Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Berkat Kegigihan Fitri Nora, Mesjid Raya Padusunan dapat Bantuan Renovasi dari BPKH

Minggu, 11 Februari 2024 | 04:22 WIB Last Updated 2024-02-10T21:22:17Z

Foto bersama

PARIAMAN
- Usaha tidak akan mengecewakan hasil, itulah ungkapan yang tepat untuk Fitri Nora SE. MM Anggota DPRD Kota Pariaman. Berkat kegigihannya melobi ke pusat sehingga Mesjid Raya Padusunan mendapatkan Bantuan Renovasi dari BPKH dengan anggaran lebih dari Rp 1 miliar.


Ketua DPRD Kota Pariaman tahun 2022 itu menceritakan awal misa mendapatkan bantuan renovasi tersebut. Ketika itu secara kebetulan Kepala BPKH berkunjung ke Kota Pariaman. 

"Nah, pada saat itu kami bertemu dengan beliau dan menanyakan apa saja bantuan yang bisa untuk Kota Pariaman. Maka pada saat itu disampaikan bahwa ada Mesjid yang ada MDA butuh untuk direnovasi," ungkap Nonon sapaan akrabnya.

Berangkat dari pertemuan itu, pada bulan Agustus tahun 2022 pihaknya memasukan proposal ke BPKH terkait renovasi Mesjid Raya Padusunan itu. Pasalnya, butuh proses yang cukup lama, sehingga pada akhir 2023 tim dari BPKH dari ke Kota Pariaman untuk melakukan survei.

"Alhamdulillah hari ini BPKH datang memastikan bahwa proposal yang dikirim itu ditindaklanjuti sehingga mendapatkan bantuan renovasi dalam Program Kemaslahatan 2024 yang insyaallah akhir bulan ini akan dimulai pengerjaannya," kata Nora.

Fitri Nora menuturkan, pihaknya akan selalu berjuang jika ada celah atau kesempatan untuk mengupayakan bantuan dari pusat. Karena kalau hanya mengandalkan APBD tidak akan cukup.

"Maka dengan upaya dan usaha serta doa masyarakat Kota Pariaman bantuan itu bisa kita dapatkan. Itulah yang bisa kita lakukan sebagai perwakilan rakyat. Mendengar aspirasi masyarakat seterusnya kita lah yang akan memperjuangkan nya," kata dia.

Sementara itu, Manager Kemaslahatan Baitul Muamalat, Abdul Sakur menjelaskan, untuk masjid ini sebenarnya ketika proposal masuk ke BPKH. Kemudian di follow up untuk dilakukan asesmen, setelah itu baru membuat planning Apa saja kebutuhan yang dibutuhkan untuk renovasi.

Ketika membuat perencanaan ini karena ini Situs budaya yang memang harus ada kajian terlebih dahulu dari Dinas Pariwisata untuk mendiskusikan rencana pembangunan renovasi seperti apa, sehingga pihaknya tidak melanggar aturan yang sudah ditetapkan di Dinas Pariwisata terkait pemeliharaan Situs Budaya.

Kemudian dari hasil panen itu kemudian diajukan ke BPK. Dari proses sampai saat ini keluar persetujuan dari BPK dan sudah dilakukan ground breaking. Pengerjaan akan dilakukan diakhir bulan Februari. Pekerjaan itu akan dilakukan oleh ahlinya karena tidak boleh sembarang.

"Nanti ada pekerja yang memang akan secara pengalaman pernah mengerjakan Situs Budaya yang Stay di Pariaman untuk mengerjakan dari awal sampai selesai. Tapi kita juga melibatkan penduduk lokal untuk bisa terlibat baik secara langsung dalam proses pekerjaan ataupun proses pengawasan karena pengawasan bentuk kami selaku pelaksana biar pengawasan itu dilakukan oleh tenaga profesional," ungkapnya.

Dikatakannya, pihaknya juga akan melibatkan Ninik Mamak dan juga pihak DKM yang nantinya juga akan bersama-sama melakukan pengawasan sehingga hasil dari pekerjaan ini lebih optimal dan sesuai dengan yang diinginkan.

Ia menuturkan, pekerjaan ini sebenarnya lebih kepada arsitektural diubah, plafon, keramik, pengecatan, renovasi toilet tapi tetap menjaga orisinalitas kalau misalnya ada bahan yang harus diganti secara bentuk warna cat macam itu tidak boleh ada yang berubah sama sekali. (nal)
×
Berita Terbaru Update