![]() |
| Kadis Pertanian Tinjau Saluran Irigasi Ke Sawah Masyarakat |
PADANGPARIAMAN--- Ketersediaan air menjadi salah satu kunci utama keberhasilan sektor pertanian.
Menyadari pentingnya hal tersebut,
Pemerintah Kabupaten Padangpariaman hingga kini terus memperkuat perhatian
terhadap kondisi infrastruktur pengairan, terutama saluran irigasi yang menjadi
sumber kehidupan bagi areal persawahan masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan petani, Kepala
Dinas Pertanian Kabupaten Padangpariaman, Irawati Febriani, kemarin, turun langsung meninjau sejumlah saluran
irigasi yang mengalami kendala di Kecamatan Lubuk Alung dan Kecamatan 2x11 Kayu
Tanam.
Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung
kondisi saluran irigasi sekaligus mendengarkan keluhan masyarakat tani yang
selama ini menghadapi kesulitan mendapatkan pasokan air untuk mengairi sawah
mereka.
Dalam peninjauan itu, Irawati menemukan sejumlah persoalan pada
saluran irigasi, mulai dari kerusakan fisik, tertutup lumpur hingga
pendangkalan yang menyebabkan aliran air tidak berjalan optimal menuju lahan
persawahan.
Walinagari setempat turut menyampaikan bahwa beberapa saluran
irigasi di wilayah Kecamatan Lubuk Alung membutuhkan perhatian dan penanganan
segera. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas pertanian
masyarakat.
Keluhan serupa juga disampaikan salah seorang ketua kelompok
tani. Ia mengungkapkan bahwa petani selama ini cukup kesulitan memperoleh air
akibat tidak lancarnya aliran irigasi. Bahkan, dalam kondisi tertentu, petani
terpaksa mengandalkan curah hujan untuk memenuhi kebutuhan air di sawah.
"Kami berharap persoalan saluran irigasi ini mendapat perhatian
dan segera ditangani, karena ketersediaan air sangat menentukan keberhasilan
pertanian kami," ungkapnya.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala Dinas Pertanian
Irawati Febriani menyampaikan komitmennya untuk mengupayakan penanganan melalui
normalisasi saluran irigasi tersier.
Berdasarkan hasil wawancara, ia menargetkan pelaksanaan
normalisasi irigasi tersier pada tahun ini, dengan target sekitar pertengahan
November hingga Desember 2026.
Langkah tersebut diharapkan dapat
membantu memperlancar aliran air menuju areal persawahan dan mengurangi
kesulitan petani dalam memenuhi kebutuhan pengairan.
Menurutnya, persoalan irigasi tidak boleh dipandang sebagai
persoalan infrastruktur semata. Sebab, kelancaran pengairan sangat berkaitan
erat dengan keberlangsungan musim tanam, peningkatan produksi padi, serta
kesejahteraan masyarakat petani.
Upaya ini juga sejalan dengan komitmen Pemerintah Kabupaten
Padangpariaman di bawah kepemimpinan Bupati John Kenedy Azis dan Wakil Bupati
Rahmat Hidayat dalam memperkuat sektor pertanian sebagai salah satu penopang
perekonomian masyarakat.
Melalui peninjauan langsung dan rencana normalisasi tersebut,
berbagai persoalan yang disampaikan petani diharapkan dapat ditindaklanjuti
melalui koordinasi dan penanganan sesuai kewenangan serta kebutuhan di
lapangan.
Pembangunan pertanian bukan hanya tentang meningkatkan hasil
produksi, menyediakan benih atau memberikan bantuan kepada kelompok tani. Lebih
dari itu, pemerintah juga harus memastikan sarana pendukung, khususnya infrastruktur
pengairan, dapat berfungsi dengan baik.
Sebab, bagi petani, air bukan sekadar kebutuhan, melainkan
penentu keberhasilan usaha tani dan sumber penghidupan keluarga.
Dengan rencana normalisasi irigasi tersier ini, diharapkan
aliran air kembali lancar, lahan persawahan dapat terairi secara optimal, dan
petani Padangpariaman semakin bersemangat mengolah sawah demi mewujudkan
pertanian yang lebih produktif dan kesejahteraan masyarakat yang lebih baik.
(ren)


