Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

*Pra IMLF : Buku Armaidi Dibedah, “Orang Minang Meliput Muktamar NU”, Merekam Muktamar dari Pinggir*

Minggu, 03 Mei 2026 | 15:38 WIB Last Updated 2026-05-03T08:38:50Z
Seminar



*Pra IMLF: Merekam Muktamar dari Pinggir, Bedah buku “Orang Minang Meliput Muktamar NU”*


*Pra IMLF “Orang Minang Meliput Muktamar NU” Dibedah, Hal-Hal Sepele Jadi Menarik*



Padang, 

Lagi Pra IMLF 4 melakukan kegiatan literasi bedah buku yang setiap bulan dilaksanakan. 

Kali ini karya Armaidi Tanjung. Hal-hal kecil dan sepele, jika ditulis dengan pendekatan berbeda akan bernilai dalam sejarah perjalanan organisasi Nahdlatul Ulama ke depan. Selama ini, penulisan Muktamar NU cenderung terpusat, hanya menuliskan agenda-agenda resmi, seremonial dan dinamika resmi Muktamar NU.


Berbeda dengan Armaidi Tanjung, lewat bukunya yang dibedah  Sabtu (2/5/2025) malam melalui zoom meeting, berjudul Orang Minang Meliput NU, menuliskan hal-hal di luar agenda resmi namun menarik untuk diketahui, terutama bagi peneliti NU ke depan. Demikian terungkap dari dua pembicara, yakni Direktur NU Online 2002-2011 H. Abdul Mun’im DZ dan Wartawan Utama/Wakil Ketua DPD Satupena Sumatera Barat Yurnaldi dengan moderator Pemred Sigi24.Com Ahmad Damanhuri. 


Ketua Satupena Sumbar Sastri Bakry menyebutkan, bedah buku ini merupakan kegiatan Pra International Minangkabau Literacy Festival keempat (IMLF-4) yang diselenggarakan 3 – 7 Juni 2026 mendatang di Bukittinggi. Ini kegiatan pra IMLF-4 terakhir menjelang pelaksanaan  puncak IMLF-4. Sebelumnya sudah diselenggarakan berkali-kali bedah dan diskusi buku, baik online maupun offline. 


“Buku ini menarik untuk didiskusikan yang dibahas oleh orang dalam dan di luar NU,” kata Sastri Bakry yang juga Ketua IMLF-4. 


Abdul Mun’im yang pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PBNU ini menyebutkan, Armaidi Tanjung sebagai bagian dari Kontributor NU Online yang meliput Muktamar NU mampu menempatkan diri sebagai orang dalam, namun dalam buku ini juga seperti orang luar yang mengamati jalannya Muktamar NU. Sehingga tulisan yang disampaikan dalam buku ini, tidak hanya seremonial dan agenda resmi, tapi juga sisi lain yang unik di luar agenda resmi muktamar. Dalam jangka panjang tulisan-tulisan seperti itu sangat penting. Terutama bagi peneliti NU dalam melihat penyelenggaraan Muktamar,” kata Mun’im yang banyak melakukan penelitian dan penulisan NU, termasuk meneliti NU di Sumatera Barat. 


Yurnaldi menyebutkan, di tengah tradisi penulisan tentang Nahdlatul Ulama (NU) yang kerap bertumpu pada tokoh besar dan keputusan elite, buku Orang Minang Meliput Muktamar NU karya Armaidi Tanjung hadir dengan pendekatan berbeda: ia memilih berdiri di pinggir.

Buku ini tidak menawarkan analisis akademik yang rumit, juga tidak menyajikan kronik resmi organisasi. “Ia adalah catatan seorang wartawan daerah—kontributor media—yang mengikuti tiga muktamar NU (Makassar 2010, Jombang 2015, Lampung 2021) dengan satu naluri sederhana: merekam apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan. Kesederhanaan itulah yang justru menjadi kekuatan buku ini,” kata Yurnaldi.

 

Penulis buku Armaidi Tanjung diakhir bedah buku menyebutkan, buku ini merupakan hasil kerja sebagai kontributor NU Online dalam mengikuti Muktamar NU ke-32 di Makasar tahun 2010, Muktamar NU ke-33 di Jombang tahun 2015 dan Muktamar NU ke-34 di Lampung tahun 2021. Juga proses bergabung dengan NU Online sebagai kontributor, cerita keberangkatan dan kepulangan dari mengikuti muktamar tersebut.


“Sepengetahuan saya belum ada buku Muktamar NU yang ditulis orang Minang. Maka saya beranikan menulis bukunya dari pengalaman dan apa yang sudah saya tulis. Setidaknya buku ini menjadi catatan saya ketika diberikan kesempatan mengikuti tiga Muktamar NU,” tutur Armaidi Tanjung, yang sebelumnya sudah menulis buku Tokoh Nahdlatul Ulama dari Sumatera Barat ini.

Buku Orang Minang Meliput Muktamar NU setebal 188 halaman, ISBN: 978-634-7390-07-3 dengan pengantar dari Dr. Achmad Mukafi Ni’am (Pemred NU Online 2015–2021). Pemesanan ke WA: 085263749170. (Amt)

×
Berita Terbaru Update