Kadis Kesehatan Padang Pariaman Tidak Membenarkan Isu Pungli Yang Menuding Kapus Padang Alai


PADANGPARIAMAN
 - Kepala Puskesmas Padang Alai membantah terkait beredarnya isu bahwa dirinya dituding melakukan pungutan liar serta kecurangan dalam pencairan TPP. 


"Saya juga baru tahu kalau ada isu terkait hal tersebut. Menyikapi hal itu, Kepala Dinas sudah datang ke Puskesmas serta melakukan pembinaan terhadap kami semua," jelas Siska Wati. SKM.

Disisi lain pihaknya mengakui kalau ada beberapa persoalan di puskesmas tersebut. "Saya juga tidak menafikan ada beberapa hal yang harus diperbaiki di puskesmas seperti pinger print yang rusak dan hal lainnya. Namun terkait isu dana BOK, DAU serta BLUD, saya tidak bisa terima. Begitupun dengan 9 poin surat pengaduan yang dibuat oleh oknum yang tidak bertanggung jawab itu," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Padang Pariaman, Yutiardi Rivai tidak membenarkan terkait isu yang beredar tersebut. "Terkait isu tersebut, saya telah datang ke Puskesmas Padang Alai dan melakukan pembinaan. Kami lakukan pertemuan dengan kepala puskesmas serta 29 staf puskesmas untuk mencari kebenaran apakah isu itu nyata atau berita bohong," jelasnya.

Dikatakan Yutiardi, setelah dilakukan pemeriksaan kepada kepala puskesmas dan staf yang hadir ternyata hal yang diisukan itu tidak benar.

"Setelah saya dengar seluruh pendapat baik staf puskesmas maupun kepala puskesmas ternyata tidak lah benar adanya pungutan liar serta masalah masalah lainnya yang menjadi bahan perbincangan," jelas Yutriadi Rivai.

Ia menyayangkan karena isu tersebut telah beredar informasi hoax berupa video dan berita tanpa sumber yang menyudutkan kepala puskesmas.

"Dalam video dan berita serta selembar surat pengaduan tanpa identitas, ada 9 tudingan yang dilemparkan. Seperti, kepala puskesmas tidak transparan terkait keuangan dana BOK, DAU dan BLUD," sebut Kata dia.

Lalu isu terkait pembagian dana covid, pemotongan perjalanan dinas, kesenjangan peraturan, serta kecurangan pencairan TPP. "Sekali lagi saya tegaskan kalau berita dan isu tersebut tidaklah benar. Jikapun itu benar kami sendiri yang akan menindaki," ulas Yutriadi Rivai.

Pihaknya berharap kepada seluruh tenaga medis atau staf di puskesmas jika ada persoalan atau masalah jangan diumbar umbar sehingga menjadi isu atau berita bohong.

Ia menambahakan, kedepan pihaknya akan melakukan pembinaan menyeluruh kepada puskesmas di Padang Pariaman untuk meningkatkan kapasitas atau pelayanan untuk publik.

"Jangan karena sibuk mengurus isu yang tidak jelas akhirnya membuat pelayanan publik terganggu. Saya berharap agar seluruh tenaga medis fokus terhadap pelayanan dan jika ada persoalan, lapor langsung ke saya," pungkasnya. (ronal)


Posting Komentar

0 Komentar