Berawal Dari ide Danrem 032/Wbr, Babinsa Koramil 09/Batang Anai Kembangkan Pupuk Organik Ef Mic -->

Berawal Dari ide Danrem 032/Wbr, Babinsa Koramil 09/Batang Anai Kembangkan Pupuk Organik Ef Mic

Reportase Sumbar
Rabu, 30 Desember 2020

Dandim 0308/Pariaman Letkol. Czi. Titan Jatmiko menanam bibit bawang merah.

PARIAMAN---Komando Distrik Militer 0308/Pariaman mengembangkan pupuk organik yang dinamakan efektif mikroorganisme 32 atau Ef Mic 32 sebagai upaya mewujudkan ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19. 


Dandim 0308/Pariaman Letkol. Czi. Titan Jatmiko di Pariaman mengatakan, angka 32 diambil dari simbol Korem 32/Wirabraja karena ide ini dari Komandan Korem untuk mengembangkan pupuk non-kimia.


Ia mengatakan, bahan pembuatan pupuk organik tersebut dapat diambil dari bahan alam yang berada di lingkungan sekitar sehingga mudah untuk diproduksi dengan biaya yang murah. "Bahan-bahannya sayur-sayuran dan buah-buahan, bahkan bahan yang sudah busuk masih dapat digunakan," katanya. 


Ia berharap dengan adanya pupuk organik tersebut maka dapat membantu menciptakan ketahanan pangan di masa pandemi COVID-19. Selain itu, lanjutnya juga dapat membantu petani untuk mendapatkan pupuk dengan biaya yang terjangkau karena bahan untuk membuatnya mudah didapatkan.


Sementara itu, Danramil 09/Batang Anai Kapten Inf Andrianto didampingi Serda Ermen selaku pemilik lahan serta pengelola lahan tersebut mengatakan, pengembangan pupuk organik tersebut telah dimulai di Koramil 09/Batang Anai sekitar dua tahun lalu sehingga telah banyak uji coba yang diterapkan terhadap tanaman. 


Ia menyampaikan, dari uji coba yang dilakukan terhadap sejumlah jenis tanaman menunjukkan hasil yang signifikan dari Ef Mic 32.  Adapun jenis tanaman yang diuji cobakan yaitu di antaranya cabai, jagung, kacang tanah, terong, melon, padi, dan mentimun


Saat ini, lanjutnya pihaknya akan menguji kandungan dari Efmic 32 tersebut di labor salah satu perguruan tinggi di Padang.


Ia menambahkan pengembangan pupuk tersebut bersifat swadaya koramil setempat dan menurutnya hasilnya akan maksimal jika nanti terjalin kolaborasi dengan pemerintah daerah untuk pengembangan bibit. (rr)