Sabtu, 29 Juli 2017

Naas Mobil Terperosok ke Jurang, di Malalak

Naas Mobil Terperosok ke Jurang, di Malalak

Iustrasi
Malalak (Reportase Sumbar)---Berniat hendak menjambangi rumah orang tuanya di Sungai Sariak, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padangpariaman, Asben (35), malah mengalami nasib naas. Pasalnya mobil yang dikendarainya, jenis Colt T, BA 9799 LV, justru terjun ke jurang di kawasan Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Tepatnya di kawasan Ambacang, tidak jauh dari kawasan Batu Baapik, Nagari Malalk Timur, Kecamatan Malalak.

Beruntungnya, akibat kecelakaan itu tidak sampai menyebabkan jatuhnya korban jiwa, namun demikian, lima orang yang berada dalam mobil tersebut mengalami luka berat dan sedang.

Pantauan media ini Jumat kemarin, kecelakaan yang menimpa rombongan keluarga Asben itu memang terbilang cukup mengenaskan. Pasalnya, setelah melewati tumpukan tanah yang ada di pinggiran jalan di kawasan itu, kendaraan yang dikendarainya langsung terjun ke dalam jurang.

Masih beruntung, setelah menerjuni jurang hingga 50 meter, kendaraan itu pun langsung terhenti, setelah  tersangkuat material tanah dan pasir. Namun akibat kecelakaan tersebut kendaraan yang dikemudikan Asben sempat mengalami kerusakan cukpu parah.

Kasus kecelakaan lalu lintas yang terjadi Jumat kemarin, tak ayal mendapat perhatian luas dari warga. Hal itu terlihat dari banyaknya warga yang berdatangan menyaksikan kejadiaan naas tersebut. Mereka penasaran ingin mengetahui bagaimana nasib para korban akibat kecelakaan tersebut.

"Awalnya, rombongan keluarga kami ko, ka manuju  Sungai Sariak di Padangpariaman, tampek urang ruo suami ambo. Tapi tibo-tibo sajo iko yang tajadi, Otonyo jatuah ka jurang di Malalak," terang isteri Asben, yang enggan menyebutkan identitasnya, saat dihubungi di RS Achmad Muchtar Bukittinggi kemarin.

Lebih jauh dia menambahkan, awalnya suaminya bertolak dari kediamannya di Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi bersama lima anggota rombongan lainnya. Masing-masing, Fitriani (8),  Rahmad Ramadhan, (3) (keduanya anak Asben,red) Asnita (40) dan Amri, masing-masing kerabat dan rekan sejawatnya.

Informasi yang dihimpun di lapangan diketahui, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 12.00 WIB siang, beberapa saat jelang masuknya waktu Jumat. Saat ini kasus tersebut telah ditangani oleh jajaran Satlantas Polres Bukittinggi.

Sementara itu, sebelum di rujuk RS Achmad Muchtar Bukittinggi, Asben bersama korban lainnya sempat dilarikan ke Puskesmas Malalak di Jorong Campago, Nagari Malalak Utara. Namun karena mengingat luka yang dialami korban sangat serius , seluruh korban akhirnya dirujuk ke RS Achmad Muchtar Bukittinggi.

Hingga berita ini dirilis, kasus laka lintas tersebut saat ini masih dalam penyelidikan intensif pihak kepolisian dari jajaran Satlantas Polresta Bukittinggi. (ris)
  


Jumat, 28 Juli 2017

Pilkada Kota Pariaman 2018, H. Bagindo Jamahor Akan Maju Menjadi Wakil Walikota Pariaman

Pilkada Kota Pariaman 2018, H. Bagindo Jamahor Akan Maju Menjadi Wakil Walikota Pariaman

H.Bagindo Jamahor Ketika Berdiskusi Dengan Walikota Pariaman Mukhlis Rahman, Terkait Pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM) di  Kota Pariaman  (*****)
Pariaman (Reportase Sumbar)---Pilkada Kota Pariaman yang akan digelar bulan Juni 2018 mendatang telah memunculkan bakal calon Walikota dan bakal calon Wakil Walikota. Salah satunya adalah H. Bagindo Jamahor dia menyatakan akan menjadi maju menjadi Wakil Walikota Pariaman.

Bagi masyarakat Kota Pariaman sendiri, sosok atau figur H. Bagindo Jamohor selama ini tentu sudah tidak asing lagi bagi mereka, terlebih melalui kiprah yang ditunjukkannya selama ini, baik sebagai ketua Kadin atau pengurus Badan Amil Zakat (Baznas) Kota Pariaman.

Sebagai bentuk keseriusannnya maju sebagai calon wakil walikota, H Bagindo Jamohor sendiri dikabarkan telah mendaftarkan diri secara resmi melalui Partai Hanura Kota Pariaman. 

Seperti diakui H Bagindo Jamohor saat dihubungi kemarin di Pariaman, motivasi dirinya untuk maju sebagai calon wakil walikota Pariaman tak lain agar bisa lebih mengabdikan untuk membesarkan dan memajukan Kota Pariaman.

Menurut H.Bagindo Jamohor, pembangunan yang dianggap baik yang telah dilakukan duet walikota dan wakil walikota Pariaman, H Mukhlis Rahman dan Genius Umar akan tetap dipertahankan sekaligus akan lebih ditigkatkan lagi pada masa mendatang. "Selain itu, kalau sekiranya saya diamanahkan menjadi wakil walikota Pariaman nantinya, maka saya akan berusaha membantu tugas-tugas walikota terpilih, khususnya dalam rangka lebih mendorong peningkatan pendapatan dan ekonomi masyarakat yang ada di Pariaman," terangnya.

Lebih jauh mantan anggota DPRD Padangpariaman dan Kota Pariaman itu menyebutkan, agar sebuah kota seperti Kota Pariaman bisa lebih maju dan berkembang ke depannya, maka tentunya rasa memiliki masyarakatnya terhadap kota mereka harus bisa ditingkatkan.

 "Bagaimana agar rasa memiliki terhadap kota bisa meningkat, maka tentu ekonomi masyarakat harus bisa ditigkatkan terlebih dahulu. Karena kalau ekonomi masyarakat sudah tinggi, maka dengan sendirinya akan lahir sikap kebanggaan dan rasa memiliki terhadap kota juga akan meningkat dengan sendirinya," terangnya.

Sebagaimana diketahui, sosok H Bagindo Jamohor sendiri sebelumnya pernah tercatat sebagai penerima penghargaan koperasi, usaha kecil dan menengah tingkat nasional dari pemerintah pusat.

Diantaranya, penghargaan Bakti Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, dari Mentri Negara Ekonomi Kecil dan Menengah, pada era pemerintahan Presiden Gus Dur. Begitu pula penghargaan pengusaha kecil berprestasi tingkat nasional tahun 2002 dan penghargaan Bakti Koperasi, usaha kecil dan menengah juga tahun 2002, pada era pemerintahan Megawati.

Di pihak lain, H Bagindo Jamohor juga menyebutkan, untuk bisa meningkatkan pendapatan atau ekonomi masyarakat yang ada di Kota Pariaman, maka tentunya masyarakat perlu dibantu agar bisa lebih mudah menjangkau kredit lunak atau permodalan yang dibutuhkan untuk pengembangan usahanya.

"Karena sekalipun selama ini pihak perbankan cukup banyak menyediakan fasilitas kredit, namun tetap saja dirasakan masih cukup berat oleh masyarakat. Tidak terkecuali juga kredit usaha rakyat atau KUR, yang kisaran bunganya berkisar 9 persen," ucapnya

Untuk itu lanjutnya, ke depannya kapan perlu kredit lunak yang disalurkan kepada masyarakat hendaknya perlu diturunkan atau dilunakkan lagi. "Jika perlu nantinya pemerintah harus berani untuk mensubsidi kredit bagi masyarakat, sehingga dengan begitu usaha masyarakat akan semakin bergairah dan dampaknya akan berimbas terhadap meningkatkan pendapatan masyarakat," imbuhnya.

Menurut dia, keberadaan dan potensi wisata yang dimiliki Kota Pariaman selama ini, ke depannya juga perlu lebih dipertegas lagi. Artinya ke depannya bagaimana menjadikan Kota Pariaman bisa menjadi kota transit permanen, sehingga nantinya pengunjung bisa semakin ramai tinggal dan menginap di Kota Pariaman.

Untuk itu tentunya, berbagai fasilitas pendukung untuk itu perlu terus ditingkatkan dan dilengkapi. Baik itu fasilitas hotel yang refresentatif, fasilitas kuliner atau restoran yang bonafide dan sejumlah fasilitas pendukung lainnya.

"Juga tidak kalah pentingnya, kebesaran masa lalu Kota Pariaman, yang dulunya dikenal sering menjadi tujuan bagi pendatang dan pedagang dari berbagai  belahan negara, ke depan juga perlu dibangkitkan dan dikembalikan lagi," terangnya.

Untuk itu lanjutnya, berbagai fasilitas dan insfrastruktur pendukung untuk itu tentunya perlu terus dilengkapi. Baik itu dengan memanfaatkan dana APBD Kota Pariaman, atau juga dengan cara meyakinkan pihak provinsi maupun departemen terkait di tingkat pemerintahan pusat lainnya.

Menurutnya, peluang untuk mengembalikan kejayaan masa lalu Pariaman agaknya sangat terbuka lebar, asalkan ada kemauan yang kuat untuk mau bersama-sama dengan masyarakat memajukan Kota Pariaman ke depannya.

"Harapan kita tentunya, sesuai dengan potensi yang dimilikinya  Kota Pariaman saat ini, maka ke depan hendaknya Kota Pariaman ini bisa menjadi pintu gerbang utama sebagai pintu masuk  Sumatera Barat melalui jalur laut, selain melalui jalur Teluk Bayur yang ada selama ini. Selain itu, potensi strategis Kota Pariaman yang letaknya tidak begitu jauh dengan Bandara Internasional Minangkabau, maupun pusat perdagangan yang ada di Bukittinggi, hendaknya juga perlu dioptimalkan lagi ke depannya," tambahnya lagi. (ris/rozi)



Penyakit TBC Ancam Kesehatan Masyarakat, Hindari Dengan Kontak Langsung Dengan Penderita TBC

Penyakit TBC Ancam Kesehatan Masyarakat, Hindari Dengan Kontak Langsung Dengan Penderita TBC

Paritmalintang (Reportase Sumbar)---Salah seorang mahasiswi Stikes Fort De Kok Bukitinggi Diana Febriati menyatakan kesehatan masyarakat mulai terancam dengan penyakit Tuberkulosis (TBC atau TB). TB merajalela Tuberkulosis (TBC   atau   TB)  adalah   penyakit infeksi pada saluran pernafasan yang disebabkan oleh bakteri.

"Bakteri ini merupakan bakteri basil yang yangat kuat, sehingga memerlukan waktu lama untuk mengobatinya. Bakteri ini lebih sering menginfeksi organ paru-paru (90%) dibandingkan bagian lain tubuh manusia," kata Diana Febrianti kepada wartawan, ketika mengunjungi Humas Pemkab Padangpariaman, kemarin.

Katanya, Tuberculosis (TBC) merupakan penyakit menular yang masih menjadi perhatian dunia. Hingga saat ini, belum ada satu negara pun yang bebas TBC. Angka kematian dan kesakitanakibat kuman mycobacterium tuberculosis ini pun tinggi.

Tingkat prevalensi penderita TBC di Indonesia diperkirakan sebesar 289 per 100 ribu penduduk dan insidensi sebesar 189 per 100 ribu penduduk. Bahkan 27 dari 1.000 pendudukterancam meninggal  seperti   yang dilaporkan Direktorat Jendral Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan, Kementrian Kesehatan Republik Indonesia yang dihimpun sepanjang2011 mengenai tuberkulosis (TBC) di Indonesia.

Laporan tersebut kataya, juga meliris bahwa angka penjaringan penderita baru TBC meningkat8,46 persen dari 744 penderita TBC di 2010 menjadi 807 per 100.000 penduduk di 2011. Namun,kabar baiknya angka kesembuhan pada 2011 mencapai target sebesar 83,7 persen dan angkakeberhasilan pengobatan pada 2011 mencapai target sebesar 90,3 persen.

