Senin, 19 Maret 2018

Moeldoko : "Ideologi Pancasila Tidak Perlu Dipertentangkan Lagi"

Kepala Staf Presiden Jendral (Purn0 Moeldoko, Ketika Diwawancari Wartawan Reportase Sumbar Yurisman Malalak, Ketika Berkunjung Ke Pondok Pesantren Ringan-Ringan Beberapa Hari Lalu ( Fhoto : Andri Satria Masri )

PADANG PARIAMAN (Reportase Sumbar)---Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal Purn TNI, Moeldoko menegaskan bahwa pancasila sebagai ideologi bangsa  tentunya sudah tidak perlu dipertentangkan lagi.

"Sebagai ideologi negara yang didalamnya terkandung filosofi sebagai Way Of Life, Pancasila jelas tidak perlu dipertentangkan lagi, sekalipun  sebagai ideologi terbuka, diskursus tentang Pancasila jelas tidak akan pernah berakhir," demikian ditegaskan Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal Purn TNI Moeldoko,  dalam sambutannya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Jumat kemarin.

Selain itu, Pancasila lanjutnya juga mengandung filosofi  sebagai instrumentalia negara dengan turunannya berupa Undang-undang. "Biasanya di situlah mulai terjadinya pencemaran terhadap nilai-nilai pancasila, di samping turunan lainnya berupa nilai pragmatisme berupa perilaku penyimpangan,  seperti praktik korupsi dan lain sebagainya," tegasnya dengan nada berapi-api.

Meski demikian, nilai yang terkandung dalam Pancasila sebagai sebuah ideologi negara jelas  harus diakui sebagai ideologi terbaik yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia saat ini. Apalagi keberadaan Pancasila sendiri juga telah diakui oleh masyarakat dunia.

Diakuinya, Indonesia yang terdiri dari 714 suku dan etnis berbeda jelas sangat berisiko terhadap lahirnya konflik atau pertentangan lainnya, bila hal tidak dikelola dan diwaspadai sedemikian rupa. Ia mencontohkan, negara Afganistan saja yang hanya terdiri dari tujuh suku atau etnis berbeda saja, hingga saat ini sudah lebih dari 40 tahun lamanya terlibat perang saudara yang tidak kunjung berkesudahan. 


"Lagi pula sebagai negara besar yang mempunyai banyak sumber daya alam termasuk energi juga jelas akan menjadi incaran bagi negara-negara industri. Karena itu mari kita jaga negara yang kita cintai ini," terangnya. 
Jadi, dalam hal inilah lanjutnya peran penting dari kehadiran  lembaga pesantren atau surau sebagai pembangun utama karakter bangsa, karena bagaimanapun kiprah pesantren atau surau akan sangat berpotensi melahirkan generasi terbaik.

"Kita optimis melihat dan kondisi perkembangan yang ada saat ini Indonesia bakal menjadi negara besar, apalagi Presiden Jokowi saat ini juga tengah membangun jembatan emas, melalui pembangunan sejumlah infrastruktur di tanah air," sebutnya. 

Ketua Yayasan Pembangunan Islam El Imrani, Idarussalam Tk Sutan dalam sambutannya menyebutkan, pondok pesantren yang didirikan oleh almarhum Syech Ali Imran tersebut, saat ini telah memiliki 14 cabang di berbagai daerah di tanah air. Khususnya di Provinsi Sumatera Barat. Idarussalam Tk Sutan juga menyebutkan, bahwa saat ini jumlah keseluruhan siswa pondok pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan berjumlah 900 orang. 

"Pondok pesantren ini sifatnya terbuka untuk semua umat Islam. Dan dalam perkembangannya, karena keterbatasan fasilitas kami pun terpaksa  harus menyeleksi calon pendaftar yang ada," terangnya.

Ditambahkannya, keterbatasan sarana parasarana yang dimiliki pesantren tersebut terlihat dari masih masih terbengkalainya pembangunan asrama santri, guna melengkapi fasilitas asrama bertingkat tiga yang telah dimiliki pesantren itu sebelumnya, atas inisiatif dari Bupati Padangpariaman, H Ali Mukhni.

Dengan alasan itulah Idarussalam Tk Sutan dalam kesempatan itu berharap adanya perhatian dari berbagai pihak, termasuk perhatian dari Kepala Staf Kepresidenan yang  hadir di pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Jumat kemarin.

Sementara itu, Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni tak urung memberikan apresiasi atas kunjungan Kepala Staf Kepresidenan RI, Moeldoko ke Padangpariaman, termasuk ke Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Pakandangan Jumat kemarin.

"Mudah-mudahan saja kehadiran Bapak bisa membawa berkah bagi daerah dan masyarakat Kabupaten Padangpariaman, khususnya bagi Pondok Pesantren Ringan-Ringan," terangnya.

Dalam sambutannya Bupati juga menyebutkan, bahwa Pondok Pesantren  Ringan-Ringan merupakan salah satu pesantren terbesar di Padangpariaman. Bahkan selain memiliki 14 cabang di Sumatera Barat, juga telah banyak alumninya tersebar di berbagai daerah di tanah air. Bupati juga ikut mendoakan kiranya Jenderal Purnawirawan TNI Moeldoko nantinya bisa terus sukses dalam meniti karirnya.

"Mudah-mudahan beliau nanti bisa datang kembali dan berkunjung ke sini. Tapi bukan sebagai Kepala Staf Kepresidenan, melainkan sebagai Wakil Presiden," ulasnya disambut gema takbir undangan yang hadir. (ris)


SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: