![]() |
| Bupati Padangpariaman Saat Berikan Arahan Tentang Pertanian |
PADANGPARIAMAN--- Masa depan pertanian Kabupaten Padangpariaman diyakini semakin cerah jika dikelola dengan inovasi, teknologi, dan semangat generasi muda.
Pertanian bukan lagi sekadar pekerjaan
tradisional, melainkan sektor modern yang menjanjikan peluang ekonomi, kemandirian,
serta kesejahteraan masyarakat.
Semangat tersebut mengemuka dalam temu wicara Bupati Padangpariaman
bersama Petani Milenial dan Penyuluh Pertanian yang berlangsung di Dinas
Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padangpariaman, kemarin.
Bupati Padangpariaman, John Kenedy Azis, menyampaikan bahwa
pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk membangun optimisme baru
terhadap masa depan pertanian di daerah itu.
Menurutnya, paradigma masyarakat terhadap profesi petani perlu
diubah. Petani masa kini bukan lagi identik dengan pekerjaan konvensional,
tetapi telah bertransformasi menjadi pelaku usaha modern yang mampu
memanfaatkan teknologi, kreativitas, dan inovasi untuk menghasilkan keuntungan.
"Petani sekarang sudah berbeda. Pertanian telah berkembang
menjadi sektor yang modern, keren, dan sangat menjanjikan. Ini harus menjadi
peluang bagi generasi muda untuk ikut mengambil peran dalam membangun
daerah," ungkap Bupati.
Ia juga memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh
penyuluh pertanian yang selama ini telah bekerja keras mendampingi kelompok
tani. Menurutnya, penyuluh memiliki peran strategis sebagai ujung tombak
pembangunan pertanian karena hadir langsung di tengah masyarakat, memberikan
pendampingan, pengetahuan, serta solusi bagi berbagai persoalan yang dihadapi
petani.
Bupati berharap petani milenial bersama para penyuluh dapat
menjadi motor penggerak sekaligus jembatan bagi tumbuhnya generasi muda yang
mandiri, bersemangat, kreatif, berpengalaman, dan berilmu pengetahuan.
Ia ingin anak-anak muda Padangpariaman memiliki kegiatan
produktif, mampu mengembangkan potensi diri, serta terhindar dari berbagai
aktivitas negatif.
"Jadilah generasi muda yang produktif dan mandiri.
Manfaatkan ilmu, kreativitas, serta energi yang dimiliki untuk membangun sektor
pertanian. Jangan pernah menganggap bertani sebagai pekerjaan yang tertinggal,
karena dari pertanian kita bisa membangun masa depan yang lebih baik," ujarnya.
Tidak hanya mendorong petani milenial, Bupati John Kenedy Azis
juga mengajak seluruh masyarakat untuk mulai menggerakkan pertanian dari
lingkungan masing-masing.
Menurutnya, bertani tidak harus menunggu memiliki lahan yang
luas. Pekarangan rumah, lahan kosong, maupun tanah yang tersedia di sekitar
tempat tinggal dapat dimanfaatkan untuk menanam berbagai kebutuhan pangan,
seperti cabai, kunyit, dan tanaman produktif lainnya.
Ajakan sederhana ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya bertani
di tengah masyarakat, memperkuat ketahanan pangan keluarga, mengurangi
pengeluaran rumah tangga, bahkan membuka peluang tambahan pendapatan.
"Mulailah dari apa yang kita punya. Tidak harus memiliki
lahan luas untuk bertani. Pekarangan rumah pun bisa dimanfaatkan. Jika setiap
keluarga mau menanam, tentu akan memberikan manfaat besar bagi ketahanan pangan
dan ekonomi masyarakat," ujarnya.
Dukungan Alat dan Sarana Pertanian Modern
Sebagai bentuk nyata dukungan pemerintah terhadap peningkatan
produktivitas pertanian, pada kesempatan tersebut Bupati John Kenedy Azis juga
menyerahkan bantuan sejumlah alat dan sarana pertanian modern kepada kelompok
tani.
Bantuan yang diserahkan meliputi tiga unit traktor roda empat
(TR4) merek Mizuno, tiga unit traktor roda empat merek Tanikaya, mesin traktor,
bibit cabai, serta bibit pinang.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Padangpariaman,
Irawati Febriani, menjelaskan bahwa bantuan alat dan sarana pertanian tersebut
merupakan dukungan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian yang
diusulkan berdasarkan kebutuhan kelompok tani.
Ia menambahkan, bantuan tersebut juga tidak terlepas dari upaya
dan komitmen Pemerintah Kabupaten Padangpariaman melalui Bupati John Kenedy
Azis dalam memperjuangkan dukungan pemerintah pusat untuk kemajuan sektor
pertanian daerah.
Menurut Irawati, keberadaan alat pertanian modern diharapkan
dapat membantu petani mempercepat proses pengolahan lahan, meningkatkan
efisiensi kerja, mengurangi beban biaya produksi, serta mendorong peningkatan
hasil pertanian.
Sementara itu, Ketua Petani Milenial Kabupaten Padangpariaman,
Faizil Putra, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kegigihan pemerintah
daerah dalam memperjuangkan kemajuan sektor pertanian.
Ia menilai dukungan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah
daerah memberikan perhatian terhadap kebutuhan petani, sekaligus membuka ruang
bagi petani milenial untuk terus berkembang dan berkontribusi.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Bupati Padangpariaman Rahmat
Hidayat, Sekretaris Daerah Hendra Aswara, serta sejumlah kepala perangkat
daerah dan kelompok tani.
Melalui temu wicara tersebut, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman
berharap lahir semangat baru dalam membangun pertanian yang lebih maju,
produktif, dan berdaya saing.
Sebab, pertanian bukan hanya tentang menanam dan memanen, tetapi
juga tentang membangun kemandirian ekonomi, membuka lapangan kerja, menjaga
ketahanan pangan, serta mempersiapkan masa depan generasi muda.
Dengan kolaborasi pemerintah, penyuluh, petani, dan generasi
milenial, Padangpariaman optimistis dapat menjadikan sektor pertanian sebagai
salah satu kekuatan utama dalam mewujudkan masyarakat yang lebih sejahtera
(ren).


