
Luapan air merendam pemukiman warga di Dusun Sampan, Desa Pungguang Ladiang, Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman.
PARIAMAN - Persoalan infrastruktur di Desa Pungguang Ladiang kembali menuntut perhatian serius dari pemerintah daerah. Setiap kali hujan deras mengguyur, genangan air berulang kali meluap dan merendam permukiman warga serta ruas jalan utama. Kondisi yang telah berlangsung selama puluhan tahun ini tak kunjung menemui solusi permanen.
Kepala Desa Pungguang Ladiang, Aulia Mardhi Arif, menyampaikan bahwa titik krusial luapan air berada pada saluran drainase sepanjang satu kilometer, mulai dari simpang menuju MTsN hingga ke area perbatasan luar desa.
Menurutnya, ketiadaan saluran pembuangan akhir (outfall) di kawasan simpang empat menjadi pemicu utama genangan air menyebar ke mana-mana saat intensitas hujan tinggi.
"Kondisi saat ini, jika hujan turun, air langsung menggenang. Masalah utamanya ada di simpang empat karena sampai sekarang belum ada saluran akhir untuk mengalirkan debit air yang tinggi," ujar Aulia Mardhi Arif.
Dampak buruk dari buruknya tata kelola drainase ini dirasakan paling parah oleh warga di Dusun Sampan. Setiap musim hujan tiba, kawasan pemukiman ini langganan tergenang air akibat drainase yang meluap dan tidak mampu menampung debit air hujan.
"Kondisi tergenang di Dusun Sampan ini bukan hal baru, melainkan sudah berlangsung selama puluhan tahun tanpa ada penyelesaian yang tuntas," tegas Kades Pungguang Ladiang.
Tak hanya persoalan luapan air, ancaman keselamatan warga makin nyata akibat kondisi fisik jalan yang memprihatinkan. Di depan Kantor Desa Pungguang Ladiang, permukaan jalan tampak bergelombang parah dan membahayakan para pengguna jalan.
Aulia mengungkapkan bahwa kontur jalan yang rusak dan bergelombang tersebut telah menelan korban jiwa maupun luka-luka. Sepanjang tahun ini saja, setidaknya tercatat sudah lima kali peristiwa kecelakaan lalu lintas terjadi di titik tersebut.
Pemerintah Desa Pungguang Ladiang menegaskan tidak tinggal diam melihat penderitaan dan potensi bahaya yang mengintai warganya. Masalah drainase buruk serta perbaikan jalan bergelombang ini telah disampaikan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) daerah setempat.
Pihak desa berharap Dinas PUPR dapat segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan teknis. Pembangunan saluran pembuangan akhir serta pengaspalan ulang jalan bergelombang sangat mendesak dilakukan demi menjaga kenyamanan hidup dan keselamatan warga Pungguang Ladiang. (roz)

