Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Siswa SMAN 2 Sungai Limau Ditemukan tewas Tenggelam

Selasa, 12 Mei 2026 | 21:14 WIB Last Updated 2026-05-12T14:14:29Z
Petugas BPBD membawa kantong mayat korban



 Padangpariaman---Perjalanan nasib atau ajal seseorang tentunya  tidak seorangpun yang tahu, seperti halnya yang dialami

Muhammad Yusuf Ibrahim (16), yang tercatat sebagai siswa SMAN 2 Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman. 


Awalnya bermaksud mandi-mandi di lokasi pemandian objek wisata air terjun Lubuk Bonta, Nagari Kapalo Hilang, bersama teman-temannya, namun justru berakhir tragis bagi dirinya. 



Dia ditemukan meninggal, setelah sempat terbenam di objek pemandian sedalam 8 meter itu.


Informasi yang dihimpun koran ini melalui Kalaksa BPBD Padangpariaman, Emri Nurman, nasib naas yang dialami Muhammad Yusuf,

Warga Korong Lohong, Kuranji Hilir, Nagari Pilubang, Kecamatan Sungai Limau, Kabupaten Padangpariaman itu terjadi saat dia tengah asyik mandi-mandi bersama teman-temannya di kawasan objek wisata yang fikenal cukup pavorit di kalangan wisatawan  itu.


"Menurut keterangan saksi bernama Farel selaku teman korban, korban tenggelam akibat terseret arus saat mandi di lokasi pemandian air terjun Lubuk Bonta. Meski  teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun nyawa  korban tetap  tidak berhasil diselamatkan," terang Emri. 


Tak ayal, musibah tenggelam yang mengakibatkan meningal dunia di lokasi pemandian air terjun Lubuk Bonta, Korong Lubuk Bonta, Nagari Tarok, Kecamatan 2x11 Kayu Tanam, pada hari ini sekira pukul 11.30 WIB itu l mendapat perhatian luas warga sekitar. 


Begitu pula, berselang 15 menit diantaranya, personel dari jajaran Polsek Sicincin tiba di lokasi dan langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang tenggelam di kedalaman lebih kurang 8 meter itu.


" Selanjutnya korban langsung dibawa ke Puskesmas Sicincin guna dilakukan visum oleh pihak puskesmas," terangnya. 


Terkait kejadian itu, Emri tak luput mengimbau warga yang mengisi waktunya  mandi-mandi di sekitar kawasan objek wisata, supaya lebih berhati-hati.


"Karena yang namanya musibah kita tentu tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Karena itu sikap kehati-hatian dan kewaspadaan diri tentunya mesti menjadi perhatian utama," terangnya. (Mn)

×
Berita Terbaru Update