Minggu, 18 November 2018

Dorong Keterlibatan Masyarakat, Panwascam Padang Sago Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif

Dorong Keterlibatan Masyarakat, Panwascam Padang Sago Gelar Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif

Camat Padang Sago Zaldi Arnas didampingi Komisioner Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman Rudi Herman, SE, Kapolsek VII Koto dan Danramil VII Koto dan Ketua Panwascam Padang Sago Nursyamsi, Memberikan Sambutan Pada Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Minggu 18 November 2018, di Balairung Dt.Tan Ameh Korong Durian Siamih Nagari Batu Kalang Utara ( Fhoto : Wis )
Padang Sago, (Reportase Sumbar)---Ketua Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman Anton Ishaq mengatakan, untuk mengefektikan pengawasan pemilu di tingkat nagari diharapkan adanya peran serta masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Anton Ishaq,pada Sosialisasi Pengawasan Pemilu yang digelar Panwaslu Kecamatan Padang Sago,Minggu (18/11/2018) di Balairung Dt.Tan Ameh Korong Durian Siamih Nagari Batu Kalang Utara.

Anton menjelaskan, sosialisasi ini adalah bagian dari upaya mengajak masyarakat terlibat aktif dalam pengawasan pemilu.
Sosialisasi seperti ini menurutnya juga telah dilakukan oleh Panwaslu pada 17 kecamatan di Kabupaten Padang Pariaman.

"Yang pasti bahwa kegiatan ini pada intinya untuk lebih mengefektifkan pengawasan dari sisi partisipasi masyarakat. Masyarakat diajak ikut serta berpartisipasi mengawasi pemilu," ujarnya.

Dia meminta agar masyarakat lebih aktif dalam membantu terselenggaranya pemilu dengan baik.
Ketika menemukan upaya yang berpotensi terjadinya kecurangan, berupa money politik maupun tindakan lain agar melaporkan Panwaslu Kecamatan atau bisa juga langsung ke Bawaslu Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu Camat Padang Sago Zaldi Arnas.S.Sos pada kesempatan tersebut meminta kepada peserta yang diundang untuk mengikuti sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif ini hingga selesai.

"Sehingga ilmu yang diperoleh hari ini dapat pula ditularkan kepada seluruh masyarakat di kecamatan Padang Sago. Sehingga pelanggaran pemilu dapat diantisipasi, karena sudah memahami aturan dan perundang-undangan yang berlaku," kata mantan Camat Patamuan itu.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kecamatan Padang Sago Nursyamsi menyebutkan, kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif diikuti walinagari nagari, Ketua BAMUS, Bhabinkamtibmas, Bhabinsa, Ninik Mamak serta tokoh-tokoh masyarakat se Kecamatan Padang Sago.

Nara sumber yang memberikan materi pada sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif hari ini adalah Ketua Bawaslu Padang Pariaman Anton Ishaq, Kordiv PHL Rudi Herman dan Kordiv DPP Zainal Abidin.


"Kami berharap dengan digelarnya sosialisasi pengawasan pemilu partisipatif  akan mendorong peran serta masyarakat untuk  bersama untuk mengawasi pemilu di Kecamatan Padang Sago. Sesuai motto Bawaslu, Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakan Keadilan Pemilu, " tambahnya. (***/ris)




Kamis, 15 November 2018

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Panwascam Patamuan Minta Peran Serta Masyarakat Awasi Pemilu

Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Panwascam Patamuan Minta Peran Serta Masyarakat Awasi Pemilu

Ketua Panwaslu Kecamatan Patamuan Darwisman, Saat Memberikan Sambutan Pada Sosialisasi Pengawasan Pemilu Partisipatif, Kamis 15 November 2018, di Sport Hall Tandikat ( Fhoto : Yurisman Malalak )

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman, Darwisman mengimbau semua  elemen masyarakat di wilayah Kecamatan Patamuan agar bisa ikut terlibat aktif dalam mengawasi proses jalannya proses pemilihan umum legislatif maupun Pemilu Presiden di daerah mereka masing-masing.

