Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Gaya Kepemimpinan 'Tagak Samo Tinggi, Duduak Samo Rendah' Kasat Lantas Pariaman Curi Hati Masyarakat, Tomas di Pariaman Minta Keputusan Mutasi Dipertimbangkan Kembali

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:17 WIB Last Updated 2026-10-02T13:22:37Z


PARIAMAN
- Kebijakan mutasi di tubuh Kepolisian Republik Indonesia merupakan hal yang lumrah untuk penyegaran organisasi. Namun, perpindahan tugas seorang perwira terkadang menyisakan kesan mendalam di hati masyarakat, terutama jika sosok tersebut telah mendarah daging dan menyatu dengan kearifan lokal tempatnya bertugas.


Hal inilah yang dirasakan oleh masyarakat, tokoh adat, hingga kepala daerah di Kota dan Kabupaten Pariaman menyusul perpindahan tugas Kasat Lantas Polres Pariaman, IPTU Afrizal Sahar, yang rencananya akan dimutasi ke wilayah Pasaman. Keputusan ini memicu gelombang respon emosional serta harapan agar Kapolda Sumatera Barat berkenan meninjau ulang kebijakan tersebut.


Sebagai seorang aparat penegak hukum (APH) yang memegang komando di satuan lalu lintas, IPTU Afrizal Sahar dinilai mampu mengubah paradigma penegakan hukum yang kaku menjadi lebih humanis. Ia dikenal mengedepankan pendekatan pembinaan ketimbang penindakan represif, sebuah gaya kepemimpinan yang langsung menyentuh hati warga Minangkabau.




Pandangan ini disampaikan langsung oleh Ketua OLC sekaligus Tokoh Masyarakat Pariaman, Alwis Ilyas. Menurutnya, sebagai putra daerah asli, IPTU Afrizal sangat memahami falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, serta menerapkannya lewat filosofi kepemimpinan duduak samo rendah, tagak samo tinggi.


"Beliau tidak menonjolkan dirinya sebagai APH yang berjarak dengan masyarakat. Dalam penegakan hukum, ia lebih banyak melakukan pembinaan daripada penindakan, dan masyarakat sangat senang dengan gaya tersebut," ungkap Alwis Ilyas.


Alwis menambahkan, masa tugas selama empat bulan di Pariaman dirasa terlalu singkat. Masyarakat baru saja menikmati suasana kenyamanan berlalu lintas dan kedekatan emosional dengan sang perwira, sehingga berita kepindahannya menimbulkan rasa kehilangan yang mendalam.




Senada dengan Alwis Ilyas, Wakil Wali Kota Pariaman Periode 2018–2023, Mardison Mahyudin, turut memberikan kesaksian serupa. Di mata Mardison, IPTU Afrizal Sahar adalah sosok perwira yang memiliki kepedulian sosial tinggi dan berjiwa sosial melayani.


Selain kerap memberikan bantuan kepada warga kurang mampu yang ditemuinya di jalan, Afrizal juga dikenal sabar dalam membina para pengendara yang melakukan pelanggaran lalu lintas. Alih-alih langsung menjatuhkan sanksi tilang yang memberatkan, ia kerap memilih jalur edukasi dan pembinaan persuasif yang mendidik.


"Beliau orangnya sangat bermasyarakat dan suka berbagi di kalangan warga. Kami berharap pihak Polda Sumbar dapat meninjau kembali mutasi ini agar beliau bisa diberi kesempatan lebih lama untuk mengabdi dan berbuat bagi masyarakat Pariaman," harap Mardiso.




Rasa kaget dan kecewa juga dirasakan oleh para pemimpin akar rumput. Wali Nagari Gunung Padang Alai, Deri Alpendo, bersama Pj Wali Nagari Persiapan Padang Alai Utara, Alfedri, mengaku terkejut mendengar kabar kepindahan sang Kasat Lantas.


Bagi warga nagari, kehadiran IPTU Afrizal Sahar tidak lagi dipandang sebagai pejabat instansi vertikal yang jauh, melainkan sudah dianggap sebagai bagian dari keluarga sendiri, seperti sanak dan kemenakan yang pulang kampung untuk mengayomi masyarakatnya.


"Kami sudah menganggap beliau sebagai saudara sendiri. Ia tidak pernah menonjolkan jabatan APH-nya, melainkan hadir seperti Niniak Mamak yang memakai seragam polisi lalu lintas, tulus mengayomi dunsanak di kampung halaman," jelas Deri dan Alfedri.


Melalui berbagai elemen tokoh masyarakat, ninik mamak, hingga mantan kepala daerah, warga Pariaman menitipkan satu harapan besar kepada Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat. Mereka memohon agar pimpinan Polri berkenan mempertimbangkan kembali keputusan mutasi tersebut.


Masyarakat menilai bahwa kehadiran figur penegak hukum yang merangkul dan memahami kultur lokal seperti IPTU Afrizal Sahar sangat efektif dalam menciptakan ketertiban sekaligus merawat kedekatan antara Polri dan masyarakat di ranah Minang.


 

×
Berita Terbaru Update