![]() |
| Ibu Ibu PKK Saat Acaranya |
PADANGPARIAMAN--- Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Padangpariaman, Ny. Renny Hendra Aswara, kemarin, mengajak seluruh perempuan, khususnya anggota Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Perumda Tirta Anai, untuk menjadi pelopor dalam mewujudkan keluarga sehat sekaligus garda terdepan dalam upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Padangpariaman.
Ajakan tersebut disampaikannya saat menghadiri pertemuan bulanan DWP Unit Pelaksana Perumda Tirta Anai yang mengangkat tema "Kesehatan Wanita dan Pencegahan Stunting", di Aula Integritas Inspektorat Kabupaten Padangpariaman, kemarin.
Di hadapan seluruh anggota DWP, Ny. Renny menegaskan bahwa perempuan memegang peranan yang sangat strategis dalam menentukan kualitas generasi masa depan. Menurutnya, keluarga yang sehat berawal dari perempuan yang mampu menjaga kesehatan diri, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta memiliki pengetahuan yang baik mengenai pemenuhan gizi keluarga.
"Perempuan yang sehat akan mampu menjalankan perannya dengan baik sebagai ibu, istri, sekaligus pendidik pertama bagi anak-anaknya. Karena itu, menjaga kesehatan harus menjadi prioritas melalui olahraga rutin, pola makan bergizi, menjaga kebersihan diri, dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," ujarnya.
Ia menambahkan, upaya pencegahan stunting tidak hanya dimulai ketika anak lahir, tetapi sejak masa kehamilan bahkan sebelum itu. Perhatian terhadap kecukupan gizi ibu, pemberian ASI eksklusif, hingga pemenuhan nutrisi anak menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas.
Ny. Renny juga mengajak seluruh anggota DWP mendukung Program Orang Tua Asuh Cegah Stunting yang tengah digalakkan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap masa depan anak-anak.
"Melalui program ini, kita dapat berbagi dan membantu anak-anak yang membutuhkan. Kepedulian sekecil apa pun akan menjadi investasi besar bagi lahirnya generasi unggul Padangpariaman di masa depan," katanya.
Selain aspek gizi, ia mengingatkan bahwa lingkungan tempat tinggal yang sehat juga menjadi faktor penting dalam mencegah stunting. Rumah yang layak huni dengan sanitasi yang baik akan melindungi anak dari berbagai penyakit yang dapat menghambat pertumbuhan dan perkembangan mereka.
Karena itu, lanjutnya, Pemerintah Kabupaten Padangpariaman terus memperjuangkan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) melalui berbagai program pemerintah pusat. Upaya tersebut berjalan seiring dengan transformasi Posyandu dalam enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang terus diperkuat oleh Tim Penggerak PKK Kabupaten Padangpariaman.
"Alhamdulillah, Kabupaten Padangpariaman insyaallah akan memperoleh sekitar 300 unit bantuan rumah tidak layak huni. Semoga program ini segera terealisasi sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya," ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut, para anggota DWP juga mendapatkan penyuluhan bertema Kesehatan Wanita dan Pencegahan Stunting yang disampaikan oleh narasumber dr. Erlina. Materi yang diberikan membekali peserta dengan pengetahuan mengenai pentingnya menjaga kesehatan perempuan sebagai fondasi lahirnya keluarga yang sehat dan bebas stunting.
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anggota, kegiatan juga dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis meliputi pengecekan tekanan darah, kadar gula darah, kolesterol, dan asam urat.
Menutup arahannya, Ny. Renny mengajak seluruh anggota Dharma Wanita Persatuan untuk terus menjaga kekompakan dan menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
"Kita bukan saingan, tetapi satu tim. Mari saling mengingatkan untuk hidup sehat, rajin berolahraga, memperhatikan pola makan, dan peduli terhadap tumbuh kembang anak. Perempuan yang sehat akan melahirkan keluarga yang sehat, dan keluarga yang sehat adalah fondasi kemajuan Kabupaten Padangpariaman," pesannya.
Pertemuan bulanan tersebut berlangsung hangat dan penuh keakraban, sekaligus memperkuat komitmen Dharma Wanita Persatuan Unit Pelaksana Perumda Tirta Anai dalam mendukung program-program pemerintah daerah, khususnya di bidang kesehatan keluarga, pemberdayaan perempuan, dan percepatan penurunan stunting demi terwujudnya sumber daya manusia Padangpariaman yang unggul dan berkualitas. (eri)

