PADANG PARIAMAN - Zainal Wali Nagari Lareh Nan Panjang, merupakan seorang birokrat yang mengabdikan dirinya sebagai memimpin Pemerintahan Nagari boleh dikatakan berhasil meskipun jabatannya hanya tinggal satu bulan lagi.
Hal tersebut terbukti kesuksesannya membangun Kantor Nagari serta pembangunan jembatan rajang penghubung.
"Meskipun itu bukan janji politik ataupun visi dan misi saya, namun karena itu permintaan dari masyarakat, maka hal itu terlaksana atas dukungan masyarakat maupun pemerintah daerah," ujar Zainal yang merupakan alumni SUPM Pariaman itu.
Dikatakan Zainal, Kantor Nagari Lareh Nan Panjang Selatan mulai pembangunan peletakan batu pertama oleh Bupati Suhatri Bur pada tahun 2019. Awalnya anggaran itu diambil dari kebijakan dalam bermusyawarah sehingga sampai dengan pondasi.
Hingga saat ini pembangunan kantor sudah mencapai 80 persen dan sudah bisa ditempati. Pasalnya, menuju titik itu pembangunan menghabiskan anggaran sebesar Rp690 juta. Dengan rincian yaitu anggaran nagari sebanyak Rp200 juta dengan empat kali anggaran, Rp390 juta dari Pemerintah Kabupaten dan Rp100 juta dari tunjangan kinerja pemerintah nagari dari Kementerian Keuangan.
Untuk tanah, kata Zainal, tanah yang digunakan pembangunan kantor nagari itu merupakan tanah hibah dari kelurganya dengan luas 669 M persegi. "Meskipun dalam ada beberapa kendala ataupun masalah ketika itu, dengan cara bermusyawarah dan sabar maka hibah tetap berjalan," ungkapnya.
Bisa dikatakan tidak banyak kantor nagari dibangun di Padang Pariaman dengan masa satu periode menjabat. Contohnya saja saat ini hanya ada dua, yaitu Nagari Lareh Nan Panjang Selatan dan Nagari Koto Tinggi.
Kembali dikatakannya, alasan didirikannya pembangunan kantor nagari disamping permintaan masyarakat juga seringnya pindah - pindah karena menempati rumah masyarakat bahkan pindah lagi hingga mengontrak.
Kemudian, tidak hanya pembangunan kantor, juga ada pembangunan jembatan rajang penghubung dua nagari yang diidamkan masyarakat sejak lama itu. Dengan gigih dan kerja kerasnya Alhamdulillah sudah bisa dinikmati oleh masyarakat. "Jika dilihat kondisi sebelumnya memang sangat tidak layak, hampir setiap waktu pengendara yang melewati rajang sering terjatuh sehingga menimbulkan adanya korban," kata dia
Kemudian, kata Wali Nagari yang suka senyum jika bertemu dengan masyarakat itu mengatakan, BumNag yang didirikannya bersama masyarakat menjadi percontohan. Bahkan Badan diserahkan Hukumnya secara langsung oleh Kemenkumham bersama Presiden Joko Widodo di Jakarta pada tahun 2021.
Terakhir ungkap Wali Nagari Zainal, ia berharap dan berpesan kepada Wali Nagari yang terpilih nanti, kalau sudah diamanahkan, maka kerjakan, amanah tersebut, jangan hanya menunggu namun harus jemput bola. Kemudian lanjutkan lah pembangunan kantor nagari hingga selesai 100 persen.
Ibarat pepatah "Harimau Mati Meninggalkan Belang, Gajah Mati Meninggalkan Gading". Sementara "Zainal Pergi Meninggalkan Kenangan". (nal)

