Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Program Saga Saja Genius Cetak Generasi Emas

Minggu, 24 April 2022 | 04:41 WIB Last Updated 2022-04-23T21:41:15Z

H Wiztian Youtri SH 

Wiztian Yoetri


Wartawan Senior



Walikota Pariaman, Geniur Umar punya proyek bertajuk Satu Keluarga Satu Sarjana (Saga Saja). Sebuah proyek kebaikan peningkatan Sumber Daya Manusia sekaligus mimpi untuk memutuskan mata rantai kemiskinan.



 Inilah impian yang terus diemban oleh seorang pemimpin agar bisa membawa ummat bebas secara ekonomi dan pendidikan. Dua hal yang menjadi kunci dari pembangunan. 



Adalah teori, yang terbukti mangkus bahwa perubahan sosial hanya bisa terjadi baik dan terarah karena taraf pendidikan di tengah masyarakat. Namun hal itu bila tidak ditopang dengan taraf ekonomi tertentu juga jarang bisa berjalan cepat. Sementara itu, pada sisi lain, jika taraf ekonomi baik tanpa pendidikan yang memadai, sangatlah membahayakan. 



Sektor pendidikan dan ekonomi seperti dua rel, sedangkan sektor kesehatan adalah rel ketiga sebagai penyimpangan lajur kereta ingin melanjutkan arah.



Teori di atas merupakan landasan banyak pemimpin untuk mengambil jalan agar bisa memberi kesempatan dan akses pendidikan kepada setiap keluarga yang memungkinan dan dinilai layak melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. Inilah dasar Walikota Genius Umar membuat program Saga Saja. 



Projek kebaikan Wali Genius Umar, dilauncing pada tahun 2018, menjadi salah satu program unggulan; termasuk dalam visi misi Genius Umar-Mardison sebagai calon wako-wawako. Saga Saja dikhususkan untuk keluarga yang masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikeluarkan Kemensos. 



Ada semangat supporting yang luarbiasa dari latar belakang kehadiran program Saga Saja. Tidak tanggung-tanggung, proses seleksi bea siswa Saga Saja yang dilakukan Dinas Pendidikan Kota Pariaman itu. Punya target  mengkuliahkan 100 orang calon sarjana setiap tahun.



Pemko mensupport biaya perkuliahan dengan menyediakan dana APBD, didukung oleh Baznas serta CSR Bank Nagari. Awalnya program ini, merekrut 8 orang untuk kuliah di Politeknik Negeri Padang. Tahun berjalan, sampai puluhan dan untuk mengejar target mencetak  ratusan, bahkan ribuan generasi emas kota Pariaman. Inilah cita-cita luhur seorang pemimpin kota, yang mampu menangkap denyut nadi kehidupan masyarakat lewat program inovatif.



"Ada sarjana di rumah tangga miskin, pasti mereka termotivasi untuk mengeluarkan keluarganya dari lingkungan kemiskinan," ujar Dr Genius Umar, alumni S-3 IPB Bogor itu suatu ketika.



Alumni Saga



Adalah Putri Ramadani, seorang alumni Saga Saja yang satu diantara 14 orang yang telah menamatkan kuliah di jurusan Administrasi Bisnis Politeknik Negeri Padang, menjadi wirausahawan merintis membuat branding makanan ringan khas Pariaman.



Usaha yang telah mulai produksi itu adalah kerupuk baguak (emping malinjo). Dibungkus dengan kemasan menarik dengan berbagai varian rasa, dan telah dapat label halal dari MUI.



"Inshaa Allah, produk yang telah digemari kaum muda itu, siap bersaing dengan produk kekiniaan lainnya. Artinya, meski berskala UMKM dan Home Industri, produksi emping malinjo kami siap bersaing dengan usaha modern," tekad Putri bersemangat.



Tekad Putri, salah satu gambaran komitmen kehidupannya yang tinggi untuk mengentaskan kemiskinan dilingkungannya sendiri. Artinya, program Saga Saja berhasil mengintervensi blok kemiskinan yang mendera sebagian masyarakat kota Pariaman.



Menindaklanjuti program Saga Saja Pemko Pariaman merintis kerjasama dengan berbagai perguruan tinggi, seperti ; Politeknik Negeri Padang, ATI Padang, Politekpel Sumbar, BTP Batam, Vokasi UI, Vokasi ITB, Poltrada Bali dan terakhir kerjasama dengan Telkom University, maka diharapkan lewat kerjasama dengan perguruan tinggi terkemuaka itu akan mencetak generasi emas kota Pariaman dari berbagai disiplin ilmu; generasi yang tidak hanya mengeluarkan keluarganya dari kemiskinan, tapi yang lebih hebat lagi; dari generasi anak miskin menjadi motivator tinggi bagi anak muda kota Pariaman secara keseluruhan; melahirkan generasi siap pakai dan siap kerja!



Saya jadi ingat, pada era pak Anas Malik jadi Bupati Padangpariaman 32 tahun lalu, membangun SDM Padangpariaman dgn mendirikan enam perguruan tinggi swasta; agar masyarakat berkuliah di kampung dgn biaya murah; perguruan itu seperti Sekolah Tinggi Ekonomi Sumbar, Sekolah Tinggi Tarbiyah Syekh Burhanuddin, Akademi Pembangunan Pertanian Sumbar, Akademi Koperasi Sumbar, Akademi Perawat Kesehatan dan Sekolah Menengah Pekerja Sosial. Lembaga pendidikan dihadirkan ke depan masyarakat. Sekarang lain lagi, diseleksi kepada mereka yang kurang mampu secara ekonomi untuk diberikan beasiswa sampai tamat kuliah. 



Semoga program ini bisa diteruskan, dievaluasi dan dikembangkan agar bisa menjadi platform baru yang dapat dipakai dimanapun di negeri ini. Sehingga tidak ada alasan lagi bagi siapapun putus sekolah dan putus kuliah.**


×
Berita Terbaru Update