Dikatakan, mengenal gejala penyakit TBC penderita yang terserang basil tersebut biasanya akan mengalami demam tapi tidak terlalu tinggi yang berlangsung lama, biasanya dirasakan malam hari disertai keringat malam.

"Kadang-kadang serangan demam seperti influenza dan bersifat hilang timbul. Gejala lain, penurunan nafsu makan dan berat badan, batuk-batuk selama lebih dari 3 minggu (dapat disertaidengan darah), sesak nafas dan rasa nyeri pada dada perasaan tidak enak (malaise), dan lemah," ujarnya.

Paling mudah untuk mengetahui seseorang terkena tuberkulosis jika dia berkeringat padamalam hari tanpa penyebab yang jelas. Walaupun tidak bisa langsung ditetapkan tuberkulosiskarena harus didiagnosis, tapi itu salah satu pertanda.

Jika Anda lemas, batuk tak berhenti, nyeripada dada, dan keringat pada malam hari, langsung segera periksa," tambah dr Arifin NawasSp(P), salah seorang tenaga ahli klinis tuberkulosis di RSUP Persahabatan di tempat sama.

Menurutnya,   untuk  memastikan   seseorang   terkena  TB   atau   tidak,  tim   medis   melakukandiagnosis   dengan   mengadakan   pemeriksaan   dahak   secara   mikroskopis   langsung   (BTA)   dangambaran radio logis (foto rontgen).

Penyebab Infeksi TBC Penyakit   ini   diakibatkan   infeksi   kuman   mikobakterium   tuberkulosis   yang   dapatmenyerang paru, ataupun organ-organ tubuh lainnya seperti kelenjar getah bening, usus, ginjal,kandungan, tulang, sampai otak. TBC dapat mengakibatkan kematian dan merupakan salah satupenyakit infeksi yang menyebabkan kematian tertinggi di negeri ini.

Kali ini yang dibahas adalah TBC paru. TBC sangat mudah menular, yaitu lewat cairan disaluran napas yang keluar ke udara lewat batuk/bersin & dihirup oleh orang-orang di sekitarnya.Tidak semua orang yang menghirup udara yang mengandung kuman TBC akan sakit.

Pada orang-orang yang memiliki tubuh yang sehat karena daya tahan tubuh yang tinggidan gizi yang baik, penyakit ini tidak akan muncul dan kuman TBC akan "tertidur". Namun,padamereka yang mengalami kekurangan gizi, daya tahan tubuh menurun/ buruk, atau terus-menerusmenghirup   udara  yang  mengandung  kuman  TBC  akibat   lingkungan  yang   buruk,   akan  lebihmudah terinfeksi TBC (menjadi 'TBC aktif') atau dapat juga mengakibatkan kuman TBC yang"tertidur" di dalam tubuh dapat aktif kembali (reaktivasi).

Infeksi TBC yang paling sering, yaitu pada paru, sering kali muncul tanpa gejala apa punyang  khas,  misalnya  hanya  batuk-batuk  ringan  sehingga  sering   diabaikan   dan  tidak  diobati.Padahal, penderita TBC paru dapat dengan mudah menularkan kuman TBC ke orang lain dankuman TBC  terus  merusak  jaringan paru  sampai   menimbulkan  gejala-gejala   yang khas  saatpenyakitnya telah cukup parah.

Pengobatan Penyakit TBC Untuk mendiagnosis TBC, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik, terutama di daerahparu/dada, lalu dapat meminta pemeriksaan tambahan berupa foto rontgen dada, tes laboratoriumuntuk dahak dan darah, juga tes tuberkulin (mantoux/PPD).

Pengobatan TBC adalah pengobatan jangka panjang, biasanya selama 6-9 bulan dengan paling sedikit 3 macam obat.Kondisi ini diperlukan ketekunan dan kedisiplinan dari pasien untuk meminum obat dankontrol ke dokter agar dapat sembuh total.

Apalagi biasanya setelah 2-3 pekan meminum obat,gejala-gejala TBC akan hilang sehingga pasien menjadi malas meminum obat dan kontrol kedokter. Jika pengobatan TBC tidak tuntas, maka ini dapat menjadi berbahaya karena sering kaliobat-obatan yang biasa digunakan untuk TBC tidak mempan pada kuman TBC (resisten).

Akibatnya, harus diobati dengan obat-obat lain yang lebih mahal dan  "keras". Hal ini harusdihindari dengan pengobatan TBC sampai tuntas.Pengobatan jangka panjang untuk TBC dengan banyak obat tentunya akan menimbulkandampak efek samping bagi pasien.

Efek samping yang biasanya terjadi pada pengobatan TBCadalah nyeri perut, penglihatan/pendengaran terganggu, kencing seperti air kopi, demam tinggi,muntah, gatal-gatal dan kemerahan kulit, rasa panas di kaki/tangan, lemas, sampai mata/kulitkuning.

Itu sebabnya penting untuk selalu menyampaikan efek samping yang timbul pada doktersetiap kali kontrol sehingga dokter dapat menyesuaikan dosis, mengganti obat dengan yang lain, atau melakukan pemeriksaan laboratorium jika diperlukan.

Pengobatan untuk penyakit-penyakit lain selama pengobatan TBC pun sebaiknya harusdiatur dokter untuk mencegah efek samping yang lebih serius/berbahaya. Penyakit TBC dapat dicegah dengan cara: Mengurangi kontak dengan penderita penyakit TBC aktif.

"Menjaga standar hidup yang baik, dengan makanan bergizi, lingkungan yang sehat, danberolahraga. Pemberian vaksin BCG (untuk mencegah kasus TBC yang lebih berat). Vaksin ini secara rutin diberikan pada semua balita. Perlu diingat bahwa mereka yang sudah pernah terkena TBC dan diobati, dapat kembaliterkena penyakit yang sama jika tidak mencegahnya dan menjaga kesehatan tubuhnya." tandasnya mengakhiri.(ris)
Masyarakat Sungai Geringging, Dikejutkan Penemuan Ular Phyton Sepanjang 4,7 Meter

Masyarakat Sungai Geringging, Dikejutkan Penemuan Ular Phyton Sepanjang 4,7 Meter


Inilah Ular Phyton sepanjang 4,5 meter yang ditemukan warga Korong Lambeh Kenagarian Malai IV Koto Sungai Geringging, Perutnya Membesar Diduga sehabis memangsa babi hutan. (****)

Sungai Geringging (Reportase Sumbar)---Masyarakat  Korong Lambeh Kenagarian Malai IV Koto Kecamatan Sungai Geringging dikejutkan dengan penemuan seekor ular phyton. Ular piton tersebut mempunyai panjang kurang lebih 4,7 meter, dengan diameter sekitar 30 cm yang ditemukan sekitar pukul 11.00 WIB, Kamis (27/7) di Gunuang Dama Batang Korong Lambeh.

Warga setempat menjadi heran, karena bagian tengah perut ular tersebut membesar. Bagian tengah lingkar perut ular ini, berdiameter lebih dari satu meter. Belum diketahui pasti isi dari perut ular berwarna belang tersebut, namun masyarakat menduga dugaan didalam perut ular itu adalah babi.

Ular berukuran besar ini awalnya ditemukan Syafrizal (45) saat  hendak mencari madu lebah dibukit Lambeh. Saat ditemukan, ular itu dalam kondisi lemas karena tidak mampu lagi bergerak usai memakan hewan. Sehingga langsung mengikat mulut dan memasukan ular kedalam karung akan dibawa ketempat keramaian.

Penemuan ular ini langsung mengundang perhatian warga, dengan mengabadikan gambar lewat kemera ponsel. Pasalnya, takjub dengan besarnya ular phyton habis menyantap mangsanya. Rita (30) mengatakan, jarang melihat ular sebesar ini, hanya di tv, sangat takjub dan kaget, makan apa itu. Saya langsung ke sini untuk melihat," ujarnya dilokasi.(rozi)

Kamis, 27 Juli 2017

Pertarungan Memperebutkan Kursi Walikota dan Wakil Walikota Pariaman Makin Panas

Pertarungan Memperebutkan Kursi Walikota dan Wakil Walikota Pariaman Makin Panas

Bakal Calon Walikota Pariaman Mardison Mahyuddin Bersama Bakal Calon Wakil Walikota Pariaman Badrul Hanif, Saat Minum Teh Telur di salah satu warung di Kota Pariaman (***)
Pariaman (Reportase Sumbar)--Pertarungan memperebutkan kursi Walikota Pariaman Wakil Walikota Pariaman periode 2018-2023 hingga kini semakin panas. Kenapa tidak hingga kini bursa bakal calon ( balon ) Walikota Pariaman dan Wakil Walikota Pariaman untuk periode lima tahun ke depan semakin bermunculan di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan para balon tersebut telah mendaftar ke Partai Politik ( Parpol ) yang ada di Kota Pariaman. Pasalnya, masing-masing parpol tersebut telah membukan pendaftaran. Mulai Partai Golkar, Nasdem, Hanura, PAN, PPP dan Gerindra serta parpol lainnya telah mulai membuka pendaftaran untuk cawako dan cawawako Pariaman.

Pantauan di lapangan, para balon yang mendaftar tersebut mulai dari H Genius Umar ( Wakil Walikota Pariaman  sekarang ), Mardison Mahyuddin ( Ketua DPRD Kota Pariaman), Mahyuddin ( Mantai Walikota Pariaman ), Edison TRd ( Ketua DPD Partai Hanura Kota Pariaman) , Badrul Hanif ( dosen di Bung Hatta ) dan para balon lainnya.

Masing-masing balon tersebut sebagian telah ada yang telah mendaftar ke parpol dan sebagian belum mendaftar. Seperti Sabtu kemarin, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin yang mendaftar ke DPD Partai Hanura sebagai calon Walikota Pariaman untuk periode lima tahun akan datang.

"Saya sekarang telah mendaftar ke DPD Partai Hanura Kota Pariaman. Seiring dengan itu saya juga telah mendaftar ke Partai Nasdem. Saya mendaftar ke masing-masing parpol tersebut sebagai calon Walikota Pariaman untuk periode lima tahun ke depan dan saya belum menentukan siapa pasangannya," ungkap Mardison Mahyuddin, kemarin.

Sementara itu, H Genius Umar Wakil Walikota Incumbet juga telah melakukan pendaftaran ke PAN, Hanura, Nasdem, PPP dan parpol lainnya. "Tapi saya belum menentukan siapa pasangan calonnya yang akan mendampingi nanti dalam helat pemilihan kepala daerah Kota Pariaman untuk lima tahun ke depan," ujarnya.

Sedangkan H Mahyuddin mantan Walikota Pariaman menyatakan, ia saat ini masih melihat kondisi lapangan. Namun, Mahyuddin mengaku namanya sekarang sering disebut-sebut akan kembali maju sebagai calon Walikota Pariaman untuk periode lima tahuh. "Tapi, saya sekarang masih menunggu dan melihat situasi," tambahnya.(ris)       
PDAM Padangpariaman Pasang 2500 SR, Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

PDAM Padangpariaman Pasang 2500 SR, Untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Pariaman ( Reportase Sumbar)---Direktur Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Padangpariaman Aminuddin menyatakan saat ini semua unit- unit di lingkungannya sibuk melaksanakan pemasangan Sambungan Rumah (SR) untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Pemasangan MBR wajib dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang telah ditentukan.

"Pemasangan MBR ini kita laksanakan sampai bulan September 2017. Karena itu saya meminta kepada semua karyawan PDAM yang melaksanakan pemasangan MBR untuk dapat memburukan perkerjaannya. Kita PDAM Padangpariaman akan memasang SR untuk MBR tahun sebanyak 2500," kata Direktur PDAM Padangpariaman Aminuddin , kemarin.

Katanya, pemasangan MBR ini masyarakat membayar biaya meteran Rp 300 ribu. Namun, bagi masyarakat yang tidak masuk ke dalam pemasangan MBR dikenakan pembayaran sesuai dengan ketentuan yang berlaku Rp 1 juta. "Kita dengan ada MBR PDAM Padangpariaman akan lebih baik lagi. Karena itu dukungan semua karyawan dan masyarakat sangat menentukan," ujarnya.

