Jumat, 09 Maret 2018

Miris Nenek 96 Tahun Tinggal Sendirian Di Rumah Tidak Layak Huni

Nenek 96 Tahun, Ketika Bercerita Dengan Bhabinkantibmas Desa Koto Marapak Pariaman, Bripka Subur Praitno, Beberapa Waktu Lalu ( Fhoto : Rozi )

Pariaman (Reportase Sumbar)--Miris nasib seorang nenek yang akrabnya di panggil Mak Ni (96), warga Dusun Kajai, Desa Koto Marapak, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumatera Barat, hidup miskin dan sebatang kara serta tinggal di gubuk dengan kondisi layaknya seperti gudang.

Gubuk yang berisikan barang-barang bekas dan dipan tempat tidur yang seadanya tersebut, apalagi ketika pada malam hari sebagai cahaya hanya bergantungkan pada sebatang lilin.

"Kalau malam hari, ia hanya bercahaya kan bulan, itupun kalau cuaca lagi bersahabat, karena di dalam gubuknya tidak ada fasilitas Listrik serta sering kekurangan air bersih," ujar nenek lansia itu.

Tempat yang dianggapnya sebagai istana itu, cukup jauh dari keramaian dan hanya suara kicau burung yang sering dia dengar, karena gubuknya hanya dikelilingi oleh tanaman Kakao dan pohon pisang.

Bhabinkantibmas, Bripka Subur Praitno,  mengatakan, bahwa berdasarkan keterangan si Nenek yang tinggal seorang diri ini mengaku memiliki anak satu orang, Herman (65) dan sekarang tinggal di masih satu kecamatan, namun karena juga memiliki keluarga sehingga tidak selalu mengurusnya.

"Jika tidak diantarkan nasi atau berkunjung, maka berusaha meminta sesuap nasi ke warga sekitar dengan tulang bungkuk yang bergantung pada kayu dengan panjang satu meter alias tongkat" keluhnya.

Ia merasakan hidup sebatang semenjak ditinggal sang suami pada tahun 1986. Pasalnhya, sangat sedih dan sangat terasa kalau tidak mempunyai ana perempuan yang bisa mengurusnya pada usia tua seperti ini.

“Sungguh teriris melihat kondisi kehidupan nenek Ulung yang jauh dari kata layak. Digubuk reotnyalah dirinya menyambung dan bertahan hidup ditengah majunya pembangunan di daerahnya” ungkap Bhabinkantibmas tersebut.

Ia menjelaskan, sejak mulai diketahui bahwa ada nenek tinggal sendiri. Semenjak itu pula sering pergi kerumah nenek tersebut memberikan bantuan secara pribadi seadanya saja, seperti minuman, kue, kain sarung dan baju bekas yang bisa dipakai nenek tersebut.

Nenek tersebut juga tidak pernah mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah, hanya saja dari pengakuan nenek itu mendapatkan raskin. Itupun ia mendapatkannya belum lama ini.

"Keadaan dan kondisi nenek tidak terurus, sangat terlihat dengan pakaian yang dipakainya tidak layak lagi dan rambut memutih yang tidak terawat. Sehingga melihatnya, tidak ada manusia yang tidak meneteskan air mata"

Ia berharap, agar pemerintah daerah setempat dapat segera menyalurkan bantuan rumah layak huni, makanan, dan bantuan lainnya untuk meringankan beban nenek Mak Ni” tutupnya. (rozi)


SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: