![]() |
| Bupati Padangpariaman Saat Acara Stunting |
PADANGPARIAMAN--- Bupati Padangpariaman John Kenedi Aziz menyatakan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman hingga kini terus memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting.
“Kita tegaskan hal demikian,” kata Bupati
Padangpariaman John Kenedy Azis , kemarin, saat menghadiri kegiatan Diseminasi
Surveilans Gizi dan Publikasi Data Stunting tahun 2026 yang diselenggarakan
Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam
meningkatkan koordinasi, menyamakan pemahaman, serta memperkuat keterlibatan
seluruh pemangku kepentingan dalam penanganan stunting secara terpadu dan
berkelanjutan.
Kegiatan tersebut diikuti 87 peserta yang terdiri dari
perwakilan instansi vertikal di Kabupaten Padangpariaman, camat, perwakilan
walinagari, serta puskesmas. Turut hadir Sekretaris Daerah Hendra Aswara, para
asisten, kepala perangkat daerah, dan undangan lainnya.
Dalam arahannya, Bupati John Kenedy Azis menegaskan bahwa
stunting merupakan salah satu tantangan besar dalam pembangunan sumber daya
manusia. Stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai
dengan usianya, tetapi juga masalah gizi kronis yang dapat memengaruhi
perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, produktivitas, hingga kualitas
hidup anak di masa mendatang.
Menurut Bupati, penanganan stunting tidak dapat hanya
mengandalkan Dinas Kesehatan maupun intervensi sektor kesehatan. Persoalan ini
berkaitan erat dengan berbagai faktor, seperti pola asuh, ketahanan pangan
keluarga, kondisi sosial ekonomi, pendidikan, ketersediaan air minum layak,
sanitasi, lingkungan, serta akses terhadap pelayanan kesehatan.
"Penanganan stunting tidak dapat diselesaikan hanya oleh
Dinas Kesehatan atau melalui intervensi sektor kesehatan saja. Diperlukan
keterlibatan seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan melalui
pendekatan konvergensi, dengan memastikan setiap sasaran memperoleh intervensi
yang tepat, berkualitas, dan berkelanjutan," tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya memastikan ibu hamil mendapatkan
pelayanan antenatal sesuai standar, pemberian tablet tambah darah, serta
penanganan apabila mengalami kekurangan energi kronis maupun anemia. Begitu pula
dengan bayi dan balita yang harus mendapatkan ASI eksklusif, imunisasi,
pemantauan pertumbuhan, serta penanganan segera apabila ditemukan masalah gizi.
Selain intervensi kesehatan, upaya penurunan stunting juga
perlu didukung melalui penyediaan air minum dan sanitasi layak, edukasi
pengasuhan, perlindungan sosial, peningkatan ketahanan pangan keluarga, serta
pemberdayaan masyarakat.
Secara khusus, Bupati meminta seluruh camat dan wali nagari
agar meningkatkan kepedulian dan melakukan pemantauan langsung terhadap kondisi
masyarakat di wilayah masing-masing, terutama keluarga yang memiliki ibu hamil
dan balita berisiko stunting.
"Saya menekankan kepada seluruh camat dan wali nagari
untuk turun langsung ke lapangan. Tinjau apakah masih ada warga yang mengalami
stunting, kemudian lakukan koordinasi dengan pemerintah kabupaten agar dapat
ditindaklanjuti melalui upaya penanganan yang tepat," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Padangpariaman,
Engga Lift Irwanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan
pemahaman organisasi lintas sektor mengenai upaya percepatan penurunan
stunting.
Melalui diseminasi tersebut, diharapkan terbangun kesepakatan
bersama serta tersusun rencana tindak lanjut yang konkret dan terarah dalam mendukung
percepatan penurunan stunting di Kabupaten Padangpariaman.
Dengan sinergi seluruh perangkat daerah, instansi terkait,
pemerintah kecamatan, nagari, hingga fasilitas pelayanan kesehatan, upaya
penurunan stunting diharapkan dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan tepat
sasaran demi mewujudkan generasi Padangpariaman yang sehat, cerdas, dan
berkualitas. (ren)


