Bekerjasama Dengan Dompet Duafa Singgalang, Dosen STIT Syekh Burhanuddin Bagikan Langsung Nasi Kotak Kepada Nelayan -->

Bekerjasama Dengan Dompet Duafa Singgalang, Dosen STIT Syekh Burhanuddin Bagikan Langsung Nasi Kotak Kepada Nelayan

Reportase Sumbar
Selasa, 02 Maret 2021


PARIAMAN---Sebagai bentuk perwujudan dari Tri Dharma Perguruan Tinggi di Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Syekh Burhanuddin (STIT SB) Pariaman, pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan yang tak terpisahkan dari proses pengajaran dan penelitian yang harus dilakukan dan wajib dipenuhi oleh setiap dosen. 


Untuk mencapai tujuan tersebut maka perlu adanya peningkatan kompetensi dosen melalui pembinaan dan pelatihan dalam berbagai kegiatan yang ada kaitannya dengan pengabdian kepada masyarakat.


Kemudian dari pada itu, perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat disamping melaksanakan pendidikan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing bangsa. Pengabdian kepada masyarakat merupakan kegiatan civitas akademika dalam kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.


Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat, salah satu Dosen Prodi Piaud STIT SB Pariaman Lidia Nusir melakukan kerjasama pengabdian kepada masyarakat dengan Dompet Duafa Singgalang bersama mahasiswa untuk menyalurkan nasi kotak kepada nelayan yang berada di Desa Sunur dan Desa Karan Aur, Kota Pariaman.


Lidia Nusir yang juga merupakan Sekretaris Prodi Piaud itu mengatakan, pihaknya membagikan nasi kotak kepada puluhan nelayan itu dengan cara langsung mengunjunginya ke tepi pesisir pantai Pariaman. 


" Alhasil, nelayan yang menerima nasi kotak itu sangat bahagia dan berterimakasih kepada kami. Baik itu nelayan yang hendak melaut maupun yang sedang mangkal ditepi pantai," ujarnya.


Ia juga menyampaikan, sebagian orang menganggap kegiatan ini tidak sepatutnya dilakukan apa lagi untuk para dosen. 


Apalagi dipublikasikan ke sosmed atau ke media masa, baik cetak maupun elektronik. Intinya pengpublikasikan memang dibutuhkan, termasuk bentuk pengabdian masyarakat bidang sosial ini. 


Menurutnya, setiap dosen harus tahu apa-apa saja bentuk pengabdian masyarakat yang bisa dilakukannya. Meskipun sesama dosen & beraktivitas sebagai dosen yang berkecimpung di Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta, tidak semua dosen yang mengetahui apa dampaknya kelak ke Akreditasi Perguruan Tinggi/ Prodi nantinya. 


 Setelah semua pengabdian dosen kepada masyarakat itu dipublikasikan jika pengabdian tersebut usai. Sebenarnya apapun bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan dosen di sebuah perguruan tinggi baik swasta maupun negeri memang dituntut untuk harus dipublikasikan. 


"Ketika mengisi Borang Akreditasi Prodi salah satu contohnya, saya pernah berkecimpung sebagai panitia borang akreditasi, memang disediakan atau diminta tabel tentang publikasi pengabdian kepada masyakat bagi dosen tetap perguruan tinggi. Jika setiap dosen tidak mempublikasikan maka poin pada tabel ini akan kosong, dan akan mengurangi poin penambahan nilai hasil borang itu sendiri," kata Lidia. (rr)