"Karena sesuai aturan yang ada, masyarakat juga sangat diharapkan dan didorong agar bisa ikut  terlibat aktif dalam mengawasi jalannya proses demi tahapan pemilu sebagai bagian dari pengawasan partispatif. Karena itu melalui acara ini kita ingin agar masyarakat bisa mengetahuinya secara luas, sebab masyarakat kan juga  bisa ikut melakukan pengawasan terhadap proses demi tahapan pemilu yang ada. Jadi inilah yang perlu kita sosialisasikan kepada masyarakat melalui kegiatan ini," demikian ditegaskan  Ketua Panwaslu Kecamatan Patamuan, Darwisman, Kamis (15/11), di sela-sela acara Sosialisasi Pengawasan Pemilihan Umum tahun 2018, bertempat di  Sport Hall Tandikat, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman.

Ketua Panitia Pelaksana, Zuriadi,SE, kegiatan sosialisasi pengawasan pemilu Kamis kemarin  diantaranya menghadirkan pemateri dari Bawaslu Kabupaten, serta dihadiri sejumlah pemangku kepentingan di wilayah Kecamatan Patamuan. Termasuk walinagari, tokoh  dan unsur perwakilan masyarakat lainnya.

Juga hadir dalam kesempatan itu antara lain Camat Patamuan, Imran Rafii, jajaran Polsek VII Koto Sungai Sariak, jajaran Danramil VII Koto, jajaran Bawaslu Padangpariaman, walinagari se Kecamatan Patamuan, serta tokoh masyarakat Patamuan lainnya. 

Lebih jauh Darwisman menambahkan, pihaknya dari Panwaslu Kecamatan siap membuka diri untuk menerima berbagai pelaporan dan pengaduan yang disampaikan berbagai elemen masyarakat, khususnya terkait pelanggaran yang ditemukan selama berlangsungnya tahapan dan proses pemilihan umum di daerah ini.

Terkait hal itu lanjutnya, itulah salah satu tujuan utama dari Sosialisasi yang digelar jajaran Panwaslu Kecamatan Patamuan Kamis kemarin, dengan harapan tentunya masyarakat bisa lebih tahu dan mengerti akan pentingnya arti pengawasan terhadap proses pelaksanaan pemilu yang berlangsung di daerah mereka. 


Sekaligus nantinya masyarakat diharapkan bisa terpanggil dan terlibat aktif dalam mengawasi tahapan demi tahapan pemilu yang ada. "Namun tentunya sifatnya harus  bertanggungjawab, termasuk diantaranya bersedia menunjukkan identitasnya selaku pelapor. Namun demikian kerahasiaan pelapor tentu akan tetap dirahasiakan," terangnya.

Camat Patamuan Imran Rafii, mengaku sangat mengapresiasi langkah dan program yang dilakukan jajaran Panwaslu Kecamatan Patamuan. Karena bagaimanapun pihaknya tentu berharap bagaimana pelaksanaan pemilu di daerah ini bisa berjalan aman lancar di samping sarat dengan nuansa pemilu badunsanak.


"Karena perlu kita sadari, kita tentunya berharap agar pelaksanaan pemilu di daerah kita bisa berlangsung aman dan damai. Makanya disinilah pentingnya peran pengawasan yang akan dilakukan oleh pihak Panwslu nantinya," terangnya.

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, hubungan masyarakat dan hubungan antar lembaga Bawaslu Padangpariaman, Rudi Herman,SE menegaskan, dalam setiap tahapan pemilu tentu ada proses pengawasan dan penindakan di dalamnya, di samping adanya upaya pencegahan terhadap pelanggaran yang ada. 


"Jadi salah satu bentuk pencegahan itu bisa dalam bentuk  sosialisasi seperti yang digelar  hari ini. Intinya melalui kegiatan ini sekaligus kita bisa memberikan pendidikan politik kepada masyarakat, sehingga masyarakat paham tentang bentuk-bentuk pelanggaran pemilu.

Terkait hal itu, pihak Bawaslu jelasnya  memang sangat mendorong keterlibatan masyarakat agar terlibat melakukan pengawasan yang sifatnya partisipatif.


