Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Matangkan Kesiapan Re-Akreditasi, RS Paru Sumbar Wajibkan Pegawai Ikuti Expo dan Uji Pemahaman Elemen Penilaian

Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:53 WIB Last Updated 2026-10-20T11:53:55Z


SUMATERA BARAT
- Guna memastikan seluruh elemen pelayanan memenuhi standar tertinggi keselamatan dan kualitas, Rumah Sakit Paru Sumatera Barat (RS Paru Sumbar) menggelar kegiatan inovatif bertajuk Expo Akreditasi. Kegiatan ini menjadi langkah krusial dan strategis rumah sakit dalam menghadapi perhelatan Re-Akreditasi yang dijadwalkan berlangsung pada28–29 Oktober 2026 mendatang.


Expo Akreditasi ini dirancang interaktif untuk memastikan seluruh civitas hospitalia—mulai dari tenaga medis, non-medis, hingga staf pendukung—memahami secara mendalam seluruh Elemen Penilaian (EP) standar akreditasi rumah sakit.


Dalam Expo ini, terdapat 15 booth (meja) yang mewakili masing-masing Kelompok Kerja (Pokja) Akreditasi. Setiap meja menampilkan berbagai materi penting, dokumen acuan, serta edukasi visual seputar regulasi dan prosedur kerja yang wajib dikuasai oleh civitas hospitalia.


Setiap pegawai wajib hadir dan membawa kartu kendali sebagai bukti penelusuran. 


Di setiap booth Pokja, petugas akan memberikan pertanyaan, kuis, atau edukasi langsung bagi materi yang masih sulit dipahami oleh pegawai.


Stempel resmi Pokja pada kartu kendali baru akan diberikan setelah pegawai berhasil menjawab pertanyaan atau memahami pemaparan materi di booth tersebut, sebagai tanda validasi kunjungan.


Direktur RS Paru Sumbar, dr. Aesthy Amelia, menegaskan bahwa re-akreditasi bukan sekadar pemenuhan administrasi berkala, melainkan pertaruhan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat luas. 


"Proses re-akreditasi ini sangat vital. Jika standar akreditasi tidak kita laksanakan dan pertahankan dengan baik, konsekuensinya adalah pemutusan kerja sama pelayanan dengan BPJS Kesehatan. Kita ingin memaksimalkan seluruh potensi demi meraih predikat akreditasi yang lebih baik, sekaligus menjamin kontinuitas layanan bagi pasien,"* tegas dr. Aesthy Amelia.


Kerja sama dengan BPJS Kesehatan merupakan salah satu urat nadi pelayanan RS Paru Sumbar, mengingat sebagian besar masyarakat mengandalkan jaminan kesehatan nasional tersebut untuk mendapatkan perawatan penyakit paru dan pernapasan.


Pada pelaksanaan re-akreditasi tanggal 28–29 Oktober 2026 nanti, Lembaga Survei Akreditasi Rumah Sakit akan turun langsung ke lapangan untuk melakukan verifikasi, wawancara, serta penilaian fisik terhadap implementasi standar di seluruh unit pelayanan RS Paru Sumbar.


Adapun hasil resmi penilaian re-akreditasi tersebut diperkirakan akan keluar paling lambat 1,5 bulan setelah pelaksanaan survei lapangan selesai. Melalui persiapan matang lewat Expo Akreditasi ini, jajaran manajemen dan seluruh pegawai RS Paru Sumbar optimistis mampu menyapu bersih seluruh elemen penilaian dengan hasil yang sangat memuaskan. (roz) 

×
Berita Terbaru Update