![]() |
| Batu berwarna Pantai Kata Pariaman |
Oleh: [ KHAIRUL ]
Lokasi: Desa Taluk Kota Pariaman
Senja di Pantai Kata selalu punya cara merayu pengunjung. Hutan pinus yang melambai ditiup angin sepoi-sepoi, debur ombak pantai barat yang tenang, serta siluet matahari tenggelam menjadikan kawasan yang membentang di Desa Taluak dan Kelurahan Karan Aur ini sebagai salah satu primadona wisata Kota Pariaman.
Namun, jika kita melangkah lebih dekat ke arah bibir jalan hingga ke sekitar pondok anjungan, pesona itu seakan sedikit terusik. Tumpukan batu pemecah ombak atau penahan abrasi yang dulu disulap cantik dengan cat warna-warni—yang ikonik mirip tumpukan baterai berbaris rapi—kini tampak mulai kehilangan daya pikatnya.
Cat warna-warni yang dahulu disiramkan Pemerintah Kota Pariaman demi mempercantik wajah pantai, kini terlihat kusam, mengelupas, dan sebagian besar warnanya telah memudar dimakan usia serta cuaca. Tak hanya itu, celah-celah tumpukan batu tersebut kini mulai dirambah oleh tanaman perdu dan semak liar.
"Dulu di sinilah tempat anak-anak muda atau keluarga berswafoto. Warnanya terang, kontras dengan hijau daun pinus. Sekarang, catnya sudah pudar dan ditumbuhi semak, jadi kesannya kurang terawat," ujar Roni (34), salah satu pengunjung yang menyempatkan diri datang bersama keluarganya.
Bagi sebagian wisatawan, kondisi ini menimbulkan tanya. Keberadaan ikon batu warna-warni tersebut sempat menjadi magnet selfie andalan yang dicari pelancong saat pertama kali diresmikan.
Ketika ikon visual tersebut mulai tenggelam oleh lumut, debu, dan semak liar tanpa sentuhan pemeliharaan berkala, muncul kesan bahwa pengelola seolah menutup mata.
Dinas Pariwisata Kota Pariaman sebagai instansi yang menaungi sektor ini tentu memikul tanggung jawab besar. Wisata bukan sekadar tentang membangun pada hari pertama, melainkan juga merawat dan menjaga napas estetika destinasi tersebut dalam jangka panjang.
Tanpa adanya revitalisasi, pengecatan ulang, serta pembersihan rutin dari tanaman liar yang mulai merimba, bukan tidak mungkin ikon batu warna-warni Pantai Kata hanya akan tinggal kenangan dalam album foto lama—perlahan hilang terkikis waktu, menyisakan tumpukan batu bisu di tepi samudra.

