![]() |
| Plr Kabag protokol |
Jajaran Prokopim Siapkan Perbup
Standar Keprotokolan
Disesuaikan Adat Budaya dan Kearifan Lokal
Padangpariaman---Jajaran Bagian Prokopim Pemkab Padangpariaman, dewasa ini tengah fokus menyiapkan Perbup Standar Keprotokolan Padangpariaman.
Dimana konsep keprotokolan yang akan disiapkan nantinya akan menyesuaiakan dengan kaedah adat istiadat dan budaya yang berkembang atau berlaku di tengah masyarakat.
"Sebagai contoh misalnya, kenapa seorang ninik mamak itu bisa duduk berdampingan dengan bupati, padahal notabenenya mereka bukanlah seorang pejabat resmi, hal itu tentu ada dasarnya. Seorang tokoh adat tentunya adalah orang yang dituakan yang juga sebagai pengampu dalam adat istiadat yang berlaku di masyarakat kita," terang Plt. Kabag Prokopim Padangpariaman, Riska Dianis, saat menjawab pertanyaan koran ini kemarin di ruang kerjanya.
Karena itu lanjutnya, seseorang itu bisa saja disejajarkan dengan seorang pejabat negara misalnya, karena ada alasan tertentu. Seperti misalnya menempatkan seorang tokoh adat di samping bupati, atau seorang rajo secara adat di samping presiden misalnya. Hal itu dibenarkan, sepanjang ada alasannya. "Yaitu diselaraskan dengan kearifan lokal dan adat budaya yang berlaku di masyarakat kita," tegasnya menambahkan.
Aturan khusus itulah nantinya yang akan disusun dan disiapkan oleh pihak Prokopim, dan selanjutnya akan dituangkan dalam buku panduan.
"Selanjutnya Perbup yang tertuang dalam buku panduan itulah nantinya akan kita sosialisasikan secara luas kepada seluruh OPD yang ada, demikian juga pihak-pihak berkepentingan lainnya," terangnya menambahkan.
Demikian pula menyiasati padatnya agenda pimpinan setiap harinya, baik itu agenda bupati maupun wakil bupati, tentunya membutuhkan pengaturan yang bersifat terintegrasi dan terjadwal sebaik mungkin. Dengan begitu diharapkan dalam penerapannya tidak terjadi benturan atau tumpang tindih agenda kegiatan, antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya.
Terkait hal itu, jajaran Prokopim Pemkab Padangpariaman lanjut Riska, saat ini tengah menyiapkan agenda elektronik, yaitu berupa pembuatan aplikasi mobile. Tujuannya, yaitu untuk lebih memudahkan pengaturan agenda kegiatan pimpinan.
Dengan begitu diharapkan kegiatan pimpinan seperti halnya bupati dan wakil bupati bisa lebih terkoordinasi dengan baik, sekaligus menghindari terjadinya jadwal yang sifatnya tumpah tindih.
"Seperti diketahui, kegiatan pimpinan itu setiap harinya terkadang tidak menentu. Terkadang bisa dua kali sehari atau bahkan ada yang sampai enam agenda perharinya. Makanya, untuk kelancaran jalannya agenda kegiatan tersebut kita berencana akan menyiapkan aplikasi khusus untuk itu, yang nantinya bisa dipantau dan diketahui oleh pihak panitia yang ada," terang Riska Dianis.
Lebih jauh Riska menambahkan, rencana pembuatan aplikasi berbasis elektronik atau mobile ini sebenarnya sudah pernah digagas beberapa waktu sebelumnya, hanya saja pihaknya saat ini ingin lebih menyederhanakan sedemikian rupa, sehingga dengan begitu bisa terintegrasi serta lebih mudah terakses oleh berbagai pihak yang berkepentingan.(ris)

