Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Padangpariaman Bidik Prestasi Terbaik Ajang O2SN-FLS3N Tingkat Sumbar

Senin, 18 Mei 2026 | 16:51 WIB Last Updated 2026-05-18T09:51:33Z
Kadis pendidikan saat serahkan piala pemenang



Kadisdik Hendri : Peluang Jadi Juara Umum Tetap Terbuka 


Padangpariaman — Jajaran Pemerintah Kabupaten Padangpariaman melalui jajaran Dinas Pendidikan siap membidik prestasi terbaik kejuaraan Olimpiade Olah Raga Nasional (O2SN) dan Lomba Festifall Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N) tingkat SD antar Provinsi Sumatera Barat. 


Seperti terungkap saat pengumuman juara lomba O2SN dan FLS3N tingkat Kabupaten Padangpariaman, yang berlangsung di SDN Unggul Terpadu Limpato, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak, Kamis kemarin.



Seperti diketahui, jalannya acara penyerahan piala Kamis kemarin yang difasilitasi oleh SDN Unggul Terpadu Limpato terlihat berlangsung sukses dan semarak. Para peserta lomba bersama guru pendamping masing-masing terlihat sangat antusias mengikuti jalannya acara. 



Seperti diakui Kadis Pendidikan Kabupaten Padangpariaman, Hendri, bahwa para pemuncak atau juara lomba O2SN dan juara I FLS3N tingkat kabupaten tersebut nantinya akan mewakil Kabupaten Padangpariaman pada ajang lomba yang sama pada tingkat Provinsi Sumatera Barat. 


"Untuk itu mereka nantinya akan kita persiapkan lagi secara optimal, sehingga diharapkan bisa meraih prestasi terbaik pada tingkat Provinsi Sumbar nantinya," terang Hendri.


Melihat potensi dan talenta yang ada, pihaknya mengaku optimis jika peluang meraih prestasi terbaik Sumbar cukup terbuka lebar, terlebih mengingat potensi para juara yang ada bisa dikatakan hampir merata di tiap cabang yang dilombakan.


"Mudah-mudahan saja anak-anak yang akan tampil di tingkat Sumbar nantinya bisa menorehkan prestasi terbaik dalam mengharumkan nama daerah," imbuhnya lagi.


Saat ditanya kemungkinan target meraih juara umum pada kedua ajang lomba O2SN dan FLS3N, secara diplomatis Hendri menyebutkan bahwa peluang untuk itu tentunya tetap terbuka, hanya saja terpenting tentunya persiapan yang dilakukan mesti harus lebih maksimal lagi, sehingga apa yang diimpikan bisa terwujud seperti diharapkan.


Di pihak lain, terkait peningkatan kualitas anak didik yang ada, jajaran Pemerintah Kabupaten Padangpariaman saat ini juga terlihat terus berupaya memperkuat implementasi Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) sebagai langkah strategis membangun generasi muda yang sehat, cerdas, disiplin, dan berkarakter kuat. 


Program ini seperti diakui Hendri tentunya bukan sekadar gerakan seremonial, melainkan kebijakan nasional yang memiliki dasar hukum kuat dan wajib diterapkan secara terstruktur hingga ke lingkungan sekolah dan keluarga.


"Seperti diketahui, bahwa Gerakan 7 KAIH menjadi bagian penting dalam penguatan pendidikan karakter yang saat ini menjadi fokus pemerintah pusat maupun daerah. Makanya program  ini jelas  bukan sekadar imbauan moral atau kegiatan simbolis. Negara sudah menyiapkan regulasi dan panduan pelaksanaannya. Tugas kita di daerah adalah memastikan gerakan ini benar-benar hidup dan menjadi budaya dalam keseharian anak-anak,” tegas Hendri. 


Gerakan 7 KAIH sendiri menanamkan tujuh kebiasaan utama yang harus dibangun sejak dini, yakni bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, aktif bermasyarakat, serta tidur lebih awal.


Menurut Hendri, tujuh kebiasaan tersebut merupakan fondasi dasar dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, tangguh, sehat, dan berakhlak mulia.


“Kalau ini dijalankan secara konsisten, maka kita sedang menyiapkan generasi emas. Bukan hanya untuk Padang Pariaman, tetapi juga untuk masa depan Indonesia,” ujarnya. (Ris)






Ia menjelaskan, implementasi gerakan ini akan diperkuat melalui pendekatan Catur Pusat Pendidikan, yakni sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, dan media. Kolaborasi lintas sektor tersebut diyakini mampu membangun pembiasaan positif yang berkelanjutan dalam kehidupan anak.


“Sekolah tidak bisa berjalan sendiri. Keluarga adalah kunci utama. Kalau di rumah tidak dibiasakan, maka nilai-nilai yang diajarkan di sekolah akan sulit bertahan,” tambahnya.


Selain itu, metode pelaksanaan dilakukan melalui pembiasaan harian berbasis kesadaran (mindfulness), sehingga nilai-nilai karakter tidak hanya bersifat instruktif, tetapi benar-benar tumbuh menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan peserta didik.


Gerakan ini menyasar seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD, SD, SMP hingga SMA/SMK, dengan panduan implementasi yang telah disiapkan pemerintah pusat dan dapat diakses oleh seluruh pemangku kepentingan.


Penguatan Gerakan 7 KAIH di Padang Pariaman juga merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.


Kebijakan tersebut diperkuat melalui Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 1 Tahun 2025, Menteri Dalam Negeri Nomor 800.2.1/225/SJ, dan Menteri Agama Nomor 1 Tahun 2025 tentang Penguatan Pendidikan Karakter melalui Pembiasaan di Satuan Pendidikan.


Dalam implementasinya, kepala satuan pendidikan diimbau untuk menerapkan Gerakan 7 KAIH secara bermakna, menyenangkan, dan berkesadaran, termasuk memanfaatkan media pembelajaran berupa lagu dan video edukatif, membudayakan yel-yel “Anak Indonesia Hebat — Sehat, Cerdas, Berkarakter”, hingga melaksanakan program “Pertemuan Pagi Ceria” melalui Senam Anak Indonesia Hebat minimal dua kali seminggu.


Sekolah juga didorong menerapkan “Jeda Ceria” di sela pembelajaran guna menjaga fokus dan mengurangi kejenuhan peserta didik, serta melakukan pelaporan implementasi secara berkala sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan program.


Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memastikan akan terus melakukan penguatan melalui kolaborasi lintas sektor, monitoring, dan evaluasi berjenjang agar implementasi Gerakan 7 KAIH berjalan efektif, terukur, dan berkelanjutan.


Dengan langkah tersebut, Padang Pariaman menargetkan lahirnya generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter, sehat secara mental dan fisik, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (Ris)

×
Berita Terbaru Update