Dosen STIT Syekh Burhanuddin Bekerjasama Dengan Dompet Duafa Singgalang Salurkan Nasi Kotak Kepada Keluarga Kurang Mampu - Reportase Sumbar

Breaking

Post Top Ad

Jumat, 19 Februari 2021

Dosen STIT Syekh Burhanuddin Bekerjasama Dengan Dompet Duafa Singgalang Salurkan Nasi Kotak Kepada Keluarga Kurang Mampu

Ketua Prodi PAI Saparia bersama Dompet Duafa Singgalang salurkan nasi kotak kepada salah satu anak difabel di Nagari Seulayat Ulakan.

ULAKAN TAPAKIS---Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat untuk mengaplilasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu dosen STIT Syekh Burhanuddin Pariaman Saparia Fitriani melalui Dompet Duafa Singgalang salurkan nasi kotak kepada warga kurang mampu di Korong Maransi, Nagari Seulayat Ulakan.


Berawal dari kegiatan pembagian nasi kotak melalui Dompet Dhuafa Singgalang. Saparia Fitriani yang juga merupakan Ketua Prodi PAI itu tergugah hatinya untuk mencarikan solusi bagi salah satu warga lansia Korong Maransi yang sangat membutuhkan biaya pengobatan penyakit tumor ditelinganya.


"Alhamdulillah, bantuan itu kita peroleh dari Baznas Padang Pariaman berkat kerjasama salah satu mahasiswa STIT Syekh Burhanuddin Pariaman Khairul Yahya," kata Saparia.


Saparian Fitriani mengatakan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat merupakan elemen dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menjadi tanggung jawab sebagai dosen untuk berkontribusi untuk negeri. 


Kedua elemen tersebut menjadi aksi dari keterlibatan perguruan tinggi dalam pembangunan dan menghilangkan isolasi dunia akademik terhadap persoalan masyarakat.


Selain itu, masyarakat juga akan mendapatkan bekal untuk menyelesaikan permasalahan dan menjawab tantangan dalam kehidupannya. 


Masyarakat juga nantinya akan memberikan pembelajaran bagi perguruan tinggi tentang realitas kehidupan.


Ia menyampaikan, dalam pelaksanaan pendidikan tinggi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat masih dijadikan sebagai pekerjaan "sampingan" selain belajar-mengajar. 


Banyak perguruan tinggi di Indonesia yang masih cenderung fokus pada proses belajar-mengajar saja, untuk meningkatkan akreditasi Universitas/Perguruan Tinggi Islam Swasta.


Disamping itu, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat masih digunakan sebagai ajang perolehan cumulative credit point bagi dosen dalam rangka menaikkan pangkatnya. 


Bahkan memunculkan kesan bahwa penelitian atau pengabdian kepada masyarakat merupakan agenda pemborosan atau sekedar menjadi iklan terselubung dan pelaksanaan proyek pihak-pihak tertentu.



 Pada dasarnya, kata Saparia, penelitian dan pengabdian terhadap masyarakat diharapkan menjadi kegiatan berkesinambungan untuk membantu masyarakat dalam menangani permasalahan yang mereka hadapi. 


Terlebih jika output dari kedua kegiatan tersebut jelas, manfaat dari penelitian tersebut dapat berefek langsung bagi masyarakat. (rr)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad