Rabu, 14 Maret 2018

Pemkab Padangpariaman Antusias Wujudkan Smart City

Padang Pariaman (Reportase Sumbar)---Pemerintah Kabupaten Padangpariaman agaknya sangat antusias mewujudkan daerahnya sebagai kabupaten/kota pintar atau smart city. Sehingga, upaya penerapan program pelayanan berbasis internet kian dimaksimalkan. Kali ini, Dinas Komunikasi dan Informasi Padangpariaman membangun kerjasama dengan PT Aplikanusa Lintasarta, guna penerapan program berbasis internet di Padangpariaman.

“Jadi tidak ada lagi nagari kita yang tidak dapat menjalankan program berbasis internet. Sebab pihak Lintasarta, sudah memberikan solusinya,” ujar Wakil Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, didampingi Kepala Diskominfo, Zahirman, usai Sosialisasi Smart City dan Pengembangan e-Government kemarin.

Katanya, upaya mewujudkan smart city  bertujuan untuk mempermudah dan percepat pelayanan Pemkab Padangpariaman. Sebab, program layanan berbasis internet dapat memangkas birokrasi. “Jadi jangan sampai sudah Smart City, tetapi pelayanan kita masih lambat pelayanan. Padahal, program itu dibuat untuk mempermudah kita,” kata mantan Ketua KPU Padangpariaman itu.

Untuk itu, imbuhnya, program Smart City harus didukung seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kecamatan, hingga Pemerintah Nagari. Sebab pelayanan menggunakan aplikasi berbasis internet, menurutnya membutuhkan minimal satu orang teknisi khusus.

“Kebanyakan sudah berbasis internet tapi pelayanan tetap lambat, karena tidak ada SDM (sumber daya manusia) memadai. Jadi OPD hingga nagari harus mempersiapkan SDM di bidang ini,” pintanya.

Tidak hanya itu, dia juga meminta jajaran di OPD ataupun nagari untuk memahami penggunakan segala jenis program pelayanan berbasis internet. Jadi mereka tidak terhambat keterbatasan pengetahuan ketika mendapat pertanyaan dari masyarakat.

“Jangan sampai hanya diserahkan kepada teknisi. Kepala Dinas, Camat, ataupun Wali Nagari dan jajarannya harus melek teknologi. Sebab mereka penggerak dan ujung tombak pelayana pemerintahan,” ujarnya.

Suhatri berharap, program yang digagas Diskominfo tersebut benar-benar terwujud. Sehingga Padangpariaman bisa sebanding dengan daerah lain yang telah menerapkan program tersebut. Di antaranya Kota Bandung, Kota Surabaya, dan Kabupaten Siduarjo.

“Kami sudah melakukan juga studi tiru ke kota-kota yang telah menerapkan program ini,” katanya.

Terkait pembiayaan untuk program ini, Suhatri meminta Kepala Diskominfo konsultasi dan negosiasi dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD). Sehingga, program ini bisa mendapat dukungan anggaran yang memadai.

“Bica program berbasis teknologi informasi sudah tentu butuh biaya besar,” tungkasnya.

Menambahkan, Kepala Diskomifo Padangpariaman, Zahirman mengatakan, upaya yang kini dilakukan pihaknya guna menjadikan Padangpariaman Smart City, yaitu mempersiapkan regulasi, Dewan Smart City, Tim Pelaksana, dan membangun infrastruktur hingga seluruh kecamatan dan nagari.

“Hasil studi tiru kami, Pemko Bandung memberikan 27 aplikasi untuk Pemkab Padangpariaman. Ini memungkinkan untuk kita gunakan,” ujarnya.

Sedangkan Vice Presiden PT Aplikanusa Lintasarta, Choirul Friyana mengatakan, dukungan seluruh perangkat di Pemkab Padangpariaman hingga Pemerintah Nagari, memang sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Smart City.

"Kalaupun Diskominfo sudah mempersiapkan sedangkan SDM tidak menjalankannya, tentu program itu menjadi percuma dan sia-sia,” ujarnya.

Menurut Choirul, keberdaan Smart City sudah tentu dapat mempercepat dan mempermudah pelayanan di pemerintahan. Sebab koordinasi berlangsung lancar antar OPD. Untuk itu, dia yakin, program ini bisa membuat Padangpariaman menjadi daerah terkemuka dalam pelayanan nantinya.(ris)

SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: