PARIAMAN - Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Syekh Burhanuddin Pariaman mencatatkan sejarah monumental dalam perjalanan peradaban pendidikan di Ranah Minang. Pada momen penuh keharuan dan rasa syukur, STIT Syekh Burhanuddin secara resmi menggelar Grand Launching Program Studi Magister (S2) Pendidikan Agama Islam (PAI).
Acara krusial ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Kopertais Wilayah VI Sumbar, unsur pemerintah daerah Kab. Padang Pariaman dan Kota Pariaman, pengurus yayasan, serta civitas akademika STIT Syekh Burhanuddin Pariaman.
Ketua STIT Syekh Burhanuddin Pariaman, Neni Triana, menguraikan perjalanan panjang dan perjuangan pantang menyerah di balik lahirnya program S2 PAI ini. Berawal dari amanah para ulama pendiri sejak tahun 1978, perjuangan perizinan diawali dengan pengunggahan borang pada 16 September 2025, dilanjutkan Asesmen Lapangan pada 25 November 2025, hingga terbitnya SK Izin Operasional dari Dirjen Pendis Kemenag RI pada 21 Juli 2026.
"Hari ini adalah bukti bahwa cita-cita luhur para ulama pendiri 48 tahun lalu terus tumbuh dan berbuah manis. Melalui proses ketat dan pertimbangan Senat, kami juga telah menetapkan Dr. Riddo Andini sebagai Ketua Program Studi S2 PAI yang pertama," ujar Neni Triana dengan haru.
Program S2 PAI ini mengusung visi menjadi prodi unggulan yang mengintegrasikan keilmuan dan keislaman berbasis spirit pendidikan Syekh Burhanuddin, berlandaskan nilai Islam moderat, serta adaptif dan inovatif.
Koordinator Kopertais Wilayah VI Sumbar yang diwakili oleh Sekretaris Kopertais, Muhammad Fadhli, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya dan ucapan tahniah atas capaian besar ini.
Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kehadiran S2 PAI diproyeksikan memberikan dampak langsung terhadap Indeks Pembangunan Manusia (IPM), khususnya indikator Harapan Lama Sekolah di Kota Pariaman dan Kabupaten Padang Pariaman.
Melanjutkan sukses program "Tuanku Sarjana", Kopertais mendorong estafet baru menuju "Tuanku Magister". Diharapkan para Tuanku tidak hanya mumpuni dalam kitab kuning, tetapi juga tangguh secara akademik di panggung nasional.
Kemudian meneladani spirit Syekh Burhanuddin (yang dianalogikan bak Leiden-nya Minangkabau), prodi baru ini diamanahkan menjadi garda terdepan dalam menyemai nilai-nilai moderasi beragama dan harmoni kebhinekaan.
Arah Penguatan: Mendorong STIT bertransformasi menjadi Institut Agama Islam (IAI), melahirkan Guru Besar, serta mengembangkan program Fast Track dan Double Degree.
Sementara itu, Ketua Yayasan Islamic Centre Syekh Burhanuddin, Prof. Duski Samad, memaparkan bahwa lahirnya S2 PAI merupakan bagian dari peta jalan pengabdian Yayasan periode 2022–2027. Yayasan berkomitmen mengintegrasikan pendidikan tinggi, digitalisasi dakwah (IC Syekh Burhanuddin TV), riset sejarah keulamaan (Living Heritage & Ensiklopedi 100 Syekh/Tuanku), hingga penguatan literasi lokal.
Pengabdian tersebut dirangkum dalam falsafah luhur yayasan, "Manjapuik Ilmu, Manjago Adat, Mamaliharo Agamo, Basamo Mambangun Nagari."
Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan bahwa peluncuran S2 PAI ini memperluas komitmen mutu pendidikan agama Islam serta menjadi bukti nyata STIT dalam menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan zaman tanpa melepas akar keislaman dan kebangsaan.
Bupati Padang Pariaman diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra, Rudi Rahmad menyambut baik kehadiran jenjang magister ini sebagai mesin penggerak peningkatan kualitas SDM daerah. (roz)


