Rabu, 28 Februari 2018

P2TP2A Upaya Tekan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

P2TP2A Upaya Tekan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak


Padang (Reportase Sumbar)--- Upaya prefentif guna mencegah terjadinya  kekerasan terhadap perempuan dan anak tentunya sangat perlu mendapat perhatian serius dari semua elemen. Untuk itu, Pemerintah Kota Padang mengoptimalkan fungsi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A).

Walikota Padang diwakili Staf Ahli, Afrizal Khaidir mengatakan, dengan sosialisasi P2TP2A diharapkan meningkatkan pemahaman masyarakat. Seiring dengan itu terjadinya tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat dicegah.

"Pemko Padang memberikan perhatian serius, buktinya dibentuk lembaga yang memiliki tugas dan fungsi yang khusus menangani persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak," kata Afrizal.

Staf ahli yang membidangi ekonomi pembangunan dan kesejahteraan rakyat ini menyebut, hadirnya lembaga layanan bagi perempuan dan anak korban kekerasan mendapatkan pelayanan agar terpenuhi hak - haknya. Hal ini karena pemerintah memperhatikan inisiatif masyarakat untuk penanganan persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan dengan pengembangan P2TP2A.

"P2TP2A  adalah wadah penyelenggaraan pelayanan terpadu meliputi pencegahan, penyediaan dan penyelenggaraan layanan terpadu bagi korban. Pelayanan tersebut meliputi, rehabilitasi kesehatan, rehabilisasi sosial, reintegrasi sosial dan bantuan hukum serta pemantauan," ulasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk  dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Padang Heryanto Rustam menjelaskan, sosialisasi P2TP2A untuk meningkatkan pelayanan. Terutama pada masalah yang dihadapi perempuan dan anak, seperti KDRT, trafficking, eksploitasi, penelantaran, pendampingan hukum, psikologis, sosial bagi klien.

"Dengan kegiatan ini agar tersosialisasikannya tempat konsultasi dan layanan konseling bagi perempuan dan anak," jelasnya.

Adapun peserta sisialisasi P2TP2A sebanyak 200 orang terdiri dari para kepala sekolah SD di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Padang. Menghadirkan nara sumber dari pemerhati anak, Kabid Pendidikan Dasar Disdik Kota Padang dan psikolog.(ris)

Dasawisma Melati Lima Gunung Pangilun Siap Jadi Terbaik Provinsi

Dasawisma Melati Lima Gunung Pangilun Siap Jadi Terbaik Provinsi


PADANG,(Reportase Sumbar)---Kelompok Dasawisma Melati Lima Gunung Pangilun dikunjungi Tim Penilai tingkat provinsi Sumatera Barat, Rabu (28/2/2018). Dasawisma yang beralamat di RT 03/RW 07 Jalan Penjernihan Kelurahan Gunung Pangilun Kecamatan Padang Utara ini berhasil masuk nominasi tingkat provinsi setelah ditetapkan sebagai yang terbaik di Kota Padang.

Tim penilai dipimpin langsung Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Sumatera Barat Ny. Hj. Nevy Irwan Prayitno. Kedatangan tim disambut Plt. Ketua TP PKK Kota Padang Ny. Linda Alwis, Staf Ahli Walikota Dian Fakri, Camat Padang Utara beserta istri ( Ketua PKK Kecamatan) dan Lurah Gunung Pangilun beserta istri (Ketua PKK Kelurahan) dan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kekurahan Gunung Pangilun.

Kunjungan tim penilai ke lapangan bertujuan untuk melihat langsung ekspos Ketua Dasawisma Melati Lima Helmi Gusnita beberapa waktu sebelumnya. Ketua dasawisma telah berhasil menggerakkan masyarakat di lingkungannya. Keberhasilan itu dibuktikan dengan penataan lingkungan yang baik dan tumbuhnya peran serta masyarakat untuk kesejahteraan.

Ny. Nevi Irwan Prayitno mengatakan, kesejahteraan keluarga menjadi tujuan dari 10 program pokok PKK. Sebetulnya setiap program tersebut sudah dilakukan sehari-hari dalam keluarga. Melalui kelompok dasawisma, pengejawantahan program tersebut lebih terarah dan maksimal dilakukan.

"Program PKK bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan, mulai dari keluarga hingga lingkungan masyarakat," kata istri Gubernur Sumbar itu.

Ia mengapresiasi keberhasilan Dasawisma Melati Lima yang kenyataannya memiliki lingkungan ideal dan masyarakatnya berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan.

"Keberhasilan dasawisma ini dibuktikan dengan lingkungannya yang ideal dan peran aktif warganya," ujar Nevy.

Sementara itu, Ketua PKK Kelurahan Syamsidar Andi Amir memaparkan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di lingkup kelurahan dan dasawisma yang ada. Kegiatan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan program-program PKK.

"Kegiatan kader-kader PKK Gunung Pangilun, seperti gotong royong, senam kesehatan dan posyandu serta pelatihan keterampilan selalu secara rutin dilaksanakan, baik di kelurahan maupun di dasawisma yang ada," kata Syamsidar.

Ia menyebut, selama ini dukungan camat dan lurah serta ketua PKK kecamatan dalam setiap kegiatan kader sangat menentukan kemajuan dasawisma di Gunung Pangilun.

"Dukungan camat, lurah dan Ketua PKK jadi kunci kemajuan dasawisma di Gunung Pangilun," tukasnya.(rel)

SD Negeri 13 VII Koto Sungai Sariak, Giatkan Program Literasi

SD Negeri 13 VII Koto Sungai Sariak, Giatkan Program Literasi

Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---SDN 13  VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman dewasa ini terus menggiatkan program literasi di sekolah itu. Tujuannya, seperti diakui Kepala SDN 13 VII Koto Deliati, tak lain dimaksudkan untuk lebih meningkatkan minat baca di kalangan anak didik di sekolah itu.

“Alhamdulillah sejauh ini hasilnya cukup menggembirakan. Buktinya, setelah beberapa tahun program literasi berjalan di sekolah ini, motivasi anak-anak untuk membaca terlihat semakin meningkat. Demikian pula keberanian anak-anak untuk tampil ke depan, seperti saat upacara misalnya, juga melebihi ekseptasi yang diharapkan,” demikian ditegaskan Kepala SDN 13 VII Koto Deliati, saat dikonfirmasi di ruang kerjanya  baru-baru ini.

Bahkan tidak hanya itu, baru-baru ini salah seorang siswa SDN 13 VII Koto juga berhasil keluar sebagai juara II tingkat Kabupaten Padangpariaman. Lebih jauh Deliati menambahkan, program literasi yang dikembangkan disekolah tersebut, berlangsung selama 20 menit saat jam pelajaran pertama dimulai. Selama rentang waktu itu pula, anak-anak diarahkan membaca ayat-ayat pendek, seperti ayat Kursi serta dilanjutkan membaca buku bacaan lainnya. Seperti buku cerita dan lain sebagainya.

Ke depannya pihaknya berharap program literasi di sekolah itu bias terus dikembangkan lagi, termasuk diantaranya dengan menggiatkan anak-anak di sekolah ini untuk menuangkan idenya dalam bentuk menulis. “Selama ini program  menulis sebenarnya telah juga kita aktifkan. Bahkan, ada diantaranya anak kelas I SD yang sangat berbakat dalam menulis, sehingga hal ini tentu layak diapresiasi dengan baik,” terangnya.

Hanya saja Deliati mengakui, jika saat ini sekolah yang dipimpinnya itu masih dihadapkan pada keterbatasan ruang belajar yang ada. Pasalnya jumlah rombel yang ada di sekolah itu hanya berjumlah 6 lokal, sementara jumlah rombel mencapai 9 rombel.

“Makanya untuk sementara ini kita pun terpaksa menggunakan salah satu ruang pustaka untuk keperluan belajar anak-anak. Untuk itulah, kita tentu berharap agar ke depannya sekolah ini bisa mendapatkan tambahan lokal baru, sehingga dengan begitu, keberadaan pustaka yang ada di sekolah itu bisa lebih dimaksimalkan lagi,” imbuhnya.

Kendala lainnya sebut Deliati, koleksi buku yang dimiliki SDN 13 juga terbilang masih sangat terbatas, terutama untuk jenis buku cerita atau buku umum lainnya. Padahal di sisi lain, minat baca siswa yang ada di sekolah  itu terbilang sangat tinggi.

Terbukti, tidak sedikit dari siswa sekolah itu yang meminjam buku di pustaka kantor walinagari yang terletak tidak jauh dari pekarangan SDN 13 dimaksud. “Makanya ke depan kita berharap kiranya sekolah ini nantinya bias dikunjungi oleh pustakan keliling, sehingga dengan begitu animo anak untuk membaca bias terfasilitasi seperti diharapkan,” terangnya.  (ris)


Sikapi Keresahan Warga Terhadap Bra Berbakteri, Puskesmas Sungai Sariak Rapatkan Barisan

Sikapi Keresahan Warga Terhadap Bra Berbakteri, Puskesmas Sungai Sariak Rapatkan Barisan

Puskesmas Sungai Sariak
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Seiring merebaknya temuan bra diduga berbakteri di Kabupaten Padangpariaman, seperti ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Padang Alai Kecamatan V Koto Timur, baru-baru ini, membuat jajaran Puskesmas Sungai Sariak Kecamatan VII Koto terus berupaya merapatkan barisan.

Seperti diakui Kepala Puskesmas Sungai Sariak Ismardi, saat dihubungi di ruang kerjanya Rabu (28/2/2018), pihaknya dari jajaran Puskesmas VII Koto terus meningkatkan koordinasi dalam rangka menyikapi berbagai hal yang dikhawatirkan bisa menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Seperti halnya kasus penemuan bra yang sempat meresahkan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas V Koto Timur baru-baru ini.

 “Intinya kita tentu berharap kejadian serupa jangan sampai terjadi di wilayah kerja Puskesmas VII Koto. Untuk itulah kita telah mewanti-wanti para petugas kesehatan yang ada di puskesmas ini untuk terus meningkatkan kewaspadaannya. Termasuk menyikapi berbagai permasalahan kesehatan yang berkembang atau ditemukan di tengah masyarakat di daerah ini,” terangnya.

Tidak kalah pentingnya, pihaknya dari Puskesmas Sungai Sariak juga terus berupaya melahirkan berbagai program inovasi dalam rangka meningkatkan pelayanan kesehatan terhadap masyarakat yang ada di wilayah kerja Puskesmas VII Koto.

“Hal itu salah satunya terlihat dari program Pusbindu yang dimaksudkan untuk melayani para calon jamaah haji yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Sariak ini. Kegiatannya berlangsung secara rutin setiap bulannya,” terangnya.

Ismardi menyebutkan, adapaun latar belakang diprogramkannya program Pos Bindu dimaksud, terutama mengingat banyaknya jumlah jamaah haji asal Kecamatan VII Koto yang perlu mendapatkan pelayanan kesehatan lebih.

“Karena kan seperti diketahui  sebagian dari calon jamaah haji tersebut ada yang telah berusia lanjut, atau rentan mengidap penyakit, seperti stroke, asma, penyakit gula dan sebagainya. Makanya ini tentu perlu  diantisipasi dan ditangani sejak dari awal, sehingga nantinya mereka bias berangkat dalam keadaan sehat, tanpa adanya gangguan kesehatan yang berarti,” imbuhnya.

Juga tidak kalah pentingnya, lamanya rentang waktu para calon jamaah haji di atas pesawat juga tak luput dari perhatian pihaknya. “Karena seperti disadari, akibat terlalu lama di pesawat maka tentunya apa saja bias terjadi. Termasuk mungkin berkurangnya kesadaran hingga menimbulkan rasa linglung dan sebagainya. Jadi inilah yang kita sampaikan kepada jamaah, sehingga nantinya mereka bias lebih siap saat berada di Tanah Suci,” ungkapnya.

Program inovasi lainnya lanjut Ismardi, berupa layanan program Indonesia Sehat melalui pendekatan keluarga. Dalam hal ini bidan atau petugas kesehatan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sungai Sariak  selanjutnya diarahkan untuk turun ke tengah masyarakat.

Selanjutnya, begitu menemukan suatu kasus penyakit, selanjutnya bisa langsung ditangani di tempat, atau dibawa dan dirujuk ke puskesmas. “Begitu pula bagi warga miskin juga kita upayakan memfasilitasinya dengan pihak terkait, seperti dengan pemerintahan Korong atau nagari, agar yang bersangkutan bisa mendapatkan layanan jaminan kesehatan atau BPJS,” terangnya. (ris)


Selasa, 27 Februari 2018

Program Kampung KB Mendapat Apresiasi

Program Kampung KB Mendapat Apresiasi


Padang (Reportase Sumbar)---Program Kampung Keluarga Berencana (KB) yang dikoordinir oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB (DP3AP2KB) Kota Padang agaknya berhasil mendapatkan apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Bangka Belitung (Babel). Secara khusus, Selasa (27/2) rombongan DPRD Kabupaten Babel berkunjung ke Kota Padang guna menggali kesuksesan program tersebut.

Rombongan anggota komisi III DPRD Kabupaten Babel yang diketuai Basri ini disambut oleh Kepala DP3AP2KB Kota Padang Heryanto Rustam dan sejumlah pimpinan OPD lainnya.

Dalam pemaparannya, Basri yang merupakan anggota komisi III DPRD Kabupaten Bangka Belitung mengaku sangat antusia dengan kesuksesan program Kampung KB di Kota Padang.

"Kita mendapat informasi program Kampung KB yang diselenggarakan Kota Padang sangat bagus dalam merangsang para ibu rumah tangga meningkatkan kesejahteraan keluarga," sebut Basri.

Selama ini menurutnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Babel agak kesulitan mengajak para perempuan khususnya kaum ibu untuk mengikuti program peningkatan kesejahteraan keluarga. Dengan kunjungan ini, ia berharap dalam menggali kiat-kiat Padang dalam kesukseskan program tersebut.

Kepala DP3AP2KB Kota Padang, Heryanto Rustam mengatakan Pemko Padang memang fokus melaksanakan program kampung KB. Program ini didukung oleh semua OPD terkait. Mulai dari DP3AP2KB Kota Padang, Dinas PUPR, Dinas Kelautan dan Perikanan serta OPD terkait lainnya.

"OPD tersebut mengeroyok semua program kamping KB sehingga pelaksanaannya bisa maksimal. Semua OPD terkait dilibatkan untuk mensukseskan program ini," ujar Heryanto.(rel)





Senin, 26 Februari 2018

Pemko Padang Prioritaskan 5 Program Utama

Pemko Padang Prioritaskan 5 Program Utama


Padang (Reportase Sumbar)---Pembangunan Kota Padang Tahun 2019 bakal difokuskan untuk menuntaskan program-program pembangunan Kota Padang yang telah tertuang pada Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Padang 2014-2019.

Prioritas pembangunan Kota Padang mengacu pada 5 program, yaitu; optimalisasi infrastruktur perkotaan, penataan sistem transportasi kota yang lebih baik, pembangunan perbaikan sarana dan prasarana pendidikan, revitalisasi pasar tradisional atau pasar rakyat, dan lanjutan pembangunan sarana prasarana pariwisata.

Dengan demikian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kota Padang telah merancang Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2019. Rancangan tersebut dibahas pada Forum Konsultasi Publik di Hotel Pangeran Beach, Senin 26 Februari 2018.

Staf Ahli Pemko Padang Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Afrizal Khaidir menyebutkan, Forum Konsultasi Publik digelar untuk menerima saran dan masukan untuk penyempurnaan RKPD Kota Padang tahun 2019.

"RKPD 2019 merupakan RKPD tahun terakhir pelaksanaan RPJMD.  Mari kita bahas dengan maksimalkan," ujar Afrizal saat membuka Forum Konsultasi Publik yang diikuti Kepala OPD Pemko Padang, pemangku kepentingan dan perwakilan masyarakat.

"Selain 5 program tersebut, program-program lain yang merupakan pelayanan dasar kepada masyarakat tetap dimaksimalkan," tambah Afrizal. (ris)




KPN Pemko Padang Berhasil Bukukan SHU Rp1,4 M Lebih

KPN Pemko Padang Berhasil Bukukan SHU Rp1,4 M Lebih

 Padang (Reportase Sumbar)-Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pemko Padang menggelar Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2017. Kegiatan ini dalam rangka mempertanggungjawabkan hasil program kerja yang telah dilaksanakan selama periode satu tahun buku. Selanjutnya memberikan informasi tentang keadaan dan kemajuan koperasi, penyampaian program kerja koperasi untuk tahun 2018 sekaligus mengakomodasi masukan-masukan dari para anggota demi kemajuan koperasi ke depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang, Ir. H. Asnel, M.Si yang juga Ketua KPN Pemko Padang menyampaikan, baik anggota, pengelola dan pengurus KPN Pemko Padang diharapkan agar saling mendukung dan bekerjasama dalam memajukan koperasi ke depannya.

"Karena ini juga demi peningkatan kesejahteraan kita semua,” imbuh Asnel sewaktu membuka RAT KPN Pemko Padang Tahun Buku 2017 tersebut di Ruang Serbaguna Bagindo Aziz Chan, Senin (26/2).

Ia menyampaikan, RAT merupakan suatu kewajiban dari pengurus untuk melaporkan dan sekaligus mempertanggungjawabkan hasil program kerja atau kegiatan yang telah dilaksanakan selama periode satu tahun buku. Begitu pula bagi para anggota, diharapkan dalam RAT ini juga bisa melakukan koreksi, evaluasi dan memberikan solusi demi kemajuan koperasi ke depan.

“Berdasarkan hasil laporan kinerja pengurus selama tahun buku 2017, kami merasa bangga dan bersyukur. Karena dari tahun ke tahun terdapat kemajuan dan perkembangan koperasi yang menunjukkan tanda adanya peningkatan. Hal tersebut dapat kita lihat dari perbandingan sisa hasil usaha (SHU), dimana tahun buku 2016 yang lalu sebesar Rp1.505.623.560 sedangkan di tahun buku 2017 sebesar Rp1.490.605.264. Jadi terdapat sedikit pengurangan keuntungan dari hasil usaha unit waserda yang mengalami penurunan sebesar Rp15.018.296 atau persentase 0,09 persen. Ini berdampak positif bagi KPN Pemko Padang,” terangnya dalam kegiatan yang dikuti dari pengurus, anggota utusan per-OPD sebanyak 230 orang itu.

Asnel lalu menambahkan, memang disadari, keberadaan setiap koperasi sepenuhnya sangat membantu bagi para anggotanya. Karena di samping melakukan penyimpanan juga peminjaman bagi anggota yang  suatu saat membutuhkan biaya yang sangat mendesak.

“Sebagaimana diketahui, sebagian besar dari penghasilan atau gaji yang diterima ASN setiap bulannya boleh dikatakan tidak mencukupi akibat besarnya biaya memenuhi kebutuhan keluarga dan kehidupan sehari-hari. Maka itu, melalui KPN Pemko Padang kita dapat terbantu dalam proses peminjaman dari penyimpanan uang yang kita lakukan. Sehingga hal ini berdampak besar dalam meningkatkan kesejahteraan tentunya,” tandasnya mengakhiri.

Dalam RAT KPN Pemko Padang Tahun Buku 2017 ini juga diselingi dengan pemberian doorprize menarik bagi para pemenang undian dari sesama pengurus dan anggota koperasi. Nampak hadir dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Padang Yunisman, beberapa pimpinan OPD dan Ketua Badan Pengawas KPN Pemko Padang Ali Basar beserta jajaran kepengurusan lainnya.(ris)



Pemko Padang Komit Tingkatkan Inisiasi Sekolah Ramah Anak

Pemko Padang Komit Tingkatkan Inisiasi Sekolah Ramah Anak



Padang (Reportase Sumbar)--Pemerintah Kota Padang terus berkomitmen mengembangkan dan meningkatkan program ‘Sekolah Ramah Anak’ yang ada di Kota Padang. Terbukti, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) terus melakukan penguatan dalam rangka pemenuhan, perlindungan dan penghargaan hak anak atas pendidikan.

Seperti diakui Kepala DP3AP2KB Kota Padang Heryanto Rustam, mewujudkan terpenuhinya hak anak di bidang pendidikan memang sangat penting, terutama dalam rangka mengarustamakan sistem pendidikan yang berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak.

“Salah satunya yaitu dengan mendesain sekolah ramah anak, dimana secara konseptual sekolah ramah anak bertujuan bertujuan untuk mewujudkan sekolah yang dapat mendidik dan melindungi anak Indonesia mencapai tujuan pendidikan nasional sesuai dengan UUD 1945, UU dan Sisdiknas dan prinsip-prinsip perlindungan anak,” sebut Heryanto sewaktu membuka kegiatan Inisiasi Sekolah Ramah Anak bagi kepala sekolah dan tenaga pendidik di Kota Padang di Hotel Axana, Kamis (22/2).

Seperti terungkap Kamis kemarin, kegiatan ini diikuti sebanyak 50 orang peserta, terdiri dari unsur Dinas Pendidikan Kota Padang, kepala sekolah, Forum Anak Kota Padang dan OPD terkait. Adapun materi yang diberikan bagi peserta yakni tentang konvensi hak anak di bidang pendidikan, perlindungan anak dari tindak kekerasan dan menjadi guru sahabat anak.

Disebutkan, Program Inisiasi sekolah ramah anak di Kota Padang pertama kali dilaksanakan pada tahun 2016 lalu, dengan melibatkan 30 sekolah dari tingkat SD sampai SMP.
Berdasarkan dari hasil inisiasi dan pemantauan di lapangan dari 30 sekolah tersebut telah terpilih satu sekolah ramah anak yaitu SMPN 11 Padang,”

Ia juga menyebutkan, tahun di 2018 ini akan dilaksanakan pula penilaian sekolah ramah anak. Menyikapi itu diharapkan jumlah sekolah ramah anak bertambah dari tahun sebelumnya. Sebagaimana menuju terwujudnya sekolah ramah anak di seluruh Kota Padang, dipandang perlu dilaksanakan inisiasi sekolah ramah anak. (rel/ris)









Pjs Wako Padang Alwis : “MTQ ke-38 Momentum Tepat Bumikan Alquran”

Pjs Wako Padang Alwis : “MTQ ke-38 Momentum Tepat Bumikan Alquran”

Pjs Walikota Padang Drs.Alwis, Ketika Membuka MTQ Ke-38 Tingkat Kecamatan Padang Timur ( Fhoto : Humas Pemko Padang )
Padang (Reportase Sumbar)--- Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tentunya sudah menjadi bagian penting dari denyut nadi umat Islam, khususnya dalam membumikan nilai-nilai Alquran di tengah kehidupan. Dan ini sudah menjadi agenda yang dimulai dari tingkat pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota sampai kecamatan hingga tingkat kelurahan.

"Makanya kita tentu berharap, agar pelaksanaan MTQ kali ini bisa menjadi momentum yang tepat untuk menumbuhkan semangat keislaman dengan membumikan Alquran di tengah-tengah masyarakat terutama di kalangan generasi muda. Karena sesuai filosofi kita di ranah Minang yakninya adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah (ABS-SBK),” demikian ditegaskan Pjs Walikota Padang, Alwis sewaktu membuka MTQ nasional ke-38 tingkat Kecamatan Padang Timur di halaman Masjid Raya Ganting, Sabtu (24/2) ..

Alwis lalu menekankan,  ajang MTQ tersebut memang harus dimaknai sebagai ajang pengaktualisasian ajaran Islam dalam kehidupan. Karena agama Islam adalah bersifat kaffah yakni melingkupi seluruh aspek kehidupan.

“Kalau kita lihat, MTQ sejatinya juga dimaksudkan bagaimana mempertemukan kafilah dari masing-masing utusan untuk saling mengejar prestasi dan memenangkan perlombaan. Namun tentunya bukan itu saja yang diharapkan, karena yang terpenting sekali adalah bagaimana menumbuhkembangkan jiwa qurani dalam diri setiap individu. Sehingga Insyaallah kita akan terhindar dari perbuatan yang tidak diinginkan,” harapnya.

Lebih lanjut Alwis menambahkan, pemantapan nilai-nilai Alquran harus digelorakan sebagai pondasi kehidupan bagi masyarakat terutama generasi muda. Sehingga dengan itu diharapkan mampu mengantisipasi setiap ancaman yang datang dan salah satunya ingin merusak ukuwah Islamiyah dan generasi muda.

Sementara itu, Camat Padang Timur, Ances Kurniawan menyebutkan, penyelenggaraan MTQ nasional ke-38 tingkat Kecamatan Padang Timur juga berbarengan dengan persiapan Kecamatan pariaman Timur sebagai tuan rumah MTQN ke-38 tingkat Kota Padang yang akan dihelat pada September tahun ini.

“Untuk itu, segala persiapan dan potensi harus kita optimalkan. Karena memang yang akan mewakili Kecamatan Padang Timur nantinya adalah para kafilah yang terbaik dalam MTQ tingkat kecamatan.,” imbuhnya.

Senada dengan itu, Sekretaris Camat (Sekcam) Padang Timur Zulbahri menambahkan, MTQ nasional ke-38 tingkat Kecamatan Padang Timur diikuti  antar 10 kelurahan se-Kecamatan Padang Timur dengan jumlah kafilah sebanyak 260 orang yang terdiri dari kategori tingkat TK, anak-anak, remaja hingga dewasa.

“Ada enam cabang yang dilombakan diantaranya, cabang Tilawatil Quran, Hifzhil Quran. Tartil Quran, Fahmil Quran, Syahril Quran dan Khutbah Jumat. Untuk pelaksanaannya dilaksanakan di lima masjid dan satu sekolah selama dua hari, Sabtu-Minggu (24-25/2),” terangnya. (ris/rel)

Pemko Padang Komit Tingkatkan Kemitraan UMKM dan Usaha Besar >Dinilai Miliki Makna Strategis

Pemko Padang Komit Tingkatkan Kemitraan UMKM dan Usaha Besar >Dinilai Miliki Makna Strategis


Padang (Reportase Sumbar)---Jajaran Pemko Padang terus menunjukkan komitmennya dalam membina dan memberdayakan kalangan Usaha Kecil Menengah yang ada di kota ini.

Hal itu setidaknya terlihat dari keseriusan Pemerintah Kota Padang dalam melakukan pembinaan guna meningkatkan kemitraan kalangan Usaha Kecil Menengah (UKM) dengan Usaha Besar (UB). Kemitraan ini dianggap penting untuk pengembangan UKM dalam menghadapi persaingan, baik di pasar domestik maupun pasar global.

"Kemitraan UB dan UKM adalah strategi bisnis saling membesarkan dan saling menguntungkan kedua pihak," kata Asisten Administrasi  Sekretariat Kota Padang Didi Aryadi dalam Temu Usaha Kemitraan yang diadakan Dinas Koperasi dan UMKM di Ujung Gurun, Rabu (21/2/2018).

Lebih jauh ditegaskan Didi, pengembangan UKM tentunya akan sulit diwujudkan tanpa melibatkan partisipasi Usaha Besar. Karena itulah kemitraan merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan antara UKM dan UB.

"Dengan demikian dapat disimpulkan, tumbuh kembangnya UKM tidak terlepas dari fungsinya sebagai mitra dari UB, dalam suatu pola kemitraan usaha," ujar Didi.

Untuk itu, kata Didi, perlu ada komitmen yang kuat dalam kemitraan usaha agar kedua pihak siap secara manajemen dan menjadi mitra yang andal.

Di pihak lain, , Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Junisman mengatakan, tujuan kegiatan Temu Usaha Kemitraan UMKM ini guna memberikan penambahan pengetahuan dan wawasan pada UKM yang akan dimitrakan dengan BUMN, perbankan, pengusaha besar dan stakeholder lainnya. Ini juga dimaksudkan untuk kemajuan jaringan usaha serta berkembangnya dengan baik UMKM. (ris/rel)

Warga Kota Padang Diimbau Jangan Terpengaruh Berita Bohong Alwis : “Ketentraman dan Keamanan Selama Pilkada Jauh Lebih Penting”

Warga Kota Padang Diimbau Jangan Terpengaruh Berita Bohong Alwis : “Ketentraman dan Keamanan Selama Pilkada Jauh Lebih Penting”

Pjs.Walikota Padang Drs.Alwis
PADANG (Reportase Sumbar)---Pejabat Sementara PJs Walikota Padang, Drs Alwis menghimbau segenap elemen warga kota agar jangan mudah terpengaruh oleh isu bohong (hoax) yang beredar ditengah -tengah masyarakat. Khususnya selama berlangsungnya tahapan Pemilihan Kepala Daerah di Kota Padang. Baik itu melalui cerita-cerita yang disampaikan dari mulut ke mulut maupun yang beredar di media sosial lainnya.

“Karena bagaimanapun keamanan dan ketentram Kota Padang harunya tetap merupakan kebanggakan kita bersama sebagai warga kota,” demikian ditegaskan Penjabat Sementara (Pjs) Walikota Padang Drs. Alwis saat melakukan silaturrahmi ke sejumlah kecamatan, Jum'at (23/2/2018).

Seperti terungkap Jumat kemarin, kunjungan dan bersilaturahmi tersebut dimaksudkan untuk melihat secara langsung kesiapan pelayanan masyarakat di tiap-tiap  kecamatan yang ada di Kota Padang.

Dalam kesempatan itu, Pjs.Walikota Alwis juga mengimbau  warga Kota Padang, baik yang terlibat sebagai tim sukses masing-masing pasangan calon agar tidak melakukan hal-hal yang meresahkan atau melakukan provokasi yang berlebihan. 

Disebutkan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)  serentak tahun 2018, yang akan digelar di Kota Padang merupakan momentum yang sangat strategis bagi warga kota untuk bisa menentukan pemimpinnya untuk periode lima tahun ke depan. 

Pjs. Walikota Alwis juga menegaskan, bahwa penyelenggaraan pilkada di Kota Padang telah memasuki tahapan-tahapan yang sangat penting, menyangkut kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Panitia Pengawasan Pemilihan Umum (Panwaslu).

“Jadi dalam hal ini Pemerintah Kota Padang hanya bersifat menfasilitasi dan koordinasi namun  sukses tidaknya hajatan pilkada merupakan tanggungjawab kita bersama. Termasuk tanggung jawab  seluruh elemen warga Kota Padang. Karena itu mari kita jaga keamanan,  ketertiban dan ketentraman hidup dilingkungan masing-masing,” ajaknya. (rel/ris)
Bra Diduga Berbakteri Kembali Diamankan Wabup Suhatri Bur :“ Dinas Kesehatan Harus Lebih Pro-aktif”

Bra Diduga Berbakteri Kembali Diamankan Wabup Suhatri Bur :“ Dinas Kesehatan Harus Lebih Pro-aktif”

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Dalam rangka mengantisipasi peredaran bra berbakteri yang sempat meresahkan kaum hawa di Padangpariaman, seperti yang ditemukan baru-baru ini di Kecamatan V Koto Timur, maka Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan V Koto Timur langsung melakukan sidak mendadak di Pasar Tradisional Padang Alai. Hal itu dimaksudkan menindaklanjuti laporan masyarakat yang mengaku sempat menderita sakit setelah memakai Bra berbakteri.

Seperti terlihat Jumat kemarin sekitar jam 11.30 Wib, sidak yang dipimpin langsung Camat V Koto Timur, Arlis bersama Kepala Pukesmas Padang Alai, Siskawati  itu langsung membuahkam hasil. Sebanyak tiga buah Bra yang dijual oleh salah seorang pedagang bernama Upik (36 Tahun) diketahui mengandung zat berbahaya seperti adanya cairan dan ulat dalam bra yang merek yoyirou diduga produk keluaran china.

"Barang bukti ini sudah jelas berbahaya terhadap masyarakat yang memakainya. Selama ini kita hanya mendengar melalui media saja, tapi hari ini kepastian itu terbukti. Bra berbahaya masih beredar bebas dipasaran tradisional. Kami dari kecamatan akan membawa ke kantor dulu. Setelah itu akan dilakukan kordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Padang Pariaman agar bisa secepatnya melakukan uji labor,” tegasnya.

Hal itu sebutnya, agar keresahan masyarakat yang terjadi selama ini bisa terjawab. Ia juga menghimbau kepada pedagang pasar agar lebih berhati-hati dalam membeli merek Bra. “Teliti dahulu mereknya. Khusus merk yuyirou produk impor ini jangan dulu dibeli atau diperdagangkan secara bebas," imbuhnya.

Sementara itu, Siskawati Kepala Pukesmas Padang Alai menghimbau agar penjual pakain lebih cerdas dalam membeli barang yang akan dijual kepada pelangganya, kususnya pakain dalam wanita ( bra). "Jangan mudah terpengaruh barang murah tapi bagus. Ini salah satu upaya dari mafia perdagangan untuk mengelabui konsumen dalam memasarkan produknya," ujarnya.

Ikut hadir dalam sidak Forum komunikasi Pimpinan Kecamatan, Kanit Intel V Koto Kampung Dalam, antara lain, Babinkamtibmas bersama Sekretaris Nagari Gunuang Padang Alai dan perangkat Nagari terjun menyelusuri pasar tradisional Padang Alai.

Terpisah Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur meminta kepada Dinas Kesehatan di lingkungannya agar melakukan pemeriksaan dan pemanntau tentang temuan bra yang diduga berbakteri tersebut.  "Kita minta Dinas Kesehatan Padangpariaman untuk lebih pro aktif dalam persoalan bra ini agar tidak terjadi hal-hal tidak diinginkan. Sekarang baru di Pasar Padang Alai yang ditemukan, mana tahu di pasar-pasar tradisional lain juga ada yang dijual pedagang,” ingatnya.

Pedagang tersebut jelasnya jelas tidak akan mengetahui tentang semua barang dagangnya. Yang perlu diketahui tegasnya adalah siapa pemasok kepada pedagang enceran tersebut. (ris)
Wabup Suhatri Bur : “PKDP Kebanggaan Bagi Daerah”

Wabup Suhatri Bur : “PKDP Kebanggaan Bagi Daerah”

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar),--- Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan bahwa panguyuban Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) yang merupakan tempat berhimpun masyarakat Piaman yang ada di perantauan adalah kebanggaan bagi masyarakat dan daerah Kabupaten Padangpariaman.  Kebersamaan masyarakat perantau sangat menentukan perkembangan organisasi PKDP ke depan.

"Dengan PKDP tersebut hingga kini hubungan ranah dan rantau tidak dapat terpisahkan lagi untuk kemajuan kampung halaman dan masyarakat perantau di rantau," kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat pengukuhan pengurus PKDP Propinsi Jambi perioode 2017-2023, kemarin.

Jadi katanya, wadah PKDP ini adalah sebuah kebanggaan masyarakat Piaman, karena ranah dan rantau tidak dapat dipisahkan. Buktinya, pasca gempa bumi tahun 2009 daerah cepat bangkit, meski saat itu hampir semua rumah penduduk porak poranda. Itu terujut karena dukungan ranah dan rantau.

Di pihak lain, Ketua PKDP Propinsi Jambi Chairul Naim yang baru saja dikukuhkan menyatakan, Gubernur Jambi sekarang tidak mengenal perantau dalam daerahnya, namun mereka adalah masyarakat Jambi yang kebetulan berasal dari Piaman.

"Gubernur menyatakan mari bersama-sama  membangun Propinsi Jambi untuk lebih baik ke depannya. Jadi melalui wadah PKDP ini dapat mempersatukan masyarakat Jambi untuk memajukan Propinsi Jambi dan kampung halaman, meski para pengurus dan anggotanya tidak memiliki honor," ujarnya.

Atas dasar itulah kata Chairul Naim, sampai sekarang PKDP tetap bergerk dalam kegiatan sosial, namun masih bekisar di lingkungan Propinsi Jambi. Namun demikain tidak tertutup kegiatan sosial PKDP ini sampai ke kampung halaman.

Apalagi katanya, di Propinsi Jambi ini banyak perantau Piaman yang sukses. Jadi tentang himbauan Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur tentang zakat perantau Jambi bisa disalurkan ke Baznas Padangpariaman tenntu akan disampaikan kepada pengurus dan anggota PKDP Jambi.

"Sekiranya telah ada kesepakatan tentu kita PKDP Propinsi Jambi akan menyalurkan ke Baznas Padangpariaman. Apalagi  sebagaimana paparan Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur zakat tersebut disalurkan kepada orang yang berhak menerima zakat," tambahnya.(ris/rel)
Kota Pariaman Dapat Kehormatan -Jadi Tuan Rumah Hari Peduli Sampah Nasional

Kota Pariaman Dapat Kehormatan -Jadi Tuan Rumah Hari Peduli Sampah Nasional

Indra Sakti, SH, Sekdako Pariaman
 Pariaman (Reportase Sumbar)---Kota Pariaman mendapatkan kehormatan setelah didaulat menjadi tuan rumah Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang akan dipusatkan di Pantai Gandoriah, 2 Maret 2018 mendatang.

Sebagai langkah persiapan ke arah itu, Pemko Pariaman bahkan telah menggelar rapat bersama dengan stakeholder terkait dalam demi mensukseskan acara HPSN tingkat Sumbar ini, yang diadakan di ruang rapat Walikota Pariaman, kemarin.

Sekretaris Daerah Kota Pariaman, Indra Sakti yang memimpin rapat persiapan ini menegaskan kepada stakeholder Kota Pariaman yang terlibat, untuk dapat mempersiapkan dan mengkordinasikan sesuatu dan hal lainnya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Pariaman, yang dalam hal ini sebagai panitia kegiatan.

"Seluruh Dinas yang terkait, untuk dapat menkordinasikan segala sesuatunya dengan DLH, sebagai pelaksana kegiatan HPSN tahun 2018 tingkat Sumatera Barat di Kota Pariaman," ujarnya.

Lebih lanjut ia juga menyinggung tentang masalah teknis di lapangan dan masukan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang hadir dalam rapat persiapan ini. (ris)








Pemkab Padang Pariaman Surati Men PU Pera Andah Taslim : “Soal Penamaan Tol”

Pemkab Padang Pariaman Surati Men PU Pera Andah Taslim : “Soal Penamaan Tol”


 PADANGPARIAMAN (Reportase Sumbar)---Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Padangpariaman Taslim menegaskan jika pihaknya dari Pemkab Padangpariaman menyurati Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat terkait nama jalan tol Sumbar-Riau yang saat ini sedang dibangun.
"Kita meminta agar nama jalan tersebut adalah jalan tol Padang Pariaman-Pekanbaru, bukan Padang-Pekanbaru.

Pasalnya pembangunan titik nol jalan tersebut tidak sedikitpun berada di wilayah Kota Padang, namun sepenuhnya berada di wilayah Padang Pariaman,” demikian ditegaskan Taslim yang akrab disapa Andah kepada wartawan kemarin.

Menurutnya, surat Bupati Padang Pariaman kepada Menteri PUPR terkait penamaan jalan tol Sumbar-Riau tersebut tertuang dalam IMG-20180222-WA0021_1.

Taslim juga mengungkapkan, alasan surat tersebut karena pihaknya dari Pemda Padang Pariaman tidak ingin kecolongan lagi seperti kasus penyebutan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang selalu disebut berada di Padang, padahal wilayahnya berada di Kabupaten Padang Pariaman.

Sebelumnya, Pemda Padang Pariaman juga telah menyurati seluruh masakapai penerbangan yang melayani rute provinsi Sumbar via BIM agar menyebut BIM berada di Padang Pariaman, bukan di Padang seperti yang disebut selama ini oleh pramugari saat pesawat take off dan landing.(ris)


Jumat, 23 Februari 2018

Irigasi Banda Santok di Kecamatan Pariaman Timur  Butuh Pengerukan

Irigasi Banda Santok di Kecamatan Pariaman Timur Butuh Pengerukan

Camat Pariaman Timur Hendri Ketika Dilantik Menjadi Camat Beberapa Lalu, Menerima Ucapan Selamat dari Walikota Pariaman Mukhlis Rahman
 PARIAMAN. (Reportase Sumbar)---Kondisi irigasi banda santok yang mengalir hingga jauh sampai ke pusat Kota Pariaman, dewasa ini kondisinya sangat membutuhkan perhatian khusus dari pihak terkait.

Pasalnya, seperti diakui Camat Pariaman Timur, Hendri, akibat pendangkalan yang dialami aliran Banda Santok maka saat hujan airnya sering melimpah ke jalan raya. Sementara saat musim kering airnya juga cenderung mengalami penyusutan.

“Karena itulah solusi yang sangat dibutuhkan saat ini yaitu perlunya pengerukan terhadap aliran irigasi Batang Santok tersebut. Lagi pula sejak beberapa tahun belakangan, pengerukan terhadap aliran irigasi tersebut juga tidak pernah dilakukan,” terangnya.

Diakuinya, pendangkalan yang dialami aliran irigasi Banda Santok, juga tidak terlepas dari banyaknya sampah atau lumpur yang mengendap di permukaan aliran irigasi tersebut. Selain itu, bagian tembok pengaman pada bagian kiri dan kanannya juga sudah mulai mengalami kerusakan di sana-sini.

“Makanya harapan kita ke depannya, bagian sisi kanan dan kiri aliran irigasi Banda Santok tersebut seyogyanya bisa dibenahi sedemikian rupa. Termasuk kalau bias hendaknya ditembok kembali secara permanen,” terangnya.

Mantan Kabag Humas Pemko Pariaman ini juga mengakui, jika keberadaan irigasi Banda Santok selama ini memang sangat fital artinya dalam menunjang perekonomian masyarakat di sekitarnya.

Pasalnya, keberadaan irigasi Banda Santok tersebut tidak hanya sangat fital artinya untuk mengairi lahan pertanian masyarakat, namun juga dimanfaatkan pula untuk pembudidayaan ikan air tawar, melalui program Ikan Larangan. (ris)
Prestasi Desa Sikapak Timur Layak Diapresiasi

Prestasi Desa Sikapak Timur Layak Diapresiasi

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Menerima Penghargaan Dari Kementrian Desa
PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Keberhasilan Desa Sikapak Timur Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman meraih penghargaan bidang pengelolaan sistem keuangan desa atau Siskeudes tingkat Provinsi Sumatera Barat agaknya layak diapresasi.

Pasalnya seperti diakui Kepala Desa Sikapak Timur, Syawirman, prestasi itu jelas sangat motivasi pihaknya untuk lebih serius dalam mengelola keuangan desa ke depannya. Baik itu, pengelolaan Dana Desa (DD) ataupun Dana Alokasi Desa (ADD), yang berasal dari dana APBD lainnya.

“Selama ini kita sifatnya memang selalu terbuka memberikan informasi kepada masyarakat terkait penggunaan dana desa. Baik itu disampaikan melalui baliho atau pengumuman lainnya. Bahkan diantaranya banyak yang kita pajang di sejumlah lokasi strategis. Termasuk di persimpangan jalan dan tempat-tempat umum lainnya,” sebut Syawirman.

Syawirman mengakui, dalam mengelola dan desa, pihaknya dari pemerintahan desa memang selalu bersikap terbuka dan transfaran. Dengan alas an itulah kepada masyarakat turut diberikan keleluasaan untuk bias mengetahui tentang pemanfaatan dana desa dimaksud. Termasuk diantaranya berapa dan untuk apa saja dana tersebut dipergunakan.

Selain itu kepada masyarakat juga diberikan ruang untuk bisa mempertanyakan langsung, untuk apa saja penggunaan dana tersebut. “Makanya dalam berbagai kesempatan kita sering memberikan sosialsasi dan memberikan penjelasan kepada warga yang ingin bertanya tentang penggunaan dana desa tersebut. Karena prinsip kita, setiap dana desa yang kita keluarkan hendaknya perlu diketahui oleh masyarakat,” imbuhnya.

Di pihak lain, Syawirman juga mengakui, keberhasilan Desa Sikapak Timur meraih penghargaan tingkat Provinsi Sumatera Barat dalam hal pengelolaan desa juga tentunya tidak terlepas dari pembinaan pihak terkait. Terutama pembinaan dari Pemko Pariaman.

Termasuk pembinaan dari pihak DPMD, pihak pemerintahan kecamatan, serta pembinaan pendamping desa tingkat desa hingga kecamatan. Demikian pula halnya kerjasama dan dukungan semua pihak. Baik itu kalangan LPM, BPD dan kerjasama serta dukungan pihak terkait lainnya.

“Karena tanpa adanya dukungan dari berbagai pihak, maka tentunya apapun yang akan kita programkan tidak akan bias berjalan seperti yang diharapkan,” imbuhnya.

Data yang  melalui Kepala Desa Sikapak Timur diketahui, jumlah alokasi dana desa yang dikelola Pemerintahan Desa Sikapak Timur berkisar Rp1,6 miliar. Dimana sekitar 48 persen diantaranya dimanfaatkan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur fisik desa. (ris)
Tetap Waspadai Kasus Penganiayaan Tokoh Agama

Tetap Waspadai Kasus Penganiayaan Tokoh Agama

Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Pariaman H.Muhammad Nur
Pariaman, (Reportase Sumbar)---Kasus penganiayaan terhadap tokoh agama, seperti yang marak terjadi di sejumlah daerah di Indonesia, agaknya tidak luput dari perhatian Kemenag Kota Pariaman.

Seperti diakui Kepala Kemenag Kota Pariaman, HM Nur, saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin. Hanya saja menurut mantan Kemenag Kota Bukittinggi ini, mengingat kondisi masyarakat di Pariaman yang terbilang masih homogen, maka sangat kecil kemungkinan kasus seperti itu akan terjadi di kota sala lauak ini.

“Meski demikian kita tentu tetap mengingatkan agar semua pihak di Kota Pariaman, tetap bias mewaspadai dan melakukan upaya-upaya prefentif agar kejadian serupa tidak terjadi di daerah kita di Pariaman ini,” sebutnya.

Terlebih lagi kepada para da’i atau ulama juga dihimbau agar tetap bisa memberikan kesejukan kepada masyarakat melalui dakwah yang disampaikan.

“Jadi kepada para da’i hendaknya bias memberikan ceramah sesuai dengan dalil-dalil yang jelas dan bisa dipertanggungjawabkan, karena bisa saja apa yang kita sampaikan melalui mulut kita bisa membuat orang atau golongan lain menjadi tersinggung,” terangnya.

Namun demikian lanjutnya, kasus penganiayaan tokoh agama yang banyak meresahkan masyarakat akhir-akhir ini hendaknya jangan pula sampai melemahkan semangat para ulama dalam menyampaikan kebenaran kepada umat.

“Karena bukankah Nabi telah mengingatkan kepada kita agar kita tetap menyampaikan satu ayat sekalipun, sekalipun itu pahit. Namun demikian penyampaian itu tentunya harus dilandasi oleh dalil dan referensi yang jelas. Yakinlah kalau itu telah kita lakukan maka Allah pasti akan menolong kita,” tegasnya mengingatkan. (ris)
Wakajati Warning Walinagari Soal Penggunaan Dana Desa / Nagari

Wakajati Warning Walinagari Soal Penggunaan Dana Desa / Nagari

Bupati Padang Pariaman didampingi Wakil Bupati menyerahkan plat lambang daerah kepada Wakajati Sumbar Irdam
PADANGPARIAMAN (Reportase Sumbar), Wakajati Sumatra Barat, Irdam meminta kepada setiap walinagari agar lebih berhati hati-hati dalam mempergunakan dana desa/nagari. Sehingga dengan begitu diharapkan mereka bisa terhindar dari persoalan hukum.

"Namun begitu walinagari juga hendaknya jangan sampai takut dalam mempergunakan dana tersebut. Apalagi petunjuk dalam pengunaan dana desa telah ada. Sepanjang aturan jelas tentu tidak akan berhubungan dengan hukum. Namun, kalau masih ragu silahkan bertanya kepada penegak hukum agar jelas duduk persoalnnya," demikian ditegaskan Wakajati Sumatra Barat, Irdam saat acara sosialisasi terkait penggunaan dana desa di Kantor Bupati di Paritmalintang kemarin.

Wakajati saat itu juga menyatakan bahwa saat ini pihak kejaksaan tidak lagi melakukan penangkapan kepada pihak-pihak yang berhubungan dengan keuangan atau jenis lainnya. Tetapi, kejaksaan mengawal pihak-pihak yang berhubungan dengan uang negara, seperti memberikan sosialisasi atau penerangan hukum. Sehingga pihak-pihak tersebut memahami tentang hukum, seperti tindak pidana korupsi.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan, saat ini Pemkab Padangpariaman telah melakukan MoU dengan Polri dan Kejaksaan Negeri Pariaman tentang pengelolaan dana desa/nagari. Pasalnya, dirinya tidak ingin satupun walinagari yag terjerat dalam kasus hukum saat mempergunakan dana desa/nagari untuk pelaksanaan berbagai jenis pembangunan dalam nagarinya masing-masing.

Apalagi katanya, dana nagari tersebut cukup besar, karena itu perlu pengawasan yang maksimal agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diingini. Setiap saat ia selalu menyatakan kepada masing-masing walinagari se Padangpariaman agar hati-hati. "Namun demikian kita dari Pemkab Padangpariaman telah mengeluarkan berbagai jenis aturan sesuai dengan peraturan pemerintah dalam pengunaan dana desa ini," ujarnya.

Semua itu lanjutnya, dilakukan agar masing-masing walinagari tidak terjerat dalam persoalan. Disamping itu Inspektorat Padangpariaman juga terus melakukan pembinaan kepada masing-masing walinagari, sehingga walinagari bersama jajarannya dalam pengunaan dan desa mengerti dan memahami. Mulai dari pembuatan SPJ dan surat-surat lainnya yang berhubungan dengan dana desa/ nagari pada nagarinya masing-masing.

Ditambah lagi katanya, Bapak Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan, program dana desa/nagari dan proyek infrastruktur pada kementerian/lembaga, harus berorientasi pada pembukaan lapangan pekerjaan. Apalagi Untuk program dana desa, Presiden Jokowi memerintahkan beberapa hal, seperti desain perencanaan dana desa untuk tahun 2018 mendatang untuk membuka lapangan pekerjaan.

Contohnya, pengerjaan proyek yang menggunakan dana desa tidak boleh seluruhnya diserahkan kepada pihak ketiga. Harus ada yang dilakukan sendiri alias swakelola yang melibatkan penduduk setempat. "Misalnya pembelian tenaga kerja, dari desa itu sendiri dan mendapat upah dari dana desa. Dengan demikian angka kemiskinan dalam nagari atau desa di Kabupaten Padangpariaman dapat ditekan. Disini perlu ke hati-hatian agar tidak terjadi penyimpangan dan tidk muncul persoalan baru setelah proyek selesai," ujarnya.

Meski begitu kata Ali Mukhni, dalam bidang pengawasan, kementerian keuangan juga telah membentuk satgas dana desa yang diketuai mantan komisioner KPK Bibit Samad Rianto. Satgas akan bekerja sama dengan Polri, Kejaksaan Agung serta KPK sendiri untuk melakukan pengawasan penggunaan dana desa. "Satgas beserta stakeholder-nya akan melakukan random audit secara aktif. Diharapkan pengawasannya lebih baik. Di lingkungan Pemkab Padangpariaman kita juga telah melakukan penagwasa melalui inspektorat," ujarnya.

Di pihak lain, Walinagari Koto Dalam, Kecamatan Padang Sago, Kabupaten Padang Pariaman H Zulhendrayani mengaku risih sehubungan banyaknya pengawasan tentang dana dana desa/nagari. Padahal, pengawasan dana desa tersebut bisa dibentuk dalam satu tim. Dalam tim tersebut masuk semua institusi penegak hukum. Apalagi dengan banyak pengawasan otomatis banyak pemahaman dari masing-masing penegak hukum tersebut.

"Kenapa dalam mengawasi teroris di Indonesia ini saja bisa dilakukan oleh satu tim yakni densus 88. Kita juga usulkan dalam mengawasi dana desa ini satu tim, sehingga masing-masing walinagari tidak tidak terjerat dalam kasus hukum dalam pengunaan dana desa," kata Walinagari H Zulhendrayani saat acara penerangan hukum program pembinaan masyarakat taat hukum Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat di Kantor Bupati Padangpariaman, kemarin. (ris)
Pemkab Padang Pariaman Bantu Korban Kebakaran

Pemkab Padang Pariaman Bantu Korban Kebakaran

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur didampingi BAZNAS Menyerahkan Bantuan Kepada  Korban Kebakaran di Nagari Tigo Koto Aur Malintang (Fhoto : Yurisman Malalak )
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Wakil Bupati Padang Pariaman H Suhatri Bur, kemarin, memberikan bantuan uang tunai kepada warga Nagari tigo Koto Aurmalintang, Rabu kemarin. Bantuan itu diberikan kepada dua keluarga yang rumahnya terkena musibah kebakaran, Sabtu kemarin.

"Bantuan ini bentuk kepedulian Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, terhadap kesedihan warga yang mendapat musibah kebakaran," kata Wakil Bupati Padnagpariaman Suhatri Bur yang didampingi Ketua Badan Amil Zakat Nasional Padang Pariaman, Syamsuadi Surma, saat menyerahkan bantuan, kemarin.


Katanya, musibah kebakaran yang dialami keluarga Saularni, 45, di  Korong Kampuang Padang, dan keluarga Suardi, 52, di Kampuang Surau, bentuk ujian dari allah SWT. Untuk itu, Suhatri menyarankan mereka agar semakin taat beribadah dan tabah menghadapi segala cobaan. "Jangan dilihat besarnya bantuan ini ya Bapak/Ibu. Bantuan ini sifatnya untuk meringankan beban, dan Bapak/Ibu juga merasakan adanya perhatian pemerintah," kata Suhatri Bur.

Ketua Baznas Padang Pariaman, Syamsuardi Surma mengatakan, bahwa program Padang Pariaman Peduli hadir memang untuk membantu warga yang mengalami musibah. Harapannya, masyarakat yang terkena musibah itu, menjadi lebih diringankan bebannya.

"Total bantuan yang kita serahkam untuk dua keluarga yang terkena musibah kebakaran di Nagari Tigo Koto Aurmalintang, yaitu Rp 7 juta," ujarnya.

Kata Syamsuardi, bantuan disalurkam berupa uang tunai, agar lebih bermanfaat luas bagi penerimanya. Misalnya untuk dibelikan sembako atau peralatan untuk perbaikan rumah.

Sedangkan Saularni dan Suardi mengatakan, bahwa keluarganya sangat berterimakasih telah mendapat perhatian dari PemkaB Padang Pariaman melalui program Padangpariaman Peduli.

"Meskipun rumah kami jauh di perbatasan, Bapak Wabup dan Ketua Baznas datang langsung untuk memberikan bantuan. Kami sangat bangga perhatian pemimpin kami ini," katanya. (RIS)
DPRD Kuansing Terkesima Kemajuan Padang Pariaman

DPRD Kuansing Terkesima Kemajuan Padang Pariaman

Bupati Padang Pariaman didampingi Wakil Ketua DPRD Mutia Aziz, Ketika Menerima Plakat Lambang Daerah Kuantan Kuansing Propinsi Riau ( Fhoto : Yurisman Malalak )
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar), ---Rombongan DPRD Kabupaten Kuansing agaknya begitu terkesima melihat perkembangan pembangunan di Kabupaten Padangpariaman. Pasalnya, saat rombongan DPRD Kabupaten Kuansing itu  melakukan pertemuan dengan Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni mereka melihat pembangunan Padangpariaman jauh lebih maju dibanding kampung halaman mereka.

Apalagi Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan dari awal menjadi Bupati Padangpariaman APBD nya hanya Rp 650 milyar, namun sekarang telah menjadi Rp 1,5 triliun. Artinya, ada peningkatan dalam APBD yang dikucurkan pemerintah pusat kepada Pemkab Padangpariaman setiap tahunnya.

Ditambah lagi saat mendengarkan eskpos Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, kunci naiknya APBD Padangpariaman setiap tahun, karena dalam APBD tersebut selalu ada untuk pembangunan rumah ibadah ( masjid ). Mulai dari masjid Agung Syehkburhanuddin sampai Masjid Raya Padangpariaman.

Kemudian lagi Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni juga ekspos perkembangan berbagai jenis pembangunan daerahnya, yang telah di porak poranda oleh musibah gempa bumi tahun 2009. Dimana saat itu semua sarana para sarana pemerintah sampai rumah penduduk pada hancur semuanya.

Selanjutnya, rombongan DPRD Kabupaten Kuansing tersebut diajak Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni melihat pembangunan di Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) di Korong Tarok, Kenagarian Kepala Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Kabupaten Padangpariaman.

"Saat itulah rombongan DPRD Kabupaten Kuansing mengatakan kepada saya, kalau Padangpariaman lebih maju dari Kabupaten Kuansing. Apalagi dengan perkembangan daerah sangat jauh berbeda dengan Kabupaten Kuansing," ujar Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni saat dialog dengan DPRD Kabupaten Kuansing di KPT Tarok, kemarin.

Selain mengunjungi kawasan  Tarok, rombongan DPRD Kabupaten Kuansing juga melakukan kunjungan ke Pantai Tiram, Kecamatan Ulakan Tapakis. Namun sebelumnya mereka juga berkesempatan meninjau pelaksanaan pembangunan di Masjid Agung Syehk Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padangpariaman.

"Rombongan juga kita ajak untuk melihat Politeknik Pelayaranan Sumatra Barat di Kenagarian Tapakis, Kecamatan Ulakan Tapakis. Disini rombongan DPRD Kabupaten Kuansing juga menyatakan, bangga dengan perkembangan pembangunan di Padangpariaman," ungkap Ali Mukhni.

Salah seorang anggota DPRD Kabupaten Kuansing mengaku pihaknya sangat mengapresiasi kemajuan di Kabupaten Padangpariaman. Dia menilai kemajuan ini tentu berkat kegigihan Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni dalam mengerahkan pembangunan dalam daerahnya. (ris)

Rabu, 21 Februari 2018

Panwas Tertibkan Alat Peraga Calon Walikota Pariaman

Panwas Tertibkan Alat Peraga Calon Walikota Pariaman

Suasana Penertiban Alat Kampanye Calon Walikota Pariaman
PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Panitia Pengawas Pemilu Kota Pariaman bersama tim gabungan dari KPU Kota Pariaman, Polres Pariaman, Satpol PP dan Dinas Perhubungan Kota Pariaman resmi melakukan penetiban alat peraga para calon.

"Seluruh Alat Peraga Kampanye (APK) yang masih terpasang mulai dibersihkan hari ini. Semua tim gabungan yang terdiri dari tujuh tim tersebut akan menyisir APK yang tersebar di empat kecamatan," kata Ketua Panwaslu Kota Pariaman, Elmahmudi di Pariaman, Senin (19/2).

Dikatakan, sebelum menyebar ke kecamatan masing-masing, tim terlebih dahulu menggelar apel bersama di GOR Rawang Pariaman, sekaligus menjelaskan titik APK yang terpasang. Semua perwakilan tim pasangan calon juga dilibatkan dalam pembersihan  APK.

Menurut data yang berhasil dihimpun, hingga 15 Februari 2018 yang dilakukan Panwascam di Kota Pariaman tercatat ditemukan sekitar  87 baliho, 548 spanduk, 17 umbul-umbul dan 127 stiker yang masih terpasang.

"Pendataan kita terakhir tanggal 15 Februari 2018 ini. Setelah itu paslon dan tim melakukan pembersihan secara mandiri. Selain APK dari pasangan calon walikota dan wakil walikota Pariaman, Panwaslu Kota Pariaman juga mencatat beberapa spanduk dari bakal calon lain yang tidak mendaftar juga masih terpasang, itu juga akan kita bersihkan," jelasnya.

Terpisah, Kordiv Pencegahan dan HAL Bawaslu Provinsi Sumatera Barat, Vifner, mengatakan  penertiban alat peraga ini adalah upaya Panwaslu untuk melakukan penertiban dan penegakan terhadap aturan yang berlaku. Ia mengatakan, upaya ini juga salah satu memperlihatkan pada masyarakat bahwa panwaslu tidak pandang bulu pada salah satu pasangan calon.

"Seperti diketahuim Panwaslu itu kan sifatnya netral, tidak pernah memihak pada salah satu calon. Panwalu sebagai wasit dalam artian mengasi selama tahapan pilkada berlangsung," ujarnya.(ris)
Wabup Suhatri Bur Gelorakan Semangat Goro

Wabup Suhatri Bur Gelorakan Semangat Goro


Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---Bupati Padangpariaman Suhatri Bur bersama masyarakat melaksanakan kegiatan gontong royong di Korong Sikabu Bukik, Nagari Sikabu, Kecamatan Lubuk Alung, Padangpariaman.

Seperti diketahui, gotong royong bulanan Pemkab Padangpariaman rutin dilaksanakan. Namun lokasinya setiap bulan selalu berpindah-pindah di seluruh Kabupaten  Padangpariaman."Goro ini adalah bentuk kebersamaan Pemkab Padangpariaman dalam membangun daerahnya," kata Wakil Bupati Padangpariiaman Suhatri Bur saat goro kkemarin.

Saat goro Wabup Suhatri Bur  terlihat turut didampingi anggota DPRD Dapil IV Happy Neldy serta jajaran OPD, Camat, Wali Nagari. Goro itu berlangsung dengan penuh kesederhanaan para pemimpin Pemkab Padangpariaman langsung membaur bersama masyarakat setempat.

 "Kebersamaan adalah kunci dari kemajuan dalam meraih ke suksesan. Seberapa besar dan banyak pekerjaan yang kita hadapi dan dengan bersama akan menjadi ringan kita kerjakan,"tandas Suhatri Bur mengakhiri.(ris)

Senin, 19 Februari 2018

Optimalkan 12,73 KM Garis Pantai Pariaman Siap Jadi Kawasan Tujuan Wisata Utama di Sumbar

Optimalkan 12,73 KM Garis Pantai Pariaman Siap Jadi Kawasan Tujuan Wisata Utama di Sumbar

Pariaman (Reportase Sumbar), ---Jajaran Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan Walikota Mukhlis Rahman dan Wakil Walikota Genius Umar agaknya sangat serius menggarap dan mengembangkan berbagai potensi wisata yang terdapat di kota berjuluk kota Tabuik ini.

Sikap keseriusan itu setidaknya terlihat dari disiapkannya Rencana Induk Pariwisata (RIPDA) Kota Pariaman. Bahkan dalam waktu dekat Ripda dimaksud diharapkan bisa segera memasuki tahap prolegda untuk selanjutnya bisa ditetapkan sebagai Ranperda dan Perda .

Seperti diketahui bentangan pantai Pariaman dengan panjang mencapai 12,73 KM agaknya memang sangat potensial dikembangkan sebagai detinasi wisata lengkap dengan varian dan daya tariknya masing-masing.

Sebut misalnya mulai dari kawasan yang masih terbilang perawan, seperti halnya Teluk Belibis di kawasan Padang Biriak-Biriak, hingga pantai Muaro Sunur yang dulunya dikenal sebagai salah satu kawasan yang sangat penting pada masa lalu.

Demikian pula halnya kawasan Pantai Mangguang yang rencananya akan dikembangkan sebagai kawasan eko Tourisme, juga ke depannya juga diharapkan  bisa mengundang daya tarik lebih bagi pengunjung agar mau  singgah atau berwisata ke kota Tabuik Pariaman.

Karena itulah seperti diakui Kadis Pariwisata Kota Pariaman, Elvis Candra,  ke depan konsep pengembangan wisata di Kota Pariaman diharapkan tetap bisa  saling terintegrasi antara satu dengan yang lainnya, sehingga diharapkan keberadaannya bisa saling mendukung dalam rangka mewjudkan Kota Pariaman sebagai tujuan wisata utama di Sumbar.

Hal itu agaknya sangat beralasan, terutama mengingat begitu beragamnya daya tarik wisata yang dimiliki oleh Kota Pariaman, tepatnya di sepanjang garis pantai yang membentang sepanjang 12,73 KM lebih.

Demikian pula halnya potensi pulau-pulau kecil yang menyajikan pemandangan yang begitu eksotik sehingga diyakini bakal mampu memanjakan setiap orang yang mengunjunginya.

Hamparan pasir putih nan landai disertai pemandangan ombak yang berasal dari Samudera lepas juga semakin memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung yang pernah datang ke Kota Pariaman.

Di sisi lain, Kota Pariaman selama ini juga dikenal memiliki beragam destinasi wisata yang selalu ramai dikunjungi setiap minggnya, atau pun pada hari besar dan hari libur lainnya.

Sebut misalnya kawasan pantai Kata dan pantai Cermin, dua destinasi wisata yang ada di Kota  Pariaman, di samping pantai Gandoriah dan kawasan lainnya.

Seperti diketahui, seperti terlihat di kawasan pantai Kata misalnya,  sebagai destinasi wisata pantai ini banyak menyajikan panorama alam yang begitu memikat. Mulai dari pasir pantainya yang begitu landai lengkap dengan ombaknya yang sedang. Tidak kalah pentingnya, landscape maupun lingkungan pantainya juga terbilang masih sangat baik, di samping dilengkapi pula rimbunnya pohon-pohon pelindung.

 Begitu pula halnya dengan kawasan pantai Cermin yang terkenal dengan pemandangan sunset nya yang begitu memukau. Selama ini, kawasan ini juga sudah merupakan salah satu lokasi  pavorit bagi pengunjung saat berkunjung ke Kota Pariaman.

Demikian pula  kawasan pantai Gandoriah yang keberadaannya  sudah sangat menyejarah selama ini, sehingga tak heran jika setiap minggunya kawasan ini nyaris selalu  ramai dikunjungi wisatawan. Hal itu agaknya sangat beralasan, karena fasilitas pendukung di kawasan ini juga terbilang sangat komplet, didukung pesona pemandangan laut lepas yang diitari oleh sejumlah pulau-pulau kecil, yang bisa disaksikan secara kasat mata melalui pantai Gandoriah.

Kini, seperti diakui Kadis Pariwisata Kota Pariaman, Elvis Candra, ke depannya pihaknya dari Dinas Pariwisata siap mengembangkan sejumlah destinasi wisata alternatif di Kota Pariaman. Salah satunya, konsep eko tourisme.

“Prinsipnya, melalui konsep eko tourisme tersebut kita tentunya tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, namun juga pelestarian lingkungan alam yang ada di kawasan tersebut juga menjadi turut perhatian khusus bagi kita. Karena kita berharap keberadaan destinasi wisata Kota Pariaman hendaknya juga mampu memberikan suasana yang nyaman dan asri bagi pengunjung, karena bagaimanapun hal itu juga adalah salah satu bagian penting dari pesona wisata itu sendiri,”  sebutnya. (yurisman)








 
Wabup Suhatri Bur : Tekan Kemiskinan, OPD Mesti Bersinergi

Wabup Suhatri Bur : Tekan Kemiskinan, OPD Mesti Bersinergi

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur

Padang Pariaman (Reportase Sumbar), ---Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur mengingatkan seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Padang Pariaman untuk bisa bersinergi dalam menerapkan program guna menekan angka kemiskinan di daerahnya.

"Seluruh OPD memiliki tugas berbeda-beda tapi tujuannya tetap sama yaitu mensejahterakan kehidupan warga Padangpariaman," kata Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur kemarin.

Katanya, apabila dalam mencapai tujuan tersebut dilakukan secara bersamaaan maka angka kemiskinan di daerah itu dapat ditekan dari tahun ke tahun. "Seperti pada bidang pendidikan sebagai faktor utama untuk mencapai kesejahteraan," katanya.

Dikatakan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan Dinas Kesehatan dapat bersinergi dalam menciptakan generasi cerdas guna menciptakan Padang Pariaman yang sejahtera.  Hal itu dapat diwujudkan ketika Dinas Kesehatan juga berupaya menjaga kesehatan dan kebugaran pelajar di daerah itu.

Selain itu, ketika pemerintah tengah membangun suatu daerah seperti pembangunan kawasan terpadu Tarok di 2x11 Kayu Tanam yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat setempat maka seluruh OPD mendukungnya melalui program yang ada di masing-masing instansi.

Ia menyebutkan angka kemiskinan di daerah itu pada 2015 yaitu 8,86 persen sedangkan pada 2016 menjadi 8,91 persen atau naik 0,05 persen. dengan pendapatan Rp1,4 juta per bulan untuk empat anggota keluarga.
Hal tersebut bertolak belakang dengan pembangunan baik fisik maupun non-fisik yang sedang dilakukan di daerah itu.  "Ini yang membingungkan dan kita harus mencari solusinya," ujarnya.

Karena itu setiap OPD harus membuat program yang dalam penerapannya dikerjakan bersama-sama agar angka kemiskinan pada 2018 dapat ditekan. Namun untuk menekan angka tersebut pihak kecamatan dan nagari juga harus ikut bersinergi agar angka kemiskinan di daerah itu turun. (ris)
 
Pasangan Gema Buka Alat Peraga

Pasangan Gema Buka Alat Peraga

Genius Umar Terjun Langsung Membersihkan Alat Peraga Kampanye
Pariaman (Reportase Sumbar), ---Pasangan calon Genius Umar - Mardison Mahyuddin (GeMa) dengan penuh kesadaran langsung membuka alat peraga kampanye yang sempat ditempel pada angkutan kota yang tersebar di Kota Pariaman sebanyak 40 angkot.

"Pencopotan alat peraga kampanye tersebut atas peraturan KPU dan Panwaslu, bahwasanya sudah menyurati agar membersihkan semua alat peraga kampanye sebelum tanggal 19 Februari 2018," kata Genius Umar di Pariaman saat pencopotan stiker mobil angkot, Kamis kemarin.

Ia mengatakan, menjelang tanggal 13 Februari akan dibersihkan semua alat peraga, baik stiker di angkot maupun baliho yang berada disekitar kota pariaman.  "Sikap ini kami lakukan juga bisa menjadi contoh bahwa pasangan GeMa patuh teradap aturan KPU maupun Panwaslu," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim Kampanye, Mulyadi, mengatakan sebelum tanggal 13 Februari semua alat peraga kampanye akan disapu bersih, sehingga tidak ada lagi alat peraga yang mempromosikan pasangan. Namun, program dan visi-misj saja yang akan dijual pada masyarakat.

"Kami fokus menjual program GeMa yang sesuai keadaan daerah dan masuk akal dengan pikiran, tidak hanya asal program setelah itu tidak dilaksanakan"

Ia menyampaikan, memang sangag banyak aturan di KPU, bahkan tidak paham, seperti salah satunya launching yang terlalu ketat sehingga tempat dan masa dibatasi.

"Meskipun demikian, kita akan tetap turuti dan patuh terhadap aturan. Pasalnya, jika aturan dilanggar sangat berdampak pada pasangan calon," tutupnya.(ris)
 
Simpan Shabu di Kemaluan Pasutri Diamankan Petugas

Simpan Shabu di Kemaluan Pasutri Diamankan Petugas

Inilah sepasang suami istri di Pariaman yang diamankan petugas, karena menyimpan Shabu di kemaluan
Pariaman (Reportase Sumbar)---Jajaran Polres Pariaman berhasil mengamankan seorang oknum  honorer Pemadam Kebakaran Kota Pariaman berinisial F (40). F ditangkap petugas  bersama istrinya inisial ES (36) karena diduga menyimpan dan memakai shabu di rumahnya Kampuang Perak, Pariaman Tengah, Kota Pariaman.

Menurut Kasat Narkoba Polres Pariaman, Iptu Suhardi, tersangka diamankan petugas berdasarkan informasi dari masyarakat. Berdasarkan informasi tersebut Kamis sekitar pukul 1.30 WIB petugas langsung melakukan penggerebekan.

“Saat penggeledahan saat itu ditemukan Baranh Bukti ( BB ) seperti 1 paket sedang, 2 paket kecil, 6 kantong sisa sabu, 1 unit timbangan digital, alat isap sabu dan uang Rp 1,25 ribu. Bahkan saat penangkapan, tersangka sempat melakukan perlawanan, dan tersangka isteri tersangka dengan inisial ES, juga sempat mengeluarkan kata-kata kotor pada petugas," ujarnya.

Sebelum penangkapan, tersangka diketahui sedang berada dalam rumah. Sementara istrinya berada dalam kamar.  Tersangka inisial ES (36) saat penggeladahan sempat menyembunyikan barang bukti dengan cara memasukan plastik sisa shabu ke dalam duburnya. Namun, setelah pemeriksaan barulah diketahui bahwa adanya barang bukti dilobang dubur istri pegawai honorer Damkar tersebut.

Seterusnya, kata dia, dari pengakuan tersangka bahwa barang haram tersebut didapatkan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas II B Pariaman dengan cara menitipkan barang disuatu tempat dan ia mengambilnya ditempat tersebut.

Akibat kelakuannya, tersangka dikenakan pasal 112, 114 dan 132 ( persekongkolan jahat ) tentang uu 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun penjara.(ris)
Bra Berbakteri Ditemukan Beredar di Padang Pariaman

Bra Berbakteri Ditemukan Beredar di Padang Pariaman

PADANGPARIAMAN (Reportase Sumbar)--Kaum hawa di Padang Pariaman agaknya perlu lebih berhati-hati lagi, bila tidak ingin mengalami nasip apes seperti yang menimpa Dara (20). 

Seperti pengakuan warga Korong Pasa Balai, Nagari Gunuan Padang Alai, Kecamatan V KotoTimur, Padang Pariaman ini, dia sangat dikejutkan dengan penemuan bungkusan plastik kecil dalam Bra yang baru saja dibelinya sekitar satu bulan yang lalu.

Karena merasa penasaran, Dara pun langsung menyerahkannya ke petugas Puskesmas terdekat untuk diperiksa. "Bungkusan plastik kecil yang ada dalam bra tersebut diduga adalah bakteri atau semacam kuman yang berasal dari bra impor yang di beli di sekitar pasar Padang Alai oleh satu warga," kata Kepala Puskesmas Padang Alai, Siskawati di Puskesmas, Senin (19/2/2018).

Diakuinya, diketahuinya keberadaan bra tersebut berawal saat Dara memberitahu pada petugas puskesmas, tepatnya sekitar pukul 09.00 WIB pagi tadi. “Kemudian setelah itu bra itu  langsung diamankan di puskesmas,” terangnya.

Pihaknya sebut Siskawati juga berencana akan membawa barang bukti tersebut ke laboratorium dan melaporkan ke dinas terkait. Setelah itu baru bisa dipastikan jenis apa yang berada dalam bungkusan plastik tersebut.  Begitu pula halnya korban juga masih dalam pengawasan pihak puskesmas.  (ris)

Minggu, 18 Februari 2018

AJI Kecam Kriminalisasi Jurnalis

AJI Kecam Kriminalisasi Jurnalis

fhoto www.harianriau.co
Jakarta (Reportase Sumbar)---Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Batam menegaskan mengecam pelaporan terhadap wartawan Batamnews oleh Direktur Pengamanan BP Batam Brigjen Suherman ke Polresta Barelang. Pihak Batamnews merasa dikriminalisasi atas pelaporan itu.

Seperti dikutip dari cnnindonesia.com, koordinator Advokasi AJI Batam, Slamet Widodo menilai laporan atas nama pribadi itu dianggap menyalahi prosedur yang telah diatur dalam Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

Wartawan Batamnews.co.id dilaporkan ke polisi dengan pasal pencemaran nama baik dan fitnah terkait pemberitaan berjudul "Pejabat Ditpam Diduga Bekerja Sama dengan Pemenang Lelang". Laporan dilayangkan pada 14 Februari 2018.

Widodo mengatakan pihak pelapor tidak menggunakan prosedur terkait sengketa pemberitaan. Direktur Pengamanan BP Batam pun diminta mencabut laporan polisi itu dan belajar memahami UU Pers.
Widodo menjelaskan seharusnya pelapor menggunakan hak jawab untuk mengklarifikasi atau melaporkan masalah itu ke Dewan Pers, bukannya melaporkan wartawan ke polisi terlebih dahulu

"Hal yang ingin kami tekankan adalah bagaimana agar pihak yang merasa dirugikan atas pemberitaan bisa melakukan langkah sesuai dengan UU Nomor 40/1999, sekaligus mengacu pada Nota Kesepahaman antara Dewan Pers dengan Polri yang telah diperbarui 2017 lalu," kata Widodo melalui keterangan tertulis, Sabtu (17/2).

Pemimpin Redasi Batamnews.co.id Muhammad Zuhri menjelaskan berita yang dipersoalkan terkait dugaan pengaturan pemenang lelang jasa pengamanan di LPSE BP Batam. Lagi pula menurut Zuhri, Suherman melaporkan wartawan Batamnews pada hari yang sama ketika dua pegawainya ditangkap petugas Polresta Barelang karena diduga melakukan pungli.

"Kami enggak tahu apakah dia emosi atau bagaimana, anak buahnya ditangkap, kemudian dia datang ke Polresta sekaligus melaporkan kami dalam kasus pencemaran nama baik dan fitnah, tanpa melakukan hak jawab," kata Zuhri saat dikonfirmasi. Zuhri menyatakan berita yang diterbitkan sudah memenuhi kaidah-kaidah jurnalistik sebagaimana mestinya, dengan mewawancarai sejumlah pihak yang terlibat kasus..(*)


Anak Ratu Dangdut  Terjerat Kasus Narkoba

Anak Ratu Dangdut Terjerat Kasus Narkoba



fhoto : tribunnews.com

Jakarta (Reportase Sumbar)---Lagi-lagi anak artis dangdut terjerat kasus narkotika. Seperti dirilis tribunews.com, kali ini anak ratu dangdut Elvi Sukaesih yang dikabarkan ditangkap atas kasus narkoba jenis sabu.

Dirilis dari tribunnews.com, jajaran Dit Narkoba Polda Metro Jaya menangkap Komedian, Dhawiyah Zaida karena diduga memiliki narkoba di rumahnya, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (16/2/2018).

Dalam penangkapan tersebut Direktur Narkoba Polda Metro Jaya, AKBP, Jean Calvin memimpin langsung penangkapan tersebut. Dari penangkapan tersebut, polisi menyita sabu seberat 0,45 gramdan 0,49 gram, serta alat hisap sabu bekas pakai.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Argo Yuwono menyatakan via Whats App, tersangka serta barang bukti diamankan Polda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jumat (16/2/2018).
"Memang betul Direktorat Polda Metro Jaya yang dipimpin AKBP Jean Calvin telah menangkap perempuan bernama Dhawiya pada Jumat 16 Feb 2016 di rumahnya, Cawang, Jakarta Timur," kata Argo Yuwono. (*)
Jelang Liga Champions Barca VS Chelsea Barcelona Dapat Pengalaman Berharga

Jelang Liga Champions Barca VS Chelsea Barcelona Dapat Pengalaman Berharga

Foto https://fansided.com

Eibar (Reportase Sumbar)- Barcelona sempat kewalahan saat bertanding di markas Eibar Sabtu (17/2). Tak ayal seperti dirilis detik.com, laga ini tentunya bakal jadi ajang pemanasan penting bagi Barca jelang menghadapi Chelsea di Liga Champions tengah pekan nanti.

Seperti dikutip dari Detik.com, Barcelona mesti bersusah payah saat bertandang ke Eibar, Sabtu (17/2/2018) malam WIB meski menang 2-0. Pressing agresif tuan rumah menyulitkan Blaugrana.

Bagi Ernesto Valverde, pertandingan ini jadi persiapan yang bagus jelang bertandang ke Chelsea di leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu (21/2) mendatang. Valverde memperkirakan akan ada situasi serupa, di mana Barcelona mesti bekerja keras lagi menghadapi tim solid.

"Laga Selasa nanti itu lain cerita. Kami akan mencoba menghasilkan performa yang bagus. Hari ini adalah tes bagus sebelum pertandingan tersebut," ungkap Valverde dikutip Soccerway.

"Kami harus amat bersusah payah. Eibar dalam performa bagus dan laga ini sungguhlah sulit. Semoga itu akan menguntungkan untuk kami menuju laga tengah pekan, meskipun itu kompetisi yang berbeda."
"Eibar banyak menekan kami. Mereka sangat bagus," tandasnya, seperti dirilis detik.com (*)
Pemko Pariaman Komit Wujudkan Wisata Terpadu

Pemko Pariaman Komit Wujudkan Wisata Terpadu

Pariaman (Reportase Sumbar)---Sebagai salah satu kawasan destinasi wisata utama di Provinsi Sumatera Barat, Kota Pariaman memang dikenal memiliki banyak potensi keindahan alam yang layak dijual kepada para pengunjung yang datang ke Kota Pariaman. Sebut saja misalnya panjang garis pantai yang ada di Pariaman yang diperkirakan mencapai 12 KM lebih itu, seluruhnya nyaris terhampar pesona  demi pesona keindahan alam, lengkap dengan bentangan pasir pantainya yang mampu memanjakan setiap  orang yang memandangnya.

Agaknya dengan alasan itupula, sangat beralasan kiranya jika pihak Pemko Pariaman di bawah kepemimpinan Walikota Pariaman, H Mukhlis Rahman dan Wakil Wali Kota Pariaman, H Genius Umar  berkomitmen kuat untuk membenahi sejumlah kawasan objek wisata pantai yang ada di daerah pesisir Barat pula Sumatera ini.

Teranyar seperti diakui Kepala Dinas Pariwisata Kota Pariaman, Elvis Candra, Pemko Pariaman melalui Dinas Pariwisata Kota Pariaman tidak hanya fokus pada pembenahan fisik saja, namun  lebih dari itu,  pembenahan dan pelestarian lingkungan yang ada di sekitar kawasan objek wisata pantai yang ada di Kota Pariaman juga bakal menjadi perhatian khusus.

"Makanya salah satu program kita ke depan yaitu bagaimana mengembangkan konsep ekowisata di sekitar wilayah pesisir pantai Pariaman, tepatnya di sekitar kawasan pantai Mangguang yang dikenal sangat kaya dengan potensi mangrove nya," demikian ditegaskan Kepala Dinas Pariwisata Pemko Pariaman, Elvis Candra, dihubungi di ruang kerjanya baru-baru ini.

Lebih jauh  Elvis Candra berharap, agar kedepannya program ekowisata yang dikembangkan  di  kawasan pantai Mangguang Pariaman  bisa menjadi alternatif baru bagi para pengunjung untuk dapat menikmati pesona keindahan alam yang sarat dengan nuansa lingkungannya itu.
Meski demikian lanjut Elvis Candra,  program ekowisata dimaksud sifatnya diharapkan tetap bersifat terpadu dengan pengembangan kawasan objek wisata pantai lainnya yang telah ada ada di Kota Pariaman.

Termasuk diantaranya, program pengembangan ekowisata yang ada di sekitar kawasan pantai Mangguang juga tetap akan disejalankan dengan program pengembangan wisata lainnya yang ada di Kota Pariaman. Termasuk diantaranya akan tetap disejalankan dengan pengembangan kawasan pantai Gandoriah, pantai Cermin, pantai Kata dan lain sebagainya.

“Dengan begitu program pengembangan ekowisata dimaksud untuk ke depannya tetap diharapkan bisa lebih menunjang pengembangan sejumlah objek wisata lainnya yang ada di Kota Pariaman selama ini. Hanya saja dengan hadirnya program pengembangan ekowisata tersebut, bisa menjadi alternative lain bagi pengunjung yang ingin berwisata ke Kota Pariaman,” sebutnya.

Diakuinya, potensi garis pantai Pariaman yang panjangnya lebih dari 12 KM meter tersebut tentunya jelas merupakan potensi besar yang bisa dimanfaatkan untuk mengundang lebih banyak lagi kehadiran wisatawan ke Kota Pariaman.

Karena seperti disadari, dari 12 KM lebih panjang garis pantai yang ada di Kota Pariaman, baru sekitar 40 persen diantaranya yang telah ditetapkan sebagai destinasi bagi kunjungan wisatawan. Sementara sekitar 60 persen potensi pantai lainnya, bisa dikatakan masih belum tergarap secara optimal.

“Jadi inilah salah satunya yang akan menjadi prioritas utama bagi kita untuk ke depannya. Yaitu bagaimana bisa mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi  pantai yang ada di Kota Pariaman sebagai kawasan wisata terpadu. Tentunya dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungannya, sebagaimana yang terdapat di kawasan program ekowisata di kawasan pantai Mangguang, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman,” imbuhnya.

Sebagaimana diketahui lanjut Elvis Candra, bahwa Kota Pariaman selama ini lebih banyak bertumpu pada pengembangan sektor wisata yang ada, karena seperti diketahui, bahwa Kota Pariaman sendiri tidak memiliki sumber daya alam melimpah yang bisa diandalkan, seperti yang terdapat di sejumlah daerah lainnya.
Baik itu dalam hal sektor pertambangan, sektor energi dan lain sebagainya.

“Makanya dengan alasan itulah Pemko Pariaman sangat serius untuk terus mengembangkan potensi unggulan yang dimilikinya selama ini. Yaitu sektor pariwisata. Dengan begitu diharapkan orang yang dating berkunjung ke Kota Pariaman bisa memiliki banyak pilihan, dan dampaknya diharapkan para pengunjung juga diharapkan akan semakin ramai datang ke Kota Pariaman ini,” sebutnya.

Karena itulah lanjutnya beberapa potensi pantai yang masih tersisa yang masih belum tergarap sebagaimana mestinya ke depan akan terus dikembangkan. Karena bagaimanapun potensi tersebut layak disebut bak harta karun yang masih terpendam, sehingga perlu terus dioptimalkan pada masa-masa mendatang. (ris)