Dikatakan, dalam dua minggu ini PDAM Padangpariaman telah dapat menyelesaian sambungan rumah sebanyak 600 SR. "Saya berharap sampai pertengahan bulan September pemasangan MBR telah dapat diselesaikan. Selesai MBR ini PDAM Padangpariaman maju dan berkembang dalam memberikan layanan kepada konsumennya," tandasnya.    

Terpisah, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan hingga kini masih banyak persoalan dan beban kerja yang harus diselesaikan oleh Direktur PDAM Padangpariaman Aminuddin untuk kemajuan ke depan. Direktur dan semua karyawan PDAM agar bisa maksimal dalam bekerja. "Karena air menyangkut hajat orang banyak maka bekerjanya harus seperti tenaga medis stand by 24 jam," pungkasnya.

Ali Mukhni menargetkan paling lambat di akhir tahun 2018 menjelang tahun 2019, 95% masyarakat Padangpariaman sudah bisa menikmati air bersih dari perusahaan BUMD tersebut.

"Tentunya ini sesuatu yang tidak mustahil tergantung kinerja kita lagi, karena dari 19 kota/kab di Sumbar, Padangpariaman merupakan sumber air bersih terbanyak, mulai dari sungai, air terjun serta sumber mata air kita miliki semuanya, jadi target tersebut sudah realistis," tambahnya mengakhiri.(ris)

Selasa, 25 Juli 2017

Wako Pariaman Mukhlis Rahman Minta Kades Yang Baru Dilantik Jaga Amanah

Wako Pariaman Mukhlis Rahman Minta Kades Yang Baru Dilantik Jaga Amanah

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Bersama Ketua DPRD Mardison Mahyuddin Serta Kepala Desa Rambai Arif Fuadi Bersama Istri Menuju Lokasi Pelantikan ( Fhoto : Humas )
Pariaman, (Reportase Sumbar)--Pemerintah Kecamatan Pariaman Selatan dengan camatnya Adi Junaidi melakukan pengambilan sumpah jabatan Kepala Desa Rambai untuk periode 2017-2023 kepada Arif Fuadi yang mengungguli dua pesaingnya dalam pilkades serentak yang digelar Pemko Pariaman beberapa bulan lalu, Senin (24/7/2017).

Pelantikan ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Wali Kota Pariaman Mukhlis Rahman, Ketua DPRD Kota Pariaman Mardison Mahyuddin bersama anggota DPRD Dapil II Ali Bakri, Riza Syaputra, Taufik, Kepala OPD Pemkot Pariaman, Kapolsek Pariaman, Danramil Pariaman, Kepala DPM Kota Pariaman Nurdin, Kepala KUA Pariaman Selatan, Kepala Desa se-Pariaman Selatan, Ketua BPD Desa Rambai beserta Anggota, tokoh masyarakat dan tokoh ulama di Lapangan Desa Rambai.

Pelantikan juga ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan yang dilakukan Kades terpilih, kemudian dilanjutkan dengan penyematan tanda pangkat dan jabatan kepada Arif Fuadi yang dilakukan oleh Camat Pariaman Selatan.

Wako Pariaman menghimbau dalam pidatonya Kades terpilih hendaknya dalam tiga bulan ke depan wajib menyusun RJPMDes untuk rencana pembangunan dalam enam tahun masa jabatan, tentunya ini merupakan amanah rakyat untuk kelanjutan pembangunan sebagai bentuk pertanggungjawaban kepemimpinan.

“Sumpah janji ini selain disaksikan oleh diri sendiri, masyarakat, pejabat pemerintah juga disaksikan Tuhan yang maha kuasa. Karena itu, para kepala desa harus dapat menjalankan tugas, tanggung jawab dan amanat yang telah diberikan selama menjabat sebagai kades,” tegas Mukhlis.

Ia juga mengingatkan bahwa janji tersebut mengandung tugas dan tanggung jawab harus dipegang teguh dengan penuh komitmen untuk melaksanakannya dengan sebaik-baiknya.

Terkhusus kepada Arif Fuadi, sebagai Kades yang baru Wako Mukhlis ucapkan selamat, dan diberi kekuatan lahir bathin untuk mengabdikan diri di Desa Rambai dalam membantu Pemko Pariaman menjalankan roda pemerintahan di tingkat desa dan menjadi cermin harapan masyarakat dalam perubahan ke arah yang lebih baik lagi.

Acara ditutup dengan pemberian ucapan selamat oleh Wako Pariaman dan rombongan dan dilanjutkan jamuan makan bersama. [***/rel]
Wawako Pariaman Genius Lepas Dua Pelajar SMAN 1 Pariaman Menuju Amerika Serikat dan Belgia

Wawako Pariaman Genius Lepas Dua Pelajar SMAN 1 Pariaman Menuju Amerika Serikat dan Belgia

Wakil Walikota Pariaman Genius Umar Fhoto Bersama Dengan Dua Siswa SMAN 1 Pariaman Yang Akan Bertolak Menuju Amerika Serikat dan Belgia ( Fhoto : Humas )
Pariaman,(Reportase Sumbar)-Dengan kemampuan berbahasa inggris yang baik, ditambah dengan prestasi akademik lainnya, maka setiap anak akan dapat membuka pintu internasionalisasi bagi anak-anak yang ada di Kota Pariaman, untuk meraih impiannya.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Pariaman Genius Umar ketika melepas study exchange (pertukaran pelajar) 2 orang pelajar SMAN 1 Pariaman, selepas menjadi inspektur upacara bendera di sekolah tersebut, Senin (24/7/2017).

“Jangan pernah ragu dengan kemampuan yang adik-adik punya, di setiap kesempatan harus berani bertindak dan berbuat, sehingga tanamkan nilai optimis dari diri adik-adik semua, bahwa kita juga bisa, dan kalau gagal, jangan mudah menyerah untuk mencoba dan mencoba lagi,” tuturnya.

Ia juga mengucapkan selamat kepada Rangga Fafri Pratama yang akan mengikuti Study Exchange ke Amerika Serikat (AS) dan Ahmad Fadil Marta yang ikut Study Exchange ke Belgia, Pelajar kelas XII SMAN 1 Pariaman, yang akan berangkat di bulan Agustus mendatang, dan menjalani pertukaran pelajar ini selama 1 tahun ke depan.

“SMAN 1 Pariaman adalah sekolah unggulan yang ada di Kota Pariaman, teruslah untuk melahirkan pelajar yang berprestasi, sehingga akan tercipta alumni sekolah yang mumpuni dan dapat bersaing dengan yang lain, dan mencetak pemimpin-pemimpin yang hebat,” tukasnya.

Wawako juga mengingatkan agar para pelajar SMAN 1 Pariaman, dapat menjadi contoh yang baik bagi rekan-rekan sekolah lainya, dengan menjadi pelopor untuk pelajar yang tidak merokok di sekolah, yang kedepannya akan menjadi pelopor anti narkoba, yang saat ini cukup meresahkan di kalangan generasi muda, ucapnya.

“Narkoba telah menjadi musuh yang harus kita perangi bersama, karena saat ini bangsa luar terus berupaya untuk melemahkan generasi muda kita dengan Narkoba, ini terbukti dengan ditangkapnya 1 ton narkoba beberapa waktu lalu, karena itu para pelajar harus nyatakan sikap untuk Perang terhadap narkoba,” ujar Genius Umar yang juga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pariaman ini. (***/rel)
Mahasiswa KKN Unitas Diminta Amati Sanitasi Warga

Mahasiswa KKN Unitas Diminta Amati Sanitasi Warga

Foto bersama  Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Padang Pariaman Armaidi Tanjung dengan mahasiswa KKN Unitas usai memberikan materi di poskonya, Korong Palembayan Nagari Sintuak, Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Minggu (23/7/2017).
Sintuak (Reportase Sumbar)--Mahasiswa yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN)  di tengah masyarakat harus mampu berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi masyarakat dimana ditempatkan oleh perguruan tingginya. Karena itu, mahasiswa KKN harus mengenal kondisi masyarakat nagari yang menjadi tujuan selama menjalani KKN.

Hal itu  diungkapkan Sekretaris Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman Armaidi Tanjung, Minggu (23/7/2017), ketika berdialog dengan mahasiswa KKN Universitas Taman Siswa (Unitas) Padang,  di poskonya Korong Palembayan Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, Kabupaten Padang Pariaman. Sebanyak 26 mahasiswa Unitas dari berbagai jurusan melaksanakan KKN di Korong Palembayan Nagari Sintuak Kecamatan Sintuak Toboh Gadang, yang berlangsung selama 40 hari. KKN dimulai  17 Juli dan berakhir pada 27 Agustus 2017 mendatang.

“Mahasiswa KKN bisa melakukan pemetaan korong dari berbagai aspek. Misalnya dari aspek kesehatan bisa didata apa saja penyakit yang sering dialami masyarakat dengan memanfaatkan data dari bidan desa. Dari kecenderungan penyakit yang sering, kemudian mahasiswa turun langsung ke pemukiman warga mengamatinya. Selain itu, amati bagaimana kondisi sanitasi penduduk dan lingkungan pemukimannya,” kata Armaidi Tanjung dalam dialog yang dipandu pemuda Palembayan Beni  Rinaldi.

Sedangkan dari sisi penduduk, kata Armaidi Tanjung, juga dilakukan analisis masalah penduduk yang ditemui di lapangan. Baik dari sisi usia, pendidikan, lapangan pekerjaan, status perkawinan maupun jenis kelamin. “Dengan melakukan kegiatan tersebut, mahasiswa KKN akan terbuka wawasannya terhadap problema kehidupan di tengah masyarakat. Dari  hasil yang ditemui, mahasiswa KKN bisa mendiskusikan kemungkinan solusi dari masalah yang ditemui,” kata Armaidi Tanjung yang juga wartawan ini.

Ketua Mahasiswa  KKN Unitas Korong Palembayan Nanda Putra Darma Jaya mengatakan, apa yang disampaikan dalam dialog ini sangat bermanfaat bagi kami yang tengah menjalani KKN.  Informasi pemetaan masalah yang ada di masyarakat merupakan masukan positif  dalam kegiatan KKN ini.

“Sehingga dalam menjalankan program kerja selama KKN bisa lebih dioptimalkan oleh masing-masing mahasiswa. Terutama bagi mahasiswa yang belum terikat dengan pekerjaan utama seperti Aparatur Sipil Negera (ASN). Karena mahasiswa yang ber-KKN ini ada yang belum bekerja sama sekali, ada pula yang sudah bekerja di instansi pemerintah,” kata Nanda Putra.

“Selama KKN di korong ini, kami akan bersosialisasi dengan masyarakat. Selama ini hanya belajar di ruang kelas. Tapi melalui KKN ini akan mendapatkan pengalaman bagaimana menjalankan program di tengah masyarakat. Pada Jumat (21/7/2017) malam sudah dilakukan perkenalan dengan Walikorong dan perangkat Korong Palembayan dengan mahasiswa KKN di masjid Nurul Iman Palembayan,” kata Nanda menambahkan. (rel/at)

Minggu, 23 Juli 2017

NU Solok Sambut Baik Hadirnya Universitas Nahdlatul Ulama Sumbar

NU Solok Sambut Baik Hadirnya Universitas Nahdlatul Ulama Sumbar


Foto bersama Rektor UNU Sumbar Rudi Kusuma, Ketua PCNU Kabupaten Solok Rusli Intan Sati, Wakil Rektor I Nazaruddin dan Wakil Rektor III Arianto,  Sabtu (22/7/2017)   di kediaman Ketua PCNU Kabupaten Solok. (Fhoto : Armaidi Tanjung )

Solok, (Reportase Sumbar)---Pengurus Cabang Nahdaltul Ulama (NU) Kabupaten Solok menyambut baik hadirnya Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat. Perguruan tinggi ini dapat menampung tamatan SLTA yang berasal dari masyarakat Solok, terutama generasi muda Nahdlatul Ulama  di kawasan Kabupaten Solok dan sekitarnya.

Demikian diungkapkan Ketua PCNU Kabupaten Solok Rusli Intan Sati saat menerima rombongan Rektor UNU Sumatera Barat, Sabtu (22/7/2017) di kediamannya Arosuka, Solok. Rektor UNU Rudi Kusuma  didampingi Wakil Rektor  II  Nazaruddin dan Wakil Rektor III Arianto.

Menurut Rusli, kehadiran UNU Sumbar memang sudah sejak lama ditunggu-tunggu masyarakat. Dengan sudah adanya UNU ini, maka bertambah alternatif lain bagi lulusan SLTA untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di Sumatera Barat. “Kami akan sosialisasikan keberadaan UNU ke masyarakat Solok dan memfasilitasinya untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di UNU,” kata Rusli mantan Ketua PW GP Ansor Sumbar ini.

Rusli juga berharap kepada Rektor UNU Sumbar untuk memberikan beasiswa kepada mahasiswa  asal  Kabupaten Solok yang direkomendasikan oleh PCNU Solok  nantinya.

Sementara itu, Rektor UNU Sumbar Rudi Kusuma menyebutkan, kedatangannya ke PCNU Solok dalam rangka sosialisasi penerimaan mahasiswa baru. “Sebagai perguruan tinggi yang baru berdiri, kita membutuhkan dukungan dari semua pihak. Termasuk dari Pengurus Cabang NU Kabupaten Solok ini,” kata Rudi menambahkan.

Dikatakan, UNU Sumbar untuk umat dan mencerdaskan umat  dengan meningkatkan sumber daya umat dengan  5 fakultas dan 10 program studi diharapkan mampu menjadi pilihan bagi lulusan SLTA untuk kuliah di UNU Sumbar ini. “Prodi yang ditawarkan masing-masing Ilmu Hukum, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, Ekonomi Islam, Agrobisnis, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Lingkungan, Manajemen Sumber Daya Perairan dan Budi Daya Perairan,” kata Rudi menambahkan.

Untuk itu, kata Rudi, kuliah di UNU Sumbar cukup dengan membayar Rp 1,5 juta sudah dapat kuliah. Sekarang UNU Sumbar bekerjasama dengan Yayasan Tridharma Kosgoro dalam pemakaian fasilitas kampus yang beralamat di jalan Ikhlas VII Andalas Padang.

Dikatakan Rudi, UNU memberikan kesempatan beasiswa kepada mahasiswa yang berprestasi  dan dari keluarga kurang mampu. Beasiswa berasal dari Yayasan dan Ristek Dikti. Sedangkan beasiswa dari  PBNU untuk melanjutkan pendidikan ke pascasarjana dalam dan luar negeri. Penempatan kerja bagi lulusan UNU Sumbar di badan usaha milik NU dan pihak lain yang sudah menjalinkan kerjasama.

Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto menambahkan, UNU Sumbar akan mengembangkan kegiatan mahasiswa ke arah wirausaha untuk melahirkan sarjana yang entrepreneur ke depannya.   “Mudah-mudahan dengan sosialisasi yang dilakukan PCNU Kabupaten Solok nantinya akan memperluas jangkauan UNU Sumbar ini terhadap calon mahasiswanya,” tutur Arianto yang juga Sekretaris Ikatan Ahli Informatika Indonesia (IAII) Sumatera Barat ini mengakhiri. (rel/at)


Jumat, 21 Juli 2017

UNU Sumbar Jalin Kerjasama Dengan Ansor Pariaman,  Untuk Cegah Paham Radikal

UNU Sumbar Jalin Kerjasama Dengan Ansor Pariaman, Untuk Cegah Paham Radikal


Foto bersama Ketua Ansor Padang Pariaman Zeki Aliwardana, Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto,  Wakil Rektor II UNU Sumbar Arianto dan Ketua PC Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban saat penandatanganan MoU, Kamis (20/7/2017).
Padang,(Reportase Sumbar)---Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat melakukan nota kesepahaman-memorandum of understanding   (MoU) dengan Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Pariaman dan Padang Pariaman dalam antisipasi penyebaran paham radikal dan membentengi lulusan SLTA yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. UNU Sumbar memberikan kesempatan kepada Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman untuk merekomendasi tamatan SLTA/SMK/MAN yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Demikian diungkapkan Wakil Rektor III UNU Sumbar Arianto, Kamis (20/7/2017) ketika penandatanganan MoU dengan GP Ansor Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman, di Rawang, Pariaman Tengah, Kota Pariaman. Penandatanganan   dilakukan Wakil Rektor II UNU Nazaruddin yang juga Ketua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) UNU Sumbar dengan Ketua PC Ansor Kota Pariaman Ory Sativa Sakban dan Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariman Zeki Aliwardana. 

Menurut Arianto, UNU hadir di Sumatera Barat salah satu bertujuan mencetak sarjana-sarjana yang memiliki pemahaman Islam Ahlussunnah Waljamaah, mencintai tanah air NKRI dan berakhlakul karimah. “Belakangan ini banyak tamatan SLTA/SMK/MAN yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi  terpengaruh oleh pemikiran radikal dan bertentangan dengan  nilai-nilai dan paham dari orangtuanya,” kata Arianto.

Akibatnya, setelah kuliah dan menyelesaikan pendidikan, pemahaman keagamaannya sudah bergeser bahkan bertentangan dengan orangtuanya sendiri. Pulang ke kampungnya sudah mulai menyalahkan tradisi yang selama menjadi perekat dalam kehidupan bermasyarakat, kata Arianto.

Kehadiran UNU Sumbar justru memperkuat nilai-nilai yang sudah ada di Sumatera Barat. Kearifan lokal Sumatera Barat yang dikenal dengan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, menjadi acuan dalam melahirkan lulusan UNU. “Bagi UNU, mahasiswa harus ditanamkan rasa cinta NKRI. Karena NKRI lahir salah satunya tidak terlepas dari peran ulama, terutama yang tergabung di Nahdlatul Ulama,” tutur Arianto.

Sementara itu, Ketua PC Ansor Kabupaten Padang Pariaman Zeki Aliwardana menyebutkan, kita akan dorong tamatan SLTA dan sederajat di Kabupaten Padang Pariaman untuk melanjutkan pendidikannya ke UNU Sumbar. Padang Pariaman yang mayoritas masyarakat sangat sesuai dengan misi pendidikan tinggi yang dikembangkan UNU tersebut.

“Makin gencarnya serangan pemikiran radikal dan terhadap praktek keagamaan yang ada di Padang Pariaman belakangan ini, maka harus dilakukan upaya membentengi generasi muda. Salah satunya tamatan SLTA  harus memasuki lembaga pendidikan tinggi yang dapat dipastikan membentengi mahasiswanya dari paham radikal dan  tidak mengkafir-kafirkan umat Islam lainnya.

“Dari 100-an nagari yang ada di Padang Pariaman, diupayakan minimal satu orang dapat direkomendasi melanjutkan pendidikan ke UNU Sumbar. Secara bertahap akan lahir sarjana yang membentengi Islam berpaham Ahlussunnah Waljamaah dari Padang Pariaman sebagaimana misi dari UNU Sumbar,” kata Zeki yang juga mantan Sekretaris Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Pariaman ini.(rel/at)

Rabu, 19 Juli 2017

Ampang-ampang Tak Ada, Rel Kereta Api di Pauah Sicincin Undang Maut

Ampang-ampang Tak Ada, Rel Kereta Api di Pauah Sicincin Undang Maut


Sicincin ( Reportase Sumbar)---Beroperasinya jalur kereta api perintis, Kayu Tanam-Lubuk Alung, agaknya masih menyisakan sejumlah PR di lapangan. Salah satunya belum adanya ampang-ampang rel kereta api di sejumlah titik dikhawatirkan bisa mengancam keselamatan pengendara jalan. Salah satunya seperti yang terlihat di kawasan Pauah Sicincin, Kecamatan 2 X 11 Sicincin,
Kabupaten Padangpariaman.

Kenyataan itu diakui salah seorang warga bernama Jamaluddin (90), salah seorang warga, ditemui di kawasan Pauah Sicincin Rabu kemarin. Jamaluddin mengakui, belum adanya ampang-ampang di sekitar rel kereta api Pauah Sicincin, dikhawatirkan dapat mengancam keselamatan pengguna jalan. Terlebih ruas jalan Pauah Sicincin sendiri termasuk jalur padat lalu lintas.

"Padahal dulu tahun 1940-an, atau pada zaman penjajahan Belanda, di sini dulunya pernah dipasang ampang-ampang oleh penguasa ketika itu. Tapi justru saat negeri sudah semakin maju seperti sekarang, ampang-ampang tersebut malah tidak ada lagi," ungkap Jamaluddin, yang ditemui di sekitar rel kereta api Pauah Rabu kemarin.

Jamaluddin menambahkan, ampang-ampang rel kereta api di kawasan itu dulunya bersifat otomatis. Artinya, begitu ada kereta api yang melintas, maka ampang-ampang itu secara otomatis langsung berfungsi. "Makanya saat itu waktu itu, ampang-ampang itu sama sekali tidak dijaga oleh petugas. Tapi justru berfungsi secara otomatis, tanpa ada petugas yang mengoperasikannya," terangnya.

Dengan alasan itulah, demi keselamatan pengendara lalu lintas lainnya, pihaknya berharap agar pihak terkait bisa melakukan langkah-langkah yang diperlukan, termasuk bagaimana mendirikan ampang-ampang kereta api di kawasan itu. "Karena kalau dibiarkan seperti ini saja, dikhawatirkan nantinya akan jatuh korban jiwa. Apalagi jalur jalan ini selama ini sangat ramai dilewati pengendara. Termasuk sering digunakan sebagai jalan pintas oleh pengendara yang akan berziarah ke Makam Syech Burhanuddin," imbuhnya.

Jamaluddin juga menambahkan, jika pemerintah Belanda saja bisa membangun ampang-ampang kereta api di kawasan itu, lalu kenapa pemerintah saat ini tidak bisa melakukan hal yang sama. "Karena sekarang kan katanya zaman sudah canggih, jadi sebenarnya tidak ada lagi hambatan yang berarti bagi pemerintah saat ini untuk mendirikan ampang-ampang di kawasan ini. Masak kita mau kalah dengan penjajah Belanda," ulasnya memberikan gambaran. (ris)
Tantangan Forum Kabupaten Sehat  Padang Pariaman Makin Berat

Tantangan Forum Kabupaten Sehat Padang Pariaman Makin Berat


Fhoto Bersama Pengurus Kabupaten Sehat Kabupaten Padang Pariaman Priode 2017-2010 ( Fhoto : Humas)
Paritmalintang ( Reportase Sumbar)--Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman ke depan semakin berat dan komplek. Selain muncul dari kondisi yang ada di lingkungannya, juga masalah perilaku masyarakat yang perlu dirubah agar mencerminkan sikap hidup sehat. Dari pelaku tersebut bermulanya berbagai penyakit yang dialami seseorang.

Demikian diungkapkan Ketua Forum Kabupaten Sehat (FKS) Kabupaten Padang Pariaman Rahmat Tuanku Sulaiman, Rabu (19/7/2017) saat pengukuhan pengurus FKS Padang Pariaman periode 2017-2020 di aula kantor Bupati, Parik Malintang Kabupaten Padangpariaman. Pelantikan oleh Wakil Bupati diwakili Staf Ahli Setdakab Padang Pariaman Taslim.

Menurut Rahmat, perilaku sehat tidak tergantung dengan hanya tingkat pendidikan semata. Ada orang yang berpendidikan tinggi, punya mobil mewah, namun dirinya membuang sampah dengan enaknya dari mobilnya ke jalan raya. Perilaku ini sering ditemui di jalan raya saat mengendarai motor atau mobil lainnya.

“Tugas FKS antara lain memberikan masukan kepada Pemerintah Daerah terkait Forum Kabupaten Sehat ini. “Ini bukan pekerjaan mudah, tapi juga tidak sulit jika dilakukan  bersama-sama. Ketika masyarakat bergerak bersama, maka program tersebut bisa dilaksanakan,” tutur  Rahmat.

Dikatakan Rahmat, indikator-indikator keberhasilan FKS memang cukup banyak. Seperti kebersihan dan lingkungan sehat di pasar, obyek-obyek wisata, pemukiman dan sanitasinya. “Pemahaman terhadap pentingnya apa yang dicapai FKS perlu dukungan semua pihak, termasuk organisasi perangkat daerah (OPD). FKS tidak bisa jalan tanpa dukungan semua pihak. Bagaimana mengintegrasikan FKS dengan stakeholder, pemerintahan nagari, sehingga akan menghasilkan program yang sesuai dengan misi dan visi FKS.

Sementara itu, Staf Ahli Taslim menyebutkan, kehadiran pengurus FKS yang dilantik hari ini memberikan arti dan makna bagi Kabupaten Padang Pariaman. Karena komposisi pengurus yang seimbang antara jurnalis, birokrat/ASN dan tokoh masyarakat.

Perilaku sehat ini memang sulit untuk dilaksanakan. Sebagai ilustrasi saja, ketika ASN di lingkungan Pemkab Padang Pariaman mengadakan halal bi halal beberapa waktu lalu, usai acara masih banyak ditemui sampah yang berserakkan. “Bandingkan dengan Negara-negara maju, berapa pun banyak yang hadir, toh masalah sampahnya tidak terlihat. Masing-masing peserta menjaga setiap sampah yang dihasilkannya. Tidak membuang sampah sembarangan,” kata Taslim.

Pengurus yang dilantik masing-masing, Ketua Rahmat Tk. Sulaiman, S.Sos, S.Sos,I, MM, Wakil Ketua H. Taslim, SH, MM, Sekretaris, Armaidi Tanjung, S.Sos, MA, Bendahara Basiar, S.SIT, Seksi Advokasi dan Humas Ketua Andri Satria Masri, SE, ME, Sekretaris Tk. Ahmad Damanhuri, anggota Bustanul Arifin dan Zakirman Tanjung. Seksi Perencanaan dan Evaluasi Ketua Sukiman, S.Pd, Sekretaris Harmen Aminuddin, ST, MM, Anggota Nofriyanti, SP, M.Si dan Trismayeni. Seksi Program  Ketua Zairil, SKM, M.Kes, Sekretaris Zulherman, SS, Anggota Alfitri Yenti, SKM. Seksi Sarana dan Prasarana Ketua Efinaldi, ST, MT, Sekretaris Risma Yunia Harnika, S.Pd, anggota Vitria Anita, S.Pd, Sekretariat Gusniati, S.Pd, Charessa Iswandi, SE, M. Ikhwan dan Sari Bulan, S.Pd  (rel)


UNU Sumbar Bakal Lahirkan Sarjana Anti Radikal

UNU Sumbar Bakal Lahirkan Sarjana Anti Radikal


Foto bersama pimpinan UNU Sumbar, PR III Arianto, Rektor Rudi Kusuma, PR I Muhammad Danil,  dan PR Nazaruddin di depan kantornya. ( Fhoto : Armaidi Tanjung )
Padang, (Reportase Sumbar)--Makin gencarnya gerakan penyebaran Islam radikal di tengah masyarakat, perlu disiapkan generasi muda dan sarjana yang memiliki pemahaman Islam yang rahmatan lil’alamin, menjadi rahmat sekalian alam.

Pendidikan yang berwawasan Islam moderat berpahamkan Ahlussunnah Waljamaah semakin dibutuhkan untuk membentengi sarjana dari paham radikal  dan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku di Indonesia.

Demikian diungkapkan Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat, Dr. Rudi Kusuma, Selasa (18/7/2017) di kampusnya Jalan Ikhlas VII Andalas, Padang.  Menurut Rudi, kehadiran UNU di Sumatera Barat adalah untuk menyiapkan sarjana-sarjana yang berpahamkan Islam Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja).

Dikatakan Rudi, UNU yang berada dalam pembinaan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ini didirikan dalam rangka mensyiarkan Islam berpahamkan Aswaja. “Alhamdulillah, UNU cukup mendapatkan perhatian calon mahasiswa di Sumatera Barat. Tahun ini UNU sudah memasuki tahun kedua,” kata Rudi yang didampingi para Pembantu Rektornya, PR I Muhammad Danil,  PR Nazaruddin dan PR III Arianto.

Saat ini, kata Rudi, UNU sudah menempati gedung baru di Jalan Iklas VII Andalas. Sebelumnya di jalan Banda Purus No. 71. Dengan gedung yang lebih representatif, diharapkan kenyamanan proses belajar mengajar lebih baik.
“UNU kini memiliki 5 fakultas dan 10 program studi. Yakni prodi Ilmu Hukum, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Bahasa Inggris, Ekonomi Islam, Agrobisnis, Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Lingkungan, Manajemen Sumber Daya Perairan dan Budi Daya Perairan,” kata Rudi menambahkan.

Menurut Rudi, UNU mengembangkan kajian kebangsaan dan keislamanan yang moderat, terbuka dan mendakwahkan Islam Rahmatan lil’alamin.”Selain itu, UNU juga mendidik mahasiswa berjiwa wirausaha sehingga tidak mengandalkan menjadi pegawai negeri semata. Kini sedang dijajaki kerjasama dengan berbagai pihak,” kata Rudi. (at)


Selasa, 18 Juli 2017

Takut Merusak Sekolah, Pohon Kelapa Di SMPN 1 Patamuan Ditumbangkan

Takut Merusak Sekolah, Pohon Kelapa Di SMPN 1 Patamuan Ditumbangkan


Suasana Gotong-Royong di SMPN Patamuan, Beberapa Waktu Lalu
Patamuan (Reportase Sumbar)---Karena dianggap bisa mengancam keselamatan pekarangan dan warga sekolah, jajaran SMPN I Patamuan yang dipimpin kepala sekolahnya Alizar, Senin kemarin memutuskan untuk menebang pohon kelapa yang berada di belakang pekarangan sekolah tersebut.

Hasil pantauan Senin kemarin terlihat, proses evakuasi pohon kelapa di sekolah tersebut berlagsung dramatis. Buktinya, beberapa saat lamanya, sejumlah siswa dan majelis guru di sekolah itu terpaksa diminta keluar ruangan belajar. Hall itu dimaksudkan untuk menghidari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Kita sengaja mengambil keputusann ini, tentuya demi keselamatan semua. Termasuk untuk mengantisipasi agar pohon kelapa tersebut jangan sampai menimpa ruangan yang ada di sekolah ini, karena itu juga bisa mengancam keselamatan warga sekolah yang ada di dalamnya," ungkapnya.

Alizar mengakui, pohon kelapa tersebut sebelumnya memang sempat ditebang oleh pemilik kebun. Namun sayangnya, sebagian pohon kelapa justru tersangkut di salah satu pohon yang ada di dekatnya. Alhasil, pohon kelapa itu pun akhirnya belum bisa dibersihkan seperti diharapkan.

"Makanya hari ini kita memutuskan untuk memanggil pekerja untuk membersihkannya," ujar Alizar menambahkan.

Di pihak lain, memasuki tahun ajaran baru 2017-2018, jajaran SMPN I Patamuan sendiri lanjut Alizar berhasil mendapatkan tambahan murid baru sebanyak 80 orang. Hanya saja jumlah itu lanjutnya, sedikit lebih rendah dari target yang telah ditetapkan sebelumnya."Semula target kita paling tidak bisa menerima sebanyak lima lokal siswa baru, namun yang terealisasi tahun ini baru sekitar empat lokal saja," imbuhnya.

Diakuinya, kurangnya jumlah siswa baru yang mendaftar ke SMPN I Patamuan yang dipimpinnya itu, juga bukannya tanpa alasan yang jelas. Salah satunya, di samping belum begitu tegasnya penetapan sistem rayonisasi sebagaimana  yang telah ditetapkan pemerintah, juga sejumlah sekolah, seperti madrasah tsanawiyah yang ada di bawah naungan Kemenag, justru lebih dulu menerima pendaftaran, dibanding sekolah SMP yang dipimpinnya itu.

"Makanya banyak siswa yang akhirnya memilih mendaftar ke MTsN, karena masa pendaftarannya juga jauh lebih cepat dibandign penerimaan pendaftaran di SMP," terangnya.

Karena itulah Alizar berharap, ke depan perlunya aturan dan ketegasan  pemerintah, sehingga ke depan tidak ada lagi sekolah yang lebih duluan menerima pendaftaran siswa baru. 

Meski demikian hal itu lanjut mantan Kepala SMPN 2 Patamuan ini, kondisi tersebut tentunya sama sekali tidak akan mempengaruhi pihaknya dalam meningkatkan kualitas mutu pedidika di sekolah tersebut.

Bahkan secara bertahap, hasilnya bahkan telah mulai dirasakan, salah satunya seperti tingkat kelulusan siswa SMPN I Patamuan saat ujian akhir nasional baru-baru ini, dimana dari 80 siswa kelas IX yang mengikuti ujian akhir nasional, semua dinyatakan lulus 100 persen. (ris)

Senin, 17 Juli 2017

Dinas Pelayanan Terpadu dan Peridustrian Padang Pariaman,  Terus Optimalkan Pelayanan

Dinas Pelayanan Terpadu dan Peridustrian Padang Pariaman, Terus Optimalkan Pelayanan

Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian yang saat ini dipimpin kepala dinasnya, Hendra Aswara sedang memberikan pelayanan kepada masyarakat ( Fhoto : Isitmewa)

Pariaman (Reportase Sumbar)-Dinas  Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian yang saat ini dipimpin kepala dinasnya, Hendra Aswara, saat ini terus mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat di wilayah hukum  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Pemkab Padangpariaman. Salah satunya dalam hal kemudahan perizinan bagi masyarakat yang akan berurusan.

Seperti diakui Kabid Perizinan,  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian Pemkab Padagpariaman, Heri Sugianto, salah satu program inovasi yang dilahirkan pihaknya, khususunya dalam bidang perizinan, seperti memakai sistem aplikasi, berupa pelayanan satu hari siap, atau one day service, yang berlaku untuk beberapa jenis layanan.

"Khusus untuk layanan ini disingkat dengan istilah Sejati, atau sehari jadi. Dan layanan ini sepenuhnya bersifat gratis tanpa dipungut biaya apapun," imbuhnya.


Diakuinya, berbagai inovasi yang dilahirkan pihaknya dari  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian ternyata banyak berdampak positif terhadap peningkatan layanan di lingkungan  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian. Terbukti, antusiasme masyarakat juga terus meningkat dari hari ke hari.

Ke depan pihaknya lanjut Heri Sugianto juga memiliki satu obsesi lainnya, yaitu bagaimana bisa menerapkan sistem layanan tandatangan elektronik. sehingga ke depan sistem penandatangan oleh Kepala Dinas  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian, tidak lagi dilakukan secara manual seperti sebelumnya.

"Jika saja sistem itu bisa diberlakukan, maka tentunya ada atau tidaknya kepala dinas di ruangan, namun surat-surat tetap bisa ditandatangani dengan sistim elektroik. Hal itu tentunya akan membuat urusan bisa lebih efisien dan efektif," imbuhnya.

Meski demikian pihaknya menyadari sepenuhnya, untuk bisa memberlakukan sistem tersebut tentu dibutuhkan adanya payung hukum yang jelas, sehingga pada akhirnya tidak menyalahi ketentuan atau aturan hukum yang ada. "Jadi ke depan itulah nantinya yang akan kita lihat atau kaji. Apakah hal itu ada aturan hukumnya atau tidak," bebernya lagi.

Selain itu ke depan pihaknya juga akan lebih menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat bisa lebih paham apa saja persyaratan yang harus mereka penuhi untuk mengurus suatu perizinan. "Salah satunya yang perlu diketahui masyarakat, untuk mengurus perizinan, seperti izin usaha atau sejenisnya, itu mutlak harus dilengkapi dengan surat pendukung lainnya. Salah satunya melengkapi diri dengan Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP. Karena bagaimanapun hal itu sudah ditetapkan sebagai salah satu persyaratan mutlak untuk mengurus sebuah perizinan," ujar putra Sungai Limau ini.

Dengan alasan itu, untuk bisa memberikan pemahaman lebih kepada masyarakat yang akan berurusan melalui  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian ke depan pihaknya akan berupaya untuk lebih bmengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah hukum  Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Perindustrian.

"Selama ini sosialisasi itu memang tetap ada kita lakukan, namun ke depan hal itu rencananya akan kita anggarkan secara khusus, sehingga dengan begitu ke depannya kita bisa melakukan sosialisasi secara terprogram minimal empat kali dalam satu tahun," terangnya. (ris)
Masyarakat Singguliang Hentikan Truck Bertonase Besar

Masyarakat Singguliang Hentikan Truck Bertonase Besar


Lubuk Alung (Reportase Sumbar)Masyarakat Kenagarian Singguliang, Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman, kemarin, hentikan mobil truck yang bertonase lewat di jalan dalam kampungnya, karena tidak sesuai dengan kapasitas jalan.

Pasalnya, jalan tersebut baru diaspal hotmik dan itu masyarakat telah puluhan tahun menunggu agar jalan di kampungnya di aspal hotmik. Artinya, jalau mereka tidak melarang otomatis jalan yang telah bagus tersebut kembali rusak.

"Karena itulah kita melarang semua truck bermuatan bertonase yang tidak sesuai dengan kapasitas jalan melintasi jalan nagari, karena akan mengakibatkan jalannya di Nagari Singguliang akan rusak kembali," kata salah seorang ninik mamak Singguling Wendra Subrata kemarin.

Katanya, truck bertonase tersebut dialihkan jalannya ke Jalan Kasiak Putiah Lubuk Alung. Pasalnya, jalan disana telah rusak parah, karena setiap hari dilalui truck bertonase. "Karena itu kita mengajak semua pihak untuk menjaga jalan ini agar tidak cepat rusak," ujarnya.

Dikatakan, dalam persoalan tersebut Pemerintah Nagari dan Bamus Nagari Singguling sekarang telah membuat surat kepada semua pihak terkait persoalan melarang truck bertonase tersebut lewat di jalan di kampungnya, karena baru di aspal hotmik.

"Surat tersebut sejalan dengan kita di nagari dalam membuat peraturan nagari, sehingga nanti truck yang dapat dikenakan sangsi. Makanya, sekarang semua masyarakat Singguling trun ke jalan disamping itu kita juga telah memasang portalnya," ungkapnya.

Lebih jauh dikatakan, semua itu dilakukan masyarakat, karena mereka tidak ingin lagi jalannya rusak. Ini saja dapat diaspal kembali setelah puluhan tahun mereka menuggu. Sangat wajar mereka melarang truck bertonase untuk lewat disini.

"Untuk itu mari kita bersama sama menjaga, merawat dan memelihara. Kalau bukan kita siapa lagi yang akan merawat jalan dalam kampung ini. Apalagi kalau kita biarkan dan tidak dijaga tentu jalan ini rusak dan tentu Pemkab Padangpariaman akan susah untuk mengaspalnya," ujarnya.

Kenapa tidak lanjut Wendra Subtara, APBD Padangpariaman itu terbatas dan Kabupaten Padangpariaman luas dan tidak mungkin jalan ini saja yang akan diperbaiki. "Jadi ini adalah bentuk kita sebagai masyarakat dalam menjaga aset jalan, karena ini milik kita bersama," tandasnya.(ris)

Tiga Cabang Ansor di Sumbar Dukung Penolakan Paham Radikal

Tiga Cabang Ansor di Sumbar Dukung Penolakan Paham Radikal




Pasaman Barat (Reportase Sumbar)---Tiga Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor di Sumatera Barat keluarkan Deklarasi Kebangsaan menolak semua bentuk paham radikal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah tumbuh sejak lama di tengah masyarakat Indonesia.

Pernyataan tersebut disampaikan pada  Deklarasi Kebangsaan Gerakan Pemuda Ansor yang diikuti Pimpinan Cabang Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pasaman dan Kabupaten Pasaman Barat, Minggu (16/7/2017) malam usai shalat Isya berjamaah di Masjid Al-Ikhlas Sidodadi Kecamatan Kinali, Kabupaten Pasaman Barat.

Pernyataan yang dibacakan kader Ansor Padang Pariaman M. Fadly, menyebutkan, menyikapi perkembangan bangsa Indonesia belakangan ini, maka dengan ini Ansor menyatakanm, pertama, Gerakan Pemuda Ansor menolak semua bentuk paham radikal yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang sudah tumbuh sejak lama di tengah masyarakat Indonesia.

Kedua, menolak paham dan gerakan ISIS yang nyata-nyata tidak sesuai dengan nilai-nilai kemanusian dan agama Islam. Ketiga, mendukung pernyataan sikap Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dan Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor tentang pembubaran ormas Hizbur Tahrir Indonesia (HTI) yang dinilai mengancam keutuhan NKRI.

Keempat, mendukung sikap Pemerintah  Indonesia yang membubarkan organisasi atau kelompok yang nyata-nyata berlawanan dengan ideologi Pancasila dan mengancam keutuhan NKRI. Kelima, mendukung sikap TNI dan Polri yang tegas mengambilkan tindakan terhadap pihak-pihak yang dapat mengancam keutuhan NKRI.

Naskah pernyataan ditandatangani Ketua PC Padang Pariaman  Zeki Aliwardana, Ketua PC Pasaman Asrial dan Ketua PC Pasaman Barat Djafrinal Effendi.

Menurut Zeki Ali Wardana, pernyataan sikap ini disampaikan sebagai bentuk kepedulian Ansor terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. “Ansor tidak ingin negara ini dicabik-cabik oleh kelompok yang datang kemudian untuk menghancurkan dengan paham-paham yang bertentangan dengan Pancasila sehingga merongrong keutuhan NKRI. Karena Ansor amat menyadari negara dan bangsa Indonesia didirikan dan dipertahankan oleh para pendahulu dengan pengorbanan pikiran, fisik, tetesan darah para ulama, santri dan komponen bangsa Indonesia lainnya,” kata Zeki,  yang juga mantan Sekretaris PMII Kota Pariaman ini.

Djafrinal Effendi pun menambahkan, melalui deklarasi kebangsaan ini, kami ingin mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap paham-paham yang cenderung radikal dan terindikasi merongrong keutuhan NKRI. Meski dibungkus dengan simbol-simbol Islam, namun targetnya jelas membawa kepentingan pihak luar sehingga ideologi bangsa Indonesia diganti sesuai dengan misinya.

“Setiap kader Ansor sudah dibekali wawasan kenapa harus menjaga empat pilar kebangsaan Indonesia. Yakni ideologi Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI dan UUD 1 945. Sejarah panjang dan kondisi yang dimiliki Indonesia, hanya cocok dengan konsep empat pilar tersebut,” kata Djafrinal, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Sumatera Barat ini.

Menurut Ketua Ansor Pasaman Asrial Arfandi Hasan, generasi muda yang tingkat pengetahuan agamanya (Islam) minim lebih mudah dimasuki paham radikal. Jika bertemu dan diajak oleh orang berpaham radikal, bisa tergoda untuk mengikutinya. “Untuk itu, generasi muda perlu meningkatkan pengetahuan agama Islam-nya yang berpahamkan rahmatan lil’alamin, Islam yang moderat,” kata Asrial, mantan Camat  Padang Gelugur Kabupaten Pasaman ini.

Dikatakan Asrial,  deklarasi kebangsaan ini juga meningkatkan silaturrahmi dan konsolidasi Ansor sesama pimpinan dan kader Ansor di tiga cabang. Ke depan pertemuan ini diharapkan dapat ditingkatkan dengan jumlah cabang yang lebih banyak. (at)

Jumat, 14 Juli 2017

Wabup Suhatri Bur Narasumber Penyuluhan Hukum di Batang Anai

Wabup Suhatri Bur Narasumber Penyuluhan Hukum di Batang Anai

Wakil Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur
Batang Anai (Reportase Sumbar)---Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur menjadi narasumber dalam penyuluhan hukum Kabupaten Padangpariaman tahun 2017 di Kantor Camat Batang Anai, kemarin. Penyuluhan hukum tersbeut dilaksanakan dalam rangka meningkatkan pengetahuan pemahaman dan kesadaran hukum di lingkungan masyarkat.

"Karena itulah Pemkab Padangpariaman memandang sosialisi peyuluhan hukum ini sangat penting dilaksanakan, terutama memberikan pemahaman tentang hukum di tengah-tengah masyarakat," kata Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur saat memberikan pengarahan saat sosialisasi penyuluhan hukum, kemarin.

Katanya, penyuluhan hukum ini juga bertujuan agar masyarakat memahami tentang hukum, sehingga nantinya masyarakat bisa tahu bahwa hukum tersebut sangat penting untuk diketahui di era yang serba modern sekarang. Apalagi materi yang disampaikan dalam sosialisasi itu diantaranya, mediasi dan penguatan KAN, perkawinan sesuai dengan perundang-undangan.

Kemudian tentang bahaya bahaya narkoba dan jenis lainnya. Selanjutnya, berbagai jenis peraturan Perundang-Undangan yang ada di lingkungan Pemkab Padangpariaman. "Karena itu kita berharap semua masyarakat yang menghadiri sosialisasi ini untuk serius menedengarkan tentang penyuluhan hukum," ujarnya.

Suhatri Bur berharap sosialisasi ini dapat berjalan dengan baik, sehingga lapisan masyarakat yang hadir dapat mengetahui, memahami dan segala sesuatunya tentang aturan hukum yang berlaku di Indonesia ini. Apalagi selama ini Pemkab Padangpariaman telah banyak melahirkan berbagai jenis produk hukum.

Selanjutnya, masyarakat juga perlu mengetahui izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) kepada sejumlah pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) agar mereka memiliki usaha berbadan hukum. "Artinya, pelaku IKM perlu kita beritahukan bahwa pengurusan izin PIRT sekarang ini sangat mudah dan cepat sehingga mereka mau mengurusnya," katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Perizinan dan Non Perizinan, Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpandu dan Perindustrian (DPMPTP) Kabupaten Padangpariaman, Heri Sugianto menyatakan, pelaku IKM perlu mengetahui tentang bagaimana mengurus izin-izin tentang usahanyakan.

Apalagi katanya, saat ini industri rumah tangga yang bergerak di bidang makanan ringan sedang berkembang pesat di Kabupaten Padangpariaman. Apalagi hingga kini masih banyak dari pelaku IKM belum memiliki izin PIRT sehingga produk yang dihasilkannya kurang mendapat tempat di pasaran.

Hal tersebut disebabkan saat ini masyarakat telah jeli dalam memilih dan membeli makanan untuk dikonsumsi dengan terlebih dahulu melihat izinnya. "Karena itu kita sebelumnya telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Sosialisasi kita itu langsung mendapatkan sertifikat penyuluhan serta bisa langsung mengajukan permohonan izin PIRT," katanya.

Ia mengatakan masyarakat pemohon mengajukan permohonan maka DPMPTP akan merekomendasikan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat untuk mensurvei sejumlah IKM tersebut. Setelah itu Dinkes akan merekomendasikan IKM yang pantas untuk mengurus izinnya kepada DPMPTP, sehingga pihaknya dapat mengeluarkan izin PIRT tersebut. (ris)
Objek Wisata Padangpariaman Butuh Promosi

Objek Wisata Padangpariaman Butuh Promosi

Gerbang Objek Wisata Pantai Tiram Kecmatan Ulakan Tapakis Salah Objek Wisata di Padang Pariaman Yang Sangat Membutuhkan Promosi, Agar Lebih Banyak Dikunjungi wisatawan (***)

Paritmalintang (Reportase Sumbar)---Kabid Promosi dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Padangpariaman Ade Novalia menyatakan objek wisata dalam daerah sangat banyak. Semua objek wisata tersebut sangat butuh promosi. Dengan promosi tersebut semua objek wisata tersbeut akan diketahui masyarakat yang datang ke Kabupaten Padangpariaman.

"Karena itulah kita melakukan koordinasi dengan pihak Bandara Internasional Minangkabau (BIM) agar berbagai jenis objek wisata Padangpariaman dapat dipromosikan di lingkungan bandara ini. Apalagi BIM ini berada dalam wilayah Kabupaten Padangpariaman," kata Kepala Bidang Promosi dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudyaaan dan Pariwisata Padangpariaman Ade Novalia, kemarin.

Apalagi katanya, lebaran kemarin ribuan wisatawan kunjungan bebragai jenis objek wisata Padangpariaman. Salahs atunya, objek wisata Bukik Siriah Mountain View di Kecamatan Sungai Geringging dengan jumlah pengunjung sekitar 60 ribu. Belum lagi objek wisata Lubuak Nyarai dan Puncak Anai di Malibo Anai.

Lihat saja katanya, tingkat kunjungan masyarakat di lebaran ini ini jauh lebih meningkat dair tahun lalu. Apalagi dengan ada  kelompok sadar wisata yang mengelola objek wisata di daerah itu gencar melakukan promosi kepada masyarakat. "Karena itulah kita akan gencarkan promosikan objek wisata tersebut," ujarnya.

Katanya, objek wisata itu masyarakat pengunjung dapat melihat pemandangan hutan yang masih terjaga, laut, dan barisan pulau. "Bahkan dari Buki Siriah tersebut terlihat Pulau Angso Duo di Kota Pariaman. Artinya, objek wisata Bukik Siriah Mountain View sangat menarik untuk dikunjungi," ujarnya.

Namun demikian katanya, puncak anai di Malibo Anai, Kecamatan 2x11 Kayutanam, Padangpariaman juga mudah untuk diakses ke sana. Dari BIM lebih kurang setengah jam telah sampai dengan kendaraan roda dua atau empat. "Karena itu puncak Anai akan kita promosikan di BIM dengan berkerja sama dengan PT Angkasa Pura," tandasnya.(ris)
Rasionalisasi Anggaran Berdampak Pada Kualitas Pemilu Kada Pariaman

Rasionalisasi Anggaran Berdampak Pada Kualitas Pemilu Kada Pariaman

Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria Didampingi Anggota Ketika Memimpin Rapat

Pariaman (Reportase Sumbar)---Ketua KPU Kota Pariaman Boedi Satria menyebutkan rasionalisasi anggaran yang signifikan dapat berdampak pada kualitas penyelenggaraan pemilu kepala daerah. Misalnya, Kota Pariaman akan melaksanakan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Pariaman periode 2018-2023.

"Karena itu kita KPU Kota Pariaman mengajukan anggaran kepada pemerintah daerah dengan rincian tertentu, namun jika anggaran tersebut terus dirasionalisasikan dan mengecil akan mempengaruhi penyelenggaraan pemilu atau pemilukada. Khusus Kota Pariaman, anggaran penyelenggaraan pemilu telah diusulkan dan mengalami beberapa kali perubahan melalui instansi terkait," kata Ketua KPU Kota Pariaman Budi Satria, kemarin.

Awalnya, lanjut Budi, pihaknya mengajukan dana sebesar Rp16,4 miliar, namun hingga kini terus mengalami perubahan menjadi Rp12,7 miliar.

Katanya, sekarang anggaran tersebut kembali dirasionalisasikan menjadi Rp11,9 miliar atas rekomendasi pemerintah daerah. "Memang beberapa kali ada perubahan jumlah anggaran, hal tersebut wajar saja namun apabila dana Rp11,9 miliar kembali dikurangi akan mengurangi kualitas penyelenggaraan," lanjutnya.

Sebagai contoh, sebutnya kualitas pembuatan Alat Peraga Kampanye (APK) dan surat suara akan berkurang. Hingga kini pembahasan anggaran yang diusulkan tersebut belum ada kepastian masih menunggu hasil dari Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

Selain itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) juga telah melayangkan surat edaran Nomor 273 tahun 2017 tentang pendanaan pilkada serentak 2018.Dalam surat tersebut penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) antara KPU dengan pemerintah daerah paling lambat akhir Juli 2017. Penandatanganan NPHD itu, sebutnya dilakukan atas dasar kepastian dan jaminan anggaran untuk penyelenggaraan pilkada serentak 2018.

Sementara itu Sekretaris Daerah (Sekda) Pemerintah Kota Pariaman Indra Sakti mengatakan, rasionalisasi anggaran tersebut merupakan kebijakan untuk menghemat biaya. Ia menegaskan setiap anggaran yang dikeluarkan pemerintah akan dipertanggungjawabkan kepada negara sehingga butuh keakuratan data.

Selain itu, setiap daerah penyelenggara pemilu akan berbeda jumlah anggaran yang diajukan. Sebagai contoh, biaya pemilu Kota Padang dan Kota Pariaman sangat berbeda tergantung kecamatan dan lain sebagainya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta KPU setempat mengedepankan azas kemanfaatan bahkan, tambahnya pihak penyelenggara pemilu diharapkan mengurangi biaya honor serta perjalanan dinas yang dianggap kurang penting," ujarnya mengakhiri.(rozi)

Kamis, 13 Juli 2017

Mahasiswa KKN Unand Terkejut, Ternyata Nagari Paritmalintang Masih Tertinggal

Mahasiswa KKN Unand Terkejut, Ternyata Nagari Paritmalintang Masih Tertinggal

Pewarta : Yurisman Malalak
Kamis, 13 Juli 2017
Walinagari Paritmalintang Syamsuardi bersama perangkat nagari dan Bamus ketika meninjau jalan di empat korong dalam nagari Paritmalintang ( Fhoto : Yurisman Malalak )
Paritmalintang (Reportase Sumbar)----Mahasiswa Univesitas Andalas Padang yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di empat Korong dalam Kenagarian Paritmalintang, Kecamatan Enam Lingkung, Kabupaten Padangpariaman terkejut. Karena hingga kini kondisi nagari masih tertinggal dan belum dapat dikatakan nagari maju. Padahal, Kenagarian Paritmalintang berada dalam kawasan Ibukota Kabupaten Padangpariaman, tapi kondisi jalannya masih jalan tanah. 

Akibatnya, masih ada Korong-Korong dalam Kenagarian Paritmalintang hingga kini akses jalan menuju ke sana sangat sulit. Tak pelak lagi korong-korong tersebut tergolong masih tertinggal. Melihat kondisi tersebut 40 orang mahasiswa-mahasiswi Unand Padang akan menerapakan berbagai program, sehingga masyarakat empat korong tersebut tidak tertinggal dalam program-program pemerintah saat ini.

Persoalan tersebut diakui Walinagari Paritmalintang H Syamsuardi dan semua masyarakat Kenagarian Paritmalintang di Kantor Walinagari Paritmalintang, kemarin, seputar Nagari Paritmalintang yang berada dalam kawasan Ibukota Kabupaten Padangpariaman, tapi jalan-jalannya masih banyak jalan tanah. "Kita sebagai walinagari telah mengusulkan kepada Pemkab Padangpariaman, tapi tidak juga ada implementasinya," ungkap Syamsuardi.

Melihat kondisi demikian katanya, sangat memiriskan masyarakat, khusus Hilalang Gadang dan Padang Toboh sangat sulit untuk akses masyarakat ke sana, karena jalan ke sana sangat jelek dan banyak lobang-lobangnya. Padahal jalan ke Korong Padang Toboh, salah satu jalan yang dibuka dalam pelaksanaan Tentara Manunggal Masuk Nagari (TMMD) tahun 2014 yang lalu maish jalan sirtukil dan kembali mengalami kerusakan.

Padahal katanya, janji Pemkab Padangpariaman jalan TMMD/N tersebut akan segera diaspal hokmik, tapi sampai sekarang tidak ada tindak lanjuti. Berdasarkan kondisi demikian masyarakat Korong Padang Toboh dengan Hilalang terputus arus traportasi angkutan roda empat. "Karena itulah kita sangat berharap kepada pihak terkait dalam Kabupaten Padangpariaman atau Propinsi Sumbar untuk segara menindak lanjuti," ujarnya.

Apalagi katanya, jalan lingkar yang dibangun Propinsi Sumatra Barat dan berada di depan Kantor Bupati Padnagpariaman sampai sekarang tidak kunjung ada kejelasannya. Padahal jalan tersebut sangat vital bagi masyarakat Korong Hilalang Gadang untuk keluar dari korongnya, kalau tidak mereka keluar harus berputar masuk ke Kecamatan Lubuk Alung baru bisa sampai ke Kantor Nagari Paritmalintang.

"Memiriskan sekali kondisi jalan di Nagari Paritmalintangt. Karena itu kita sangat berharap dengan ada KKN mahasiswa-mahasiswi Unand Padang ini ada tindak lanjutinya dari pihak terkait. Apalagi mereka akan diminta masyarakat untuk membuat semina membeda bagaimana kondisi Nagaritmalintang yang berada di kawasan ibukota kabupaten. "Kalau tidak nagari Paritmalintang belum dapat dikatakan nagari maju dan masik tergolong nagari tertinggal," tegasnya.

Khusus kata Walinagari Paritmalintang, jalan menuju Korong Hilalang Gadang dan Padang Toboh sangat tidak layak, karena rabab beton yang dibangun berberapa tahun yang lalu oleh PNPM telah pada rusa. "Kalau tidak juga ada realisasinya pada tahun akan datang, tentu kita sebagai Pemerintah Nagari akan memakai dana nagari untuk memperbaki jalan tersebut. Apalgi kalau setiap maulud nabid i Masjid Korong Hilalang Gadang, jalan wajib diperbaiki agar bisa dilalui sepeda motor dan roda empat, kalau tidak walawalam," imbuhnya.

Terpisah, Wakil Bupati Padangpariaman Suhatri Bur yang pernah meninjau jalan tersebut menyatakan, akan menyampaikan kepada Bupati Padangpariaman tentang kondisi jalan tersebut. "Kita akan coba jalan yang saya lallui dan pernah tinjau tersebut dapat diberikan aspal. Apalagi jalan tersebut adalah jalan Kabupaten Padangpariaman. Tunggulah mudah-mudahan ada implementasi, seperti harapan masyarakat tersebutr," tandasnya mengakhiri.(ris)

AKBP Eri Dwi Hariyanto.S.IK : Banyak PR Yang Mesti Diselesaikan Kasat Resrim Baru

AKBP Eri Dwi Hariyanto.S.IK : Banyak PR Yang Mesti Diselesaikan Kasat Resrim Baru

Kapolres Padangpariaman AKBP Eri Dwi Hariyanto.S.Ik memasangkan tanda jabatan kepada Kasat Reskrim AKP Adi Nogroho SIk. 
Paritmalintang (Reportase Sumbar)---Kapolres Padangpariaman AKBP Eri Dwi Hariyanto Sik menyatakan saat ini masih banyak Perkerjaan Rumah (PR) di satuan Reskrim Polres Padangpariaman yang perlu diselesaikan. Dengan ada serah terima jabatan Kasat Reskrim Polres Padangpariaman PR tersebut dapat terungkap dan diselesaikan.

Hal tersebut diungkapkan Kapolres  AKBP Eri Dwi Hariyanto SIk saat melantik AKP Adi Nogroho SIk sebagai Kasat Reskrim Polres Padangpariaman, kemarin. "Namun perlu kita ketahui bersama mutasi atau pindah jabatan di lingkungan Polri adalah suatu hal biasa," ungkap Kapolres.

Menurut Kapolres, pejabat Kasat Reskrim  diminta untuk secepatnya menyesuaikan di lingkungannya agar semua PR-PR yang belum berjalan dapat dilaksanakan dengan baik. Jadi dengan kerja sama yang baik di lingkungan Reskrim Polres Padangpariaman PR-PR tersebut berjalan dengan baik.

"Kita juga meminta dengan ada Kasat Reskrim Polres Padangpariaman yang baru ini ada peningkatan kinerja. Apalagi ini adalah amanah pimpinan kepada pejabat baru di Satuan Reskrim Polres Padangpariaman, sehingga berjalan dengan baik dengan dukungan semua pihak di lingkungannya," ungkapnya.

Apalagi katanya, tugas-tugas Polri saat ini sangat berat dan perlu dijalankan dengan baik. Untuk itu perlu kerja sama dari semua lini, sehingga PR-PR kasus atau persoalan lain di lingkungan Reskrim Polres Padangpariaman dapat berjalan dengan baik, karena itulah diminta pejabat baru untuk sengera menyesuaikan.

"Dengan menyesuaikan diri pejabat Reskrim Polres Padangpariaman yang baru ini tentu PR-PR tersebut terungkap kalau dalam bidang kasus. Dengan pejabat baru dapat memberikan semangat baru untuk semua anggota di lingkungan Reskrim Polres Padangpariaman," papar Kapolres Padangpariaman.

Sementara itu Wakapolres Padangpariaman Kompol Yuhandri, usai serah terima jabatan Kasat Reskrim Polres Padangpariaman ketika menjawab pertanyaan wartawan, tentang kasus tewas seorang pelajar SMP di Fly Over Duku Batang ANai menjelang lebaran, kemarin, mengatakan, kasus telah terungkap.

Tapi, tambah Yuhandri, pelakunya yang belum tertangkap. Kalau persoalan siapa indetitas pelaku yang melakukan tindakan tersebut telah ada. "Tinggal kita sekarang memburu pelakunya. Kita meminta dukungan semua pihak dalam wilayah hukum Polres Padangpariaman agar kasus tersebut pelakunya tertangkap," tandasnya.(ris)

Rabu, 12 Juli 2017

Wako Mukhlis Rahman, Minta Warganya Luangkan Waktu Magrib-Isya Bertafakur

Wako Mukhlis Rahman, Minta Warganya Luangkan Waktu Magrib-Isya Bertafakur



Pariaman, (Reportase Sumbar)---Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman menyatakan semua masyarakat Kota Pariaman hingga kini masih ingat peristiwa yang tidak bisa hilang dalam fikiran dan traumatik yang sangat mendalam, yaitu peristiwa gempa yang maha dahsyat pada tanggal 30 September 2009 pukul 17.18 menit, berkekuatan 7,9 SR berlokasi 57,5Km barat daya Kota Pariaman.

"Peristiwa ini mengakibatkan banyaknya warga yang meninggal dunia, luka berat dan luka ringan, Infrastruktur yang telah dibangun sebelumnya hancur, jalan dan jembatan rusak berat, Puskesmas, Pustu,Poskesdes dan sekolah sangat memprihatinkan. Inilah pekerjaan yang sangat berat yang kita hadapi dengan kondisi ekonomi dan sosial masyarakat yang cukup memprihatinkan pada waktu itu," kata Walikota Pariaman H Mukhlis Rahman saat acara zikir bersama Di Pantai Gandoriah Pariaman, kemarin.

Mengingat katanya, Kota Pariaman merupakan daerah yang sangat rawan dengan bencana dan berada di zona merah, dan mungkin bisa dibilang supermarketnya bencana, maka sebagai umat yang beragama islam, tentu harus selalu berserah diri dalam meningkatkan keimanan dan ketakwaan dalam beribadah, seperti melaksanakan zikir sekarang ini.

"Karena Allah tidak akan menjatuhkan bencana pada suatu kaum, apabila kaum tersebut, masih banyak yang bersujud melaksanakan sholat berjamaah, meramaikan mesjid dan musholla, karena itu, kami pemerintah Kota Pariaman telah membuat program Magrib Mengaji dan telah kami laksanakan hampir satu tahun ini," ujarnya.

Katanya, dimana waktu magrib sampai Isya luangkan untuk bertafakur di mesjid/mushola yang ada di lingkungan masyarakat Kota Pariaman. Hal ini dilakukan untuk gerakan meramaikan mesjid/musholla, sehingga buat apa mesjid/musholla yang berdiri megah, tetapi sedikit sekali jemaahnya.

"Kita juga telah melaksanakan subuh mubarokah, dimana kita melaksanakan sholat subuh secara bersama-sama dengan ASN Pemko Pariaman, dan instansi Forum Komunikasi pimpinan daerah serta masyarakat. Kita juga mempunyai MDTA dan TPA yang tersebar di Kota Pariaman, yang kesemuanya itu, adalah untuk membentengi diri anak-anak kita," ujarnya.

Dengan baca tulis al qur'an jelasnya, dengan mengeluarkan perda baca tulis Al Qur'an, yang kesemuanya itu dilakukan untuk bagaimana generasi nanti, generasi yang akan menjadi penerus bangsa, yang akan meneruskan tonggak estafet kepemimpinan di bangsa ini atau di Kota Pariaman agar mereka tidak buta terhadap Al Qur'an.

"Perlunya kesadaran dari diri kita pribadi, keluarga dan masyarakat, agar dapat melaksanakan magrib mengaji dan subuh mubarokah, serta menitipkan anak-anak kita di MDTA dan TPA. Mari kita luruskan niat dari sekarang, untuk dapat menjadi dan memberikan manfaat, dan menggunakan waktu kita yang ada di dunia ini, untuk bekal kehidupan kita kelak di akherat nanti, Amin ya rabbal alamin," paparnya.

Saat ini jelasnya, telah banyak membangun infrastruktur penunjang visi dan misi kami dalam mewujudkan Kota Pariaman sebagai destinasi wisata baik di Sumatera barat, Regional bahkan mancanegara.

"Kita telah membangun Taman Pantai Kata, yang nanti di bulan November tahun 2017 ini, akan kita gunakan untuk tempat diselenggarakannya MTQ Nasional tingkat Provinsi Sumatera Barat ke 37," ujarnya.

Selain pembangunan lainnya, seperti Sport Hall Karan Aur, Jembatan Pauh, Pengembangan Pulau Tangah, Taman Tugu Angkatan Laut, Taman Tugu Asean, dan Pelataran dan Pentas di Pantai Gandoriah, tempat berlangsungnya Tabligh Akbar di pagi yang berbahagia ini.

"Tahun ini, kita juga akan mulai pembangunan Mesjid Terapung Kota Pariaman  yang bernuansa islami. Mari kita jaga dan pelihara infrastruktur yang telah kita bangun, sehingga dapat betul-betul memberi manfaat bagi masyarakat dan pengunjung yang datang. Saya atas pemko mengucapkan terimakasih kepada DPRD Kota Pariaman, Forkopimda, Pegawai  di jajaran Pemko Pariaman, serta masyarakat yang telah menjaga keamanan, ketertiban dan keberlangsungan pembangunan di Kota Pariaman," tandasnya mengakhiri.(ris)
Jelang MTQ Ke-37 Tingkat Sumbar, Pemko Pariaman Mulai Lengkapi Sarana dan Prasarana

Jelang MTQ Ke-37 Tingkat Sumbar, Pemko Pariaman Mulai Lengkapi Sarana dan Prasarana

Walikota Pariaman Mukhlis Rahman Ketika Berada di Pulau Angso ( Fhoto : Humas )
Pariaman (Reportase Sumbar)Dengan semakin dekatnya waktu pelaksaan MTQ ke 37 tingkat Nasional Provinsi Sumatera Barat yang akan digelar akhir tahun 2017 nanti, pemerintah Kota Pariaman selaku tuan rumah, melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Pariaman mulai melengkapi sarana dan prasarana (Sapras) penunjang untuk kegiatan tersebut.

 “Saat ini kita telah memulai proses persiapan lelang untuk melengkapi sarana yang ada di Taman Pantai Kata, sebagai tempat utama diselenggarakannya MTQ ke 37 Sumatera Barat nanti,” ujar Kadis PU dan Tata Ruang Kota Pariaman Asrizal.

Pemerintah Kota Pariaman yang dengan visinya menjadikan Kota tujuan wisata dan ekonomi kreatif berbasis lingkungan, budaya dan agama, menginginkan ajang MTQ ini berbeda dengan ajang MTQ sebelumnya, dengan mengambil tempat di kawasan pantai, sehingga para peserta dan pengunjung dapat mengikuti MTQ ini sekaligus berwisata dengan nuansa yang tercipta di lokasi acara.

 “Awalnya memang pembangunan taman pantai kata ini untuk ajang MTQ, namun kedepan peruntukanya dapat dijadikan tempat wisata keluarga yang islami. Nantinya taman ini juga akan dilengkapi dengan pustaka keagamaan, bangunan yang baru akan kita bangun untuk digunakan oleh para juri Musabaqah,” jelasnya.

Pembangunan Taman Pantai Kata ini adalah semata-mata untuk keperluan pemerintah daerah yang bertujuan mendukung visi Kota Pariaman, dan untuk tempat dilangsungkannya pembukaan MTQ ke 37 tingkat Nasional Provinsi Sumatera Barat di Kota Pariaman, tidak benar kalau ada yang mengatakan kalau pembangunan taman pantai kata karena ada unsur yang lain.

“Kami harapkan dengan pesatnya pembangunan yang kita lakukan dalam menjadikan kawasan pantai menjadi destinasi pariwisata dengan sarana dan pra sarananya, tidak menimbulkan anggapan yang negatif di kalangan masyarakat, yang tentunya nanti dapat menghambat pembangunan itu sendiri,” tandasnya. (ris)
Bejat !, Bapak Kandung Rampas Kesucian Anak Kandungnya

Bejat !, Bapak Kandung Rampas Kesucian Anak Kandungnya

Ilustrasi (net)
Sungai Limau (Reportase Sumbar)---Bejat ! mugkin itu kata yang pantas di terima oleh salah satu ayah yang bernama Af (47), bagaimana tidak, sosok ayah yang harusnya menjadi kepala keluarga sekaligus panutan ini tega merampas kesucian anak kandungnya sebut saja Bunga (18).

Kesucian Bunga ini dirampas oleh ayah kandungnya sendiri  yang terjadi pada tahun 2015 bulan Juni, sejak korban masih berusia 16 tahun dan duduk dibangku Sekolah Menengah K (SMK) tepatnya di kelas I salah satu Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Pariaman.

 AF diduga memperkosa anaknya yang masih berusia 16 tahun itu lebih dari satu kali saat iti. Korban tak kuasa menolak karena takut diancam akan dipukul oleh ayahnya.

Diduga, AF (47) melakukan perbuatan itu sejak korban masih duduk di bangku kelas 1 SMK.

Kapolsek Sungai Limau AKP Syafar kepada REPORTASE SUMBAR mengatakan, telah menerima laporan pengaduan dugaan pencabulan oleh masyarakat setempat bersama ibu korban sekitar pukul 14: 00 WIB, Selasa (12/7).

"Memang benar kita telah menerima laporan kasus pencabulan dari masyarakat Lohong Sungai Limau, yang pada waktu itu juga TSK (Tersangka) dan anak nya (korban) di bawa langsung ke Polsek oleh warga yang melaporkan," katanya.

Berdasarkan Laporan yang diterima kronologis peristiwa pencabulan ayah terhadap anak kandungnya ini terjadi pada bulan Juni hari Selasa tahun 2015 lalu.

"Kejadiannya berlangsung sekitar jam 11 siang, ketika ibu korban tidak berada di rumah. Saat itu korban di dalam rumah bersama ayahnya (Af) dengan tiba-tiba mendekati Bunga dan memegang tangannya serta mengajak berhubungan badan.

Akan tetapi anaknya menepis tangan pelaku Af dan meminta ayahnya untuk beristigfar. "Ayah istigfar yah, ini anak ayah, darah daging ayah" kata Bunga pada ayahnya sebelum terjadinya persetubuhan layaknya pasangan suami istri tersebut" ujar Kapolsek.

Lanjut Kapolsek, pelaku sempat tertegun atas ucapan anaknya itu. Akan tetapi karena nafsu syahwatnya sangat memuncak, maka Bunga tak bisa dihentikan niatnya yang bejat tersebut.

"Meskipun sempat beronta dengan menepis tangan pelaku ketika meraba-raba bagian sensitif anaknya, namun karena kekuatan yang tak seimbang, akhirnya dengan tidak berdaya korbanpun pasrah dalam keadaan tidak sadar.
Kejadian pencabulan itu, dilakukan si ayah secara berulang-ulang sampai pertengahan tahun 2016.

Mulai terkuaknya kasus cabul ketika korban lari dari rumah selama tiga hari dan menginap di tempat temannya, maka dicarilah oleh ibu korban.

Ketika ketemu di Pariaman lanjutnya, didalam perjalanan ditanyakanlah oleh ibu korban, kenapa tidak pulang-pulang ke rumah. Pasalnya, korban malu menjawab, korban meminta agar ibunya bertanya langsung pada pelaku. Setelah sampai dirumah dan ternyata pelaku mengakui perbuatannya sambil meminta ampun dan minta dimaafkan, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi," terang Kapolsek.

Akan tetapi beberapa bulan setelah itu, ketika ibu korban berangkat ke Medan selama satu minggu perbutan terkutuk pelaku di ulangi lagi kepada korban. "Karena sudah tidak bisa dimaafkan lagi, akhirnya ibu korban melaporkan perbuatan pelaku kepada kelurga dekat dan tokoh masyarakat, hingga ayah cabul ini digiring ke Polsek Sungai Limau.

Sementara itu, Kapolres AKBP Bagus Suropratomo Oktobrianto SIK membenarkan, memang ada laporan dugaan pencabulan pada anak kandung di Lohong Sei Limau, namun saat ini dalam penyelidikan lebih lanjut.(rozi)