Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Pipa Rusak Karena Bencana Alam, Hutang Dihapus dan PDAM Butuh Rp 20 Milyar Untuk Pembangunan Pipa JDU

Selasa, 11 Juli 2023 | 11:18 WIB Last Updated 2023-07-11T04:18:00Z

Teknisi PDAM Lagi Perbaikan Pipa Yang Rusak

PADANGPARIAMAN -----  Direktur PDAM Padangpariaman Aminuddin menyatakan saat ini banyak pipa pip PDAMyang mengalami keruksan karena bencana alam. Makanya, PDAM butuh sokongan dana Rp 20 milyar untuk pembangunan Jaringan Distribusi Umum (JDU) dari Lubuak Bonta untuk menyalurkan air bersih ke semua yang menjadi pemasok air bersih selama ini. 

Direktur PDAMAminuddin Lagi Acara Silaturahim



"Namun awal saya menjabat sebagai Direktur PDAM Padangpariaman sukses menghapus hutang perusahaan ke pemerintah pusat Rp 10 milyar, karena saat itu masih ada hutang tahun 1995 kepada pemerintah pusat. Hutang itu dihapus dan ditanda tangani oleh Bupati Padangpariaman H Alimukhni, Ketua DPRD Padangpariaman Faisal Arifin dan saya, hutang dihapus karena ada program pemerintah pusat usulan dari Wakil Presiden H Yusuf Kala saat itu," kata Direktur PDAM Padangpariaman Aminuddin , kemarin, saat acara silaturahim dengan semua karyawan.  


Katanya, hutang tersebut terjadi tahun 1995 untuk pembangunan pipa JDU dari sumber air Lubuak Bonta semenjak PDAM berdiri. Namun, sekarang pipa JDU tersebut telah dimakan usia dan butuh pembangunan yang baru atau peremajaan, karena itu PDAM butuh  dana Rp 20 milyar.


"Usaha kita untuk mendapatkan dana Rp 20 milyar tersebut telah berbagai usaha dilakukan. Bahkan berbagai proposal telah dimasukan, mulai ke Wakil Presiden Makruf Amin saat acara  peresmian Pasar di Kota Pariaman  dan pihak pihak terkait lainnya. Kalau ada dana Rp 20 milyar tersebut kita bisa mengembalikan dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), karena Padangpariaman memiliki sumber air yang banyak ," ujarnya.


Dikatakan, sampai saat ini PDAM Padangpariaman belum ada menerima bantuan dana dari APBD Padangpariaman , yang ada baru dana hibah untuk penyalurkan air bersiih perkotaan dengan nama ( Masyarakat Berpenghasilan Rendah ) sekitar Rp 52 milyar mulai dari penghapusan hutang tahun 1995.


Lebih jauh dikatakan, saat ini PDAM masih memfaatkan pipa JDU yang lama tersebut untuk mengaliran air bersih kepada pelanggan saat ini. Sampai saat ini sekitar 28 ribu rekening telah diterbitkan, walau dengan seadanya.    

 

"Sekarang PDAM Padangpariaman telah mulai berusaha keluar dari kondisi sakit. Kenapa tidak secara bertahap PDAM terus berkembang untuk memberikan pelayanan air bersih kepada masyarakat. Dengan berkembang PDAM terbuka lapangan kerja, namun untuk menjadi karyawan berawal dari tenaga sukarela, honor sampai ke tingkat karyawan," ujarnya.


Kemudian kata Aminuddin,  dukungan semua pihak untuk kemajuan PDAM hingga kini sangat banyak, mulai dari Bupati Padangpariaman, anggota DPRD Padangpariaman  dan pihak pihak lainnya.


Selanjutnya, PDAM baru mendapatkan dana hibah dari pemerintah pusat untuk seluruh PDAM seluruh Indonesia. "Itu yang membuat PDAM dapat meningkatkan pelayanan aiir bersih kepada masyarakat. Namun pernyataan dan hibah murni dari APBD belum ada yang ada baru pernyataan hibah untuk mengaliri air bersih kepada masyarakat," ujarnya.


Ke depan katanya, PDAM akan terus menambah cakupan pelayanan air bersh kepada masyarakat. Setiap tahun ada sambungan rumah dari PU, karena itulah butuh pembangunan JDU untuk aliran air bersih kepada masyarakat semakin maksimal.


Namun, katanya, menjelang ada pembangunan JDU baru PDAM telah membangun pompa air untuk mengalirkan air ke Paritmalintang atau sekitar kantor Bupati Padangpariaman. 


Kabag Hubungan Langganan PDAM Padangpariaman Edilfatriz menyatakan, saat ini PDAM telah melakukan penagihan rekening air konsumen melalui bank, Nagari, Mandiri dan PT Pos Indonesia. Namun, terbiit rekening pelanggan tersebut dimulai dari pembaca meteran dengan memfoto meterannya sampai terbit rekening.


Kemudian tentang pengaduan pelanggan telah dilakukan PDAM dengan membuat laporan forum komunikasi pelanggan, intragam, wastshap. Akan tetapi, persoalan PDAM telah dilakukan pemeriksaan dari Inspektorat dan BPKP setiap tahun dan yang melaporkan PDAM kepada semua pihak adalah Kuasa Pemilik Modal (KPM) yakni Bupati Padangpariaman.


Aminuddin menambahkan, semua pengelolaan PDAM sampai saat ini telah dilaksanakan secara profesional. Bahkan proses pemeriksaan PDAM ini dilakukan secara audit oleh BPKP. "Artinya, kita menjalankan PDAM telah melakukan secara transfaran segala dan cepat tanggap dalam perbaikan pipa yang rusak karena bencana. Maanya, kita akan informasikan kepada semua pihak melalui Kominfo dan media masa untuk informasi informasih perkembangan PDAM ke depan," ungkapnya.  


Sementara Kepala Unit Padang Sago Tandikek Ulung Gunawann menyatakan, saat ada jembatan Lubuak Napa rusak karena pipa PDAM mengalami gangguan putus pipa, tapi PDAM tetap memberikan layanan air bersih kepada masyaraka dengan antarkan air melalui tangki ke rumah rumah konsumen. 

 

"Tapi kita percepat proses perbaikan pipa dari gangguan pipa tersebut, sehingga proses aliran air bersih kepada masyarakat cepat selesai. Itu semua karena pengaruh alam yang merusak pipa air bersih PDAM kepada kosumen tersebut," tambahnya mengakhiri.(nn) 


×
Berita Terbaru Update