Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Kisah Lansia Disabilitas Miskin Bertahan Hidup Dirumah Tak Layak di Padang Pariaman

Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:17 WIB Last Updated 2026-05-23T07:17:36Z


PADANG PARIAMAN
- Rumah berdinding seng dan terpal di Korong Lubuak Aua Nagari Anduriang Kecamatan 2x11 Kayu Tanam Kabupaten Padang Pariaman tampak berlubang atapnya. Disitu lah kakek Sanusi 71 tahun dengan kondisi kaki cacatnya tinggal sendirian sudah 26 tahun.

Bangunan yang rusak itu sebenarnya tidak layak untuk ditinggali. Namun, di rumah yang rusak itu Sanusi tinggal seorang diri istrinya meninggal dan anak laki - laki semata wayangnya pergi merantau ke Jakarta.

Kakek 71 tahun itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari ia hanya bisa mengumpulkan buah pinang yang jatuh untuk dijual. Itu pun tidak setiap hari. Palingan dalam seminggu dapat 3 kilogram atau Rp30 ribu.

Uang yang didapatkan itu tidak cukup untuk biaya perbaikan rumahnya. Jangankan untuk perbaiki rumah untuk kebutuhan saja tidak cukup. Sementara bantuan dari pemerintah juga tidak sampai ke Sanusi.

Hal itu membuatnya terpaksa tetap tinggal di rumah yang rusak. Meski bekerja keras setiap hari, uang yang didapat Sanusi tidak banyak. Kadang dia bercerita malah tidak mendapat uang sama sekali.

Karena untuk berjalan keluar rumah, kakek Sanusi terpaksa menggunakan dua tongkat untuk menumpu kakinya yang lumpuh.

Saat ini, kakek Sanusi hanya berharap bantuan dari pemerintah untuk perbaikan rumahnya. Pasalnya, karena atap dan dinding rumahnya yang berlubang, setiap malam ia harus tidur kedinginan. Situasi itu semakin parah jika hujan turun.

"Mohon perhatikan rakyat yang menderita seperti saya. Saya hanya berharap rumah saya dibantu untuk diperbaiki. Untuk berteduh saya dimasa tua ini" ungkap Sanusi dengan nada lirih.

Sedangkan Pemerintah Nagari melalai Wali Korong Lubuak Aua, Rinaldi, menyampaikan sudah beberapa kali mengusulkan ada bantuan untuk Sanusi. Namun, permintaan itu belum mendapatkan tanggapan. 

"Hanya saja kakek Sanusi baru mendapatkan BLT waktu beberapa tahun lalu. Itu pun hanya satu tahun saja" ungkap Wali Korong Lubuak Aua itu. 

Sementara itu, Bhabinkantibmas Nagari Anduriang, Aipda Ongki Roza mengaku semenjak dia bertugas didaerah tersebut, 8 tahun yang lalu, kondisi rumah kakek Sanusi hampir sama, tidak ada perubahan. "Sudah 8 tahun saya bertugas disini, rumah kakek Sanusi tidak ada perubahan. Mungkin kondisi tubuhnya yang cacat, sehingga tidak bisa berbuat banyak," ujarnya.

Melihat hidup Kakek Sanusi ini, sebatang kara dengan kondisi cacat, maka sesekali Ongki mengaku singgah untuk sekedar memberi bantuan ala kadarnya.
(nal)
×
Berita Terbaru Update