Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Bahasa Minangkabau Berperan Penting Sebagai Alat Komunikasi dan Karakter Orang Minangkabau Bahasa Minang, Pilar Utama Identitas dan Karakter Orang Minangkabau Gubernur Sumbar: Bahasa Minangkabau Hadapi Ancaman Serius

Jumat, 05 Juni 2026 | 17:39 WIB Last Updated 2026-06-05T10:39:21Z

 


Gubernur saat berikan sambutan




Bukittinggi – Bahasa Minangkabau memegang peran penting sebagai alat komunikasi dan karakter orang Minangkabau. Bahasa ini tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi merupakan pilar utama yang mengokohkan identitas dan karakter orang Minangkabau, identitas yang mencerminkan adat, budaya, nilai, dan sejarah masyarakat Minangkabau. 

Demikian diungkapkan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi yang dibacakan Asisten 1 Bidang  Pemerintahan dan  dan  Kesejahteraan Rakyat Ahmad Zaki pada pembukaan Seminar Kebudayaan yang digelar Internasional Minangkabau Literacy Festival (IMLF-4), Jumat (5/6/2026) di auditorium UPT Perpustakaan Proklamator Bung Hatta Bukittinggi. 

Tampil sebagai pembicara Ketua LKAAM Bukittinggi Fery Chofa, SH, LL.M, Prithviraj Bhaskarrao Taur (India), Pimpinan Perguruan Diniyah Puteri Padang Panjang Prof. Dr. Fauziah Fauzan, M.Pd., Laura Di Corcia Penyair, Praktisi dan Kritikus Sastra Switzerland. Turut hadir Wakil Walikota Bukittinggi Ibnu Asis, Kepala Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat Jumaidi, Kepala Dinas Kebudayaan Syaiful Bahri dan Ketua IMLF-4 Sastri Bakry. 


Dikatakan Mahyeldi, bahasa Minangkabau merupakan cerminan budaya dan tradisi. Bahasa Minangkabau sarat dengan ungkapan, peribahasa, dan istilah yang mencerminkan tradisi dan budaya Minang. Penggunaan bahasa ini dalam kehidupan sehari-hari menandakan penghormatan terhadap warisan leluhur dan adat istiadat Minangkabau

“Saat ini bahasa Minangkabau menghadapi ancaman serius. Tanpa upaya sistematis, bahasa ibu ini berpotensi punah dalam dua dekade mendatang sesuai dengan prediksi dan pendapat para pengamat dan peneliti. Bisa dilihat saat ini bahwa anak-anak mulai merasa asing dengan bahasa daerah di rumah sendiri. Era digital mempercepat jarak generasi muda dari akar budaya. Generasi penerus kehilangan akses terhadap khazanah sastra dan pepatah petitih,” kata Mahyledi.


Ditegaskan Mahyeldi, ini menjadi tugas kita semua yang ada di Sumatera Barat untuk menjaga bahasa Minangkabau dari ancaman kepunahan ini. Pemerintah Provinsi tidak bisa bekerja sendiri untuk mempertahankan bahasa Minangkabau sebagai jati diri kita semua tanpa adanya peran dan keikutsertaan masyarakat secara kolektif. Apalagi di kelompok terkecil seperti di rumah tangga, merupakan sarana utama yang sangat berperan dalam menjaga dan mempertahankan bahasa Minangkabau ini, kata Mahyeldi. 


Budaya Minangkabau memiliki kekayaan dan keunikan yang luar biasa. Falsafah "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah", yang berarti norma adat dan budaya bersendikan kepada ajaran agama Islam menjadi identitas budaya Minangkabau.

seiring perkembangan zaman, budaya Minangkabau tidak luput dari tantangan globalisasi. Nilai-nilai budaya mulai terkikis seiring kecenderungan pemikiran, bahasa dan gaya hidup yang berkiblat ke dunia barat. 


Saat ini budaya Korea atau Korean Wave menjadi salah tantangan utama dalam menjaga identitas nasional dan  melestarikan budaya lokal.  


Seminar ini bertujuan membahas dan merefleksikan arah perkembangan budaya Minangkabau, khususnya dalam aspek bahasa dan akhlak yang semakin terkikis seiring perkembangan zaman, kata Mahyeldi.

Saat bersamaan, juga diluncurkan 100 buku dari delegasi IMLF-4, penulis Sumatera Barat, penulis Indonesia. Peluncuran 100 buku merupakan rangkaian kegiatan IMLF-4. (***)

×
Berita Terbaru Update