Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pascabencana hingga Reguler, 72 Sekolah Dasar di Padang Pariaman Tersentuh Program Revitalisasi Pusat

Jumat, 09 Oktober 2026 | 12:28 WIB Last Updated 2026-10-09T05:28:05Z

Kabid Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Disdikbud Kabupaten Padang Pariaman, Amirul Arief.

PADANG PARIAMAN
- Sebanyak 72 sekolah dasar (SD) di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, tercatat mendapatkan program revitalisasi sekolah pada tahun anggaran 2026 ini.


Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar (SD) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Padang Pariaman, Amirul Arief, mengungkapkan bahwa puluhan sekolah penerima bantuan tersebut diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori penanganan, mulai dari pemulihan pascabencana hingga peningkatan fasilitas reguler.


"Dari total 72 sekolah dasar yang mendapatkan program revitalisasi tahun ini, sebanyak 25 sekolah merupakan unit yang terdampak bencana," ujar Arif saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).


Selain sekolah terdampak bencana, terdapat pula alur revitalisasi reguler tahap pertama yang mencakup 21 sekolah dasar. Arif memastikan bahwa pengerjaan fisik untuk kategori ini secara umum telah rampung sepenuhnya. Jika pun masih ada yang tersisa di lapangan, pengerjaannya diklaim tinggal menyisakan tahap penyelesaian akhir atau finishing.


Sementara itu, untuk sisa kuota sebanyak 26 sekolah dasar yang masuk dalam kategori Reguler 2, pihak sekolah saat ini masih harus bersabar menanti proses pencairan anggaran. Dana untuk program revitalisasi ini bersumber sepenuhnya dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui mekanisme transfer langsung.


"Untuk 26 sekolah dasar yang termasuk dalam Reguler 2, saat ini kami masih menunggu pencairan dananya dari pusat karena pelaksanaannya menggunakan dana APBN," jelas Arif.


Ia menegaskan, mekanisme penyaluran dana yang berbasis langsung ke rekening institusi membuat jadwal dimulainya konstruksi sangat bergantung pada kecepatan administrasi perbankan pusat. "Begitu dana tersebut sudah masuk ke rekening sekolah, secara otomatis revitalisasi akan langsung dimulai dan dikerjakan di lapangan," imbuhnya.


Guna meminimalisir potensi kendala di kemudian hari, Disdikbud Padang Pariaman mengeklaim telah membekali seluruh kepala sekolah penerima program dengan pelatihan intensif. Seluruh kepala sekolah yang sekolahnya mendapatkan alokasi revitalisasi sebelumnya telah diwajibkan mengikuti bimbingan teknis (bimtek) khusus.


Kendati demikian, pihak dinas tetap memberikan peringatan keras agar para kepala sekolah beserta panitia pembangunan tetap berhati-hati dalam mengelola dana yang masuk. Pasalnya, proyek revitalisasi berskala nasional ini menggunakan pola swakelola, di mana pihak sekolah bertindak langsung sebagai penanggung jawab pelaksanaan di lapangan.


"Walaupun demikian, kami tetap mengimbau kepada pihak sekolah untuk tetap berhati-hati dalam melaksanakannya. Ini karena revitalisasi ini murni menggunakan skema swakelola sekolah, sehingga prinsip transparansi dan akuntabilitas harus dikedepankan," pungkas Arif.


Dengan rampungnya revitalisasi di puluhan sekolah ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padang Pariaman berharap kualitas sarana dan prasarana belajar-mengajar di daerah dapat meningkat secara signifikan, serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi para siswa dalam menimba ilmu. (roz) 

×
Berita Terbaru Update