Memasuki Masa "Injury Time", Penetapan Paslon, Suasana Perpolitikan Kota Pariaman Makin Panas - REPORTASE SUMBAR

Breaking

Post Top Ad

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Rabu, 13 September 2017

Memasuki Masa "Injury Time", Penetapan Paslon, Suasana Perpolitikan Kota Pariaman Makin Panas


Pariaman (Reportase Sumbar)---Memasuki masa "injury time", penetapan calon walikota dan wakil walikota oleh masing-masing parpol, tak ayal membuat suasana perpoltikan di Kota Tabuik Pariaman, makin panas saja. Hal itu setidaknya terlihat dari bermunculannya nama kandidat yang mendaftarkan diri ke partai politik, untuk diusung pada pilkada Pariaman tahun 2018 mendatang.

Seperti terlihat di Partai Hanura Kota Pariaman. Dari data yang dihimpun diketahui, setidaknya ada lima nama calon walikota dan tiga calon wakil walikota yang mendaftar ke tim penjaringan DPC partai Hanura Kota Pariaman.

Lima nama calon walikota yang mendaftar masing-masing, Dr Genius Umar, Ir Azwin Amir, MM, Drs Mardison Mahyuddin, dr Bahrul Anif, dan Dewi Putri Deswita. Sementara nama calon wakil walikota, masing-masing, Edison TRD,SH,MM, H Bagindo Jamohor dan Ir Azmi.

Seperti diakui Ketua DPC Partai Hanura Kota Pariaman, Edison TRD, saat dihubungi di Sekretariat DPC Partai Hanura Pariaman Selasa kemarin, menurutnya, seluruh berkas calon yang mendaftar ke Partai Hanura saat ini tengah diverifikasi oleh Tim Penjaringan DPC Partai Hanura Kota Pariaman. "Barulah setelah itu, hasil verifikasi itu nantinya akan diajukan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura, melalui Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Provinsi Sumatera Barat," ungkap politisi yang juga mantan anggota DPRD Kota Pariaman ini.

Ditegaskannya, secara umum garisan yang diberikan oleh DPP dalam menetapkan calon yang bakal diusung nantinya, bahwa calon yang akan ditetapkan pihak DPP nantinya juga bakal  mempertimbangan hasil verifikasi dan penilaian dari Tim Penjaringan DPC Partai Hanura Kota Pariaman, Karena bagaimanapun lanjutnya, pihak DPC  dalam hal ini dianggap lebih tahu dan memahami tentang sosok figur yang ada.

"Makanya, sebelum merekomendasikan nama-nama calon tersebut ke DPP, tim penjaringan nantinya juga  akan meminta pendapat dari para pakar yang ada di Partai Hanura dan pendapat para tokoh masyarakat lainnya yang dianggap berkompeten di bidangnya," imbuhnya.

Itu artinya, nama-nama yang akan direkomendasikan ke DPP nantinya adalah hasil dari penjaringan tersebut, jadi tidak otomatis semua nama yang mendaftar ke DPC bakal direkomendasikan ke tingkat DPP.

Ditanya target khusus Partai Hanura Kota Pariaman pada pilkada Kota Pariaman tahun 2018 mendatang, Edison TRD menyebutkan, pada dasarnya tidak ada target khusus bagi Partai Hanura pada pilkada di Kota Pariaman. "Namun yang jelas tentunya target kita yaitu bagaimana bisa memenangkan pilkada kali ini," terangnya.

Untuk itulah lanjutnya, salah satu barometer yang akan dijadikan pertimbangan adalah hasil survey yang ada. Selain itu, kriteria calon yang  akan diusung nantinya tentunya juga harus memiliki ilmu dan wawasan yang luas, di samping memiliki jaringan atau link yang luas ke pusat.

"Karena seperti diketahui, PAD yang dimiliki Kota Pariaman inikan sangat terbatas jumlahnya, karena itu kita jelas sangat menmgharapkan agar adanya dukungan pendanaan  dari pemerintah pusat, atau provinsi, seperti yang berjalan selama ini. Karena itulah kita tentu sangat membutuhkan figur yang bisa meyakinkan pihak pusat, sehingga kepentingan Kota Pariaman nantinya bisa diselaraskan dengan kepentingan pemerintah pusat," imbuhnya.

Di pihak lain ditanya tentang kemungkinan Partai Hanura mengusung calonnya sendiri, Edison TRD menyebutkan, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Namun yang utama tentunya jika pasangan calon yang bakal diusung oleh partai Hanura  nantinya, adalah tokoh yang diperhitungkan. "Kalau nantinya kita tidak menemukan sosok calon seperti itu, mungkin bisa saja kita  hanya akan mengusung diantara nama-nama calon yang telah ada," terangnya.

Di pihak lain, seperti diketahui, kursi Partai Hanura sendiri di DPRD Pariaman saat ini hanya berjumlah dua kursi, sehingga untuk bisa mengusung calon sendiri tentunya harus berkoalisi dengan partai lain.

"Makanya saat ini kita masih terus melakukan penjajakan untuk kemungkinan koalisi dengan Partai PPP dan Partai  Nasdem, diharapkan Oktober bulan depan, semuanya diharapkan sudah bisa diclearkan," imbuhnya mengakhiri. (RS/001)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here