PADANG PARIAMAN - Saharuddin sebagai petahana (incumben) dalam bursa Pemilihan Wali Nagari (Pilwana) Tandikat (lebih dikenal secara administratif sebagai Nagari Tandikek), Kecamatan Patamuan, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.
Saharuddin tercatat merupakan Wali Nagari Tandikek yang telah memimpin nagari tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Beliau dikenal sangat aktif dalam merespons berbagai agenda kemasyarakatan serta penanggulangan bencana di wilayahnya.
Selama masa jabatannya, Saharuddin sering terlibat langsung dalam memimpin evakuasi dan koordinasi bantuan saat bencana banjir bandang luapan sungai lokal yang sempat melanda kawasan Pasar Tandikek dan Korong Lubuak Aro beberapa waktu lalu.
Selain itu, beliau juga bersinergi dengan tokoh adat (Niniak Mamak) dalam penguatan fungsi adat, seperti peresmian Balairung Adat Kenagarian Tandikek.
Sebagai seorang incumben, majunya kembali Saharuddin dalam kontestasi pemilihan Wali Nagari Tandikek umumnya membawa fokus pada beberapa isu sentral.
Yaitu melanjutkan pemulihan pascabencana serta infrastruktur krusial (seperti jembatan penyeberangan ekonomi di wilayah Tandikek).
Visi dan Misi yang diusung oleh Saharuddin berakar pada penguatan capaian periode sebelumnya serta penyelarasan dengan visi Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman (mewujudkan daerah yang unggul, religius, dan sejahtera).
Secara garis besar, visi dan misi beliau bertumpu pada beberapa pilar utama tata kelola nagari.
"Mewujudkan Nagari Tandikek yang Mandiri, Sejahtera, Ber kearifan Lokal, dan Tangguh Bencana berlandaskan Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK)." Ungkapnya
Sebagai petahana yang sudah memahami peta kebutuhan wilayahnya, misi Saharudin difokuskan ke dalam 4 sektor strategis yaitu meningkatkan efisiensi pelayanan administrasi tingkat korong hingga nagari agar lebih cepat dan transparan.
Meningkatkan kapasitas dan disiplin kerja aparatur nagari untuk melayani keluhan masyarakat secara tanggap.
Kemudian, beliau berfokus pada penguatan infrastruktur pengaman tebing sungai, pembersihan jalur air di sekitar Pasar Tandikek, serta pembentukan kelompok masyarakat siaga bencana di tingkat korong.
Selanjutnya, kata Saharuddin, menghidupkan kembali fungsi kelembagaan adat (Kerapatan Adat Nagari / KAN) dan mendukung kegiatan keagamaan, termasuk kelanjutan pembangunan fasilitas pendidikan Islam seperti Pondok Pesantren di wilayah Tandikek.
Serta mengorganisir dan melibatkan Karang Taruna sebagai kader pembangunan nagari untuk menekan angka penyakit masyarakat dan kenakalan remaja.
Terkahir, memprioritaskan perbaikan serta pengaspalan jalan-jalan usaha tani dan jembatan penghubung antar-korong guna memperlancar mobilisasi hasil panen masyarakat.
Tidak hanya itu, ia kedepan akan mendorong pertumbuhan UMKM lokal melalui pelatihan berkala dan pemanfaatan dana desa untuk pemberdayaan ekonomi yang tepat sasaran. (nal)

