Banyak Warga yang Lapor, Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan di Pariaman Meningkat


PARIAMAN
- Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3AKB) Kota Pariaman, Gusniyeti Zaunit mengungkapkan, tahun ini kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang ditangani pihaknya meningkat ketimbang tahun sebelumnya. 


Gusniyetti Zaunit menyampaikan, tahun ini kasus kekeresan terhadap perempuan dan anak meningkat dari tahun sebelumnya. Perihal grafik peningkatan tersebut teridentifikasi karena adanya kesadaran warga yang melapor sehingga dapat diproses atau dicarikan solusinya.

Dikatakannya, pada tahun 2020 pihaknya menangani sebanyak 30 kasus. Sementara itu, hingga pengunjung tahun ini naik sebanyak 7 kasus.

"Pada 2020 ada sebanyak 30 kasus. Tahun sekarang sebanyak 37 kasus dengan rincian 27 kasus menimpa anak, selebihnya perempuan dewasa," jelasnya.

Berdasarkan laporan yang masuk pada pihaknya, kasus yang menimpa anak disinyalir kuat karena pengaruh internet atau media sosial.

"Maka dari itu, kami mengimbau kepada orang tua agar mengawasi anak saat menggunakan HP. Pengaruh negatif HP ini sangat nyata, terbukti dari sebagian banyak kasus yang kami tangani," ungkapnya.

Ia menambahkan, DP3AKB Pariaman menangani kasus mulai dari buli terhadap anak, anak atau perempuan yang berhadapan dengan hukum dan kekerasan seksual.

"Maka daripada itu, jika ada warga yang melihat atau mengalami sendiri kekerasan, bisa langsung lapor ke kami. Kami juga berharap warga sadar akan hak hak nya untuk mendapatkan perlindungan hukum dari Pemerintah," ungkapnya. (ronal)

Posting Komentar

0 Komentar