Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Respons Cepat dan Pelayanan Prima: RSUD Prof. H. Muhammad Yamin Antarkan Langsung Obat Pasien yang Tertinggal ke Malalak

Rabu, 23 September 2026 | 21:19 WIB Last Updated 2026-09-23T14:19:50Z

Petugas Kesehatan Rumah Sakit M Yamin, Desi Warni bersama petugas lainnya menyerahkan obat pasien yang tertinggal.

SUMATERA BARAT
- Sebuah wujud nyata dari komitmen pelayanan kesehatan prima baru saja ditunjukkan oleh RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. Menyadari pentingnya kepatuhan minum obat pasca-pemeriksaan, pihak rumah sakit mengambil inisiatif cepat dengan mengantarkan langsung obat milik seorang pasien yang tertinggal di area apotek rumah sakit.


Pasien tersebut diketahui bernama Rosnida, seorang ibu berusia 58 tahun. Ia tercatat sebagai warga yang beralamat di Jorong Balai Satu, Nagari Malalak Selatan, Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam. Jarak antara rumah sakit dengan kediaman pasien bukanlah rute yang dekat, mengingat topografi Kecamatan Malalak yang cukup jauh dari pusat layanan kesehatan utama.



Kejadian ini bermula ketika Rosnida mendatangi RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. untuk melakukan kontrol kesehatan rutin. Pada hari itu, ia dijadwalkan menjalani pemeriksaan di ruang bedah digestif (saluran cerna). Usai pemeriksaan yang berjalan lancar, dokter penanggung jawab memberikan resep yang terdiri dari dua jenis obat untuk menunjang proses pemulihan sang pasien di rumah.


Sesuai prosedur, Rosnida kemudian menebus resep tersebut di instalasi farmasi atau apotek rumah sakit. Namun, di tengah hiruk-pikuk dan kondisi fisik pasca-kontrol, terjadi sebuah kelalaian kecil. Setelah penyerahan obat selesai dilakukan di loket farmasi, obat yang sangat vital bagi pemulihan kondisinya itu justru tertinggal.


Sesaat setelah kejadian, petugas farmasi yang bertugas menyadari adanya bungkusan obat yang belum dibawa pulang. Tidak tinggal diam, petugas langsung melakukan pengecekan ulang terhadap rekam medis dan mencocokkan data penerima resep hari itu. Dari hasil konfirmasi dan penelusuran data yang teliti, diketahuilah secara pasti bahwa obat yang tertinggal di meja loket tersebut adalah hak milik Ibu Rosnida.


Menyadari kondisi pasien yang baru saja menjalani kontrol bedah digestif, di mana konsumsi obat secara teratur sangatlah krusial untuk mencegah komplikasi infeksi maupun meredakan nyeri, pihak manajemen rumah sakit segera mengambil keputusan krusial.


Direktur RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H., Herlina Nasution, turun tangan memberikan arahan langsung terkait insiden ini. Ia menegaskan bahwa pihak rumah sakit tidak akan membiarkan pasien kehilangan akses terhadap pengobatan yang dibutuhkannya hanya karena insiden tertinggalnya obat.


“Karena jarak alamat pasien yang cukup jauh (ke Malalak Selatan), maka pihak rumah sakit langsung mengantarkan obat tersebut ke rumah pasien,” ungkap Herlina Nasution.


Tindakan proaktif yang diinstruksikan oleh Direktur Rumah Sakit ini segera dieksekusi oleh tim pelayanan. Menempuh perjalanan ke Jorong Balai Satu, petugas memastikan bahwa obat tersebut tiba dengan aman di tangan Ibu Rosnida pada hari yang sama.


Langkah ini menuai apresiasi sebagai standar emas (gold standard) dalam hal orientasi keselamatan dan kepuasan pasien. Insiden ini membuktikan bahwa dedikasi tenaga kesehatan di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H. tidak berhenti pada dinding-dinding ruang periksa, melainkan menjangkau hingga ke rumah tangga masyarakat yang membutuhkan kelanjutan perawatan medis. (roz)

×
Berita Terbaru Update