![]() |
| Pelatihan Bantuan Hidup Lanjut (BHL) |
SUMATERA BARAT - Rumah Sakit Paru Sumatera Barat terus berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), mengembangkan layanan kesehatan, serta memperkuat budaya keselamatan pasien guna menghadirkan pelayanan yang prima, aman, profesional, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sebagai bentuk komitmen tersebut, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat secara berkelanjutan menyelenggarakan berbagai pelatihan dan In House Training (IHT) bagi tenaga kesehatan maupun tenaga nonkesehatan. Berbagai kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi pegawai, memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat, serta memastikan setiap petugas mampu memberikan pelayanan sesuai dengan standar dan ketentuan yang berlaku.
Tingkatkan Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan IHT
Sepanjang September hingga Oktober 2026, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat telah melaksanakan sejumlah pelatihan dan IHT sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.
Adapun kegiatan pelatihan dan IHT yang telah dilaksanakan meliputi:
1. Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD), 12–21 September 2026
Pelatihan BHD diberikan untuk meningkatkan kemampuan pegawai dalam memberikan pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan, khususnya ketika terjadi henti jantung atau henti napas. Pelatihan ini membekali peserta dengan keterampilan mengenali kondisi darurat, melakukan resusitasi jantung paru (RJP), serta memberikan pertolongan awal secara cepat dan tepat sesuai kompetensi masing-masing.
Pelatihan ini menjadi penting karena kesiapsiagaan menghadapi kegawatdaruratan merupakan tanggung jawab bersama seluruh unsur rumah sakit.
2. In House Training (IHT) Early Warning System (EWS), 7 September 2026
IHT EWS bertujuan meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam mengenali tanda-tanda awal perburukan kondisi pasien melalui pemantauan parameter klinis dan penilaian skor peringatan dini. Dengan pengenalan dini terhadap perubahan kondisi pasien, tenaga kesehatan diharapkan dapat melakukan intervensi dan eskalasi pelayanan secara cepat dan tepat untuk mencegah kondisi yang lebih serius.
3. In House Training (IHT) Manajemen Nyeri, 7 September 2026
Pelatihan manajemen nyeri bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan tenaga kesehatan dalam melakukan pengkajian, penilaian, serta penatalaksanaan nyeri secara tepat. Melalui pelatihan ini, diharapkan kebutuhan pasien dapat dikenali dengan lebih baik sehingga penanganan nyeri menjadi lebih efektif, aman, dan sesuai dengan kondisi klinis masing-masing pasien.
4. Pelatihan Pemadam Api Berat (Hydrant), 29 September 2026
Pelatihan pemadam api berat melalui sistem hydrant dilaksanakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan petugas dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan rumah sakit. Peserta dibekali pemahaman mengenai penggunaan peralatan pemadam kebakaran serta langkah-langkah penanganan awal sesuai prosedur keselamatan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat sistem keselamatan dan keamanan lingkungan rumah sakit, sekaligus melindungi pasien, pengunjung, dan seluruh pegawai dari risiko kebakaran.
5. Pelatihan Bantuan Hidup Lanjut (BHL) dan Simulasi Code Blue, 28 September 2026
Pelatihan BHL dan simulasi Code Blue ditujukan untuk meningkatkan kesiapan tim medis dalam menangani pasien dengan kondisi kegawatdaruratan yang mengancam jiwa. Kegiatan ini memperkuat pemahaman mengenai respons tim, koordinasi antarpetugas, serta pelaksanaan tindakan bantuan hidup lanjut sesuai kompetensi dan prosedur yang berlaku.
Melalui simulasi, diharapkan setiap petugas memahami peran dan tanggung jawabnya sehingga respons terhadap kondisi kritis dapat dilakukan secara terkoordinasi, cepat, dan efektif.
6. In House Training (IHT) Central Sterile Supply Department (CSSD) dan Binatu, 1 Oktober 2026
IHT CSSD dan binatu dilaksanakan untuk meningkatkan kompetensi petugas dalam pengelolaan alat kesehatan steril serta pelayanan pencucian linen rumah sakit. Pelatihan ini mencakup pentingnya proses pembersihan, pengemasan, sterilisasi, penyimpanan, dan distribusi alat kesehatan steril sesuai prosedur, serta pengelolaan linen yang memenuhi standar kebersihan dan pencegahan infeksi.
Peningkatan kompetensi di bidang ini sangat penting untuk mendukung pencegahan dan pengendalian infeksi serta menjaga keamanan pelayanan bagi pasien dan petugas.
7. Pelatihan Medication Error, 7 Oktober 2026
Pelatihan Medication Error dilaksanakan untuk meningkatkan pemahaman tenaga kesehatan mengenai pencegahan kesalahan dalam proses penggunaan obat, mulai dari peresepan, penyiapan, penyerahan, hingga pemberian obat kepada pasien.
Melalui kegiatan ini, tenaga kesehatan diharapkan semakin cermat dalam menjalankan prosedur pemberian obat, menerapkan prinsip keselamatan pasien, serta meningkatkan budaya pelaporan dan pembelajaran dari insiden untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Berbagai pelatihan dan IHT tersebut merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Rumah Sakit Paru Sumatera Barat dalam membangun budaya kerja yang profesional, meningkatkan kesiapsiagaan seluruh pegawai, serta memastikan keselamatan pasien menjadi prioritas dalam setiap proses pelayanan.
Perkuat Budaya Pelayanan melalui Sosialisasi Hak dan Kewajiban Pasien
Selain meningkatkan kompetensi teknis, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat juga melaksanakan sosialisasi hak dan kewajiban pasien bagi para pemberi layanan.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman seluruh petugas mengenai pentingnya menghormati hak pasien, memberikan informasi yang jelas, menjaga kerahasiaan informasi medis, serta membangun komunikasi yang efektif antara petugas, pasien, dan keluarga.
Dengan pemahaman yang baik mengenai hak dan kewajiban pasien, rumah sakit berharap dapat menciptakan lingkungan pelayanan yang lebih nyaman, transparan, humanis, dan menghargai martabat setiap pasien.
Raih Nilai Indeks Kepuasan Masyarakat 95,45 dengan Kategori Sangat Baik
Sebagai bagian dari komitmen terhadap peningkatan mutu pelayanan, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat telah menjalani Survei Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2025 yang dilaksanakan oleh lembaga independen, yaitu Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Andalas (Unand).
Berdasarkan hasil survei tersebut, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat memperoleh nilai 95,45 dengan kategori kinerja pelayanan sangat baik.
Capaian ini menjadi salah satu indikator positif atas upaya rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang berkualitas. Namun, rumah sakit menyadari bahwa peningkatan mutu pelayanan merupakan proses yang harus dilakukan secara berkelanjutan.
Oleh karena itu, hasil survei tersebut menjadi motivasi bagi seluruh jajaran rumah sakit untuk terus melakukan evaluasi, memperbaiki kekurangan, serta meningkatkan kualitas pelayanan berdasarkan kebutuhan dan harapan masyarakat.
Sediakan Sarana Pengaduan untuk Meningkatkan Kualitas Pelayanan
Rumah Sakit Paru Sumatera Barat juga berkomitmen membangun komunikasi yang terbuka dengan masyarakat melalui penyediaan berbagai sarana pengaduan, saran, dan masukan.
Masyarakat dapat menyampaikan pengaduan secara langsung melalui bagian pengaduan yang tersedia di lingkungan rumah sakit, melalui kotak saran, maupun melalui media sosial resmi Rumah Sakit Paru Sumatera Barat.
