Senin, 29 Januari 2018

Kasus Tenaga Medis Lecehkan Pasien Jadi Perhatian Khusus Dinas Kesehatan Padang Pariaman

Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman  dr.Aspinuddin, Dalam Suatu Kegiatan Beberapa Waktu Lalu
PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Mencuatnya sejumlah kasus yang sempat viral di berbagai media elektronik terkait perilaku negatif yang dilakukan sejumlah oknum pelayan kesehatan di tanah air, agaknya tidak luput dari perhatian jajaran Dinas Kesehatan Pemkab Padangpariaman. Seperti diakui Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Aspinuddin, bahwa secara umum sistem pelayanan kesehatan terhadap pasien di rumah sakit pada dasarnya sudah memiliki standar yang jelas. "Karena segala sesuatunya biasanya selalu dilakukan sesuai dengan SOP nya masing-masing. Termasuk misalnya, bagi dokter pria yang akan memeriksa pasien wanita, itu harus didampingi oleh perawat wanita. Standarnya memang seperti itu," ungkap Aspinuddin.

Hanya saja lanjutnya, jika sekiranya ditemukan adanya kasus tenaga medis yang melakukan tindakan pelecehan terhadap pasiennya misalnya, menurutnya hal itu tentunya tidak semata karena kesalahan sistem yang mengaturnya. Namun lebih pada faktor manusianya. "Karena sebaik apapun sistem itu dibuat, namun tetap saja tidak akan berpengaruh banyak jika mentalitas orang yang menjalankannya juga tidak mendukung untuk itu," imbuhnya.

Di pihak lain, Aspinuddin mengakui di lingkungan wilayah kerja Dinas Kesehatan Padangpariaman sendiri, kasus pelanggaran etika sendiri boleh dikatakan belum ada ditemukan. Namun yang ada itu hanyalah sebatas pelanggaran disiplin, seperti karena terlambat masuk kerja atau persoalan kehadiran lainnya.  "Tapi berbeda dengan pelanggaran disiplin, karena khusus untuk pelanggaran etika sendiri itu sanksinya bisa saja berupa sanksi berat. Namun demikian tentunya sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukannya," imbuhnya.

Untuk itulah lanjutnya, selama ini pembinaan terhadap para pegawai di lingkungan Dinas Kesehatan Pemkab Padangpariaman terus dilakukan secara berkesinambungan. Diantaranya pembinaan nilai etika yang rutin dilakukan oleh Kasubag Kepegawaian. "Selain itu bukankah setiap profesi itu, ada standar kode etiknya. Apakah itu kode etik kedokteran, kode etik perawat, atau dokter gigi dan sebagainya. Makanya semua kembali terpulang kepada pribadi masing-masing. Kalau soal sistem rasanya selama ini tidak banyak yang perlu dibenahi apalagi diubah," terangnya.

Hanya saja lanjutnya, seiring mencuatnya berbagai kasus bernada negatif yang melibatkan tenaga perawat ataupun petugas medis lainnya, yang akhir-akhir ini sering menjadi viral di Tanah Air, hal itu lanjut Aspinuddin jelas menjadi perhatian serius pihaknya. "Prinsipnya, pembinaan nilai etika terhadap para pegawai selama ini tetap menjadi perhatian khusus bagi kita. Kita tentu berharap kasus seperti itu hendaknya jangan sampai terjadi di daerah kita," terangnya. (ris)

SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: