Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Legislator RI Asal Sumbar Ade Rezki Pratama Gandeng BPOM Laksanakan Pemberdayaan tentang Obat dan Makanan

Jumat, 21 Juli 2023 | 16:20 WIB Last Updated 2023-07-21T09:21:01Z

Anggota DPR RI Ade Rezki Pratama pada pemberdayaan masyarakat dengan tokoh masyarakat di INS Kayutanam bersama BPOM di Padang.

PADANG PARIAMAN
- Legislator RI asal Sumatera Barat Ade Rezki Pratama dan Balai Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melakukan kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi informasi dan edukasi tentang makanan dan obat-obatan bersama tokoh masyarakat di INS Kayutanam, Jumat (21/7).


Ade mengungkapkan, kegiatan ini dilakukannya sebagai bentuk kepedulian dan pengawasan kepada masyarakat di Kayutanam. "Kita harus bersyukur ini momen penting mengambil informasi melalui BPOM terkait pengawasan konsumsi masyarakat pada makanan, obat atau kosmetik," kata Ade Rezki.


Ia mengatakan, selain melakukan pengawasan produk yang digunakan masyarakat luas, BPOM juga memberi ruang masyarakat mengembangkan usaha dalam bidang makanan dan obat juga kosmetik.


"BPOM turut memberikan pendampingan kepada warga yang berusaha dalam produksi konsumsi, semua diawasi dan diberikan ijin sesuai standar kesehatan," katanya.


Dikatakan Ade, obat - obatan bisa saja sama persis dengan obat yang memiliki izin, sehingga masyarakat tidak tahu mana yang asli dan mana tidak memiliki izin sehingga beresiko tinggi untuk dikonsumsi. Maka dari itu silahkan di 

Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluwarsa).


Sementara itu, Kepala Balai Besar BPOM di Padang Abdul Rahim mengatakan ada beberapa fungsi BPOM, yakni diantaranya fungsi terkait pemeriksaan, sertifikasi, pengujian secara laboratorium, informasi dan komunikasi. Secara umum menjadi pengawasan sebelum dikonsumsi setelah itu baru ada izin edarnya.


Ia mengatakan banyak produk yang dinilai baik oleh masyarakat hanya karena tampilan kemasan tanpa memperhatikan bahannya sehingga akan berdampak pada kesehatan konsumen.


"Seperti hanya termakan bujukan iklan kemasan, namun ketika dikonsumsi akan merusak tubuh, korban paling banyak biasanya remaja yang mudah sekali membeli produk sesuka hati," ujarnya.


BPOM selain menindak produk yang menyalahi aturan, juga melakukan penelitian di laboratorium yang sudah terferivikasi dan diakui hingga luar negeri.


"Tugas kita bersama dalam mensosialisasikan ini, kami berharap ketika kita mengetahui Obat, Makanan Olahan, Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan dan Kosmetik yang tidak sesuai, segera laporkan agar peredarannya tidak meluas dan merusak warga sekitar," katanya. 


Ia menambahkan, salah satu tanggung jawabnya yang paling penting yaitu memberikan edukasi kepada masyarakat. "Dengan harapan agar menjadi tahu, peduli dan juga ikut mengawasi produsen dilingkungan masyarakat," ujarnya. (nal)

×
Berita Terbaru Update