Notification

×

Iklan

Iklan

Tag Terpopuler

Komitmennya Tetap Mendampingi Masyarakat Penyintas Bencana Banjir dan Longsor

Senin, 19 Januari 2026 | 09:32 WIB Last Updated 2026-01-19T02:32:00Z

 

Bupati Padangpariaman Saat Berikan Arahan 




PADANGPARIAMAN---- Bupati Padangpariaman Jonh Keedy Aziz menyatakan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman menegaskan komitmennya untuk tetap mendampingi masyarakat penyintas bencana banjir dan longsor, kemarin


"Meski kita hadapkan pada keterbatasan anggaran daerah,a  Bupati Padangpariaman John Kenedy Azis, kemarin, usai  Sosialisasi Hunian Tetap (Huntap) Tahan Gempa RISHAM Berbasis Partisipasi Masyarakat.


 

“Pemerintah Kabupaten Padangpariaman tidak pernah sedikit pun berpikir meninggalkan masyarakat penyintas bencana,” kata John Kenedy Azis menanggapi pertanyaan warga penyintas asal Tanah Taban, Pasie Laweh, Lubuak Aluang.



Dalam dialog tersebut, warga menanyakan kemungkinan pemerintah daerah membelikan lahan bagi 74 kepala keluarga (KK) yang rumahnya terdampak banjir dan kini berada di zona merah. Menjawab hal itu, Bupati menegaskan tidak ingin memberikan janji yang tidak dapat direalisasikan.



“Saya tidak mau memberikan janji manis jika itu tidak mampu saya lakukan. Kondisi keuangan daerah saat ini memang belum sanggup untuk menyediakan lahan bagi seluruh calon penerima huntap,” ujarnya.


 

Meski demikian, John Kenedy Azis menegaskan bahwa upaya pencarian lahan relokasi terus dilakukan sejak bencana mulai mereda hingga saat ini. Ia menyebutkan, berbagai pihak telah dihubungi, mulai dari tokoh masyarakat, donatur, hingga pemerintah pusat.


 

Bupati juga menyampaikan dukungannya terhadap kegiatan sosialisasi yang dilakukan oleh tim relawan Institut Teknologi Bandung (ITB), meskipun dalam program tersebut terdapat unsur bisnis. Menurutnya, teknologi material bangunan tahan gempa yang ditawarkan telah teruji kekuatan dan kualitasnya serta dapat membantu pemerintah daerah dan masyarakat.


“Ini bisa menjadi pintu masuk bagi kita untuk mendapatkan perhatian yang lebih besar dari pemerintah pusat,” katanya.



Pernyataan Bupati tersebut dibenarkan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DLHPKPP) Kabupaten Padangpariaman, Andri Satria Masri. Ia menyebutkan, dirinya menyaksikan langsung upaya Bupati dalam mencari lahan relokasi bagi warga penyintas.



“Baru dua hari lalu saya menyusun konsep surat Bupati terkait permintaan hibah lahan dari dua kementerian pemilik aset lahan di kawasan Asam Pulau dan Talao Mundam,” ujar Andri.


 

Ia menambahkan, bersama Kepala Dinas PUPR, pihaknya juga telah dua kali berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) V Sumatera Barat di Padang serta menjalin komunikasi intensif dengan PT PLN di kawasan Asam Pulau.


Sementara itu, Ketua Relawan ITB’79 sekaligus Ketua Tim Pendampingan Teknis Pembangunan Huntap Pascabencana Banjir Sumatera Barat, Ir. Doddy Sudradjat, menjelaskan bahwa kedatangan timnya merupakan bentuk kepedulian terhadap daerah dan masyarakat terdampak bencana.


“Saat ini program kami sudah berjalan di Palupuah, Kabupaten Agam. Di Padangpariaman, kami akan melakukan asesmen rencana pembangunan huntap dengan teknologi material bangunan tahan gempa yang telah diuji oleh berbagai lembaga, termasuk Kementerian PUPR,” kata Doddy.


Ia menambahkan, timnya berencana mendirikan workshop di salah satu kecamatan yang terdampak paling parah agar proses pembuatan material bangunan dapat dilakukan dengan biaya lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat.


Kegiatan sosialisasi tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kominfo, Kalaksa BPBD, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kepala Bagian TPKS, para camat dari Batang Anai, Lubuak Aluang, dan 2 x 11 Kayu Tanam, serta sejumlah pejabat DLHPKPP dan pihak SMAN 1 Lubuak Aluang. Peserta kegiatan terdiri atas wali nagari, wali korong, dan warga penyintas bencana dari tiga kecamatan terdampak.(eri)


×
Berita Terbaru Update