Minggu, 08 April 2018

Josrizal Zein Apresiasi Bupati Ali Mukhni

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Ketua Asosiasi Kabupaten Kota Peduli Sanitasi, (Akopsi) Provinsi Sumatera Barat, Josrizal Zein mengaku sangat mengapresiasi komitmen dan kepedulian Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni untuk bisa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat di daerahnya, khususnya dalam memperhatikan pelayanan dasar kepada masyarakat di daerahnya.

"Lebih khusus lagi misalnya dalam hal  penyediaan fasilitas air minum dan sanitasi. Sebagai contoh, hingga Mei 2018 tahun ini, Pemkab Padangpariaman bahkan sudah memprogramkan pengadaan jamban untuk 100 korong di Kabupaten Padangpariaman.

Selanjutnya, hingga akhir tahun ini juga ditargetkan sudah tidak ada lagi masyarakat di Kabupaten Padangpariaman yang buang air sembarangan,"  demikian ditegaskan Ketua Akopsi Provinsi Sumatera Barat, Josrizal Zein, menjawab pertanyaan wartawan Jumat kemarin, usai menggelar pertemuan dengan jajaran pemerintahan Kabupaten Padangpariaman.

Itu artinya lanjut mantan Ketua DPW Partai Demokrat Provinsi Sumatera Barat ini, Padangpariaman di bawah kepemimpinan Ali Mukhni agaknya ingin bergerak lebih cepat lagi dalam merealiasikan target 100 persen jamban di Kabupaten Padangpariaman. Karena secara nasional sendiri, pemerintah pusat baru menargetkan pencapaian 100 persen jamban sehat baru bisa terealisasi pada tahun 2019 mendatang.

Tingginya perhatian pemerintah Kabupaten Padangpariaman dalam mewujudkan keberadaan sanitasi sehat di Padangpariaman, juga bisa terlihat dari terealiasinya akses jamban sehat di Kabupaten Padangpariaman yang mencapai 63,15 persen.

Lebih jauh menurut mantan Walikota Payakumbuh dua periode ini, target yang dicanangkan Bupati Padangpariaman dimaksud jelas perlu didukung  semua pihak di daerah ini, termasuk diantaranya dukungan dari  masyarakat, serta OPD terkait lainnya.

"Karena untuk bisa mewujudkan itu semua tentu sangat dibutuhkan adanya sinergitas, kolaborasi dan kerjasama melibatkan semua pihak. Termasuk diantaranya dalam mengubah minshet atau perilaku masyarakat dalam memahami arti pentingnya mewujudkan sanitasi yang sehat," bebernya.

Demikian pula halnya dukungan dari pihak terkait lainnya, seperti dukungan dari pihak DPRD, pihak media, serta jajaran stakeholder lainnya.

"Karena seperti diketahui, jika sanitasi sehat telah bisa diwujudkan, maka tentunya juga akan bisa berdampak terhadap taraf kesehatan masyarakat. Dan kalau masyarakatnya sudah sehat, tentu juga dampaknya akan mampu meningkatkan kualitas pendidikan. Demikian pula halnya dampaknya terhadap peningkatan perekonomian masyarakat," tegasnya.

Dalam hal ini, pihaknya dari Akopsi lanjut Josrizal Zein tentunya sangat mendukung program Pemkab Padangpariaman dimaksud, demikian pula halnya dalam mengadvokasi dan mengedukasi masyarakat yang nantinya juga akan bisa dibantu oleh Lembaga Pengkajian dan pemberdayaan Masyarakat atau (LP2M).

Di pihak lain, dalam pertemuan Jumat kemarin di ruangan pertemuan kantor Bupati Padangpariaman, Kepala Dinas Kesehatan Padangpariaman, Aspinuddin, yang bertindak mewakili Bupati Padangpariaman menegaskan, bahwa Pemkab Padangpariaman di bawah kepemimpinan Bupati Ali Mukhni memang sangat konsen dalam mewujudkan sanitasi sehat di Kabupaten Padangpariaman.

"Bahkan untuk mewujudkan itu semua, Bupati telah mengultimatum para camat di Kabupaten Padangpariaman, bagi yang tidak mampu merealiasikannya  hingga 2019 mendatang, maka yang bersangkutan bisa saja dipecat dari jabatannya.

Bahkan, keinginan Pak Bupati  kalau bisa hendaknya pada tahun 2018 ini, Kabupaten Padangpariaman juga telah bisa merealiasikan 100 persen jamban seperti yang ditargetkan pemerintah pusat pada tahun 2019 mendatang," sebutnya.

Aspinuddin mengakui, memang ada  beberapa kendala untuk bisa mewujudkan target pendadaan jamban sehat dimaksud,   diantaranya  alasan tidak adanya dana masyarakat untuk membangunnya. "Makanya Pemkab  Padangpariaman akhirnya berupaya mencarikan solusi.

Salah satunya  melalui bantuan Badan Amil Zakat (BAZ) Padangpariaman untuk membangun 100 jamban di Kabupaten Padangpariaman. Selain itu, dukungan pendanaan lainnya juga kita upayakan melalui CSR atau dana sosial dari sejumlah perusahaan lainnya," imbuhnya.

Di pihak lain, Zainal Abadi selaku Koordinator Advokasi Sanitasi dari LSM Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Masyarakat (LP2M) mengakui kesiapan pihaknya  untuk bahu membahu dan bekerjasama dengan jajaran pihak pemerintah dan masyarakat Kabupaten Padangpariaman, khususnya dalam merealiasikan sanitasi sehat di daerah ini.

Demikian pula halnya untuk merealiasikan target pencapaian 100 persen jamban sehat secara nasional pada tahun 2019 mendatang di Kabupaten Padangpariaman. "Makanya nanti kita akan berupaya melakukan penguatan kelembagaan di samping memberikan advokasi kepada masyarakat, termasuk bagaimana merubah perilaku  masyarakat terkait arti pentingnya mewujudkan sanitasi sehat di tengah masyarakat. Untuk semua tentunya sangat dibutuhkan dukungan dari semua elemen yang ada," terangnya. (ris)


SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: