PARIAMAN - Semangat pengabdian dan dedikasi tanpa batas kembali ditunjukkan oleh insan Pengayoman. Bayu Novendra, seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pariaman, berhasil mengukir prestasi memukau di panggung olahraga daerah.
Di luar tugas utamanya menjaga keamanan dan membina warga binaan, Bayu yang mengemban amanah sebagai pelatih cabang olahraga (Cabor) Wushu perwakilan Kabupaten Lima Puluh Kota, sukses mengantarkan anak-anak didiknya menguasai podium pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Barat ke-XVI.
Ajang bergengsi tingkat provinsi yang mempertandingkan Cabor Wushu ini dipusatkan di Kota Bukittinggi. Berlaga di arena persaingan yang sengit, kontingen Wushu Kabupaten Lima Puluh Kota di bawah komando dan dinginnya tangan dingin Bayu Novendra tampil penuh percaya diri.
Berkat perjuangan pantang menyerah, strategi yang matang, serta semangat membara yang ditularkan sang pelatih sejak masa persiapan hingga pertandingan, para atlet muda berhasil memborong total 12 medali. Catatan mengagumkan tersebut terdiri dari 1 Medali Emas, 4 Medali Perak, dan 7 Medali Perunggu.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa disiplin dan dedikasi yang ditempa dalam pelaksanaan tugas sebagai petugas pemasyarakatan mampu ditransformasikan menjadi energi positif yang melahirkan prestasi olahraga di tingkat regional.
Keberhasilan Bayu Novendra meraih prestasi luar biasa ini mendapat sambutan hangat dan kebanggaan tersendiri dari keluarga besar Lapas Kelas IIB Pariaman.
Kepala Lapas (Kalapas) Kelas IIB Pariaman, Boy Irvan, melalui Kepala Kesatuan Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (Ka KPLP), Yosua Sosolsolon Sagala, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian sang jajaran.
"Kami sangat bangga dan memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Saudara Bayu Novendra. Keberhasilannya membawa atlet Wushu meraih 12 medali di Porprov Sumbar XVI merupakan torehan prestasi yang sangat membanggakan, tidak hanya bagi Kabupaten Lima Puluh Kota, tetapi juga membawa harum nama institusi Lapas Kelas IIB Pariaman serta Kementerian Hukum dan HAM," ungkap Yosua Sosolsolon Sagala mewakili Kalapas.
Lebih lanjut, pihak manajemen Lapas Pariaman menegaskan komitmennya untuk selalu mendukung penuh jajaran pegawai yang memiliki potensi, bakat, dan semangat berkontribusi positif di luar arena tugas resmi, selama hal tersebut membangun citra positif institusi dan masyarakat luas.
Kisah sukses Bayu Novendra menakhodai tim Wushu Kabupaten Lima Puluh Kota menjadi cermin bahwa keterbatasan waktu dan beratnya tanggung jawab profesi bukanlah penghalang untuk berkarya. Kepemimpinan dan bimbingan mental yang ia berikan kepada para atlet muda menjadi kunci utama di balik torehan medali emas, perak, dan perunggu yang dibawa pulang dari Bukittinggi.
Diharapkan pencapaian gemilang ini dapat menjadi sumber inspirasi bagi seluruh pegawai Lapas Pariaman maupun generasi muda di Sumatera Barat untuk terus mengasah potensi diri, berprestasi, dan mengharumkan nama daerah di berbagai ajang nasional maupun internasional. (roz)

