Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Transformasi Menuju Institut, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman Kukuhkan 80 Wisudawan Angkatan Ke - XXXV

Jumat, 25 September 2026 | 14:15 WIB Last Updated 2026-09-25T08:07:48Z

Sambutan Ketua STIT SB Pariaman Neni Triana 

PARIAMAN
- Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin (SB) Pariaman sukses menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka Wisuda Angkatan ke-XXXV. Momen penuh khidmat ini menjadi tonggak sejarah penting bagi para lulusan sekaligus langkah strategis kampus dalam memperkuat eksistensi pendidikannya di Sumatera Barat.


Sidang senat terbuka ini dihadiri oleh jajaran senat kampus, pengurus yayasan, perwakilan Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, pemerintah daerah, serta para orang tua wisudawan yang memadati ruang acara dengan rasa bangga.


Acara dimulai dengan penyampaian pesan dan kesan yang mengharukan dari perwakilan wisudawan, Rona Sriwahyuni, S.Pd. Dalam pidatonya, ia mengungkapkan rasa syukur sekaligus apresiasi mendalam kepada kedua orang tua yang telah berjuang dengan keringat, air mata, dan doa agar anak-anak mereka bisa mengenakan toga sarjana.


"Di balik toga yang dipakai, ada banyak perjuangan, air mata, dan lelah orang tua yang membantu hingga kita bisa sampai ke titik ini," ungkap Rona penuh haru.


Ia juga mengajak rekan-rekan sesama lulusan untuk tidak pernah berhenti bercita-cita tinggi. "Jangan pernah batasi mimpi meski dalam kondisi apapun," tegasnya di hadapan ratusan tamu undangan.




Ketua STIT SB Pariaman, Neni Triana, dalam sambutannya dengan penuh kebanggaan mempersembahkan 80 orang wisudawan kepada masyarakat dan dunia kerja. Ia berharap para lulusan mampu menjadi pendidik yang profesional, berakhlak mulia, dan siap bersaing di tengah dinamika global dengan tetap membawa tradisi serta nilai-nilai luhur kampus.


Menghadapi tantangan dunia perguruan tinggi yang semakin kompetitif, STIT SB Pariaman terus melakukan inovasi. Tahun ini, kampus telah resmi membuka dan melaunching Program Magister (S2), di mana satu lokal penuh telah terisi oleh pendaftar pertama.


Foto bersama usai sidang senat


Neni Triana menegaskan bahwa target besar kampus dalam waktu dekat adalah bertransformasi status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut. Untuk mewujudkan hal ini, kerja sama dan sinergi dari seluruh civitas akademika dan stakeholder sangat dibutuhkan.


Program kerja sama internasional terus ditingkatkan guna mendongkrak nilai akreditasi program studi (PAI dan PiAUD) agar semakin unggul. Sebagai bukti nyata, saat ini bahkan ada mahasiswa STIT SB Pariaman yang sedang melaksanakan Program Pengalaman Lapangan (PPL) ke Malaysia.


Perkembangan pesat STIT Syekh Burhanuddin Pariaman turut diapresiasi oleh berbagai pihak, termasuk Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat dan pemerintah daerah.




STIT SB Pariaman dikenal sebagai kampus yang mendapat perhatian besar dari pemerintah. Setiap tahunnya, kampus ini menyalurkan berbagai beasiswa seperti KIP Kuliah untuk 50 mahasiswa, beasiswa reguler 30 orang, program Saga Saja Plus sebanyak 13 orang, serta beasiswa berprestasi dari Kabupaten Padang Pariaman sebanyak 20 orang.


Sekretaris Kopertais Wilayah VI Sumatera Barat, Muhamad Fadli, menyampaikan bahwa usia STIT yang hampir menginjak setengah abad sudah sangat layak untuk naik tingkat menjadi institut. 


Dengan hadirnya dua prodi utama serta pembukaan program pascasarjana, harapan tersebut diyakini dapat segera tercapai. Ia juga mengapresiasi dukungan aktif dari dua wilayah sekaligus, yakni Kabupaten Padang Pariaman dan Kota Pariaman.


Mewakili Walikota Pariaman, Staf Ahli Suprianto menjelaskan bahwa program Saga Saja Plus bertujuan mencetak generasi yang cerdas, berpendidikan, serta memiliki keterampilan (skill) siap kerja tanpa membebani finansial orang tua.


Sementara Bupati Padang Pariaman, John Kenedi Azis, menyampaikan kebanggaannya karena kampus ini menyandang nama besar seorang ulama nusantara, Syekh Burhanuddin. Dalam kesempatan tersebut, ia mengumumkan rencana besar pemerintah daerah untuk mengusulkan perubahan nama Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi Bandara Internasional Syekh Burhanuddin.


"Secara umum bandara di Indonesia menggunakan nama-nama pahlawan dan pejuang. Oleh karena itu, kita berupaya mengusulkan agar nama bandara ini diganti menjadi Syekh Burhanuddin," ujar John Kenedi Azis. 


Ia juga berpesan kepada para lulusan agar tidak pernah berhenti belajar serta senantiasa meningkatkan mutu pribadi, baik dari segi keilmuan maupun akhlak.


Acara puncak wisuda diisi dengan orasi ilmiah oleh Prof. Dr. Duski Samad. Beliau memaparkan tiga poin penting bagi kemajuan institusi, yaitu Deklarasi Taman Pendidikan Indonesia Emas, Percepatan terhadap kemajuan dan akselerasi mutu kampus serta Upaya membangkitkan marwah dan citra positif nama besar kampus di kancah regional maupun nasional.


Dengan sukses terselenggaranya wisuda ke-35 ini, STIT Syekh Burhanuddin Pariaman membuktikan komitmennya untuk terus melahirkan sarjana-sarjana berkualitas yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman ilmu agama dan akhlakul karimah yang siap membangun bangsa. (roz)

 

×
Berita Terbaru Update