Silat Sunur Tetap Lestari Bermula Dari Sumur Tua Peninggalan Inyiak Ijuak

Sumur Tua di Sunur Tengah Kecamatan Nansabaris ( Fhoto : Yurisman Malalak)
PADANGPARIAMAN---Jajaran Pemerintahan Nagari Sunur Tengah, Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padangpariaman dewasa ini terus berkomitmen untuk melestarikan seni tradisi tradisi silat sunur, yang merupakan salah satu cabang aliran silat tradisional yang banyak berkembang di Sumatera Barat. Seperti diakui Walinagari Sunur, Hafrizal,B.Sc, keberadaan silat sunur jelas merupakan aset penting bagi masyarakat Nagari Sunur, terlebih mengingat silat sunur sendiri merupakan aliran silat yang lahir dan berkembang di Nagari Sunur sendiri, "Yang jelas tentunya aliran silat tradisional Sunur merupakan salah satu kebanggaan sekaligus aset berharga non benda yang pernah dimiliki oleh Nagari Sunur sampai hari ini. Makanya dengan alasan itu pula kita dari pemerintahan nagari Sunur juga terus berupaya untuk bisa melestarikannya di lingkungan masyarakat Nagari Sunur, terutama tentunya di kalangan generasi penerus dan generasi muda lainnya," terang Hafrizal, saat dihubungi di ruang kerjanya Selasa kemarin.

Lebih jauh mantan anggota DPRD Kabupaten Padangpariaman ini menambahkan, salah satu upaya melestarikan silat tradisional sunur adalah dengan cara terus memberikan support dan dukungan terhadao sejumlah kegiatan sasaran silat tradisional yang ada di Nagari Sunur. Sehingga dengan begitu ke depannya keberadaan silat sunur bisa semakin eksis dan berkembang.

Untuk itu lanjutnya, ke depannya pihaknya bahkan telah berencana  mendirikan satu pusat pelatihan silat, dalam bentuk laga-laga, dimana di tempat itu tidak hanya dijadikan sebagai pusat lokasi  pelatihan silat, namun juga sebagai pusat pelatihan beragam kesenian tradisi lainnya."Namun tentunya tanpa menghilangkan ciri khas tradisi silat Sunur yang ada selama ini, karena bagaimana pun hal itu jelas merupakan salah satu aset berharga yang perlu terus dipertahankan sampai kapan pun," tegasnya.

Pihaknya dari pemerintahan nagari juga terus menumbuhkan minat dan kecintaan generasi muda di Nagari Sunur agar mau mempelajari seni sinat tradisi asli dari daerahnya sendiri. Termasuk diantaranya dengan aktif memperkenalkan seni silat tardisi Sunur kepada mereka.

"Bahkan tidak hanya sebatas itu saja, tapi kita juga berupaya merangsang minat generasi muda di daerah ini dengan cara menggelar berbagai ivent pertunjukan silat, seperti yang berlangsung pada bulan Desember lalu, yaitu denggan mengundang dan menampilkan seluruh aliran silat yang ada di Padangpariaman. Tempatnya di Nagari Sunur Tengah," terangnya.


Hafrizal mengakui jika minat generasi muda Sunur terhadap seni tradisi silat Sunur, saat ini tidak lagi seantusias generasi sebelumnya. Namun demikian pihaknya tetap optimis jiga ke depan minat generasi muda sunur terhadap silat tradisi warisan leluhurnya itu akan terus meningkat seiring terjadinya perubahan waktu.

Di pihak lain, Hafrizal juga tak luput berharap perlunya perhatian dari berbagai pihak terhadap upaya pelestarian silat sunur dimaksud, termasuk diantaranya perlunya  melestarikan peninggalan sumur tua yang terletak di Nagari Sunur Barat."Karena menurut sejarah yang diterima dari tetua di Nagari Sunur, di sumur tua itulah dulunya Inyiak Ijuak selaku guru silat Sunur menempa murid-muridnya. Termasuk diantaranya sumur tua tersebut sering dijadikan sebagai tempat untuk memutus kaji bagi murid-Inyiak Ijuak sendiri.

Berdasarkan informasi tetua Nagari Sunur, Inyiak Ijuak sendiri merupakan salah seorang pengikut setia Syech Burhanuddin Ulakan. Selanjutnya melalui perjuangan Inyiak Ijuak inilah akhirnya silat tradisional sunur semakin dikenal secara luas sampai hari ini. Bahkan tidak terkecuali di mancanegara sekalipun.


"Makanya kita sangat berharap agar ke depannya sumur tua itu nantinya bisa dimasukkan dalam situs cagar budaya, sehingga dengan begitu keberadaannya tetap bisa terus terjaga dengan baik. Sekaligus dengan begitu sejarah silat sunur di daerah ini bisa tetap dilestarikan," terangnya.


Hasil pantauan koran ini Selasa kemarin terlihat Sumur Tua tersebut terletak di tempat yang cukup sepi serta jaraknya cukup jauh dari pemukiman penduduk. Tepatnya di tengah kebun kelapa milik warga setempat. Dari informasi yang dihimpun melalui Nofrizon, yang turut mendampingi koran ini mengunjungi sumur tua tersebut, konon di tempat itulah dulunya Anduang Ijuak menempa dan melatih anak didiknya. Selanjutnya, di akhir masa pendidikannya biasanya si murid sering dimandikan dengan air sumur yang terdapat di sumur tua itu.

"Menurut informasi dulunya di sekitar sumur tua ini juga terdapat surau Anduang Ijuak, itu artinya pelajaran silat selalu diajarkan secara berbarengan dengan ajaran agama Islam," terang Nofrizon yang juga merupakan salah seorang pendekat silat Sunur tersebut.

Masih menurut Nofrizon, dulunya air yang terdapat di sumur tua tersebut sangat jernih, hanya seiring perjalanan waktu saat ini sudah berubah agak sedikit keruh. "Makanya kami di sini terus berupaya merawat sumur ini agar keberadaannya tetap bisa terawat dengan baik, Begitu pula kualitas airnya juga harus tetap dijaga kebersihannya," terangnya. (ris)

Posting Komentar

0 Komentar