
Direktur RSUD Prof. H. M Yamin S.H sedang melihat proses pembenahan taman.
SUMATERA BARAT - Semangat memberikan pelayanan kesehatan yang prima dan profesional terus ditunjukkan oleh manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof. H. Muhammad Yamin, S.H.
Di tengah tantangan efisiensi dan kondisi anggaran yang terbatas saat ini, rumah sakit kebanggaan daerah ini tidak sedikit pun menyurutkan langkah untuk terus berbenah demi meningkatkan performa dan kualitas layanan secara menyeluruh.
Langkah strategis kini tengah digeber oleh pihak manajemen, dengan target utama mencapai Akreditasi Diklat (Pendidikan dan Pelatihan). Keberhasilan meraih akreditasi ini dinilai sangat krusial guna memperkuat kapasitas kelembagaan sekaligus memperluas peran rumah sakit sebagai pusat pembelajaran dan pelatihan kesehatan yang kredibel.
Direktur RSUD Prof. H. Muhammad Yamin, S.H, dr. Herlina Nasution, M.Kes, menjelaskan bahwa untuk mewujudkan target akreditasi tersebut, terdapat sejumlah persyaratan mutlak yang harus dipenuhi, mulai dari kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM), pemenuhan sarana dan prasarana, hingga kelengkapan Standar Operasional Prosedur (SOP).
Dalam aspek SDM, dr. Herlina menyampaikan rasa syukur dan optimismenya. Sebagian tenaga kesehatan dan staf di lingkungan RSUD Prof. H. Muhammad Yamin telah mengantongi sertifikasi resmi yang memenuhi kualifikasi sebagai instruktur atau pengajar.
"Alhamdulillah, kita sudah memiliki sejumlah tenaga yang memiliki sertifikat kompetensi sehingga nantinya mereka sudah siap untuk memberikan materi pelatihan secara profesional," ungkap dr. Herlina.
Sementara itu, pada aspek pemenuhan sarana dan prasarana, pihak manajemen saat ini sedang memfokuskan renovasi pada fasilitas Aula Pertemuan yang terletak di lantai tiga gedung rumah sakit. Uniknya, perbaikan fasilitas penting ini dilakukan secara bertahap melalui semangat kebersamaan dan gotong royong, yakni dengan cara "patungan" di antara internal manajemen dan pegawai.
Manajemen menaruh harapan besar agar pembangunan aula tersebut dapat segera rampung dalam waktu dekat. Kehadiran aula representatif ini nantinya tidak hanya difungsikan sebagai ruang rapat internal, melainkan juga diproyeksikan menjadi tempat penyelenggaraan berbagai pertemuan ilmiah hingga pelatihan berskala umum.
Langkah ini juga dibidik menjadi salah satu sumber inovasi pendapatan bagi rumah sakit (*revenue stream*), yang nantinya dapat menunjang kemandirian finansial RSUD Prof. H. Muhammad Yamin ke depan.
Tidak hanya fokus pada aspek administratif dan fasilitas diklat, perhatian manajemen juga diarahkan langsung pada kenyamanan psikologis pasien dan keluarga yang berkunjung. Saat ini, pihak rumah sakit tengah mempercantik kawasan lingkungan dengan membangun taman hijau yang asri.
Pembangunan taman ini dirancang khusus untuk menciptakan suasana yang lebih sejuk, ramah, dan nyaman. Dengan lingkungan yang asri, diharapkan tingkat stres pasien maupun keluarga yang mendampingi selama proses pengobatan di RSUD Prof. H. Muhammad Yamin dapat berkurang, sehingga turut mendukung proses pemulihan kesehatan secara holistik.
dr. Herlina menegaskan bahwa seluruh pencapaian dan proses pembenahan ini merupakan wujud nyata tanggung jawab bersama dari seluruh jajaran manajemen. Keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan operasional hanya bisa diwujudkan melalui kekompakan, kerja sama tim, dan komitmen yang kuat dari seluruh elemen di dalam rumah sakit.
"Semua ini adalah tanggung jawab manajemen, dan kita melakukannya bersama-sama untuk hasil yang lebih baik bagi masyarakat luas," pungkas dr. Herlina Nasution. (roz)