"Jadi targetnya bagaimana masyarakat bisa melakukan pengawasan partisipatif, sekaligus juga bisa mengetahui berbagai bentuk pelanggaran yang ada, sehingga dengan begitu nantinya berbagai potensi pelanggaran yang ada bisa dieleminir sedemikian rupa. (ris)


Rabu, 14 November 2018

Afdila Terpilih Sebagai Ketua Karang Taruna Kota Pariaman

Afdila Terpilih Sebagai Ketua Karang Taruna Kota Pariaman


PARIAMAN  (Reportase Sumbar)– Afdila terpilih sebagai Ketua Karang Taruna Pariaman 2018-2023 dalam Temu Karya ke-3 di Gedung Pertemuan Pondok Indah, Pariaman, Rabu (15/11).

Pembina KONI Pariaman itu unggul dalam perolehan suara atas calon lain, Rahmat Nadirsyah (Ketua Karang Karang Kecamatan Talago Sariak) dalam pemilihan yang juga dihadiri Ketua Karang Taruna Sumbar, Mahdianur Musa itu.

“Kepercayaan ini akan saya jawab dengan tekad untuk memperbaiki Sumber Daya Manusia (SDM) dalam hal ini dengan cara melahirkan pemuda yang terampil dalam segala aspek ilmu,” katanya dalam sambutannya usai terpilih.
Bicara soal kondisi generasi muda Kota Pariaman saat ini, Dila mengaku prihatin dengan tingkat pengangguran yang cukup tinggi dan pengaruh LGBTdi kota ‘Sabiduak Sadayuang’ itu.

“Kita akan membuat program sosial kemasyarakatan yang nantinya akan merangkul pemuda untuk bersama-sama menjauh dari segala tindakan yang dilarang adat dan agama seperti LGBT itu. Kita akan carikan solusinya secara bersama-sama,” lanjut Kepala TU UPTD Dinas Perhubungan tersebut.

Pihaknya mengimbau para pemuda bersama-sama membangun sinergi hebat antara karang taruna di seluruh kecamatan untuk mendukung program pemerintah mewujudkan masyarakat sejahtera. 


 www.topsatu.com
Bupati Ali Mukhni Dinilai Layak Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Bupati Ali Mukhni Dinilai Layak Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Parit Malintang, (Reportase Sumbar)---Ketua Tim Verifikasi Dwija Praja Nugraha, dari DPP PGRI Pusat, Samedi menilai jika Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni sangat pantas diajukan mendapatkan penghargaan Dwija Praja Nugraha, yang merupakan penghargaan tertinggi di lingkungan PGRI Pusat.

“Karena seperti diketahui, selain memiliki semangat kepedulian dan perhatian dalam memajukan pendidikan dan nasib guru di daerah ini, beliau juga berasal dari kalangan guru. Bahkan begitu pula dengan isteri beliau juga seorang guru,” demikian ditegaskan Samedi dihubungi Rabu (14/11) kemarin, di sela-sela proses verifikasi Dwija Praja Nugraha, di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman di Nagari Parit Malintang.

Lebih jauh pihaknya mengaku sangat mengapresiasi kepedulian dan perhatian Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni dalam memajukan taraf dunia pendidikan di Kabupaten Padang Pariaman. Termasuk diantaranya dalam memperhatikan kesejahteraan guru, meningkatkan mutu kualitas pendidikan serta peningkatan sarana parasarana pendidikan lainnya.

“Makanya  kita berharap ke depannya Padang Pariaman bisa bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” tegas samedi.

Seperti diakui Samedi, penghargaan Dwija Praja Nugraha sendiri merupakan wujud penghargaan tertinggi di lingkungan PGRI Pusat, dimana penghargaannya nantinya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI, pada bulan Desember 2018 mendatang.

Samedi juga menilai, setelah mendengarkan langsung pemaparan Bupati Ali Mukhni serta melakukan pemeriksaan dokumen dan peninjauan ke lapangan, faktanya ternyata tidak jauh berbeda. “Sebagai contoh saat berkunjung ke SMAN I Lubuk Alung misalnya, kenyataan yang kita temukan ternyata antara dokumen yang diberikan tidak jauh berbeda dengan dokumen yang diberikan sebelumnya,” terangnya mengapresiasi. 

Senada dengan itu, Bupati Ali Mukhni dalam paparannya menyebutkan, sebagai Bupati yang berlatar belakang guru, pihaknya memang sangat peduli terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan di daerah ini. “Sebagai contoh, pada tahun 2014 kita telah menyalurkan insentif bagi masing-masing guru honor di Padang Pariaman sebesar Rp300 perbulannya.  Kemudian jumlah itu ditingkatkan lagi menjadi Rp500 ribu pada tahun berikutnya. Dan kini kita akan berkoordinasi dengan pihak DPRD, agar insentif guru honor di Padangpariaman bisa disetarakan dengan UMR,” tegas Bupati Ali Mukhni.

Seperti terungkap Rabu kemarin, sebagai seorang berlatar belakang guru, dalam berbagai kesempatan kunjungannya ke sejumlah sekolah, orang nomor satu di Kabupaten Padang Pariaman ini memang dikenal akrab berbaur dengan kalangan anak didik. Bahkan tidak jarang secara spontan Bupati Ali Mukhni kerap memberikan sumbangan cuma-cuma bagi siswa berprestasi yang sempat dikunjunginya.

“Komitmen kita terhadap pendidikan itu sudah jelas, bahkan kita berharap agar semua jenis dan strata pendidikan nantinya bisa dibangun di Padangpariaman, seperti yang tengah kita kembangkan di Kawasan Terpadu Tarok,  dengan dibangunnya empat perguruan tinggi, serta sejumlah fasilitas Diklat yang berasal dari Kementrian Pusat,” terangnya.

Padang Pariaman juga telah memiliki kampus Politeknik Ilmu Pelayaran yang terbilang megah, bahkan sudah menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Demikian pula MAN Insan Cendikia yang hanya berjumlah 15 sekolah di Indonesia. Termasuk salah satunya di Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Padang Pariaman Yarnizen dalam sambutannya menegaskan, pihaknya dari PGRI pada dasarnya telah mengajukan Bupati Ali Mukhni sebagai penerima penghargaan Verifikasi Dwija Praja Nugraha. “Selain mengingat begitu tingginya kepedulian Bupati Ali Mukhni terhadap dunia pendidikan di daerahnya, juga salah satu alasan utamanya, karena diantara sejumlah kepala daerah yang ada di Indonesia, hanya Bupati Ali Mukhni satu-satunya yang berasal dari latar belakang guru,” terangnya.

Ketua PGRI Sumbar, Zainal Akil menilai jika Bupati Padang Pariaman sangat layak  mendapat penghargaan Dwija Praja Nugraha. “Seperti diketahui banyak pencapaian yang diraih Padang Pariaman selama ini. Salah satunya ditetapkan sebagai piloting hasil kerjasama dengan International Education,” terangnya. (***/rel)
Bupati Ali Mukhni Dinilai Layak Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha

Bupati Ali Mukhni Dinilai Layak Raih Penghargaan Dwija Praja Nugraha


Parit Malintang, (Reportase Sumbar)---Ketua Tim Verifikasi Dwija Praja Nugraha, dari DPP PGRI Pusat, Samedi menilai jika Bupati Padang Pariaman, H Ali Mukhni sangat pantas diajukan mendapatkan penghargaan Dwija Praja Nugraha, yang merupakan penghargaan tertinggi di lingkungan PGRI Pusat.

“Karena seperti diketahui, selain memiliki semangat kepedulian dan perhatian dalam memajukan pendidikan dan nasib guru di daerah ini, beliau juga berasal dari kalangan guru. Bahkan begitu pula dengan isteri beliau juga seorang guru,” demikian ditegaskan Samedi dihubungi Rabu (14/11) kemarin, di sela-sela proses verifikasi Dwija Praja Nugraha, di Hall Kantor Bupati Padang Pariaman di Nagari Parit Malintang.

Lebih jauh pihaknya mengaku sangat mengapresiasi kepedulian dan perhatian Bupati Padang Pariaman, Ali Mukhni dalam memajukan taraf dunia pendidikan di Kabupaten Padang Pariaman. Termasuk diantaranya dalam memperhatikan kesejahteraan guru, meningkatkan mutu kualitas pendidikan serta peningkatan sarana parasarana pendidikan lainnya.

“Makanya  kita berharap ke depannya Padang Pariaman bisa bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah lainnya,” tegas samedi.

Seperti diakui Samedi, penghargaan Dwija Praja Nugraha sendiri merupakan wujud penghargaan tertinggi di lingkungan PGRI Pusat, dimana penghargaannya nantinya akan diserahkan langsung oleh Presiden RI, pada bulan Desember 2018 mendatang.

Samedi juga menilai, setelah mendengarkan langsung pemaparan Bupati Ali Mukhni serta melakukan pemeriksaan dokumen dan peninjauan ke lapangan, faktanya ternyata tidak jauh berbeda. “Sebagai contoh saat berkunjung ke SMAN I Lubuk Alung misalnya, kenyataan yang kita temukan ternyata antara dokumen yang diberikan tidak jauh berbeda dengan dokumen yang diberikan sebelumnya,” terangnya mengapresiasi. 

Senada dengan itu, Bupati Ali Mukhni dalam paparannya menyebutkan, sebagai Bupati yang berlatar belakang guru, pihaknya memang sangat peduli terhadap perkembangan dan kemajuan pendidikan di daerah ini. “Sebagai contoh, pada tahun 2014 kita telah menyalurkan insentif bagi masing-masing guru honor di Padang Pariaman sebesar Rp300 perbulannya.  Kemudian jumlah itu ditingkatkan lagi menjadi Rp500 ribu pada tahun berikutnya. Dan kini kita akan berkoordinasi dengan pihak DPRD, agar insentif guru honor di Padangpariaman bisa disetarakan dengan UMR,” tegas Bupati Ali Mukhni.

Seperti terungkap Rabu kemarin, sebagai seorang berlatar belakang guru, dalam berbagai kesempatan kunjungannya ke sejumlah sekolah, orang nomor satu di Kabupaten Padang Pariaman ini memang dikenal akrab berbaur dengan kalangan anak didik. Bahkan tidak jarang secara spontan Bupati Ali Mukhni kerap memberikan sumbangan cuma-cuma bagi siswa berprestasi yang sempat dikunjunginya.

“Komitmen kita terhadap pendidikan itu sudah jelas, bahkan kita berharap agar semua jenis dan strata pendidikan nantinya bisa dibangun di Padangpariaman, seperti yang tengah kita kembangkan di Kawasan Terpadu Tarok,  dengan dibangunnya empat perguruan tinggi, serta sejumlah fasilitas Diklat yang berasal dari Kementrian Pusat,” terangnya.

Padang Pariaman juga telah memiliki kampus Politeknik Ilmu Pelayaran yang terbilang megah, bahkan sudah menjadi yang terbaik di Asia Tenggara. Demikian pula MAN Insan Cendikia yang hanya berjumlah 15 sekolah di Indonesia. Termasuk salah satunya di Kabupaten Padang Pariaman.

Sementara itu, Ketua PGRI Kabupaten Padang Pariaman Yarnizen dalam sambutannya menegaskan, pihaknya dari PGRI pada dasarnya telah mengajukan Bupati Ali Mukhni sebagai penerima penghargaan Verifikasi Dwija Praja Nugraha. “Selain mengingat begitu tingginya kepedulian Bupati Ali Mukhni terhadap dunia pendidikan di daerahnya, juga salah satu alasan utamanya, karena diantara sejumlah kepala daerah yang ada di Indonesia, hanya Bupati Ali Mukhni satu-satunya yang berasal dari latar belakang guru,” terangnya.

Ketua PGRI Sumbar, Zainal Akil menilai jika Bupati Padang Pariaman sangat layak  mendapat penghargaan Dwija Praja Nugraha. “Seperti diketahui banyak pencapaian yang diraih Padang Pariaman selama ini. Salah satunya ditetapkan sebagai piloting hasil kerjasama dengan International Education,” terangnya.