Puluh Mahasiswa Unjuk Rasa Ke DPRD Padang Pariaman, Ini Tuntutannya -->

Puluh Mahasiswa Unjuk Rasa Ke DPRD Padang Pariaman, Ini Tuntutannya

Reportase Sumbar
Selasa, 24 November 2020


PARIAMAN---Puluhan mahasiswa yang tergabung dari Lingkar Mahasiswa Pariaman unjuk rasa di kantor DPRD Kabupaten Padang Pariaman pada Selasa (24/11/2020). 


Unjuk rasa mahasiswa tersebut mendapat kawalan dari pihak Satpolres Kota Pariaman dan Satpol PP Kota Pariaman.


Salah satu Pentolan demonstran bernama Rahman menyampaikan tuntutan dari mahasiswa agar DPRD Padang Pariaman memperhatikan terkait pembangunan Tarok City dan Tambak Udang.


"Yang pertama terkait Tarok City yaitu mengenai rencana tata ruang wilayah. Lihat sekarang, ruang hijau tempat habitat alam, saat ini berubah menjadi beton-beton Tarok City. Selain itu tidak ada kejelasan terkait rencana tata ruang wilayah," ungkap Rahman di depan ketua serta anggota DPRD Kabupaten Padang Pariaman.


Lebih lanjut Rahman yang jauh-jauh datang dari Jakarta untuk demo Tarok City dan Tambak Udang menuturkan, dia telah meninjau pembangunan Tarok City, banyak berdampak buruk bagi warga sekitar.


"Seperti tanah warga yang diambil untuk pembangunan tersebut. Sampai saat ini belum ada kejelasan ganti rugi. Hal ini sangat menyakitkan, apa tanggapan bapak-bapak (anggota DPRD) terkait hal ini," ungkap Rahman.


Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Padang Pariaman, Arwinsyah mengapresiasi langkah demonstran membawa persoalan Tarok City dan Tambak Udang ke DPRD.


"Kami apresiasi langkah yang diambil kawan mahasiswa. Hal yang mereka sampaikan senada dengan apa yang kami bahas. Kami juga menyoal terkait Tarok City. Perlu diketahui, untuk 2020 rencana pembangunan Tarok City tidak kami setujui, sebelum ruang tata ruang wilayah jelas," ungkapnya.


Begitupun dengan Tambak Udang, kata Arwinsyah, selama ini tambak yang ilegal sudah  dirazia bersama pihak Polres Kota dan Satpol PP Pariaman. "Nah untuk 100 meter dari permukaan ombak itu adalah kewenangan provinsi," sebut Arwinsyah.


Pertemuan antara mahasiswa dan anggota DPRD tersebut berlangsung damai dengan durasi sekitar 2 jam lebih. Demonstran juga berjanji jika aspirasi tidak ditanggapi maka mereka akan melakukan aksi demo kembali. (rr)