Senin, 16 September 2019

PDAM Padangpariaman Krisis Air Bersih Musim Kemarau Datang Debit Air Susut 30 Persen

PDAM Padangpariaman Krisis Air Bersih Musim Kemarau Datang Debit Air Susut 30 Persen

PADANGPARIAMAN---Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Kabupaten Padangpariaman, agaknya ikut berdampak terhadap penyusutan air permukaan. Seperti diakui Direktur PDAM Padangpariaman, Amunuddin, saat dikonfirmasi melalui ponselnya Kamis kemarin, menurutnya dampak dari kemarau panjang yang melanda Kabupaten Padangpariaman sejak beberapa bulan terakhir ikut berdampak terhadap penyusutan debet air  PDAM di wilayah Kabupaten Padangpariaman hingga 30 persen.

"Memang tidak bisa dipungkiri, dampak kemarau panjang yang terjadi sejak beberapa waktu belakangan ini telah menyebabkan terjadinya penyusutan pasokan atau debet air PDAM, sehingga kita dari PDAM akhirnya perlu melakukan beberapa langkah penyesuaian, termasuk diantaranya dengan cara mempergilirkannya ke masing-masing daerah," terangnya.

Seperti diketahui sebutnya, selama ini PDAM Padangpariaman lebih banyak mengandalkan sumber air permukaan, seperti halnya yang terdapat di wilayah Sungai Geringging, Patamuan serta Kecamatan Batang Anai.

Saat ini akibat terjadinya musim kemarau panjang menyebabkan beberapa daerah tersebut mengalami kekurangan pasokan air bersih, sehingga suplai air yang didistribusikan ke rumah-rumah pelanggan juga ikut berkurang dengan sendirinya," terangnya.

Untuk mensiasati hal tersebut, pihaknya dari PDAM jelas Aminuddin sejauh ini memang belum bisa berbuat banyak, kecuali berdoa dan berharap semoga hujan kembali turun secara normal. "Dari itu kita tentu juga mengajak masyarakat agar bisa memahami kondisi yang ada saat ini, karena permasalahannya memang bersumber dari penyusutan debet air akibat adanya musim kemarau. Untuk itu kita tentunya juga mengimbau kepada masyarakat agar ikut bersama-sama mendoakan semoga hujan kembali turun seperti harapan kita bersama," terangnya.

Di pihak lain Aminuddin juga tidak menampik masih banyak problem yang dihadapi pihaknya dari PDAM Padangpariaman, diantaranya selain terjadinya penyusutan debet air akibat musim kemarau panjang, juga di beberapa daerah proses distribusi air juga masih kurang berjalan seperti diharapkan.

Hal itu antara lain seperti yang terlihat di Nagari Parit Malintang dan sekitarnya, termasuk pasokan air di sekitar komplek kantor Bupati di Nagari Paritmalintang.

"Terjadinya permasalahan tersebut bukannya tanpa alasan yang jelas, karena selain disebabkan karena faktor kemarau juga banyak pipa di daerah itu yang usianya telah terbilang lama, sehingga perlu diperbarui atau diganti dengan yang baru," terangnya.

Demikian pula halnya pasokan air bersih ke kawasan Bandara Internasional Minangkabau di Katapiang, yang dipicu akibat terjadinya pasokan air bersih di kawasan itu. Untuk itulah lanjutnya saat ini pihaknya dari PDAM Padangpariaman telah mencoba mengambil beberapa langkah penting untuk mengatasi persoalan tersebut. Salah satunya dengan mengganti pipa yang lama dengan pipa yang baru dan lebih memadai. "Untuk itulah kita tentunya mengimbau kepada masyarakat agar bisa memahami kondisi yang ada saat ini, yang jelas kita dari PDAM tentunya tetap memberikan perhatian serius untuk mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi beberapa waktu belakangan ini," terangnya. (ris)


Padangpariaman Butuh Pelabuhan Refresentatif,  Pasca pemindahan Material Pelabuhan Tiram

Padangpariaman Butuh Pelabuhan Refresentatif, Pasca pemindahan Material Pelabuhan Tiram


PADANGPARIAMAN---Guna memastikan kelanjutan pembangunan pelabuhan Tiram yang terletak di Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman, Kamis tanggal 19 September  besok dijadwalkan akan dilangsungkan pertemuan antara jajaran Pemkab Padangpariaman dengan perwakilan  dari Kementrian Perhubungan RI, Pusat. Seperti diakui Kadis Perhubungan Pemkab Padangpariaman, Hanibal, pertemuan tersebut sedianya akan berlangsung Kamis besok bertempat di Hotel Nan Tongga Kota Pariaman.

Hanibal mengakui salah satu agenda utama dari pertemuan tersebut terutama untuk membicarakan kelanjutan pembangunan pelabuhan Tiram di Kecamatan Ulakan Tapakis, yang saat ini masih terbengkalai.

"Jadi pada hari itu nanti kita tentu akan mendengarkan bagaimana paparan dari pihak Kementrian terkait kelanjutan pembangunan Pelabuhan Tiram tersebut, sehingga nantinya bisa diperoleh kepastiannya, apakah pembangunan pelabuhan tersebut akan tetap dilanjutkan atau bagaimana," terang Hanibal.


Selain itu tegasnya, dalam kesempatan pertemuan tersebut, tim dari Kementrian Pewrhubungan RI nantinya juga akan melangsungkan  dialog dan tanya jawab dengan peserta yang terdiri dari perwakilan warga dan tokoh masyarakat lainnya.
Lebih jauh mantan Kepala DPPKD Padangpariaman ini menambahkan, seperti diketahui beberapa sebelumnya sejumlah material yang ada di pelabuhan Tiram tersebut telah dipindahkan ke lokasi lain. Informasi yang dihimpun koran ini sejumlah material termasuk diantaranya sejumlah tiang pancang atau pipa besi lainnya yang semula menumpuk di pelabuhan Tiram selanjutnya dipindahkan ke Pulau Mentawai, tepatnya ke kawasan Pagai.

"Karena kan seperti diketahui sejumlah material yang ada di kawasan pelabuhan Tiram itu sebelumnya kan miliknya Kementrian Perhubungan, RI, karena itu  tentunya terserah kepada mereka, apakah kemudian material itu akan dibawa atau digunakan di tempat lain," terang Hanibal. 

Hanibal mengakui, pihaknya dari Dinas Perhubungan kerap ditanya sejumlah pihak terkait pemindahan sejumlah pipa besi tersebut. dalam hal ini pihaknya telah menjelaskan dengan gamblang, bahwa besi-besi pipa tersebut bukanlah milik Pemkab Padangpariaman atau milik Dinas Perhubungan Pemkab Padangpariaman. Tapi adalah milik atau berada di bawah kewenangan Kementrian Perhubungan RI.

"Jadi untuk diketahui, kita dari Pemkab Padangpariaman ini hanya sebagai fasilitator atau penyedia tempat, sementara penanggungjawab pembangunan pelabuhan tersebut berada di bawah kewenangan Kementrian Perhubungan RI," imbuhnya.

Meski demikian Hanibal menegaskan, sebagaimana harapan masyarakat dan Bupati Padangpariaman, H. Ali Mukhni, pihaknya tentunya berharap agar nantinya pembangunan pelabuhan Tiram tersebut tetap bisa dilanjutkan, terlebih seperti diketahui tidak jauh dari lokasi pembangunan pelabuhan tersebut juga terdapat Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran. Tentunya dengan adanya pelabuhan di sekitar kawasan itu tentu akan ikut melengkapi fasilitas pendukung yang dibutuhkan oleh kampus Politeknik Ilmu Pelayaran yang ada di kawasan itu.

"Prinsipnya seperti diakui Pak Bupati, bahwa kita dari Pemkab Padangpariaman tentunya sangat menyambut baik dan sangat terbuka sekali untuk mendukung kelanjutan pembangunan pelabuhan Tiram tersebut. Buktinya Pemkab Padangpariaman juga telah membebaskan lahan di kawasan itu untuk keperluan pembangunannya. Jadi mudah-mudahan saja nantinya harapan masyarakat Padangpariaman tersebut nanti bisa terwujud seperti diharapkan," terangnya.

Hanibal juga mengakui, bahwa seperti diketahui pembangunan dermaga atau pelabuhan yang diwacanakan Pemerintah Pusat, termasuk di Pantai Tiram Padangpariaman tentunya sangat sejalan dengan program pengembangan kawasan maritim yang dikembangkan oleh Pemerintahan RI, yang dipimpin oleh Presiden Jokowidodo. Dimana dengan kehadiran pelabuhan tersebut tentunya akan berdampak luas terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, disamping juga bakal berdampak positif terhadap pengembangan sektor pariwisata, penyerapan tenaga kerja, hingga memperluas dan bisa lebih memperlancar akses perhubungan orang dan barang, antara satu daerah ke daerah lainnya.

"Makanya kita tentu berharap minimal nantinya di daerah kita ini juga bisa dibangun pelabuhan Marina, yang berfungsi sebagai penunjang pengembangan wisata di daerah kita ini," tegasnya. (ris)