Setiap pengaduan dan masukan yang diterima akan ditindaklanjuti oleh pihak rumah sakit sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku. Hal ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk mendengarkan kebutuhan masyarakat, mengidentifikasi permasalahan dalam pelayanan, serta melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Rumah sakit memandang kritik, saran, dan pengaduan masyarakat sebagai masukan yang berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan. Dengan adanya komunikasi dua arah, diharapkan terbangun hubungan yang lebih baik antara rumah sakit dan masyarakat serta semakin meningkatnya kepercayaan terhadap pelayanan yang diberikan.
Rumah Sakit Paru Sumatera Barat mengajak seluruh masyarakat untuk tidak ragu menyampaikan saran dan masukan sebagai bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.
Kembangkan Layanan Kesehatan untuk Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Tidak hanya berfokus pada peningkatan kompetensi SDM, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat juga terus mengembangkan jenis pelayanan kesehatan guna memperluas akses masyarakat terhadap layanan yang berkualitas.
Saat ini, rumah sakit sedang menjalani proses kredensialing BPJS Kesehatan untuk penambahan layanan bedah toraks serta bedah umum. Proses ini merupakan bagian dari upaya pemenuhan persyaratan dan penilaian kelayakan pelayanan agar nantinya dapat mendukung akses layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sementara proses kredensialing berlangsung, pelayanan bagi pasien umum untuk layanan terkait dapat diberikan sesuai dengan kesiapan fasilitas, ketersediaan tenaga profesional, kompetensi yang dimiliki, serta ketentuan pelayanan yang berlaku.
Selain itu, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat juga mengembangkan layanan kemoterapi bagi pasien kanker sebagai bagian dari upaya memperkuat pelayanan onkologi.
Dokter spesialis paru yang berfokus pada onkologi paru telah menyelesaikan pendidikan di bidang onkologi. Untuk menunjang pelayanan tersebut, tiga orang tenaga keperawatan juga telah mendapatkan pelatihan khusus onkologi. Saat ini, dokter spesialis penyakit dalam juga sedang mengikuti pendidikan onkologi sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi tenaga profesional.
Pengembangan layanan ini diharapkan dapat mendukung penanganan pasien kanker secara lebih optimal, sesuai indikasi medis, serta berdasarkan standar pelayanan dan keselamatan pasien.
Melalui pengembangan layanan dan peningkatan kompetensi tenaga profesional, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat terus berupaya memperkuat perannya dalam memberikan pelayanan kesehatan yang semakin lengkap dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Komitmen Berkelanjutan untuk Pelayanan Prima
Berbagai upaya peningkatan kompetensi, pengembangan layanan, evaluasi kepuasan masyarakat, serta penyediaan sarana pengaduan merupakan wujud nyata komitmen Rumah Sakit Paru Sumatera Barat dalam meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.
Rumah sakit menyadari bahwa pelayanan yang berkualitas tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan kecanggihan teknologi, tetapi juga oleh kompetensi petugas, kecepatan respons, komunikasi yang baik, kepedulian terhadap pasien, serta kesediaan untuk terus belajar dan melakukan perbaikan.
Oleh karena itu, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat berkomitmen untuk senantiasa memberikan pelayanan yang aman, profesional, transparan, responsif, ramah, dan berorientasi pada keselamatan serta kebutuhan pasien.
Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan kualitas SDM, penguatan budaya keselamatan pasien, pengembangan fasilitas dan jenis pelayanan, serta evaluasi berkelanjutan terhadap setiap aspek pelayanan rumah sakit.
Ke depan, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat akan terus berbenah dan berinovasi agar mampu menjawab tantangan pelayanan kesehatan serta memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat Sumatera Barat.
Terima kasih kepada seluruh masyarakat atas kepercayaan, dukungan, kritik, dan saran yang telah diberikan kepada Rumah Sakit Paru Sumatera Barat. Kepercayaan masyarakat merupakan motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan yang terbaik bagi setiap pasien.
Rumah Sakit Paru Sumatera Barat, Terus Bertumbuh, Terus Berbenah, Melayani dengan Sepenuh Hati. (roz)

