Rabu, 30 Mei 2018

Pemkab Padang Pariaman Kucurkan 20 Milyar Untuk Pacu Percepatan Infrastruktur Tarok City

Pemkab Padang Pariaman Kucurkan 20 Milyar Untuk Pacu Percepatan Infrastruktur Tarok City

Bupati Ali Mukhni, Ketika Berada di Kawasan Tarok City Kecamatan 2 x 11 Kayutanam
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Sepanjang tahun 2018 lalu,  Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sedikitnya telah mengucurkan dana sebesar Rp20 miliar untuk keperluan pembangunan jalan ke Kawasan Terpadu Tarok yang terletak di Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam.

"Lebar jalan yang hendak dibangun menuju kawasan tersebut lebarnya sekitar 75 meter dengan panjang sekitar tiga kilometer," kata Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni, kemarin.

Ia juga mengatakan, besarnya dana yang dikucurkan untuk pembangunan jalan tersebut merupakan bentuk dari komitmen pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut.

Apalagi, lanjutnya kawasan tersebut selama ini juga telah sering dikunjungi sejumlah pejabat setingkat menteri dan perkembangan pembangunannya juga sudah dilaporkan kepada presiden ketika berkunjung ke Sumbar beberapa waktu lalu.

Disebutkan, dengan mempercepat pembangunan jalan tersebut maka sejumlah perguruan tinggi yang akan mendirikan fasilitas pendidikannya di kawasan itu juga akan dapat segera memulai pembangunannya

Selain itu, kata dia hal itu juga akan menambah daya tarik investor untuk berinvestasi di sekitar kawasan tersebut.  "Dengan berkembangnya kawasan tersebut maka nilai jual tanah di sana akan meningkat," ujarnya.

Ia menyebutkan harga tanah di daerah itu sebelum dilakukan pembangunan hanya Rp35 ribu per meter, namun saat ini telah mencapai Rp250 ribu per meter.  "Sekarang saja harga tanah sudah naik, apalagi kalau sudah diaspal," ujar dia.

Sementara itu, Rektor Institut Seni Indonesia Padangpanjang, Novesar Jamarun saat mengunjungi kawasan tersebut pada Kamis lalu berharap kepada masyarakat untuk tidak menjual seluruh lahan di daerah itu.
"Tinggalkan juga untuk mahasiswa agar bisa berwirausaha," katanya.

Sementara itu, salah seorang tokoh masyarakat di daerah itu, Asrizal meminta mempercepat pembangunan di kawasan tersebut agar pihaknya dapat melihat segera hasil dari rencana yang disusun pemerintah setempat.

"Saya khawatir kalau terlalu lama nanti kami tidak bisa melihat dan merasakan hasilnya," tambahnya mengakhiri.(ris)





Bupati Ali Mukhni : Irigasi Banda Baru Tandikek Mampu Dongkrak Hasil Panen Petani

Bupati Ali Mukhni : Irigasi Banda Baru Tandikek Mampu Dongkrak Hasil Panen Petani

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)----Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni kemarin berkesempatan meninjau pengerjaan irigasi Bandar Baru Tandikek, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman. 

"Insyallah aliran irigasi ini nantinya akan bias mengaliri sawah masyarakat kurang lebih 4 hektar. Selama ini pasokan air kurang ke sawah masyarakat. Sehingga masyarakat mengalihkan bercocok tanam petani ke ladang pepaya. Semoga pengerjaan irigasi ini dapat berjalan dengan baik dan tentunya harus didukung penuh oleh masyarakat. Sehingga masyarakat nantinya bisa menikmati saluran irigasi ini dengan baik," kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni saat melakukan peninjauannya kemarin.

Ali Mukhni juga mengatakan, dengan adanya pembangunan irigasi tersebut tentunya akan dapat semakin membantu petani di daerah itu. Sebelumnya irigasi kurang baik dan  petani  menggunakan air tadah hujan untuk sawah.

Katanya lagi, pengairan sawah menggunakan tadah hujan jelas membuat petani hanya dapat memanen sawahnya sekali setahun serta lebih banyak beralih ke sector perladangan. "Kita berharap dengan ada irigasi ini petani di daerah ini nantinya sudah bias panen dua kali setahun. Bahkan kita sangat mendorong agar petani di sini nantinya mampu panen lima kali dua tahun," ujarnya.

“Surplus beras kita sekarang lebih dari 5 persen. Sehingga, kita mendapat penghargaan ketahanan pangan,” ujarnya.

Ali Mukhni memastikan, bahwa pihaknya akan terus membantu pembangunan dan menjaga irigasi tersebut. Sebab dia meyakini, pembangunan dan aset irigasi itu sangat bermanfaat mendorong ekonomi masyarakat. "Selesai irigasi kita meminta masyarakat sama-sama menjaganya. Sehingga saluran irigasi ini tahan lama," tandasnya mengakhiri.(ris)


Puskesmas Sintuak Pertama Sosialisasikan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Puskesmas Sintuak Pertama Sosialisasikan Perda Kawasan Tanpa Rokok

Padang Pariaman ,(Reportase Sumbar)---Peraturan Daerah (Perda) No. 4 tahun 2017 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR) mulai disosialisasikan ke tengah masyarakat oleh Puskesmas Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Workshop dan sosialisasi Perda tersebut merupakan yang pertama kali diadakan  Puskesmas di Padang Pariaman.

Camat Sintuak Toboh Gadang Padang Pariaman Elda Husniwar mengungkapkan hal itu pada pembukaan Workshop dan Sosialisasi Perda No. 4 tahun 2017, Rabu (30/5/2018) di aula Puskesmas setempat. Tampil sebagai narasumber Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Dr. Jasneli Mars dan Kabag Hukum Pemkab Padang Pariaman Rifki Monrizal, SH, M.Si. Turut memberikan sambutan Anggota DPRD Padang Pariaman Ir. Munafestoni dan dihadiri Danramil, Kapolsek, walinagari, KUA, kepala sekolah SD dan SMP, tokoh masyarakat, tokoh agama dan stakeholder lainnya.

Menurut Elda, sosialisasi KTR ini memang perlu dilakukan oleh semua pihak. Sehingga masyarakat mengetahui mana saja kawasan yang tidak dibenarkan sebagai tempat merokok. “Karena sudah diperdakan, tentu sudah ada sanksi bagi yang melanggar. Kita tidak ingin masyarakat melanggar Perda tersebut,” kata Elda menambahkan.

Dikatakan Elda, Perda ini tidak menyuruh orang berhenti merokok bagi yang sudah kecanduan. Hanya saja mengatur agar tidak merokok di tempat tertentu yang sud ah ditetapkan sebagai kawasan tanpa rokok.

Kabag Hukum Pemkab Padang Pariaman Rifki Monrizal menyebutkan, tujuan dari penetapan kawasan tanpa rokok adalah untuk memberikan perlindungan dari bahaya asap rokok bagi perokok aktif dan perokok pasif, memberikan ruang dan lingkungan yang bersih dan sehat bagi masyarakat, melindungi kesehatan masyarakat secara umum dari dampak buruk merokok, baik langsung maupun tidak langsung.
“Juga menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, bebas dari asap rokok. Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mencegah perokok pemula,” kata Rifki.

Kepala Puskesmas Sintuak Drg. Fidiah menyebutkan, workshop dan sosialisasi Perda No. 4 tahun 2017 ini perlu dilakukan sehingga seluruh lintas sektoral di wilayah kerja Puskesmas Sintuak memahaminya.

Sehingga semua pihak bisa menyukseskan pelaksanaan KTR sebagaimana diatur oleh perda tersebut. “Puskesmas Sintuk sudah memiliki klinik   Berhenti Merokok. Masyarakat bisa berkonsultasi di klinik ini bagaimana langkah-langkah untuk berhenti merokok,” kata Fidiah.

Dikatakan Fidiah, dari kunjung ke sekolah SD di Kecamatan Sintuak, ternyata siswa kelas 5 dan 6 sudah tersenyum-senyum saat ditanya perihal rokok. Ini menunjukkan mereka sudah mulai menghisap rokok. “Kepala sekolah yang menemukan siswanya sudah mulai menghisapkan rokok, bisa berkonsultasi  di klinik yang tersedia di Puskesmas Sintuak. Sehingga perilaku anak yang sudah mulai perokok bisa dicegah sejak dini.” kata Fidiah menambahkan.(ris)







Selasa, 29 Mei 2018

Pilkada Pariaman Siap Ditabuh, KPU Matangkan Persiapan

Pilkada Pariaman Siap Ditabuh, KPU Matangkan Persiapan

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria Bersama Walikota Pariaman Mukhlis Rahman
PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Semakin dekatnya waktu pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Kota Pariaman, yang dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 27 Juni 2018 bulan depan, tak ayal saat ini membuat jajaran Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman terus berusaha mematangkan seluruh persiapan yang dibutuhkan.

Seperti diakui Ketua KPU Pariaman, Boedi Satria, bahwa berbagai persiapan yang dilakukan pihak Ketua KPU Kota Pariaman saat ini juga tidak terlepas dari target KPU untuk mewujudkan tingkat pencapaian partisipasi pemilih sebesar 75 persen, seperti yang dipatok pihaknya dari KPU Kota Pariaman.

“Karena itulah sejauh ini persiapan yang dilakukan pihak KPU sendiri bisa dikatakan sudah sangat matang, salah satunya di masa kampanye yang baru saja berlangsung baru-baru ini, dimana saat itu ada empat hal utama yang kita persiapkan dengan baik,” demikian ditegaskan Boedi satria, dihubungi di ruang kerjanya kemarin.

Ditegaskannya, empat hal yang dilakukan pihak KPU selama berlangsungnya masa kampanye yaitu meliputi pembuatan dan pemasangan alat peraga kampanye,  mencakup pembuatan dan pemasangan spanduk, baliho dan umbul-umbul.

Selanjutnya pihaknya dari KPU juga telah membuat dan mendistribusikan bahan-bahan kampanye, yang terdiri dari dua item, yaitu pamplet dan brosur.

“Selanjutnya kita juga melaksanakan dua kali debat public, yaitu masing-masing pada tanggal  5 mei baru-baru ini, serta pada tanggal 23 Juni yaitu jelang masuknya waktu minggu tenang masa kampanye,” terangnya.

Sedangkan kegiatan yang keeampat lanjut Boedi Satria, yaitu akan menayangkan iklan kampanye dari masing-masing calon, baik itu di media cetak maupun media elektronik, terhitung sejak tanggal 10 juni s/d-23 juni 2018 mendatang.

Tidak kalah pentingnya, agar lebih matangnya persiapan pihak penyelenggara dalam menjalankan tugasnya saat hari H nantinya,KPU juga telah memberikan pembekalan tekhnis kepada seluruh penyelenggara pemilu kada yang ada. Baik itu melibatkan penyelenggara di tingkat kecamatan, desa dan kelurahan, hingga penyelenggara yang ada di tingkat TPS sekalipun.

“Semua itu dilakukan tentunya tidak terlepas harapan kita agar semua penyelenggara yang ada benar-benar telah siap menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya. Karena dengan adanya bimbintgan tekhnis tersebut, tentunya mereka akan lebih paham, sehingga mereka pun akan lebih siap saat menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku, “ imbuhnya.

Atau dalam artian lain, sebagai penyelenggara mereka nantinya diharapkan tetap mengikuti aturan serta taat azas sesuai ketentuan peraturan yang berlaku.

Demikian pula halnya penyiapan logistic pemilu lainnya, seperti pencetakan surat suara, pengadaan tinta stempel, atau pengadaan alat bantu bagi para warga disabilitas yang ada. 

“Diharapkan paling lambat 3 hari jelang hari H, pengepakannya sudah bias dirampungkan, begitu pula diharapkan semua alat peraga nantinya juga sudah bias didistgribusikan, minimal 1 hari jelag hari H,” bebernya.

Berdasarkan data yang dihimpun melalui Ketua KPU Pariaman diketahui, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Pariaman pada pilkada langsung tahun 2018 ini berjumlah 59.245.
“Jadi sesuai aturan jumlah keseluruhan surat suara yang dicetak itu dilebihkan sekitar 2,5 persen, sehingga jumlahnya jadi berkisar 60.807 suara. Hal itu sekaligus untuk mengantisipasi jika nantinya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan,” terangnya.

Dalam hal ini, pihaknya dari KPU lanjut Budi Satria juga sangat selektif dalam menyeleksi dan menyortir  surat suara yang ada. Buktinya, setiap surat suara yang tiba di KPU biasanya akan langsung disortir secara ketat  oleh petugas, sebelum dilakukan pelipatan atau pengepakan.

 “Jadi bagi suara yang ditemukan rusak misalnya, itu selanjutnya akan langsung kita musnahkan, dan selanjutnya dimintakan gantinya,” tuturnya.

Sejauh ini pihaknya sebut Boedi Satria menemukan sekitar 764 surat suara rusak, apakah itu disebabkan karena robek,  terkena tinta buram, atau karena faktor kerusakan  lainnya.

“Semua surat suara yang rusak tersebut selanjutnya telah kita tangani dengan baik, yaitu dengan cara dimuasnahkan, dan selanjutnya kita telah meminta agar hal itu bisa segera diganti. Mungkin dalam minggu ini insya Allah semua sudah bias diclearkan,” terangnya mengakhiri. 

Sementara itu, Walikota Pariaman Mukhlis Rahman tak luput  berharap agar tahapan dan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pariaman yang dilaksanakan pada tanggal 27 Juni 2018 mendatang, dapat berjalan sukses dan aman dan lancar.

“Kita harap Pilkada 2018 mendatang, sesuai dengan yang kita harapkan bersama, mulai dari tahap persiapan, pendaftaran, dan pencoblosan nantinya, berjalan dengan aman, dan sukses, seperti yang kita lakukan di tahun 2013 lalu, dimana Pilkada Kota Pariaman, terbaik di tingkat Sumatera Barat,” harapnya. (yurisman)

Senin, 28 Mei 2018

Sambut Penggantian Nama Bandara BIM Pemkab Siapkan Kehadiran Qubah Super Megah

Sambut Penggantian Nama Bandara BIM Pemkab Siapkan Kehadiran Qubah Super Megah

Bandara Internasional Minangkabau ( Fhoto Dok Internet )
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menegaskan jika Pemkab Padangpariaman saat ini tengah mengupayakan kehadiran qubah, yang nantinya bisa berfungsi sebagai  plang nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Kenagarian Ketaping, Kecamatan Batang Anai, Padangpariaman yang nantinya akan berganti nama menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin.

"Keinginan perubahan nama tersebut telah didukung oleh sejumlah pihak," kata Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni, kemarin.

Bahkan, lanjutnya Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat berkunjung ke Padangpariaman beberapa waktu lalu juga mengaku sangat mendukung hal tersebut. "Pak Moeldoko berkata, jika proses perubahannya lambat maka nantinya dirinya akan siap membantu," katanya.

Menurutnya dengan adanya dukungan tersebut maka perubahan nama bandara itu nantinya akan lebih cepat dan mudah. "Kita juga meminta dukungan dan doa dari warga setempat agar pengubahan nama tersebut dapat terwujud," ujarnya.

Dipilihnya nama Bandara Internasional Syech Burhanuddin sebagai pengganti nama BIM karena tokoh tersebut merupakan orang yang sangat berjasa dan berperan besar dalam penyebaran ajaran agama Islam di bumi Minangkabau.

Syekh Burhanuddin di makamkan di Kecamatan Ulakan Tapakis, Padangpariaman, dan makamnya tercatat telah menjadi cagar budaya sekaligus dijadikan sebagai objek wisata religi di daerah itu.

Juga dikatakan, pihak PT Angkasa Pura II sendiri juga telah berencana akan membangun terminal II BIM dengan anggaran sebesar Rp1,25 triliun.

Dengan adanya penambahan tersebut tentu akan menambah jumlah penumpang serta dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). "Sumber PAD kita dari BIM saat ini sekitar Rp 6 miliar, jika pembangunan tersebut selesai maka diperkirakan PAD kita tentu akan jauh meningkat," tandasnya.(ris)


Suhatri Bur : Jelang Lebaran Sejumlah Objek Ekonomi Vital Butuh Pengamanan Ekstra

PADANGPARIAMAN,REPORTASESUMBAR.COM---Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menghimbau warga masyarakat daerahnya agar selalu waspada dan lebih berhati hati dan memastikan keadaan rumah dalam keadaan aman saat akan berpergian.

"Kita menyatakan demikian karena di bulan suci ini sering terjadi kemalingan. Baik maling ternak maupun maling yang masuk ke rumah-rumah penduduk, karena itulah kita semua tentunya perlu lebih waspada," kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat rapat koordinasi lintas sektoral pengamanan idulfitri 1439 Hijriah di Mapolres Padangpariaman, kemarin. 

Lihat saja katanya, di wilayah hukum Polsek VII Koto Sungai Sariak misalnya, terjadi kasus maling masuk ke rumah penduduk. Saat itu dua orang maling masing-masing berinisial FM (25) dan DK (17) warga Kecamatan VII Koto Sungai Sariak berhasil menyikat uang milik korbannya Bujang sebesar Rp 3.917 juta.

"Uang tunai sebanyak itu berhasil dibawa kabur sang maling. Sekarang ke dua orang maling tersebut telah berhasil ditangkap polisi dan lagi pemeriksaan penyidik untuk pengembangan. Jadi sebelum kita tertimpa musibah tersebut perlu tingkatkan kewaspadaan," ujarnya.

Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur sendiri hadir dalam rapat koordinasi lintas sektoral dalam rangka pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1439 H di wilayah hukum Polres Padangpariaman didampingi  Dandim 0308, BPBD, Sat Pol PP, Bp2IP,PT KAI, BMKG, Angkasa Pura, Pertamina dan undangan lainnya.

Kemudian Suhatri Bur juga menyatakan, menjelang lebaran biasanya aksi kriminalitas juga cenderung meningkat. Mengantisipasi aksi tersebut semua masyarakat perlu meningkatkan pengamanan di lingkungannya masing-masing.

Apalagi katanya, daerah Padangpariaman sendiri adalah salah satu pusat perekonomian dengan transaksi yang terbilang luar biasa. “Di sini terdapat bermacam objek vital yang perlu mendapat pengamanan ekstra menjelang lebaran.” terangnya.

Objek vital tersebut antara lain toko emas, perbankan, pasar, gardu PLN, tempat ibadah, stasiun dan perlintasan kereta api. Dia menuturkan, geliat ekonomi di Padangpariaman di bulan suci ini sangat tinggi, karena daerahnya berdekatan dengan ibukota Propinsi Sumbar. (ris)

Sabtu, 26 Mei 2018

Hebat Bupati Ali Mukhni, Padang Pariaman Raih Predikat WTP Lima Kali Berturut Turut

Hebat Bupati Ali Mukhni, Padang Pariaman Raih Predikat WTP Lima Kali Berturut Turut

Padang (Reportase Sumbar)---Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman kembali diganjar opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman Tahun Anggaran 2017.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BPK Sumbar Pemut Aryo Wibowo pada resepsi penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD Tahun Anggaran 2017 di aula pertemuan BPK Perwakilan Sumbar, Padang (25/05).

Praktis opini WTP untuk Pemkab Padang Pariaman itu merupakan WTP kelima yang diraih secara berturut-turut sejak tahun 2013 dan keenam pada tahun 2011.

LHP LKPD Kabupaten Padang Pariaman diterima langsung oleh Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni dan Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman Faisal Arifin disaksikan Walikota Payakumbuh, Bupati Pesisir Selatan, Walikota Padang Panjang, Walikota Bukitinggi, dan Walikota Pariaman beserta Ketua DPRD masing-masing.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BPK Sumbar Pemut Aryo Wibowo menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab dan Ketua DPRD Padang Pariaman yang telah bekerjasama dalam proses pemeriksaan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Ketua DPRD beserta jajarannya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama proses pemeriksaan berlangsung," ujarnya.

"Kami berharap agar hasil pemeriksaan tersebut dapat memberikan dorongan dan motivasi untuk terus memperbaiki pertanggungjawaban pelaksanaan APBD," katanya berpesan.

Pada kesempatan usai menerima LHP, Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BPK Provinsi Sumbar beserta anggota tim pemeriksa serta seluruh Aparatur Sipil Negara Kabupaten Padang Pariaman yang telah berkontribusi aktif atas predikat WTP tersebut.

"Terima kasih kepada Kepala BPK Perwakilan Sumbar beserta tim pemeriksa yang telah memberikan opini WTP. Ini WTP kelima yang diraih secara berturut-turut sejak tahun 2013 dan total yang keenam," kata Ali Mukhni bahagia.

Didampingi Kepala BPKD Hanibal, Inspektur Syafriwal, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, bupati yang dikenal dengan Tarok City nya itu berharap WTP kelima itu menjadi pedoman dan tuntunan bagi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam penatalaksanaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan dan akurat.

Menurut bupati dua periode itu, LHP atas LKPD yang telah diaudit/diperiksa BPK diserahkan kepada DPRD dan Bupati untuk selanjutnya diajukan sebagai rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban APBD, sebagaimana diatur dalam ayat (1) pasal 31 UU Nomor 17 Tahun 2003.

Terkait dengan penatalaksanaan keuangan daerah, menurut Hanibal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 (PP 71/2010) tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, maka Tahun 2017 ini merupakan tahun kedua bagi Pemkab Padang Pariaman menerapkan akuntansi berbasis akrual, baik sistem akuntansinya maupun penyajian laporan keuangannya.

"Dengan penerapan LKPD berbasis akrual, Pemerintah Daerah dapat lebih komprehensif untuk menyajikan seluruh hak, kewajiban dan kekayaannya serta perubahan kekayaannya; hasil operasi serta realisasi anggaran dan Sisa Anggaran Lebihnya," jelasnya.

Ditambahkan oleh Syafriwal, dengan LKPD berbasis akrual ini kita telah dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBD secara lebih transparan, akuntabel dan juga memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan, baik para pengguna maupun pemeriksa laporan keuangan pemerintah.

"Hal ini direfleksikan dengan disajikannya pertanggungjawaban pelaksanaan APBD mulai tahun anggaran 2017 ke dalam 7 (tujuh) laporan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dibanding dengan sebelum penerapan akrual yang hanya 4 (empat) laporan," kata mantan Kadis Pariwisata, Pemuda dan Olahraga itu. 

REL/ YURISMAN MALALAK



Metek Khaidir Mantan Birokrat Ingatkan, BUMdES Jangan Berbenturan Dengan Usaha Masyarakat

Metek Khaidir Mantan Birokrat Ingatkan, BUMdES Jangan Berbenturan Dengan Usaha Masyarakat

Pariaman (Reportase Sumbar)---Kehadiran Dana Desa selama ini memang telah banyak dirasakan manfaatnya dalam mendorong percepatan laju pembangunan di kawasan pedesaan, termasuk di Kota Pariaman sendiri. Keberadaan Dana Desa atau disingkat dengan sebutan DD, yang ditopang pula oleh Dana Alokasi Dana Desa atau ADD, yang bersumber dari dana APBD masing-masing daerah kabupaten kota, termasuk Kota Pariaman belakangan ini juga semakin dirasakan manfaatnya, termasuk diantaranya dalam mendorong terbukanya lapangan pekerjaan baru di kawasan pedesaan.

Kenyataan itu tidak ditampik Khaidir SOs, seorang tokoh masyarakat di Kota Pariaman. Lebih jauh menurut pensiunan yang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemko Pariaman ini menyebutkan, bahwa keberadaan Dana Desa memang sangat besar artinya  dalam mendorong proses pembangunan di kawasan pedesaan. "Apalagi seperti diketahui, jumlah dana desa yang dikucurkan pemerintah untuk masing-masing desa dewasa ini juga terbilang sangat besar, sehingga dengan begitu  pemerintahan desa pun bisa lebih leluasa lagi guna menggerakkan pembangunan di daerahnya masing-masing," terang Khaidir.

Begitu pula sejalan dengan kehadiran Dana Desa tersebut, saat ini masing-masing desa juga terus terpacu untuk mencari berbagai terobosan baru, termasuk diantaranya bagaimana  mencari sumber pendapatan baru bagi desa di samping juga bisa meningkatkan taraf kesejahteraan ekonomi masyarakatnya. Hal itu lanjutnya setidaknya terlihat dari inisiatif yang dilakukan masing-masing desa untuk mencari berbagai peluang usaha yang nantinya bisa dikembangkan dalam bentu Badan Usaha Milik Desa atau BUMdES.

"Namun terkadang di sinilah salah satu problemnya, karena untuk menentukan jenis usaha apa yang akan dikembangkan itu tentunya tidaklah semudah yang dibayangkan, karena tentunya mesti harus melalui proses pertimbangan yang cukup matang," terangnya.

Hal itu menurutnya memang sangat berasalasan, karena bagaimanapun usaha yang akan dikembangkan itu tentunya jangan sampai berbenturan dengan kepentingan atau pun usaha masyarakat lainnya. Karena jika itu yang terjadi tentunya hasilnya tidak akan maksimal dalam mewujudkan tujuan yang diharapkan.

"Jadi disinilah sebenarnya perlunya kejelian pihak pemetintah desa untuk mencari berbagai peluang penting yang mungkin bisa dikembangkan melalui BUMdES tersebut. Salah satu contohnya mungkin bisa dengan membangun beberapa ruko untuk kemudian disewakan kepada pihak ketiga. Dengan begitu desa nantinya akan bisa mendapatkan keuntungan dari hasil sewa atau hasil penjualannya," terangnya.

Atau bisa juga dikembangkan berbagai jenis usaha jasa lainnya, yang tentunya tidak berbenturan dengan usaha yang telah dikelola masyarakat. "Sebab kalau misalnya yang dikembangkan melalui usaha BUMdES itu adalah swalayan atau grosir makanan ringan atau pupuk misalnya, hal itu nantinya dikhawatirkan bisa berbenturan dengan kepentingan usaha masyarakat yang telah ada sebelumnya, karena seperti diketahui usaha grosir maupun mini market lainnya saat ini telah banyak hadir di desa-desa," terangnya.

Dengan alasan itulah lanjut Khaidir, untuk bisa memaksimalkan usaha BUMdES dimaksud, tentunya dibutuhkan terobosan penting sekaligus gagasan cerdas yang nantinya bisa memacu pendapatan bagi desa sendiri.

Selain itu lanjutnya, dana desa yang ada juga seyogyanya bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk membantu masyarakat ekonomi lemah yang ada di pedesaan. Seperti halnya melalui program padat karya yang telah dilakukan selama ini. Hal itu lanjutnya tentunya perlu menjadi  perhatian serius, sehingga dengan begitu masyarakat yang ada di pedesaan bisa menikmati langsung setiap program pembangunan yang berlangsung di daerah mereka. Hal itu sangat memungkinkan, karena sebagai masyarakat mereka bisa ikut terlibat langsung sebagai pekerja. "Hal itu selama ini memang telah berjalan dengan baik di Kota Pariaman ini, hanya saja ke depan tentunya perlu lebih dimaksimalkan lagi," imbuhnya.

Selain itu lanjutnya, ke depannya juga perlu adanya regulasi yang jelas terkait sejauh mana kebolehan penggunaan Dana Desa dimaksud. Atau dalam pengertian lain pembatasan penggunaan dana DD dimaksud perlu lebih dipertegas lagi,

Hal itu menurutnya memang sangat dibutuhkan, sehingga ke depannya diharapkan tidak terjadi saling tumpang tindih antara program yang digagasa jajaran Pemko Pariaman dengan program pemerintahan desa sendiri.   

YURISMAN MALALAK

Dikunjungi Tim Safari Ramadhan,  Ketua Masjid Sungai Durian Zulkarnidi : Terima Kasih Atas Perhatian Pemerintah

Dikunjungi Tim Safari Ramadhan, Ketua Masjid Sungai Durian Zulkarnidi : Terima Kasih Atas Perhatian Pemerintah


Patamuan, (Reportase Sumbar)----Ketua Masjid Raya Sungai Durian Kecamatan Patamuan Zulkarnidi mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Padang Pariaman atas kunjungan Tim Safari Ramadan (TSR)  22 dari organisasi pemerintah daerah (OPD) Badang Kepegawaian dan Pengembangan SDM  yang dipimpin lansung kepala badan Anwar.

“Alhamdulillah, perhatian pemerintah kabupaten kepada nagari kami sangatlah tinggi. Sejak beberapa tahun terakhir kami sering dikunjungi tim Ramadan kabupaten dan juga provinsi. Bahkan bupati Ali Mukhni cukup sering juga berkunjung,” kata Zulkarnidi dihadapan TSR dan jamaah Rabu (23/5).

Kunjungan ke Masjid Raya Sungai Durian merupakan kunjungan penutup bagi BKPSDM, setelah mengunjungi dua tempat sebelumnya.  Surau Baru di Pinang Nagari Pauh Kambar dan Surau Teladan Tampuniak Nagari dan Kecamatan Lubuak Alung.

Ketua TSR 22 Anwar dalam arahannya mengingatkan kepada para orangtua agar selalu mengontrol anak-anak usia remaja yang rentan terhadap berbagai kegiatan negatif. Sebut saja geng motor, penggunaan teknologi yang tidak pada tempatnya, narkoba dan juga tawuran.

“Jika kita selalu mengontrol mereka, insya Allah, kita terhindar dari hal-hal yang bersifat negatif itu. Karena lingkungan dan  pengawasan sangat menentukan arah dan langkah yang akan ditempuh anak-anak remaja kita,” tukas Anwar.

Juga diingatkan Anwar, menjelang lebaran  rawan pencurian hewan ternak. Untuk itu agar masyarakat meningkatkan siskamling. “Jika perlu, usai lebaran siskamling tetap dipertahankan,” tambah Anwar sambil menitipkan salam dari bupati.

Pada kesempatan itu, tim yang beranggotakan para kepala bidang dan kepala seksi BKPSDM menyerahkan bantuan berupa dana sebesar Rp 5 juta, dan sejumlah kitab. “Alhamdulillah dan terima kasih kami kepada Pemkab Padang Pariaman,” kata Bustanul Arifin Khatib Bandaro, khatib pada masjid tersebut usai Tarawih.

YURISMAN MALALAK / REL

 




Jumat, 25 Mei 2018

Pemkab Padangpariaman  Catat Rekor Baru Rengkuh Penghargaan WTP Lima Kali Berturut-turut

Pemkab Padangpariaman Catat Rekor Baru Rengkuh Penghargaan WTP Lima Kali Berturut-turut

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)-----Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kembali diganjar penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Barat atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Padangpariaman tahun anggaran 2017.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan BPK Sumbar Pemut Aryo Wibowo pada resepsi penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) LKPD Tahun Anggaran 2017, bertempat di aula pertemuan BPK Perwakilan Sumbar, kemarin.

Seperti diketahui opini WTP yang iterima pihak Pemkab Padangpariaman itu merupakan WTP kelima yang diraih secara berturut-turut sejak tahun 2013 dan keenam sejak tahun 2011.

LHP-LKPD Kabupaten Padangpariaman diterima langsung oleh Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni dan Ketua DPRD Kabupaten Padangpariaman Faisal Arifin disaksikan Walikota Payakumbuh, Bupati Pesisir Selatan, Walikota Padangpanjang, Walikota Bukitinggi, dan Walikota Pariaman beserta Ketua DPRD masing-masing.

Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan BPK Sumbar Pemut Aryo Wibowo menyampaikan apresiasinya kepada Pemkab dan Ketua DPRD Padangpariaman yang telah bekerjasama dalam proses pemeriksaan.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bupati dan Ketua DPRD beserta jajarannya atas dukungan dan kerja sama yang diberikan selama proses pemeriksaan berlangsung," ujarnya.

"Kami berharap agar hasil pemeriksaan tersebut dapat memberikan dorongan dan motivasi untuk terus memperbaiki pertanggungjawaban pelaksanaan APBD," katanya berpesan.

Pada kesempatan usai menerima LHP, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni mengucapkan terima kasih kepada Kepala Perwakilan BPK Provinsi Sumbar beserta anggota tim pemeriksa serta seluruh Aparatur Sipil Negara Kabupaten Padangpariaman yang telah berkontribusi aktif atas predikat WTP tersebut.

"Terima kasih kepada Kepala BPK Perwakilan Sumbar beserta tim pemeriksa yang telah memberikan opini WTP. Ini WTP kelima yang diraih secara berturut-turut sejak tahun 2013 dan total yang keenam," kata Ali Mukhni bahagia.

Didampingi Kepala BPKD Hanibal, Inspektur Syafriwal, Kabag Humas dan Protokol Andri Satria Masri, bupati yang dikenal dengan Tarok City nya itu berharap WTP kelima yang diterima pihaknya itu bias menjadi pedoman dan tuntunan bagi Pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam penatalaksanaan keuangan daerah yang lebih akuntabel, transparan dan akurat.

Menurut bupati dua periode itu, LHP atas LKPD yang telah diaudit/diperiksa BPK diserahkan kepada DPRD dan Bupati untuk selanjutnya diajukan sebagai rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban APBD, sebagaimana diatur dalam ayat (1) pasal 31 UU Nomor 17 Tahun 2003.

Terkait dengan penatalaksanaan keuangan daerah, menurut Hanibal, berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 (PP 71/2010) tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, maka Tahun 2017 ini merupakan tahun kedua bagi Pemkab Padangpariaman menerapkan akuntansi berbasis akrual, baik sistem akuntansinya maupun penyajian laporan keuangannya.

"Dengan penerapan LKPD berbasis akrual, Pemerintah Daerah dapat lebih komprehensif untuk menyajikan seluruh hak, kewajiban dan kekayaannya serta perubahan kekayaannya; hasil operasi serta realisasi anggaran dan Sisa Anggaran Lebihnya," jelasnya.

Ditambahkan oleh Syafriwal, dengan LKPD berbasis akrual ini kita telah dapat mempertanggungjawabkan pelaksanaan APBD secara lebih transparan, akuntabel dan juga memberi manfaat lebih baik bagi para pemangku kepentingan, baik para pengguna maupun pemeriksa laporan keuangan pemerintah.

"Hal ini direfleksikan dengan disajikannya pertanggungjawaban pelaksanaan APBD mulai tahun anggaran 2017 ke dalam 7 (tujuh) laporan sebagai pertanggungjawaban pelaksanaan APBD dibanding dengan sebelum penerapan akrual yang hanya 4 (empat) laporan," katanya.(ris)

Rabu, 23 Mei 2018

Kenakalan Remaja Meningkat,  Wabup Suhatri Bur Berpesan Kepada Orang Tua  Jangan Bosan Mengawasi Anak Di Rumah

Kenakalan Remaja Meningkat, Wabup Suhatri Bur Berpesan Kepada Orang Tua Jangan Bosan Mengawasi Anak Di Rumah


PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)--Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan seiring perkembangan zaman berakibat pergaulan bebas dikalangan remaja mencapai taraf yang mengkhawatikan.

Sementara katanya, anak anak atau generasi muda bangsa di Kabupaten Padangpariaman merupakan aset yang paling berharga di masa depan, karena mereka yang akan melanjutkan pembangunan Padangpariaman yang lebih baik ke depannya.

"Karena itu saya meminta kepada semua orang tua jangan bosan mengawasi anaka-anaknya. Semua itu sangat penting agar mereka tidak terlibat kepada pergaulan bebas atau masuk ke ranah kenakalan remaja," kata Wakil Bupati Padanpariaman Suhatri Bur saat melaksanakan shalat tarwih di Masjid Baitul Wusta Kenagarian Koto Tinggi, Kecamatan Enam Lingkung, kemarin.

Katanya, dengan rutin mengawasi anak-anak otomatis mereka tidak akan sampai terseret kepada pergaulan bebas, narkoba, mengisap lem dan tauran.

Makanya lanjut Suhatri Bur, peran guru disekolah dan peran orang tua sangat diperlukan, agar nantinya anak dapat tumbuh dan berkembang, sehingga menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat,cerdas dan berakhlak mulia.

Kemudian katanya, di bulan suci Ramadhan ini ia mengajak semua masyarakat Padangpariaman untuk dapat memperbanyak ibadah dan membaca Alquran.

"Dengan melaksanakan ibadah shalat tarawih di malam hari dan melaksanakan puasa siang hari dan rutinkan membacakan kitab suci Alquran tentu amal ibadha kita semakin banyak. Bahkan tingkat ke taqwakan kita kepada Allah SWT juga semakin tinggi," tandasnya mengakhiri.(YURISMAN MALALAK)


Pembangunan Kawasan Tarok City Lahirkan Dampak Positif Ali Mukhni :”Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat”

Pembangunan Kawasan Tarok City Lahirkan Dampak Positif Ali Mukhni :”Terhadap Peningkatan Ekonomi Masyarakat”

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)--Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menegaskan, nagari-nagari sekitar Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) di Korong Tarok, Kenagarian Kepala Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam akan sangat merasakan dampak pembangunan di KPT tersebut.

Apalagi saat ini proses pembangunan di KPT telah dimulai dengan membangun pintu gerbangnya. "Kita meminta kepada semua masyarakat Padangpariaman untuk mendukung proses pembangunan di KPT. Keuntungan dari pembangunan tersebut adalah masyarakat Padangpariaman, khusus masyarakat sekitarnya," kata Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni kepada wartawan, saat menunggu kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), kemarin.

Apalagi saat ini katanya, masyarakat Nagari Tandikek Utara, Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padangpariaman saat ini sangat mendambakan kehadiran jembatan Batang Sani-Rimbo Tarantang, yang ada di nagari tersebut.

Pasalnya kehadiran jembatan tersebut sangat fital artinya dalam menunjang akses transfortasi masyarakat di Nagari Tandikek menuju kawasan Tarok di Nagari Kapalo Hilalang.

"Kita Pemkab Padangpariaman akan selalu memikirkan permintaan masyarakat tersebut. Namun demikian karena APBD Padangpariaman sangat terbatas tentu kita dalam melaksanakan program pembangunan secara bertahap. Meski begitu kita Pemkab Padangpariaman pasti memilikirkan untuk kemajuan daerah dan ekonomi masyarakat setiap harinya," ujarnya.

Lebih jauh disampaikan Ali Mukhni saat menunggu kedatangan Presiden RI Joko Widodo di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang pariaman, saat itu Ali Mukhni berdiskusi dengan Dirjen Perkeretaapian Indonesia Zulfikri terkait pengembangan Kereta Api di Sumatra Barat dan rencana memasukan tranpostasi Kereta Api ke Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) di Tarok City.

"Semoga Allah SWT memberikan kemudahan bagi saya dalam melaksanakan program pembangunan di KPT. Namun demikian dukungan semua lampisan masyarakat sangat menentukan, baik ranah maupun rantau.

Sementara itu, Walinagari Tandikek Utara, Sabar, menyatakan, pihaknya jelas sangat mendukung pembukaan kawasan Tarok di Nagari Kapalo Hilalang, karena itulah akses penghubung antar kedua daerah bertetangga itu jelas sangat mendesak untuk direalisasikan.

"Salah satu wujud masyarakat Tandikek Utara dalam merespon kehadiran dan pembukaan kawasan Tarok City, yaitu ditandai dilakukannya pembukaan ruas jalan baru, yang menghubungkan kawasan Rimbo Tarantang-Batang Sani, yang menghubungkan Nagari Tandikek Utara menuju kawasan Tarok City yang terdapat di Nagari Kapalo Hilalang Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam. Adapun panjang ruas jalan itu lebih kurang 1 KM lebih," ujarnya.

Namun untuk bisa melewati katanya, saat ini masih terkendala akibat belum adanya fasilitas jembatan penghubung antar kedua wilayah. Karena kebetulan, ruas jalan itu melintasi aliran Batang Sani, yang lebarnya mencapai 15 meter lebih," terangnya.

Karena itulah pihaknya berharap, kiranya pembangunan jembatan di kawasan itu nantinya bisa segera direalisasikan, sehingga akses transportasi antara Nagari Tandikek Utara dan kawasan Tarok City bisa berjalan lebih lancar.

Lagi pula lanjut Sabar, bila saja ruas jalan di kawasan itu sudah diaspal dan dilengkapi pula dengan jembatan penghubung, maka dampaknya juga sangat efektif dalam memperpendek jarak tempuh warga kedua daerah. Karena akibat belum  difungsikannya ruas jalan tersebut, selama ini warga yang hendak menuju ke Kapalo Hilalang atau sebaliknya, terpaksa harus melewati ruas jalan melingkar, dengan jarak tempuh yang relatif lebih jauh.

"Sebagai contoh kecil saja misalnya, untuk menuju kawasan peternakan ayam di Choran Phopan, saat ini jaraknya bisa mencapai  12 KM, tapi kalau melewati jalan baru yang kita buka jaraknya hanya sekitar 1 Km lebih, makanya kita sangat berharap kiranya pembangunan jembatan itu bisa terealisasi seperti diharapkan," terangnya.(YURISMAN MALALAK)



Pengadaan Sertifikat Kawasan Terpadu Tarok Terus Dikebut Suhatri Bur : “Baru 5 Hektare yang Keluar Sertifikatnya”

Pengadaan Sertifikat Kawasan Terpadu Tarok Terus Dikebut Suhatri Bur : “Baru 5 Hektare yang Keluar Sertifikatnya”


PADANGPARIAMAN (Reportase Sumbar)---Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan bahwa saat ini Pemkab Padangpariaman sedang bekerja keras untuk segera menerbitkan seluruh sertifikat lahan yang ada di kawasan Terpadu Tarok yang luasnya mencapai seluas 697 hektare.

"Makanya kita saat ini tengah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional. Sekarang baru 5 hektare yang sudah keluar sertifikatnya. Kami usahakan tahun depan, masalah sertifikat tanah ini dapat diselesaikan,” kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin.

Katanya, di kawasan Tarok City ini akan dibangun kampus UNP, ISI Padang Panjang, UIN Imam Bonjol, Politeknik Negeri Padang, serta sejumlah Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) dan rumah sakit.

“Alhamdulillah, semangat kami membangun Tarok City ini tahap demi tahap sudah mulai kelihatan progress-nya. Untuk pengukuran tanah sudah selesai 100 persen. Kami berterima kasih atas dukungan dari semua pihak, terutama masyarakat," ujarnya.

Sementara itu Rektor Universitas Negeri Padang (UNP) Ganefri menyatakan lokasi pembangunan Kawasan Pendidikan Terpadu (KPT) di Korong Tarok, Kenagarian Kepala Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayutanam sangat representatif untuk pembangunan kampus UNP.

Apalagi sekarang ditinjau ADB untuk tindak lanjuti pembangunan kmpuas UNP di lokasi ini. Ganefri menargetkan tahun depan sudah bisa memulai pembangunan kampus baru di Kawasan Pendidikan Terpadu di Tarok, Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, Kabupaten Padangpariaman.

Untuk mewujudkan rencana tersebut, Direktorat Pinjaman dan Hibah Kementrian Keuangan RI telah sepakat memberikan bantuan berupa pinjaman dana sebesar Rp 600 miliar kepada UNP.

“Alhamdulillah, semangat kami untuk membangun kampus baru di Tarok City, akhirnya mendapat sokongan dana dari Kementrian Keuangan. Oleh karena itu, hari ini kami bersama Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur serta sejumlah rombongan lainnya melakukan peninjauan ke lokasi pembangunan di Tarok sekarang bersama ADB,” ujarnya. (YURISMAN MALALAK)

Pertama di Sumbar, GERNIS PAPA Dilaunching

Pertama di Sumbar, GERNIS PAPA Dilaunching

Padang Pariaman,(Reportase Sumbar)-Pertama di Provinsi Sumatera Barat, Gerakan Nikah Sehat (GERNIS) Padang Pariaman (PAPA) dilaunching secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Padang Pariaman, Jumat (11/05) di ruang pertemuan Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman yang lebih dikenal dengan nama Aula Hipocrates.

Sekretaris Daerah didampingi Kepala Dinas Kesehatan Aspinudin, wakil dari Kapolres Padang Pariaman, wakil dari Kantor Kamenag Padang Pariaman dan Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr Jasneli MARS secara sederhana meluncurkan program baru dan baru pertama kali ada di Sumatera Barat, Gerakan Nikah Sehat disingkat GERNIS.

Menurut Sekretaris Daerah Jonpriadi, GERNIS inovasi baru dari Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan pencegahan atau deteksi dini berbagai penyakit menular terutama HIV-AIDS.

"GERNIS ini dilaksanakan bekerjasama dengan Kementerian Agam Kabupaten Padang Pariaman," jelas Jonpriadi mengawali sambutannya.

Gernis ini, lanjutnya, dibuat karena di Kabupaten Padang Pariaman pernah terjadi pernikahan tanpa screening sehingga pasangan pengantin tertular penyakit HIV dari pasangannya dan anaknya juga ikut tertular HIV. Selain itu karena kejadian penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Padang Pariaman terjadi pada usia 15 sampai dengan 35 tahun.


Lebih jauh Jonpriadi menjelaskan bahwa dari data Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat tahun 2017 diketahui Kabupaten Padang Pariaman peringkat ke-3 terbanyak penemuan penyakit HIV-AIDS.

"Kejadian penyakit HIV-AIDS di Kabupaten Padang Pariaman pada tahun 2005 s/d 2007 sebanyak 104 orang dan dari bulan Januari s/d Maret 2018 sudah ditemukan sebanyak 10 orang," paparnya mengutip data Dinkes Sumbar.

Secara terpisah Bupati Padang Pariaman Ali Mukhni mengakui bahwa daerah yang dia pimpin memang terbanyak ketiga ditemukan kasus HIV-AIDS.

"Kita akui data itu valid. Kita tidak malu menerima kenyataan bahwa daerah kita nomor urut tiga di Sumbar. Lebih baik kita tahu data tersebut sehingga kita dapat memutuskan jalan keluar secepatnya, daripada kita tutupi dan meledak pada saat penderitanya sudah banyak," katanya tegas.

Bupati dua periode itu juga berharap data penyakit yang lain juga dibuka di Padang Pariaman sehingga strategi dan program yang tepat dapat dirumuskan pada tahun selanjutnya.

Setelah melaunching GERNIS PAPA, Sekda Jonpriadi mengukuhkan Tim Peduli TB-HIV Saiyo Sakato Kabupaten Padang Pariaman Periode 2017-2019 yang diketuai oleh Fakhri Zaki, SE, MM dan Sekretaris Dasril, S.HI.

Sebagai penutup, Jonpridi memimpin Rapat Koordinasi Pencegahan dan Penanggulangan HIV AIDS di Kabupaten Padang Pariaman.

Rakor diikuti Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KB, Camat, Kepala Puskesmas.(YURISMAN MALALAK)

Amnasmen : Alokasi Kursi DPRD Padangpariaman Masih Berkisar 40-an
PADANG PARIAMAN,(Reportase Sumbar)---
Komisi Pemilihan Umum (KPU) Padangpariaman untuk kedua kalinya kembali melaksanakan Rakor (Rapat Koordinasi) Penataan Dapil (Daerah Pemilihan) untuk Pemilu Legislatif tahun 2019 yang akan dihelat tanggal 9 April 2019 mendatang.

Berbeda dengan Rakor pertama yang berlangsung 20/11 lalu, Rakor kali ini menghadirkan narasumber dari KPU Sumbar, dihadiri Ketua KPU Amnasmen, dan narasumber dari Bawaslu Sumbar, Vifner.

Sebagai agenda pamungkas pada akhir tahun 2017 ini KPU juga bermaksud  mengundang Bupati, Kadisdukcapil, pimpinan Parpol, PWI, Camat, Perwakilan Walinagari, Ormas dan OKP yang ada Padang Pariaman.

Kegiatan yang diisi dengan pemaparan tentang prinsip-prinsip dalam penataan dan penetapan dapil disertai simulasi alternatif penataan Dapil ini berlangsung selama sehari dan dilaksanakan di sebuah hotel/restoran di Kota Pariaman.

Bupati Padangpariaman yang diwakili oleh Asisten Sekretariat Daerah, Idarussalam menyampaikan bahwa pemilu sebagai agenda lima tahunan harus dijaga dan tidak boleh cacat. "Rakor menjadi menjadi pilihan penting untuk membahas persoalan persoalan pemilu dabandingkan hanya melalui diskusi perorangan. Terhadap hal-hal yang ada kaitan dengan pemerintah daerah, kita siap bekerjasama dalam bentuk apapun,” tegas Idarussalam.

Amnasmen dalam paparannya mengatakan bahwa Dapil ada kaitannya dengan dengan jumlah penduduk, geografis daerah dan pemerintahan. Beliau menegaskan bahwa selain persoalan Dapil, alokasi alokasi kursi untuk DPRD Padang Pariaman juga menjadi ukuran untuk menata. Dapil.

“Mengacu pada data penduduk Padangpariaman yang disampaikan Kemendagri, maka dengan 462.125 jiwa penduduk Padangpariaman saat ini maka alokasi kursi DPRD-nya 40 kursi-masih sama dengan Pileg 2014 (rentang penduduk 400-500ribu jiwa, alokasi kursinya 40),” jelasnya.

Komisioner KPU Padangpariaman Zulnaidi menyatakan  dalam kesepakatan bersama bahwa untuk Pileg 2019 (DPRD Kabupaten Padangpariaman), Dapil di Kabupaten Padangpariaman tetap sama dengan Pileg 2014 yakni 4 Dapil. (YURISMAN MALALAK)

Sabtu, 19 Mei 2018

DPMPTP Kabupaten Padang Pariaman Dikunjungi DPMPTSP Kabupaten 50 Kota

DPMPTP Kabupaten Padang Pariaman Dikunjungi DPMPTSP Kabupaten 50 Kota

Padang Pariaman, (Reportase Sumbar)---Inovasi yang diluncurkan oleh Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padang Pariaman menjadi inspirasi bagi Kabupaten dan Kota di Sumatera Barat. Terutama pelayanan Antar Jemput Perizinan (AJEP) dan Pelayanan Perizinan berbasis Android.

Kepala DPMPTP Hendra Aswara mengatakan pelayanan yang cepat, mudah dan online akan menarik minat investor dan memuaskan masyarakat. Disamping itu diperlukan juga Standar Pelayanan yang jelas, transparan dan bisa diakses dimanapun masyarakat baik melalui pamplet, website, media sosial, aplikasi android maupun dikantor pelayanan itu sendiri.

"Sesuai arahan Bapak Bupati, layanan perizinan harua cepat dalam hitungan menit atau jam. Jadi tidak ada lagi izin yang berminggu-minggu atau berbulan-bulan" kata Hendra saat menerima rombongan studi tiru dari DPMPTSP Kab. 50 Kota di Ruang Pelayanan, di Pariaman, Selasa (15/5).

Jebolan STPDN Angkatan XI itu menambahkan bahwa pelayanan perizinan memiliki tujuan yang mulia yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Artinya, Pemerintah membuka seluas-luasnya kemudahan berusaha untuk pertumbuhan ekonomi yang tentunya akan menimbukan multiplayer effect terhadap suatu investasi.

"Misal adanya investor membangun hotel, kita percepat proses izinnya, yang kemudian membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan menumbuhkan ekonomi" ujarnya.
Pelayanan di Padang Pariaman, kata Hendra, aplikasi perizinan elektronik yang diberi nama SIMPEL (Sistim Informasi Perizinan Elektronik) yang melayani 122 perizinan dan enam Non Perizinan sesuai Perbup 04 Tahun 2017.

Ditambahkannya bahwa pelayanan di Padang Pariaman sudah lebih baik dengan memakai aplikasi perizinan elektronik yang diberi nama SIMPEL (Sistim Informasi Perizinan Elektronik). Sementara Sijunjung juga telah mengoperasionalkan aplikasi berbasis elektronik.

"Jadi berkas dientry di front office dilanjutkan kepada Kepala Bidang Perizinan. Jika telah diverifikasi oleh kepala dinas maka sertifikat izin sudah bisa dicetak oleh back office" kata pria yang pernah menjabat Kabag Humas itu.

Sedangkan untuk menampung masukan masyarakat, Hendra mengatakan sudah memiliki layanan pengaduan masyarakat secara online melalui websitewww.perizinan.padangpariamankab.go.id, SMS dan Whatsapp 08116607788, email dpmptp.pdprm@gmail.com dan lainnya.

"Setiap pengaduan kita tindaklanjuti hingga tuntas karena juga terkoneksi langsung oleh inspektorat. Penyelesaian pengaduan maksimal 5 lima hari sesuai SOP," kata Kadis termuda di Padang Pariaman ini.
Baru-baru ini, telah diluncurkan juga aplikasi perizinan berbasis android di mana masyarakat dapat mengetik SIMPEL DPMPTP Padangpariaman di google playstore lalu mengunduhnya.

Dalam aplikasi, masyarakat dapat mendaftar perizinan, tracking dan pengaduan secara online. Jadi masyarakat tidak perlu repot-repot datang ke DPMPTP sehingga dapat mengurangi biaya transportasi.
"Inovasi ini yang pertama di Sumbar. Kami siap berbagi jika ada daerah yang memiru inovasi kami," kata pria yang humoris ini.

Rombongan DPMPTSTP Kab. 50 Kota yang turut serta studi tiru ke DPMPTP Padang Pariaman terdiri dari tiga orang yakni Kasubag Umum Riswanida, Kasubag Keuangan Ariffadillah dan Staf Yuli Deswita. Kunjungan ini untuk melihat langsung pelayanan perizinan sesuai amanat Undang-undang nomor 25 tentang Pelayanan Publik, baik Standar Pelayanan, sarana prasarana, SDM dan Inovasinya.

"Kesan pertamanya, di sini ruang pelayanan sangat nyaman, full AC, ruang tunggu luas, petugas ramah dan Kadisnya sangat muda enerjik," kata Riswanida.

Meja layanan, tambahnya, juga dilengkapi dengan layanan untuk berkebutuhan khusus dan punya satu petugas pula. Uniknya adanya minibar dan kacamata baca untuk masyarakat. Pelayanan untuk berkebutuhan khusus juga tersedia loket dan peralatan seperti kursi roda.

"Alhamdulillah, tadi kami saling berbagi informasi untuk perbaikan layanan perizinan yang lebih baik," kata Riswanida mengakhiri.

Ket foto
Kadis PMPTP Kab. Padang Pariaman Hendra Aswara mengekspos mengenai Standar Layanan dan inovasi saat menerima studi tiru dari DPMPTSP kab. 50 Kota di Ruang Pelayanan, Pariaman, Selasa (15/5).


Defriatos, S.Sos, M.Si Camat Terbaik Kabupaten Padang Pariaman 2018

Defriatos, S.Sos, M.Si Camat Terbaik Kabupaten Padang Pariaman 2018

Penilaian Camat Berprestasi Tingkat Kabupaten Padang Pariaman

 Padang Pariaman, (Reportase Sumbar)----- Defriatos, S.Sos, M.Si terpilih sebagai Camat Terbaik Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2018. Terpilihnya Camat Sungai Limau tersebut berdasarkan hasil penilaian Tim Penilai Kompetensi Camat yang dilakukan beberapa waktu yang lalu dan telah ditetapkan berdasarkan Keputusan Bupati Padang Pariaman Nomor 284/KEP/BPP/2018 Tentang Penetapan Pemenang Kompetensi Camat Tingkat Kabupaten Padang Pariaman Tahun 2018.

Penilaian Kompetensi Camat merupakan kegiatan tahunan yang selalu dilaksanakan dalam rangka evaluasi dan pembinaan terhadap kinerja camat dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai camat di wilayah kerjanya.

Drs. Idarussalam Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Padang Pariaman yang menjadi Ketua Tim Penilai Kompetensi Camat menjelaskan tujuan dari kegiatan penilaian kompetensi camat ini adalah sebagai bentuk dari pembinaan dan evaluasi terhadap kinerja camat dalam menjalankan tugas dan fungsinya di wilayah kerjanya.

“Penilaian Kompetensi Camat tahun ini hanya dilakukan terhadap 7 (tujuh) orang camat yang memenuhi syarat untuk dinilai berdasarkan Peraturan Gubernur Sumatera Barat Nomor 14 Tahun 2016 Tentang Petunjuk Teknis Penilaian Kmpetensi Camat Tingkat Provinsi Sumatera Barat,” terang Idarussalam.

Selanjutnya Idarussalam menguraikan bahwa camat berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2014 selain melaksanakan tugas umum pemerintahan juga melaksanakan tugas pemerintahan umum serta melaksanakan tugas delegatif yang dilimpahkan oleh bupati kepada camat.

Pelaksanaan penilaian kompetensi camat tersebut melibatkan tenaga ahli yang terdiri dari Pamong senior Drs. H. Martias Mahyuddin, M.Sc dan Prof. Dr. H. Duski Samad, MA yang melakukan penilaian dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan yang dibagi kedalam dua tahap, pertama para peserta camat akan mengekspose kegiatan di depan tim penilai dan tahap kedua dilakukan peninjauan lapangan terhadap kecamat yang mendapatkan 3 besar nilai tertinggi.

Prof. Dr. H. Duski Samad, MA menjelaskan sukses atau tidaknya tugas pemerintah dilakukan oleh camat dapat diukur seberapa jauh mereka memahami dan menegakan aturan yang sudah ada. “Aneh dan lucu dan tidak pantas seorang camat mempertanyakan aturan dan peraturan daerah yang sudah ditetapkan. Untuk itu seorang camat harus memiliki mentalitas loyal, patuh dan menjadi juru penerjemah kebijakan kepala daerah dan aturan yang berlaku di tingkat atas,” ungkapnya pada suatu kesempatan.

Pada kesempatan terpisah Bupati Padang Pariaman menerangkan pentingnya kinerja yang baik dari seorang camat sebagai ujung tombak pelayanan kepada masyarakat
“Camat harus mampu berinovasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, dan camat juga harus bisa menterjemahkan setiap kebiajakan daerah untuk di sosialisasikan kepada masyarakat agar masyarakat mengerti dan paham terhadap program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Padang Pariaman,” tegas Ali Mukhni.

Penilaian kompetensi camat tahun 2018 ini menghasilkan Camat Sungai Limau Defriatos, S.Sos, M.Si sebagai Camat Terbaik I, Suhardi, S.Sos, MM Camat Batang Anai sebagai Camat Terbaik II dan Camat Sintuk Toboh Gadang Elda Husniwar memperoleh Camat Terbaik III.

Pemenang Penilaian Kompetensi Camat Tingkat Kabupaten akan mengikuti kegiatan Penilaian Kompetansi Camat Tingkat Provinsi Sumatera Barat yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat ini.

Camat terbaik kabupaten padang pariaman :
-          Defriatos, S.Sos, M.Si (Camat Sungai Limau) Camat terbaik tahun 2018
-          Rudy Repenaldi Rilis, SSTP, MM (Camat Enam Lingkung) Camat terbaik 2017
-          Drs. Rahmang, MM (Camat Sungai Limau) Camat terbaik 2016
-          Jon Kenedy, S.Sos, MM (Camat Nan Sabaris) Camat terbaik 2015
-          Drs. Azmi Nur (Camat Lubuk Alung) Camat Terbaik 2014
-          Jon Kenedy, S.Sos, MM (Camat Nan Sabaris) Camat Terbaik 2013
-          Drs. Azmi Nur (Camat Lubuk Alung) Camat Terbaik 2012
-          Khrisna, S.Sos (Camat Sintuk Toboh Gadang) Camat Terbaik 2011

REL/ YURISMAN MALALAK

Senin, 14 Mei 2018

Hafiz Alquran di Sungai Limau Bertekad Selamatkan Bumi dari Musibah dan Bencana

Hafiz Alquran di Sungai Limau Bertekad Selamatkan Bumi dari Musibah dan Bencana

Ilustrasi Bencana Tsunami ( Sumber Fhoto :facebookbantennews.com)
Padang Pariaman, (Reportase Sumbar) ,---Perayaan Wisuda Hafiz Alquran perdana yang dipusatkan di Masjid Raya Sungai Limau Kabupaten Padangpariaman Sabtu kemarin tampak  berlangsung semarak. Suasana syahdu dan khidmat juga tampak mewarnai perayaan wisuda hafiz yang diikuti sekitar 100-san hafiz dan hafizah se Kecamatan Sungai Limau itu.


Seperti terungkap Sabtu kemarin, selain disemarakkan dengan penyerahan piagam atau sertifikat hafiz, sesuai tingkat hafalan masing-masing peserta, Wisuda Hafiz Sabtu kemarin juga diwarnai Pawai Taaruf keliling kawasan Pasar Sungai Limau yang mendapat sambutan antusias dari warga di daerah itu.


Seperti diakui Ketua Panitia Pelaksana, Yardi, dan Andi Susanto, selaku perwakilan Ikatan Keluarga Perantau Sungai Limau (IKAPS), kegiatan wisuda hafiz  Sabtu kemarin sepenuhnya turut didukung dan mendapat dorongan penuh organisasi IKAPS, baik yang ada di perantauan atau di kampung halaman.

Hal itu menurutnya, setidaknya terlihat dari berbagai bantuan dan berbagai bentuk hadiah lainnya yang diserahkan IKAPS kepada masing-masing peserta wisuda hafiz Sabtu kemarin.  “Karena kita dari IKAPS menginginkan agar nantinya tidak ada lagi anak-anak di Sungai Limau ini yang tidak hafal Alquran, baik itu satu dua, tiga juz atau lebih dari itu, karena itulah IKAPS dalam hal ini sangat mendukung penuh kegiatan wisuda hafiz yang diikukuti ratusan anak-anak di Sungai Limau ini,” terangnya.


Ditambahkan, selain menyediakan hadiah berupa tas sekolah, paket buku dan uang pembinaan lainnya, IKAPS sendiri selama ini juga aktif membantu atau memberikan donasi kepada guru mengaji yang ada di Sungai Limau. Jumlahnya berfariasi, hingga ada yang mencapai Rp800 ribu.

“Semua itu tak lain bagaimana menciptakan lahirnya generasi  yang qurani di Sungai Limau ini, dimana kegiatan hafiz ini merupakanm salah satu langkah awal bagi mereka untuk bisa lebih mempelajari, mendalami dan mengamalkan ajaran Alquran dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Andi Susanto.


Ketua Panitia Pelaksana, Yardi menyebutkan, kegiatan Wisuda Hafiz yang dipusatkan di Masjid Raya Sungai Limau Sabtu kemarin, merupakan kegiatan wisuda yang pertamakalinya yang digelar secara serentak. Kegiatan itu sendiri lanjutnya diikuti sekitar 100-an hafiz dan hafizah yang berasal dari dari berbagai lembaga pendidikan Alquran di Kecamatan Sungai Limau.

Lebih jauh Kepala KUA Sungai Limau Eljusra Amir maupun Camat Sungai Limau Jefriatos mengaku sangat mengapresiasi kegiatan Wisuda Hafiz yang berlangsung di Masjid Raya Sungai Limau Sabtu kemarin. Disebutkan, kegiatan Wisuda Hafiz tentunya merupakan langkah yang sangat tetap dalam menanamkan semangat kecintaan anak terhadap ajaran atau nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Alquran.


“Bahkan dengan adanya kegiatan hafiz seperti ini, bisa diibaratkan kita telah menyelamatkan bumi, khususnya dari berbagai macam musibah dan bencana. Makanya ke depan kita berharap kegiatan seperti ini bisa terus lebih ditingkatkan lagi,” terang Kepala KUA Sungai Limau Eljusra Amir.

Senada dengan itu Camat Sungai Limau, Jefriatos  mewakili Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni juga menegaskan bahwa jajaran Pemkab Padangpariaman juga sangat mendukung berbagai kegiatan positif yang telah dilakukan oleh masyarakat, seperti halnya maraknya kegiatan hafiz Alquran yang trdapat di sekitar Kecamatan Sungai Limau. “Jadi kegiatan ini tentunya tidak hanya dipandang sebatas serimonial saja, melainkan kedepannya tentunya akan berdampak positif dalam menanamkan semangat cinta Alquran terhadap generasi muda di daerah ini,” terangnya. (*)


Sabtu, 12 Mei 2018

Bupati Ali Mukhni Optimis Tarok City, Berdampak Positif Bagi Padang Pariaman

Bupati Ali Mukhni Optimis Tarok City, Berdampak Positif Bagi Padang Pariaman

Bupati Ali Mukhni, Ketika Berkunjung Ke Tarok City ( Fhoto : Dokumentasi )

Bupati Ali Mukhni, "Sebagai contoh kecil  saja, untuk ukuran satu kampus mahasiswa UNP saja misalnya, diperkirakan tidak kurang uang yang bakal beredar bisa mencapai Rp 1 miliar perharinya. Itu baru dihitung dari belanja atau jajanan harian, belum lagi belanja kebutuhan makan atau yang lainnya,".


Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni mengaku optimis jika kehadiran kawasan Terpadu Tarok City di Nagari Kapalo Hilalang, Kecamatan 2 X 11 Kayu Tanam nantinya akan sangat berdampak positif terhadap peningkaran perputaran uang di daerah itu.

Bahkan jika kawasan itu telah bisa dioperasikan, maka diperkirakan tidak kurang miliaran uang akan beredar di kawasan itu setiap harinya.

"Sebagai contoh kecil  saja, untuk ukuran satu kampus mahasiswa UNP saja misalnya, diperkirakan tidak kurang uang yang bakal beredar bisa mencapai Rp 1 miliar perharinya. Itu baru dihitung dari belanja atau jajanan harian, belum lagi belanja kebutuhan makan atau yang lainnya," terangnya.

Dengan estimasi itu pula lanjut putra V Koto Kampuang Dalam ini, pihaknya meyakini dalam beberapa tahun  saja maka nilai investasi yang dikeluarkan untuk membuka Kawasan Terpadu Tarok, sudah bisa kembali.

Sebut misalnya, jika jumlah biaya investasi untuk kebutuhan pembukaan kawasan Terpadu Tarok City bisa mencapai Rp400 miliar lebih, maka kita optimis jika dalam beberapa tahun berikutnya uang sebesar itu akan bisa kembali.

"Tapi pengembaliannya memang tidak langsung ke kas daerah, namun bentuknya berupa meningkatnya peredaran uang di tengah masyarakat Padangpariaman. Karena dengan kehadiran kawasan Terpadu Tarok dimaksud, tentunya akan semakin banyak orang yang membelanjakan uangnya di daerah ini.

Terkhusus di sekitar Kawasan Terpadu Tarok ini," ungkap Bupati Padangpariaman dua periode hasil pemilihan langsung ini, saat berkunjung ke kawasan Terpadu Tarok kemarin.

Lebih jauh Ali Mukhni menambahkan, secara fisik kondisi kontur tanah di sekitar Kawasan Terpadu Tarok City memang terbilang sangat mendukung dijadikan lokasi pembangunan kampus atau sejumlah fasilitas lainnya, seperti fasilitas kesehatan atau rumah sakit, lokasi perkantoran pemerintah dan lain sebagainya.

Hal itu lanjut Bupati Ali Mukhni, memang sangat beralasan, pasalnya kondisi kontur tanah yang ada di sekitar Kawasan Terpadu Tarok City didukung pula oleh tanah berbatu, sehingga sangat mendukung dijadikan sebagai lokasi pembangunan.

"Makanya berbeda dengan lokasi lain, untuk membangun di kawasan ini cukup dilengkapi cakar ayam saja, dan tidak perlu  dengan tiang pancang. Inilah salah satu keunggulan dari kontur tanah yang ada di kawasan Terpadu Tarok City ini," sebutnya.

Sebagaimana terungkap dalam kunjungan kemarin, Bupati Ali Mukhni juga mewacanakan pengembangan pembangunan di sekitar kawasan Tarok City nantinya bakal diselaraskan pula dengan pembangunan sejumlah fasilitas kantor pemerintahan yang ada di lingkungan Pemkab Padangpariaman.

"Bila memperhatikan kondisi lahan yang tersedia, mudah-mudahan saja dengan izin dan rahmat Allah kita sangat yakin nantinya semua akan berjalan dengan lancar seperti diharapkan," terangnya. (*)



Tinggi Penderita IVA di Padang Pariaman Data Tahun 2017 Capai 112 Orang

Tinggi Penderita IVA di Padang Pariaman Data Tahun 2017 Capai 112 Orang

Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman dr.Aspinuddin ( Fhoto : Antara Sumbar )

Padang Pariaman (Reportase Sumbar)--Buktinya, selama 2017 jumlah wanita di daerah ini yang positif mengalami IVA sebanyak 112 orang.

Untuk itu Kepala Dinas Kesehatan Pemkab Padangpariaman Aspinuddin meminta para perempuan di daerah iini agar rutin melaksanakan tes inspeksi visual asam asetat (IVA) di puskesmas terdekat, guna mendeteksi dini kanker mulut rahim.

"Tes IVA harus dilakukan sekali enam bulan oleh wanita di atas usia 30 tahun," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Padangpariaman, Aspinuddin, kemarin.

Ia mengatakan selama ini banyak wanita di daerah ini tidak mau melakukan tes IVA karena merasa malu, padahal pemeriksaannya dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Oleh karena itu petugas medis di puskesmas harus lebih aktif mensosialisasikan tentang pentingnya tes IVA kepada para perempuan.

Dengan perempuan banyak melakukan tes IVA maka pihaknya dapat menekan adanya potensi penderita kanker mulut rahim.

Sementara itu, Ketua Pembina Kesejahteraan Keluarga Kabupaten Padangpariaman, Ny Rena Ali Mukhni mengatakan pihaknya akan terus menyosialisasikan kepada anggota organisasi dan wanita di daerah itu untuk melaksanakan tes IVA.

"Ini penting karena selama ini wanita baru tahu kalau terserang kanker mulut rahim kalau sudah stadium 3," katanya.

Padahal, lanjutnya penyakit tersebut dapat diantisipasi dengan melakukan pemeriksaan ke puskesmas tanpa dipungut biaya.

Ia mengimbau wanita di daerah itu untuk rutin melakukan tes IVA guna mengantisipasi kanker mulut rahim.
"Jadi untuk pencegahan maka semua wanita harus melakukan tes IVA," tandasnya mengakhiri.(ris)

Desa Palak Aneh Siapkan BUMdes

Desa Palak Aneh Siapkan BUMdes



PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Guna memacu peningkatan pendapatan desa, maka Desa Palak Aneh saat ini tengah bersiap merampungkan kehadiran Badan Usaha Milik Desa atau BUMdes, di desa tersebut.

Seperti diakui Kepala Desa Palak Aneh, Azwir, salah satu prioritas utama pihaknya pada tahun ini yaitu bagaimana membentuk kehadiran BUMdes di desa tersebut. "Untuk bidang usahanya kita telah merancang layanan jasa sewa pelaminan lengkap sebanyak satu shet. Dan saat ini alhamdulillah sudah mulai berjalan," terangnya, dihubungi di Desa Palak Aneh kemarin.

Selain usaha jasa sewa pelaminan  pihaknya juga menyiapkan beberapa jenis usaha lainnya, seperti usaha bidang pertanian atau pemberdayaan pertanian lainnya.

"Adapun bentuk usahanya mungkin bisa saja dalam bentuk pengadaan kebutuhan alat-alat alsintan, pengadaan bibit, hingga alat pemberantasan hama pertanian lainnya, termasuk diantaranya jasa pengumpulan usaha pertanian," sebut Azwir.

Diakuinya, sejauh ini hasil produksi pertanian masyarakat di Desa Palak Aneh baru berkisar 2,5 ton perhektarenya. Sementara itu luas lahan pertanian di Desa Palak Aneh mencapai 48 hektare.

"Jadi ke depan inilah nantinya yang akan lebih kita pacu lagi, termasuk nantinya bagaimana memberikan sentuhan terkhnologi terhadap usaha pertanian masyarakat yang ada," terangnya.

Pihaknya mengaku optimis jika kehadiran BUMdes Desa Palak Aneh nantinya bakal memiliki prospektif yang cukup menjanjikan, apalagi jika dikelola secara serius dan sungguh-sungguh. (ris)

Selasa, 08 Mei 2018

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Adakan Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI

Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Adakan Lomba Bercerita bagi Siswa SD/MI

Salah Seorang Anggota Dewan Juri Lomba Bercerita Zakirman Tanjuang yang sehari-harinya Redaktur Pelaksana Portal Berita Canang News, Menyerahkan Hadiah Kepada Pemenang (Fhoto : Humas dan Protokol Padang Pariaman)

Pariaman, (Reportase Sumbar)-Guna memupuk kecintaan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI), Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Padang Pariaman menyelenggarakan kegiatan “Lomba Becerita bagi Siswa SD/MI”. Kegiatan berlangsung di Gedung UPT PAUD & Dikmas Provinsi Sumatera Barat, Rawang – Kota Pariaman, Selasa (08/05/2018).

Kegiatan Lomba Bercerita ini dibuka secara resmi oleh Bupati Padang Pariaman yang diwakili Asisten I Bidang Pemerintahan Sekretaris Daerah Kabupaten (Setdakab), Drs H Idarussalam Tuanku Sutan.

Ketika memberikan kata sambutan, Idarussalam mengemukakan, Bupati Padang Pariaman sangat mengapresiasi kegiatan lomba bercerita ini karena sesuai dengan visi dan misi daerah. “Pendidikan melalui membaca dan menceritakan kembali materi bacaan dapat mengasah intelelejensi dan kecerdasan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Arpus Hendri Satria AP MSi  melaporkan, tujuan penyelenggaraan lomba ini antara lain menumbuh-kembangkan minat dan kegemaran membaca anak-anak serta kecintaan terhadap karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan atau buku. Di samping itu, mengangkat dan mempopulerkan buku-buku cerita budaya daerah (lokal) yang mengandung nilai-nilai kehidupan yang baik serta membangun karakter bangsa, baik buku bernuansa cerita kepahlawanan maupun legenda.

Selanjutnya, ulas Hendri, menumbuh-kembangkan kecintaan anak-anak terhadap karya  budaya bangsa serta mencari bibit generasi muda dari penjuru nusantara yang dapat menjadi panutan dalam memupuk kebiasaan gemar membaca.

Sasaran peserta lomba, lanjut dia, siswa-siswi yang pada saat pelaksanaan lomba masih duduk di Kelas V SD / MI, baik negeri maupun swasta, masing-masing dua peserta dari setiap kecamatan se-Kabupaten Padang Pariaman. Dalam hal ini sekolahnya sudah memiliki perpustakaan yang dikelola dan dikembangkan oleh petugas kompeten.

Dewan juri berjumlah lima orang, terdiri dari Zafnirati SPd dari Lembaga Pendidikan Anak Usia Dini Kota Padang & Presenter Padang TV, Zalmasri SS MPd (dosen Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Padang, Hendri Satria AP MSi (Kadis Arpus) Zakirman Tanjung (jurnalis) dan Hj Hartini Ma’ar SPd (Kabid Pengawasan dan Kearsiapan Dinas Arpus).

Hingga kegiatan berlangsung, peserta yang mendaftar berjumlah 24 siswa / siswi SD / MI, masing-masing memperoleh kesempatan menunjukkan kebolehan bercerita selama 10 s/d 15 menit, menceritakan satu dari sepuluh judul yang ditentukan panitia.

Di antara judul cerita yang dipilih peserta adalah Lebai Malang, Malin Kundang, Syekh Burhanuddin, Anggun Nan Tongga, Sabai Nan Aluih, Pinokio, Asal-muasal Minangkabau, Asal Mula Nama Pantai Gandoriah dan Balasan untuk Sebuah Pertolongan. Peserta bercerita tanpa naskah dengan penampilan, intonasi dan boleh menggunakan alat peraga.

Komponen penilaian terdiri dari Penampilan dengan bobot 2, Cara / Teknik Bercerita (4), Penguasaan Materi (3) dan Kemampuan / Skill (1). Rentang penilaian berkisar antara 50 hingga 95 dengan skala kualifikasi 50 – 64 (kurang), 65 – 74 (cukup), 75 – 84 (baik) dan 85 – 95 (sangat baik).

Setelah seluruh peserta menunjukkan kebolehan, kelima dewan juri menyerahkan hasil penilaian masing-masing. Hasilnya, juara pertama diraih Airin Afrilia Jelita (siswi Kelas III SDN 06 Batang Anai) meraih hadiah berupa trofi, piagam dan tabanas Rp3,5 juta serta diutus mengikuti lomba yang sama tingkat Provinsi Sumbar – 28 Juni 2018.

Selanjutnya, juara kedua Mutia Rani (siswi Kelas V SDN 14 Nan Sabaris) dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp2 juta. Juara ketiga Zahratul Hayati Arafah (siswi Kelas V SDN 07 V Koto Timur) dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp1 juta.

Berikutnya juara harapan pertama Salsabilla (siswi Kelas V SDN 15 Ulakan Tapakis) dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp750 ribu, juara harapan kedua Ahmad Wildan (siswa Kelas III SDN 07 Ulakan Tapakis) dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp500 ribu dan juara harapan ketiga Yelmi Fitria (siswi Kelas V SDN 11 Batang Gasan) dengan hadiah trofi, piagam dan tabanas Rp250 ribu.(ris)

Minggu, 06 Mei 2018

Pemprov Sumbar Didesak Perlebar Ruas Jalan BIM-Kota Pariaman

Pemprov Sumbar Didesak Perlebar Ruas Jalan BIM-Kota Pariaman

Masjid Syeh Burhanuddin di Kecamatan Ulakan Tapakis, Kabupaten Padang Pariaman
Padang Pariaman (Reportase Sumbar),--Suasana kepadatan arus lalu lintas kendaraan yang melewati jalur Katapiang-Ulakan-Pariaman agaknya terus saja meningkat dari hari ke hari. Seperti terlihat Kamis kemarin, di mana terlihat ramainya lalu lalang kendaraan yang melintasi ruas jalan yang terhubung langsung dengan Komplek Makam Syech Burhanuddin tersebut.

Seperti diakui salah seorang pedagang nasi saat dihubungi di ruas jalan Ulakan Sunua Kamis kemarin. “Bahkan khusus pada hari Minggu misalnya, biasanya kendaraan yang melewati jalur ini sangat padat sekali. Bahkan saking padatnya, terkadang kita pun sangat susah untuk bisa menyeberang jalan,” ungap Raidin, pedagang nasi di ruas jalan Sunur Ulaan, di Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padangpariaman.

Selain hari minggu, suasana kepadatan arus lalu lintas yang melewati ruas jalan tersebut juga terjadi pada hari Sabtu sore hingga malam harinya.

Hanya saja bedanya, jika hari Minggu biasanya kendaraan banyak mengarah ke Kota Padang atau sebaliknya. Sementara pada hari Sabtu kendaraan umumnya banyak yang bergerak menuju Kota Pariaman.

“Mungkin pada hari itu barangkali karena banyak anak kuliah yang pulang ke rumah orangtuanya, sehingga hingga sampai waktu malam hari sekalipun biasanya masih banyak kendaraan yang melintas di jalan ini,” imbuhnya.

Begitu pula pada hari libur atau hari besar lainnya.

Diakuinya, melihat kondisi lebar ruas jalan yang ada saat ini, jelas ukuran ruas jalan yang menghubungkan antara Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dengan Kota Pariaman itu kurang begitu memadai.  Terlebih lagi ruas jalan itu juga sering dilintasi oleh truk-truk berukuran besar, termasuk diantaranya truk fuso dan sebagainya.

Akibatnya, dengan lebar jalan yang hanya berkisar 4 meter itu jelas tidak lagi mampu menampung kendaraan sebesar itu, sehingga saat berpapasan dengan sesama kendaraan berukuran besar lainnya, biasanya serig memicu terjadinya kemacetan atau antrian kendaraan.

“Karena itulah kita tentu berharap agar pihak Provinsi bisa segera memperlebar ruas jalan BIM-Kota Pariaman ini, sehingga para pengendara yang melewatinya  bisa merasa lebih nyaman,” terangnya.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi lanjut Raidin, meski ruas jalan di kawasan itu tidak begitu besar, namun tetap saja banyak pengendara yang mengendarai kendaraannya dengan kecepatan kencang. Hal itu bisa saja disebabkan karena takut ketinggalan pesawat atau alasan lainnya.

Kondisi tersebut jelasnya tentunya akan sangat berbahaya terhadap keselamatan pengguna jalan lainnya, termasuk diantaranya terhadap keselamatan pejalan kaki sendiri.
“Itulah yang mengherankan kita. Meski ruas jalan di sini terbialng kecil, namun pengendara tetap saja nekat melaju dengan kecepatan tinggi,” terangnya.

Raidin mengakui, lebar ruas jalan yang ada di kawasan itu pada dasarnya tidak jauh bertambah dari tahun ke tahun.  Meski sebagian diantaranya telah dihotmix, namun ukurannya tidak jauh berbeda saat ruas jalan itu dibangun pada masa pemerintahan Bupati Anas Malik.

“Makanya jika ruas jalan ini bisa diperlebar tentunya akan lebih banyak lagi kendaraan yang lewat di sini, sehingga nantinya bisa berdampak positif terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, khususnya para pedagang yang banyak ditemui di sepanjang ruas jalan ini,” terangnya.

Begitu pula dampaknya terhadap pengembangan wisata yang ditemui di sepanjang ruas jalan tersebut, termasuk diantaranya bisa berdampak positif terhadap pengembangan wisata pantai yang terdapat di sepanjang ruas jalan tersebut.

Terpisah, dari hasil pantauan di lapangan terlihat bahwa jajaran Pemkab Padangpariaman tampak tengah mengkebut pengerjaan pelebaran ruas jalan Pauah Kamba-Ulakan, yang nantinya akan terhubung langsung ke ruas jalan Pakandangan-Parikmalintang, yang dikenal sebagai pusat Ibukota Kabupaten Padangpariaman.

Sejumlah petugas tampak sibuk mengerahkan dan mengoperasikan alat berat, guna menimbun bagian bibir jalan untuk kemudian dilanjutkan dengan pengaspalan. (ris)






Dua Hektare Lahan Pertanian Disapu  Aliran Sungai Batang Piaman Ketek Kades Ansharuddin :"Terjadi Sejak Sepuluh Tahun Terakhir"

Dua Hektare Lahan Pertanian Disapu Aliran Sungai Batang Piaman Ketek Kades Ansharuddin :"Terjadi Sejak Sepuluh Tahun Terakhir"

Pariaman (Reportase Sumbar)---Dalam rentang sepuluh tahun terakhir, tercatat sedikitnya dua hektare lahan pertanian masyarakat di Desa Sungai Pasak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman luluh lantah akibat terkikis arus Batang Piaman Ketek yang melintasi daerah itu.

Seperti diakui Kepala  Desa Sungai Pasak, Ansharuddin, saat dihubungi di Masjid Raya Desa Sungai Pasak Kamis kemarin. Menurutnya, penamaan Desa Sungai Pasak sendiri awalnya berasal dari Korong Sungai Pasak, dan selanjutnya statusnya meningkat menjadi Desa Sungai Pasak.

“Sedangkan nama Sungai Pasak sendiri menurut ceritera yang saya terima, berawal dari adanya pertemuan sungai di Desa Sungai Pasak ini, yaitu Sungai Batang Piaman dan Batang Piaman Ketek. Kebetulan yang melintasi Desa Sungai Pasak ini adalah sungai Batang Piaman Ketek,” terangnya.

Hanya saja meski namanya Batang Piaman Ketek, namun saat tertentu seperti musim penghujan arus sungai Batang Piaman Ketek justru kerap berubah ganas, hingga sering meruntuhkan tebing sungai, termasuk merusak lahan pertanian milik warga.
“Ya sejak sekitar sepuluh tahun terakhir ini diperkirakan sudah ada dua hektare lahan pertanian warga yang hanyut terkikis air, makanya jika ini dibiarkan tetap berlarut-larut dikhawatirkan akan bisa berdampak lebih buruk lagi terhadap keselamatan lahan pertanian warga,” terangnya.

Dengan alasan itulah Ansharuddin mengaku sangat mendukung komitmen Pemko Pariaman untuk menormalisasi aliran batang sungai Batang Piaman Ketek dimaksud, sehingga ke depannya kerusakan lingkungan seperti yang kerap ditemui selama ini bisa diantisipasi sedemikian rupa.

“Memang Pemko Pariaman sebelumnya sempat berkeinginan untuk menormalisasi aliran sungai Batang Piaman Ketek ini. Bahkan di bagian kiri kanannya juga direncanakan akan ikut dibebaskan, masing-masing berukuran sepuluh meter kiri kanannya,” terangnya.
Hanya saja lanjutnya, untuk bisa menormalisasi aliran sungai tersebut seperti diharapkan, tentunya tidaklah semudah membalik telapak tangan.

Karena tentunya dibutuhkan adanya beberapa proses, termasuk pembebasan lahan milik warga. “Jadi inilah salah satu permasalahannya, karena sebagian masyarakat belum mendapatkan kesepakatan untuk masalah pembebasan lahan. Makanya ke depan kita berharap semuanya bisa berjalan lancar seperti diharapkan, sehingga aliran sungai Batang Piaman Ketek ini bisa dinormalisasi sedemikian rupa,” terangnya.

Di pihak lain Ansharuddin mengakui, secara umum kehidupan ekonomi masyarakat Sungai Pasak lebih banyak bertumpu pada sektor pertanian. Kebanyakan diantaranya sebagai petani penggarap. Karena seperti diketahui luas keseluruhan lahan pertanian yang ada di Desa Sungai Pasak hanya berkisar 80 hektare, itupun kebanyakan hanya dikuasai oleh sebagian kecil masyarakat. Sementara masyarakat lainnya lahannya terbilang sangat terbatas.

“Makanya sangat beralasan jika masyarakat disini banyak berprofesi sebagai petani penggarap, termasuk diantaranya menggarap atau bekerja di lahan pertamian milik orang lain,” terangnya.

Karena itulah lanjutnya, selain fokus merampungkan pembangunan kepala desa yang baru, pihaknya dari pemerintahan desa Sungai Pasak, saat ini juga fokus menggiatkan program pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk diantaranya dengan menggelar berbagai pembekalan dan pelatihan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya.

Demikian pula halnya dalam bidang pembangunan fisik, sepanjang tahun 2016 yang lalu pihaknya dari Pemerintahan Desa Sungai Pasak  telah memprogramkan pembangunan empat saluran irigasi cacing, yang panjangnya ada yang mencapai 300 meter. “Pada tahun ini program itu juga rencananya akan kita lanjutkan, sehingga nantinya diharapkan kebutuhan air untuk mengairi lahan pertanian masyarakat bisa terpenuhi seperti harapan semua pihak,” tegasnya. (ris)




Sabtu, 05 Mei 2018

Wabup Suhatri Bur : Acara Jadi Tidak Menarik Jika Tak Menguasai Protokoler

Wabup Suhatri Bur : Acara Jadi Tidak Menarik Jika Tak Menguasai Protokoler

 Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menyatakan  bahwa saat ini Pemkab Padangpariaman terus berupaya menciptakan protokol profesional melalui pelatihan protokoler agar pengemasan kegiatan di daerah itu semakin menarik dan khidmat.

"Selama ini banyak acara yang dilakukan tidak menarik karena tidak mengusai protokoler," kata Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur saat membuka pelatihan protokoler tingkat Kabupaten Padangpariaman, kemarin.

Padahal, lanjutnya suksesnya suatu acara tergantung dari protokol yang menyusun acara dengan baik sehingga meninggalkan kesan tersendiri oleh tamu.

Apalagi kegiatan yang dilakukan tersebut merupakan acara resmi pemerintah yang memerlukan susunan acara yang baik dan benar.

Oleh karena itu untuk menciptakan protokol profesional maka pihaknya menyelenggarakan pelatihan protokoler yang dilaksanakan selama tiga hari.

"Diharapkan dengan pelatihan tersebut pelaksanaan acara di Padang Pariaman semakin baik," ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas dan Protokoler Padangpariaman, Andri Satria Masri mengatakan memang selama ini organisasi perangkat daerah dan kecamatan sudah bisa menyelenggarakan acara dengan baik.

"Namun untuk kegiatan bupati dan wakil kita yang mendominasi menjadi porotokolnya," kata dia.

Meskipun protokol di beberapa OPD dan kecamatan dapat menyelenggarakan acara pada kegiatan bupati dan wakil namun pihaknya tetap selalu mendampingi protokolnya agar tidak terjadi kesalahan.

Tetapi, lanjutnya ada OPD dan kecamatan tidak bisa menyelenggarakan protokoler sehingga pihaknya harus mengambil alih kegiatan tersebut.

Pelatihan tersebut diselenggarakan dari 2 sampai dengan 4 Mei yang menghadirkan sejumlah narasumber yaitu MC senior dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan RI Elita Gafar.

Lalu Kepala Biro Umum Administrasi Pimpinan Sekretariat Jendral kementerian Dalam Negeri, Agus Fatoni dan Kasubag Protokol Sumbar, Enim Yasmi.

Pelatihan tersebut, lanjutnya diikuti oleh sejumlah protokol utusan dari sejumlah instansi yaitu di antaranya OPD, kecamatan, Kantor Kementerian Agama, Pembinaan Keluarga Sejahtera, dan Gabungan Organisasi Wanita setempat.

"Bahkan protokoler utusan dari kabupaten dan kota di Sumbar juga ikut dalam pelatihan ini," tambahnya mengakhiri.(ris/rel)