Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bupati Suhatri Bur : VII Sungai Sariak Program Nasional Aksi Cepat RPPA

Senin, 22 Mei 2023 | 09:39 WIB Last Updated 2023-05-22T02:39:27Z

Bupati Suhatri Bur Saat acara

PADANGPARIAMAN, - Bupati Padangpariaman Suhatri Bur apresiasi  Kecamatan VII koto Sungai Sariak terkait aksi cepat tanggap dalam menindak lanjuti  program Nasional Ramah Perempuan dan Peduli Anak (RPPA).


"Program tersebut merupakan program bersakala Nasional pada tahun 2022 yang di gagas oleh Kementrian Pemderdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Kementrian Desa. Yang mana sebelumnya telah menunjuk Nagari Pauhkamba dan Nagari Toboh ketek menjadi pilot project di Kabupaten Padangpariaman," kata Bupati Padangpariaman Suhatri Bur, kemarin,  saat melaunching Kecamatan VII Koto sebagai Kecamatan Ramah Perempuan dan Peduli Anak.


Selain itu Suhatri Bur juga menyebutkan, untuk menjadikan Kecamatan Ramah Perempuan dan Peduli Anak harus memiliki beberapa indikator yaitu memiliki lembaga ramah perempuan dan anak, pemilihan data nagari yang sudah berdasarkan cluster, adanya anggaran, keterwakilan perempuan di sistem pemerintahan, perempuan mendapatkan tempat untuk berkarya di nagari.


Lebih lanjut Suhatri Bur menambahkan, Semua anak mendapatkan pengasuhan yang berbasis hak anak, tidak adanya kekerasan perempuan dan anak serta mengawasi perkawinan anak di bawah umur.


"Saya berharap dengan dilaunchingnya kecamatan VII koto Sungai Sariak menjadi Kecamatan Ramah Perempuan dan Peduli Anak pada hari ini, semoga kedepan tidak ada lagi diskriminasi  terhadap perempuan dan anak di kabupaten Padang Pariaman terkhusus di Kecamatan VII Koto," harapnya. 


Sementara itu, hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak  (Dinsos P3A ) Kabupaten Padangpariaman Suhatman. Ia menyebutkan perlu adanya Nagari Ramah Perempuan dan Peduli anak karena ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan sinergitas, kekompakan dan keterpaduan untuk terus mengurangi angka kekerasan terhadap perempuan dan anak yang dilakukan dengan terencana, menyeluruh, dan berkelanjutan.


"Kita berysukur Kecamatan VII koto cepat tanggap terhadap  program ini, semoga dapat menjadi agen perubahan yang inspiratif dan berkontribusi aktif dalam mempercepat kemajuan nagari untuk mengakselerasikan Kabupaten Padang Pariaman menjadi daerah ramah perempuan dan peduli anak," ungkapnya.


Dikesempatan yang sama, Camat VII Koto Sungai Sariak Nini Arlin mengungkapkan Kecamatan  VII Koto sudah menyiapkan angaran untuk pelatihan terhadap perempuan dan anak. Ia berharap 12 Nagari di Kecamatan VII Koto bisa memberikan ruang nyaman bagi perempuan dan anak-anak untuk bertumbuh dan berkarya sehingga terciptanya program keluarga bahagia.


"Insyaallah, Juli mendatang semua nagari sudah memiliki forum anak dan perempuan serta satgas PPA sehingga tidak ada lagi yang terabaikan dan terciptanya keluarga sejahtera yang diinginkan serta mampu meningkatkan perekomonian di Nagari," ungkapnya.


Ditandai dengan pemukulan gong, Kecamatan VII Koto resmi Launching Nagari Ramah Perempuan dan Peduli Anak dan dilanjutkan dengan penandantangan piagam komitmen oleh 12 Nagari se Kecamatan VII Koto Sungai Sarik.


Turut hadir dalam acara tersebut, Forkopimca, Kepala KUA VII Koto, Wali Nagari Se Kecamatan VII Koto, Ketua Forum Nagari Sungai Sariak,  Forum Anak Kecamatan VII Koto, Ninik mamak dan tokoh masyarakat setempat.(eri)


 


×
Berita Terbaru Update