
Direktur Perumda Air Minum Tirta Anai Padang Pariaman Dr. H. Aznil Mardin S.Kom, M.Pd.T
PADANG PARIAMAN - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Anai Kabupaten Padang Pariaman terus bergerak melakukan berbagai langkah pembenahan dan inovasi menyeluruh.
Langkah ini diambil guna meningkatkan mutu pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan agar lebih modern, transparan, dan profesional.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Anai, Dr. H. Aznil Mardin, S.Kom, M.Pd.T menegaskan bahwa fokus utama BUMD tersebut hingga akhir tahun ini adalah menghadirkan inovasi konkret yang berdampak langsung pada peningkatan kualitas layanan publik.
Salah satu terobosan utama yang dihadirkan adalah peluncuran Cigin, yaitu Sistem Informasi Pelayanan Pelanggan. Melalui hadirnya sistem digital ini, berbagai urusan administrasi, termasuk proses pengajuan pemasangan sambungan air baru yang dulunya memakan waktu lama kini menjadi jauh lebih cepat, responsif, dan efisien.
Selain layanan pelanggan, pembenahan internal juga mencakup penerapan sistem keuangan terintegrasi. Integrasi ini memastikan arus kas dan pengelolaan anggaran perusahaan berjalan secara transparan, akuntabel, serta dapat dipantau secara real-time.
Dalam memperkuat infrastruktur fisik, manajemen menetapkan bahwa setiap pembangunan fasilitas air minum harus dilaksanakan secara terencana berbasis analisis risiko atau Manajemen Berbasis Risiko.
Perumda Air Minum Tirta Anai juga memperbarui Sistem Pengawasan Internal (SPI) dan SPPK guna menyesuaikan dengan kebutuhan manajemen modern. Langkah penataan tata kelola ini ditargetkan untuk memenuhi standar manajemen mutu internasional (Standar ISO).
Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi penting dalam pembenahan ini. Seluruh pelaksanaan pekerjaan pembangunan dan operasional kini didukung oleh tenaga kerja berlisensi dan tersertifikasi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna memacu produktivitas.
Pasalnya, kinerja pegawai akan dievaluasi secara terukur. Karyawan yang menunjukkan kinerja baik dan berprestasi akan menerima skema insentif berupa reward atau bonus.
Direktur menjelaskan bahwa seluruh unit akan dijalankan berbasis kebutuhan nyata masyarakat dengan target kinerja yang terukur secara kuantitatif.
Untuk memastikan seluruh agenda transformasi berjalan sesuai jalur, manajemen menetapkan mekanisme evaluasi secara berkala. Evaluasi kinerja operational dan pelayanan dilakukan setiap enam bulan sekali (per semester) guna memantau capaian target sekaligus memetakan perbaikan yang diperlukan secara berkelanjutan. (roz)
