Notification

×

Iklan

"separator" style="clear: both; text-align: center;">
 

Iklan

Tag Terpopuler

Inspirasi dari Padang Pariaman: Kala Kapolsek VII Koto Sungai Sariak Menyatu dalam Falsafah Tigo Tungku Sajarangan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 00:27 WIB Last Updated 2026-10-29T17:27:03Z

Kapolsek VII Koto Sungai Sariak IPTU Edi Saputra bersama salah seorang ulama usai shalat Jum'at.

PADANG PARIAMAN
- Pendekatan humanis dan konsistensi aparat kepolisian dalam merangkul masyarakat akar rumput kembali menuai apresiasi luas. 


Sejumlah Wali Nagari di wilayah hukum Polsek VII Koto Sungai Sariak, Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, memuji kinerja dan kepemimpinan Kapolsek VII Koto Sungai Sariak, IPTU Edi Saputra, yang dinilai sukses menghadirkan Polri yang dekat, ramah, dan bersahaja di tengah warga.


Apresiasi ini mencerminkan keberhasilan transformasi institusi kepolisian yang mengedepankan pelayanan prima, keterbukaan, serta kolaborasi erat bersama pemerintah nagari dan unsur adat setempat.


Wali Nagari Tandikek Utara, Pandu Hardiknas, menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kapolsek beserta seluruh jajaran atas peran nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Menurutnya, kehadiran Polri tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban (Kamtibmas), tetapi juga tercermin dari kepedulian sosial yang konsisten.


"Mulai dari kegiatan Jumat Berkah, takziah ke rumah duka, silaturahmi ke warung kopi mendengar aspirasi warga, hingga turun langsung membantu warga yang membutuhkan semuanya membuktikan bahwa Polri benar-benar hadir, melayani, dan peduli," ujar Pandu.


Ia juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor berlandaskan filosofi adat Minangkabau, "Bulek aia dek pambuluah, bulek kato dek mupakaik", demi mewujudkan Nagari Tandikek Utara yang aman, damai, dan sejahtera.


Senada dengan hal tersebut, Wali Nagari Kampuang Tanjuang Koto Mambang Sungai Durian (KKS), Erianto, menilai IPTU Edi Saputra sebagai sosok pemimpin yang sangat bersahaja dan mampu berbaur dengan seluruh lapisan masyarakat.


Erianto menyoroti respon cepat sang kapolsek dalam menjalankan fungsi pelayanan kepolisian, serta keterbukaannya dalam menerima kritik dan masukan konstruktif.


"Beliau sangat terbuka dan siap diberikan masukan oleh siapa saja selagi tujuannya untuk evaluasi kinerja kepolisian di sektor yang beliau pimpin," puji Erianto.


Sementara itu, Wali Nagari Koto Dalam Barat, Roni Okdi Arto, mengungkapkan bahwa kedekatan emosional antara polisi dan masyarakat adalah fondasi utama menciptakan ketertiban yang kondusif. Di matanya, IPTU Edi Saputra adalah sosok penegak hukum yang tegas sekaligus humanis dan suka menyapa.


Konsistensi sang kapolsek yang selalu menyempatkan diri hadir di setiap undangan warga sekalipun dalam acara yang sederhana membuktikan bahwa "Polisi benar-benar bersama masyarakat."


Atas kemampuan berbaurnya yang telah menyatu dengan kultur lokal, Roni bahkan menyematkan perumpamaan luhur bagi IPTU Edi Saputra sebagai sosok "Polisi Niniak Mamak".


"Pai Tampek Batanyo" (Pergi tempat bertanya), menandakan kesiapan beliau menjadi tempat masyarakat berkonsultasi dan mencari solusi atas berbagai persoalan.


"Pulang Tampek Babarito" (Pulang tempat berkabar), menggambarkan keterbukaan beliau dalam mendengarkan aspirasi serta laporan warga secara kekeluargaan.


Gaya kepemimpinan merakyat ini diyakini memperkuat pilar "Tigo Tungku Sajarangan' (Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai) di nagari.


Melalui sinergi yang solid antara Polsek VII Koto Sungai Sariak dan para pimpinan pemerintahan nagari, diharapkan stabilitas Kamtibmas di wilayah Kabupaten Padang Pariaman khusus di wilayah binaan nya terus terjaga dengan baik. 


Apresiasi dari para wali nagari ini menjadi bukti autentik bahwa pendekatan kultural dan humanis mampu menjadikan Polri sebagai mitra sekaligus sahabat sejati di hati masyarakat. (roz) 

×
Berita Terbaru Update