa harus berurusan dengan pihak penegak hukum. Ketiga pemuda tersebut, masing-masing, Tajudin (24), Asriyadi (30) dan Mabrur (21) ditangkap aparat gabungan Polda Metro Jaya dan Polda Sulawesi Selatan.

Seperti dikutip dari newsokezone.com, Kasubdit Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Jerry Siagian menjelaskan, para sindikat itu membuat puluhan akun blog yang diisi konten menjanjikan hadiah, untuk meyakinkan para calon korban, pelaku mencantumkan nama serta foto Kapolri Jenderal HM Tito Karnavian.

"Dalam kontennya pelaku mencantumkan atau menggunakan nama pejabat Negara Republik Indonesia, salah satu contoh Kapolri, untuk meyakinkan para korbannya," kata Jerry.

Pelaku juga diketahui menggunakan aplikasi Friend Search for WhatsApp untuk mencari nomor secara acak yang memakai aplikasi WA. Nomor itu kemudian diberi pesan seolah-olah mendapat hadiah dengan syarat mengikuti petunjuk yang disediakan. "Untuk meyakinkan korban, dalam pesan tersebut ada tautan atau link ke blog yang sudah pelaku persiapkan," jelasnya.

Dari tangan pelaku itu, polisi menyita barang bukti berupa uang senilai Rp5 juta, 5 laptop dengan berbagai merk, 8 modem, 31 HP berbagai merk, 10 sim card di luar HP, 4 buah kartu ATM BRI dan 1 buah dompet.

"Selain menipu, ketiganya juga ternyata pelaku narkoba karena saat ditangkap kami menemukan sabu dan semua pelaku mengaku mengkonsumsi narkoba jenis sabu, ditemukan sisa pemakaian sabu," pungkasnya, seperti dirilis dari newokezone.com. (*)



Wako Pariaman Mukhlis Rahman Penyusunan RPJMD Tidak Bisa Dilakukan Bappeda Saja, Namun Perlu Dukungan OPD

Wako Pariaman Mukhlis Rahman Penyusunan RPJMD Tidak Bisa Dilakukan Bappeda Saja, Namun Perlu Dukungan OPD


Pariaman (Reportase Sumbar)--- Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman menyatakan penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tidak bisa dilakukan oleh Bappeda saja namun perlu adanya dukungan dan kerjasama dari seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemko Pariaman. Tanpa dukungan semua pihak dan OPD tentu RPJMD tidak dapat selesai sebagaimana yang diharapkan semua orang.

"Sebagai OPD perlu menyusun renstra yang bersamaan dengan penyusunan RPJMD. Kedua dokumen ini saling mengisi satu sama lain, artinya renstra merupakan dokumen yang menjadi masukan dalam penyusunan RPJMD dan begitu sebaliknya, untuk itu perlu kesinergian dan kesamaan pandangan bagi kita semua di dalam menyusun kedua dokumen ini," kata Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman saat acara Bimbingan Teknis Penyusunan dan evaluasi RPJMD dan Rencana Strategi ( Restra ) bagi OPD di lingkungan Pemko Pariaman, kemarin.

Pemerintah Kota Pariaman melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan dan Evaluasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan Rencana Strategi (Renstra) bagi Organisasi  Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemerintah Kota Pariaman, yang bertempat di Hotel Safari Inn, Kota Pariaman.

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman yang membuka Bimtek tersebut mengatakan, penyusunan rancangan awal dokumen RPJMD periode 2018-2023 dan penyusunan Renstra bagi OPD harus sudah dimulai sebelum terpilihnya kepala daerah yang baru, periode 2018-2023.

Mukhlis Rahman berharap, bimtek yang berlangsung selama tiga hari kedepan dapat membawa perbaikan dalam tahapan perencanaan hingga tahapan evaluasi.

"Kepada semua peserta Bimtek yang hadir, mulai dari Eselon II, III dan IV. agar dapat mengikuti acara ini dengan sungguh-sungguh, dan informasi yang didapatkan nantinya, hendaknya dapat menjadi acuan dalam membuat kerangka Renstra di OPD nya masing-masing," tukas Mukhlis Rahman.

Dengan diadakannya bimtek ini, diharapkan akan menambah wawasan dan pengetahuan tentang apa yang harus dilakukan oleh masing-masing Kepala OPD tentang ketugasan dan tanggung jawab, mulai dari perencanaan hingga evaluasi.

Dalam Bimtek ini Bappeda Kota Pariaman menghadirkan Narasumber dari Direktur Perencanaan, evaluasi, dan informasi pembangunan daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan Deputi RB Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan Kementerian PAN & RB RI. (ris)


Pemkab Padangpariaman Antusias Wujudkan Smart City

Pemkab Padangpariaman Antusias Wujudkan Smart City

Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---Pemerintah Kabupaten Padangpariaman agaknya sangat antusias mewujudkan daerahnya sebagai kabupaten/kota pintar atau smart city. Sehingga, upaya penerapan program pelayanan berbasis internet kian dimaksimalkan. Kali ini, Dinas Komunikasi dan Informasi Padangpariaman membangun kerjasama dengan PT Aplikanusa Lintasarta, guna penerapan program berbasis internet di Padangpariaman.

“Jadi tidak ada lagi nagari kita yang tidak dapat menjalankan program berbasis internet. Sebab pihak Lintasarta, sudah memberikan solusinya,” ujar Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, didampingi Kepala Diskominfo, Zahirman, usai Sosialisasi Smart City dan Pengembangan e-Government kemarin.

Katanya, upaya mewujudkan smart city  bertujuan untuk mempermudah dan percepat pelayanan Pemkab Padangpariaman. Sebab, program layanan berbasis internet dapat memangkas birokrasi. “Jadi jangan sampai sudah Smart City, tetapi pelayanan kita masih lambat pelayanan. Padahal, program itu dibuat untuk mempermudah kita,” kata mantan Ketua KPU Padangpariaman itu.

Untuk itu, imbuhnya, program Smart City harus didukung seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, hingga Pemerintah Nagari. Sebab pelayanan menggunakan aplikasi berbasis internet, menurutnya membutuhkan minimal satu orang teknisi khusus.

“Kebanyakan sudah berbasis internet tapi pelayanan tetap lambat, karena tidak ada SDM (sumber daya manusia) memadai. Jadi OPD hingga nagari harus mempersiapkan SDM di bidang ini,” pintanya.

Tidak hanya itu, dia juga meminta jajaran di OPD ataupun nagari untuk memahami penggunakan segala jenis program pelayanan berbasis internet. Jadi mereka tidak terhambat keterbatasan pengetahuan ketika mendapat pertanyaan dari masyarakat.

“Jangan sampai hanya diserahkan kepada teknisi. Kepala Dinas, Camat, ataupun Wali Nagari dan jajarannya harus melek teknologi. Sebab mereka penggerak dan ujung tombak pelayana pemerintahan,” ujarnya.

Suhatri berharap, program yang digagas Diskominfo tersebut benar-benar terwujud. Sehingga Padangpariaman bisa sebanding dengan daerah lain yang telah menerapkan program tersebut. Di antaranya Kota Bandung, Kota Surabaya, dan Kabupaten Siduarjo.

“Kami sudah melakukan juga studi tiru ke kota-kota yang telah menerapkan program ini,” katanya.

Terkait pembiayaan untuk program ini, Suhatri meminta Kepala Diskominfo konsultasi dan negosiasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sehingga, program ini bisa mendapat dukungan anggaran yang memadai.

“Bica program berbasis teknologi informasi sudah tentu butuh biaya besar,” tungkasnya.

Menambahkan, Kepala Diskomifo Padangpariaman, Zahirman mengatakan, upaya yang kini dilakukan pihaknya guna menjadikan Padangpariaman Smart City, yaitu mempersiapkan regulasi, Dewan Smart City, Tim Pelaksana, dan membangun infrastruktur hingga seluruh kecamatan dan nagari.

“Hasil studi tiru kami, Pemko Bandung memberikan 27 aplikasi untuk Pemkab Padangpariaman. Ini memungkinkan untuk kita gunakan,” ujarnya.

Sedangkan Vice Presiden PT Aplikanusa Lintasarta, Choirul Friyana mengatakan, dukungan seluruh perangkat di Pemkab Padangpariaman hingga Pemerintah Nagari, memang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Smart City.

"Kalaupun Diskominfo sudah mempersiapkan sedangkan SDM tidak menjalankannya, tentu program itu menjadi percuma dan sia-sia,” ujarnya.

Menurut Choirul, keberdaan Smart City sudah tentu dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan di pemerintahan. Sebab koordinasi berlangsung lancar antar OPD. Untuk itu, dia yakin, program ini bisa membuat Padangpariaman menjadi daerah terkemuka dalam pelayanan nantinya.(ris)
Integritas Penyelenggara Pemilu Merupakan Harga Mati

Integritas Penyelenggara Pemilu Merupakan Harga Mati

Ketua KPU Padang Pariaman Zulfahmi
Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---KPU Padangpariaman Kamis kemarin menggelar kegiatan Bimbingan Tekhnis (Bimtek) diikuti seluruh anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se Kabupaten Padangpariaman.
Seperti terungkap Kamis kemarin, kegiatan Bimtek yang berlangsung di Restoran Joyo Makmur Kota Pariaman itu  terlihat diikuti dengan antusias oleh para peserta yang hadir.Hal itu setidaknya terlihat dari banyaknya pertanyaan yang mengemuka dari para peserta yang berasal dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Padangpariaman itu.

“Dalam kegiatan Bimtek kali ini, kita dari KPU menghadirkan Komisioner KPU sebagai pemateri, terdiri dari Maili Nursal yang membidangi Divisi Program dan Data, Ratna Juwita Divisi SDM dan Organisasi, kemudian Zulnaidi Divisi Hukum dan Zulhi Jasmar Divisi  Logistik dan Keuangan,” terang Ketua KPU Padangpariaman, Zulfami, dikonfirmasi di sela-sela kegiatan Bimtek Kamis kemarin.

Diakuinya, kegiatan Bimtek yang diselenggarakan KPU kamis kemarin jelas sangat penting artinya bagi anggota PPK yang ada, sekaligus nantinya diharapkan bisa lahir visi yang sama diantara penyelenggara pemilu.
 
“Prinsipnya bagaimana melalui kegiatan Bimtek ini seluruh anggota PPK nantinya juga bisa paham dan mengerti tentang peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pemilu. Mulai dari tahapan-tahapan pemilu yang akan dilalui, verifikasi peserta pemilu, tentang pemutakhiran data pemilih, hingga tugas-tugas dan kewenangan yang dimiliki KPU maupun PPK sendiri,” lanjutnya.

Tidak kalah pentingnya, sebagai penyelenggara pemilu, PPK tentunya dituntut agar bisa menjaga integritas dan sikap independensinya sebagai penyelenggara pemilu. Karena bagaimanapun intergritas dan independensi merupakan salah satu harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar bagi seorang penyelenggara pemilu seperti halnya PPK.

Senada dengan itu, Zulnaidi yang membidangi Divisi Hukum KPU Padangpariaman juga mewanti-wanti seluruh anggota PPK agar bisa menjaga integritas dirinya sebagai penyelenggara pemilu. Karena lanjutnya, integritas sebagai penyelenggara pemilu merupakan hal mutlak yang harus diperhatikan oleh penyelenggara pemilu, seperti halnya PPK.

“Karena bukannya ingin menyanjung diri sendiri, namun KPU selama ini memang dikenal sebagai salah satu lembaga yang paling berintegritas yang ada di Indonesia. Makanya jika ada anggota KPU sebagai penyelenggara pemilu yang terbukti melanggar integritasnya sebagai penyelenggara pemilu maka yang bersangkutan bisa saja diberhentikan, tentunya sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukannya. Demikian pula halnya dengan anggota PPK lainnya,” terangnya. 

Dengan alas an itu pula, pihaknya tak lupa mengingatkan para ketua dan anggota PPK agar tetap bisa menjaga sikap integritasnya sebagai penyelenggara pemilu. “Jadi kalau sebelumnya misalnya  ada diantara anggota PPK yang kebetulan pernah berfoto dengan caleg, maka hal itu hendaknya jangan diumbar ke public seperti melalui facebook. Karena bagaimanapun hal itu bisa menjadi persoalan bagi yang bersangkutan,” terangnya.

Untuk itu lanjutnya, setiap anggota PPK ke depannya harus bisa menaati aturan yang ada, sesuai dengan tugas dan kewenangannya selaku penyelenggara pemilu. (ris)