Sabtu, 16 Desember 2017

Nagari Pungguang Kasiak Siap Jadi Penyangga Utama Program Ketahanan Pangan Padangpariaman

Pungguang Kasiak, (Reportase Sumbar)--Nagari Pungguang Kasiak Lubuk Aluang, Kecamatan Lubuak Aluang  yang dipimpin walinagari Abizar Dt Simarajo dewasa ini terus fokus membenahi sejumlah infrastruktur pertanian di nagari sentra pertanian padi di Kabupaten Padangpariaman ini.

Seperti diakui Abizar Dt Simarajo saat dihubungi di ruang kerjanya kemarin, komitmen pihaknya memberdayakan sektor pertanian di daerah itu antara lain dilakukan  dengan dibangunnya sejumlah jalan usaha tani, memanfaatkan dana atau anggaran nagari yang ada. Seperti halnya pembukaan dan pengerasan sejumlah ruas jalan usaha tani yang ada di Nagari Pungguang Kasiak. Diantaranya pembukaan jalan Ambacang-Palak Pisang, sepanjang 490 meter, pembukaan ruas jalan Kampuang Baru, sepanjang 150 meter, dengan lebar 5 meter. Program lainnya, pembukaan jalan usaha tani di kawasan kelok sepanjang 150 meter.

Menurut A Dt Simarajo yang bakal segera mengakhiri masa jabatan pertamanya sebagai walinagari Pungguang Kasiak ini, tujuan utama  pembukaan dan pengerasan sejumlah ruas jalan dimaksud, terutama untuk membantu para petani di daerah itu agar bisa lebih mudah dan lancar mengangkut hasil pertanian ke luar Nagari Pungguang Kasiak.

Seperti diketahui, Nagari Pungguang Kasiak selama ini sangat bertumpu pada sektor usaha pertanian khususnya usaha tani padi. Dengan alasan itu pula pihaknya dari pemerintahan nagari Pungguang Kasiak terus berkomitmen untuk mengembangkan potensi sektor pertanian di daerah itu.

Hal itu lanjutnya memang sangat beralasan, terutama melihat besarnya potensi lahan pertanian yang ada di Nagari Pungguang Kasiak. "Seperti diketahui, luas lahan pertanian di Nagari Pungguang Kasiak ini mencapai 400 hektare. Jadi jika dirata-ratakan tiap hektarenya menghasilkan padi sekitar 4 ton saja, berarti jika dikalikan dengan masa tanam 2 kali dalam setahun, maka produksi padi yang dihasilkan petani di daerah ini setiap tahunnya bisa mencapai 3 ribu ton lebih," terangnya.

Dengan alasan itulah lanjutnya, pihaknya dari Pemerintahan Nagari Pungguang Kasiak memang sangat berkepentingan dengan sektor pertanian yang ada di daerah ini.

Alasan lainnya, berdasarkan hasil uji coba yang pernah dilakukan pihak terkait di Nagari Pungguang Kasiak juga terungkap, jika potensi lahan pertanian di daerah ini juga sangat menjanjikan. Buktinya dari hasil uji coba yang pernah dilakukan, hasil produksi pertanian untuk permeter lahan pertanian yang ada, hasilnya lebih banyak dari daerah lain di Padangpariaman. Dengan alasan itu pula tak heran kiranya bila Nagari Pungguang Kasiak kerap dijadikan sebagai lokasi pencanangan program Tanam Serentak maupun Panen Raya lainnya.

Dengan alasan itu pula pihaknya berharap agar ke depan pembinaan terhadap petani di daerah itu  bisa terus diintensifkan lagi. Termasuk diantaranya perlunya bantuan bibit unggul maupun penambahan bantuan peralatan pertanian lainnya.

Juga tidak kalah pentingnya, para petani di Nagari Pungguang Kasiak juga diharapkan bisa lebih diberdayakan lagi, termasuk diantaranya melalui program Mina Padi. "Karena potensi lahan atau pun ketersediaan air di daerah ini pada dasarnya sangat menjanjikan untuk itu. Tinggal lagi ke depannya kita berharap para petani di daerah ini bisa dibimbing sedemikian rupa, termasuk nantinya agar dibantu dengan berbagai jenis bibit ikan atau sapi," terangnya.

Bahkan jika dipercaya, pihaknya mengaku siap jika nantinya Nagari Pungguang Kasiak bisa dijadikan pilot projek program satu sapi satu petani, sebagaimana diprogramkan Gebernur Sumbar, Irwan Prayitno beberapa waktu lalu.

Dengan mengembangkan program Mina Padi juga diharapkan bisa lebih menyuburkan lahan pertanian yang ada. Karena kotoran yang berasal dari ternak nantinya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan kompos.

Pihaknya mengaku optimis, jika program Mina Padi dimaksud nantinya bisa dikembangkan sedemikian rupa, maka dampaknya tentu akan sangat luar biasa dalam meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan para petani di Nagari Pungguang Kasiak dan sekitarnya.

Begitu pula sejumlah kendala dan kesulitan yang kerap dihadapi para petani di Nagari Pungguang Kasiak selama ini juga perlu dicarikan solusi terbaiknya. Khususnya terkait ketersediaan pupuk yang dibutuhkan petani di daerah ini. "Selama ini pasokan pupuk untuk petani di sini sering tidak menentu,  sehingga terkadang petani di sini sering kekurangan pupuk, karena terlambatnya kedatangan pasokan pupuk," terangnya.


Butuh Jalan Alternatif

Di pihak lain, di samping kaya dengan potensi pertanian, lokasi Nagari Pungguang Kasuak selama ini juga terbilang sangat strategis. Buktinya, sejumlah ruas jalan yang ada di Nagari Pungguang Kasiak selama ini kerap dimanfaatkan pengendara sebagai jalan alternatif menuju kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Katapiang. Khususnya ruas jalan Pungguang Kasiak Marantiah-Aia Tajun-Katapiang.

"Jika jalan ini bisa dikembangkan sedemikian rupa, maka tidak tertutup kemungkinan ke depannya akan bisa berkembang menjadi jalan alternatif utama menuju BIM. Karena jarak tempuhnya bisa lebih irit sekitar 30 menit dibanding melewati jalur biasa," terangnya.

Bahkan ruas jalan itu lanjut A Dt Simarajo juga bisa terhubung langsung ke ruas jalan Padang-Bukittinggi, melewati Sungai Abang Lubuk Alung.

"Sebelumnya pada masa Bupati Muslim Kasim almarhum, ruas jalan tersebut pernah diaspal, karena di kawasan itu juga banyak terdapat lahan pertanian produktif.  Namun saat ini kondisinya telah berangsur rusak, karena sudah cukup lama tidak diaspal," terangnya. (YURISMAN MALALAK)




SHARE THIS

Author:

Reportase Sumbar. Com adalah portal berita Sumatera Barat ditayangkan oleh PT.Berita Minang Berdasarkan Akta Notaris Jelisye Putri, SH Nomor 2 Tanggal 3 Agustus 2017

0 komentar: